Innovation <br/> with Quality Innovation <br/> with Quality

Innovation
with Quality

Step into the world of innovation with quality! Our solutions are designed to revolutionize your business and take it to new heights. At Phintraco Technology, we believe that innovation is the key to success, and we are committed to providing you with cutting-edge solutions that deliver exceptional quality.

Solutions

Services

ISO Certified

ISO #1
ISO #2
ISO #3
ISO #4
ISO #5
ISO #6

Why Phintraco Technology

Phintraco Technology is recognized as a certified partner of global IT and communication leaders. These partnerships give it access to best-in-class solutions, which it has combined with its own in-depth industry experience to offer its many clients a complete suite of IT solutions and services.

Certified ISO

Certified ISO

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Cross-industry Experience

Cross-industry Experience

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Our Greatest Partner

Phintraco Technology is recognized as the certified partner of global IT and communication leaders such as Avaya, Dell Technologies, Verint, Thales (formerly Gemalto), OneSpan (formerly Vasco), and many more. These partnerships give it access to best in class solutions which it has combined with its own in depth industry experience to offer a complete suite of IT solutions and services to its many clients.

Modern IT Infrastructure Modern IT Infrastructure
Mobile Transaction Security Mobile Transaction Security
Application Performance Monitoring Application Performance Monitoring

Blog and News

Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan
02 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, customer experience (CX) telah bergeser dari sekadar fungsi pendukung menjadi faktor penting penentu daya saing bisnis. Produk yang serupa dan harga yang kompetitif tidak lagi cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Pengalaman menyeluruh yang dirasakan pelanggan sejak pertama kali berinteraksi hingga tahap pascapenjualan kini menjadi kriteria dan pembeda utama antarperusahaan.

Memasuki tahun 2026, tren customer experience berkembang menjadi semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kecepatan dan personalisasi layanan. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya memahami pelanggan, tetapi juga mampu merancang customer experience journey yang konsisten, relevan, dan bernilai di setiap titik interaksi. Artikel ini akan membahas tentang apa itu customer experience dan apa saja tren yang diprediksi akan muncul dan mendominasi di tahun 2026. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi berikutnya.

Apa yang Dimaksud dengan Customer Experience?

Customer experience adalah keseluruhan persepsi dan kesan yang dirasakan pelanggan sebagai hasil dari interaksi mereka dengan sebuah merek, produk, atau layanan. Interaksi ini tidak terbatas pada satu channel saja, melainkan mencakup seluruh customer experience journey, mulai dari tahap kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), pembelian (purchase), penggunaan, hingga layanan purna jual (post-purchase).

Pengalaman pelanggan dibentuk oleh berbagai elemen, seperti kualitas layanan, kecepatan respons, kemudahan akses informasi, konsistensi komunikasi, hingga emosi yang muncul selama proses interaksi. Oleh karena itu, CX tidak hanya menjadi tanggung jawab tim layanan pelanggan, tetapi juga melibatkan seluruh fungsi dalam perusahaan, termasuk pemasaran, penjualan, operasional, dan teknologi.

Perusahaan yang mampu mengelola customer experience secara strategis cenderung memiliki tingkat loyalitas pelanggan yang lebih tinggi, rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif, serta ketahanan bisnis yang lebih baik di tengah persaingan pasar yang ketat.


Baca Juga: Digital Customer Experience: Kunci Utama Kepuasan Pelanggan

Apa Saja Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui?

Tren customer experience 2026 menunjukkan arah yang semakin strategis dan terstruktur. Setiap tren saling melengkapi dalam membentuk customer experience journey yang konsisten dan bernilai. Berikut poin-poin tren utama yang wajib diperhatikan perusahaan:

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang Lebih Cerdas dan Kontekstual

AI di tahun 2026 tidak lagi terbatas pada chatbot penjawab pertanyaan dasar. Teknologi ini berkembang menjadi sistem yang mampu memahami konteks percakapan, riwayat interaksi pelanggan, serta memprediksi kebutuhan berikutnya. Dalam customer experience journey, AI kini berperan sebagai penghubung awal yang cepat sekaligus pendukung agen manusia dalam pengambilan keputusan layanan (AI agent).

Personalisasi Layanan Berbasis Data Real-Time

Pelanggan mengharapkan pengalaman yang relevan dengan kondisi mereka saat itu juga. Tren customer experience ini menekankan penggunaan data real-time untuk menyesuaikan pesan, rekomendasi, dan solusi layanan. Personalisasi ini membuat pelanggan merasa dipahami sebagai individu, bukan sekadar nomor tiket atau data statistik.

Integrasi Omnichannel yang Lebih Mulus

Pengalaman pelanggan tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pelanggan dapat memulai interaksi melalui media sosial, melanjutkannya ke aplikasi pesan instan, lalu menyelesaikannya melalui call center. Integrasi omnichannel memastikan seluruh riwayat interaksi tercatat dan tersambung, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang informasi dan merasakan pengalaman yang konsisten di setiap channel

Kecepatan dan Efisiensi sebagai Standar Utama Layanan

Di tahun 2026, kecepatan respons telah menjadi ekspektasi dasar pelanggan. Perusahaan perlu mengoptimalkan proses layanan melalui otomatisasi, self-service, dan sistem respons instan. Customer experience yang cepat dan efisien membantu mengurangi friksi dalam customer experience journey dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pendekatan Human-Centric dalam Pemanfaatan Teknologi

Meskipun teknologi semakin dominan, pelanggan tetap menghargai dan membutuhkan empati serta pemahaman manusia. Tren ini menekankan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti sepenuhnya. Agen customer service dibekali teknologi cerdas agar dapat fokus pada interaksi bernilai tinggi yang membutuhkan sentuhan emosional dan solusi kompleks.

Pengelolaan Customer Experience Journey Secara End-to-End

Perusahaan mulai melihat customer experience sebagai perjalanan utuh, bukan kumpulan titik kontak terpisah. Setiap fase perjalanan pelanggan dipetakan untuk mengidentifikasi hambatan, peluang perbaikan, dan momen penting. Pendekatan ini membantu perusahaan menciptakan pengalaman yang konsisten dari tahap awal hingga layanan purna jual.

Peningkatan Fokus pada Keamanan Data dan Kepercayaan Pelanggan

Kesadaran pelanggan terhadap privasi dan keamanan data semakin tinggi. Tren ini menempatkan transparansi, perlindungan data, dan kepatuhan regulasi sebagai bagian dari pengalaman pelanggan. Kepercayaan yang terjaga akan memperkuat loyalitas dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Pengukuran Customer Experience yang Lebih Holistik dan Berbasis Insight

Evaluasi customer experience tidak lagi hanya mengandalkan survei kepuasan. Perusahaan mengombinasikan metrik tradisional seperti CSAT dan NPS dengan analisis perilaku, sentimen, dan data interaksi pelanggan. Pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan akurat terhadap kualitas pengalaman pelanggan.


Baca Juga: Contact Center AI adalah Revolusi Pelayanan Pelanggan Modern

Tingkatkan Pengalaman Pelanggan Bisnis Anda dengan Contact Center AI dari Phintraco Technology!

Kualitas layanan contact center yang responsif dan konsisten merupakan kunci kesuksesan dalam meningkatkan customer experience. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan contact center untuk memenuhi tantangan tersebut.

Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure yang berpengalaman, dapat membantu Anda meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan solusi AI contact center. Solusi AI contact center dari Phintraco Technology dapat meningkatkan efisiensi layanan Anda dengan chatbot, virtual assistant, dan generative AI.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait AI contact center dari Phintraco Technology!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn ProfileEditor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya
26 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya

Serangan siber kini menjadi semakin canggih dan volume data global pun meningkat hingga ratusan zettabyte. Oleh karena itu, data center security menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis. Keamanan data center bukan hanya melindungi server dan jaringan dari ancaman eksternal, tapi juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah maraknya ransomware dan pelanggaran data yang bisa merugikan hingga miliaran rupiah per insiden. Di Indonesia, dengan regulasi ketat seperti UU PDP dan pertumbuhan data center hyperscale, pengamanan data center semakin krusial untuk memenuhi standar nasional dan internasional.

Data center security adalah pendekatan holistik yang menggabungkan keamanan fisik data center, digital, dan operasional untuk melindungi aset IT dari berbagai risiko. Praktik terbaik seperti zero trust dan AI-driven monitoring tidak hanya mengurangi risiko downtime hingga 50%, tapi juga mendukung transformasi digital berkelanjutan. Memahami data center security best practices akan membantu bisnis menghindari jebakan umum, seperti insider threats atau kegagalan lingkungan, sambil memaksimalkan efisiensi investasi keamanan. Artikel ini akan membahas data center security system dan aspek lain yang terkait.

Apa itu Data Center Security?

Data center security adalah kumpulan strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur data center, termasuk server, storage, jaringan, dan data sensitif dari ancaman fisik, siber, lingkungan, dan manusia. Ini mencakup keamanan fisik data center seperti pagar perimeter dan biometric access, serta pengamanan data center digital seperti enkripsi dan firewall. Pada intinya, security ini memastikan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan data di tengah evolusi ancaman seperti AI-augmented attacks.

Dalam perkembangannya, data center security system semakin terintegrasi, menggabungkan cyber dan physical security melalui platform yang terpadu. Data center harus compliant dengan ISO 27001 dan Tier III/IV standards, di mana sistem ini dapat mencegah breach sekaligus mendukung recovery cepat. Tanpa security yang kuat, pusat data rentan terhadap downtime yang bisa mencapai Rp 80 juta per menit, menurut estimasi Gartner.


Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Security Framework itu Penting?

Data center security framework seperti NIST atau ISO 27001 menjadi sangat penting karena pusat data adalah kunci utama operasional bisnis untuk menyimpan data pelanggan, rahasia dagang, dan transaksi keuangan. Dengan ancaman seperti quantum computing yang mengancam enkripsi tradisional, framework ini menyediakan roadmap untuk adaptasi proaktif, mengurangi risiko hingga 70% melalui layered defenses. Tanpa framework yang jelas, perusahaan menghadapi kerugian finansial, reputasi rusak, dan sanksi regulasi.

Selain itu, framework mendukung keberlanjutan bisnis di era hybrid cloud, di mana 80% perusahaan Indonesia mengadopsi multi-cloud. Ini juga memenuhi tuntutan ESG, dengan keamanan yang hemat energi melalui monitoring AI. Di Indonesia, banjir atau gempa bisa lumpuhkan data center tanpa framework yang tangguh. Hal ini membuat security bukan hanya teknis tapi strategis untuk daya saing global.

Apa Saja Aspek Penting dalam Sistem Keamanan Data Center?

Sistem keamanan data center mencakup lima aspek utama yang saling melengkapi:

Keamanan Fisik

Dari aspek fisik, data center memerlukan lapisan pertahanan eksternal seperti pagar 8-foot, CCTV 360 derajat, dan biometric (palm-vein atau iris scan) untuk akses.

Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan meliputi firewall next-gen, intrusion detection systems (IDS), dan SDN untuk segmentasi traffic. Ini lindungi dari DDoS dan man-in-the-middle attacks.

Keamanan Data

Data perlu dilindungi dengan enkripsi end-to-end, data loss prevention (DLP), dan immutable storage untuk cegah ransomware. Best practices termasuk patching berkala untuk tutup celah keamanan.

Keamanan Operasional

Secara operasional, keamanan perlu ditingkatkan dengan training personel, zero trust model (verifikasi terus-menerus), dan endpoint detection response (EDR) untuk deteksi anomali real-time.

Keamanan Lingkungan

Sistem fire suppression (gas inert), UPS redundant, dan environmental monitoring untuk cegah overheating atau power failure.

Bagaimana Cara Kerja Data Center System?

Data center security system bekerja melalui siklus keamanan berlapis yang otomatis dan adaptif. Pertama, lapisan fisik akan mendeteksi ancaman eksternal via sensor dan CCTV, memicu alert ke command center. Jika breach fisik terdeteksi, maka biometric lock down area akan dilakukan secara instan. Kedua, traffic masuk disaring melalui perimeter security (firewall dan IDS) yang memeriksa paket data untuk anomali. Lalu gunakan machine learning untuk blokir serangan zero-day.

Ketiga, di internal, zero trust verifikasi setiap akses. Misalnya, MFA dan role-based control untuk memastikan hanya user authorized yang akses sumber daya spesifik. Keempat, monitoring berkelanjutan lewat SIEM (Security Information and Event Management) untuk menganalisis log real-time, memicu auto-response seperti isolasi endpoint jika serangan siber terdeteksi. Terakhir, disaster recovery berintegrasi dengan sistem ini, memungkinkan failover ke site cadangan dengan RTO di bawah 1 menit.


Baca Juga: Backup Data Center: Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Meningkatkan Keamanan Data Center?

Meningkatkan keamanan data center dapat dilakukan lewat pendekatan bertahap dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Adopsi Zero Trust Architecture: Verifikasi setiap akses, tanpa asumsi "trusted zone". Hal ini dapat mengurangi insider threats dengan implementasi MFA dan micro-segmentation.
  • Integrasi AI dan Automation: Gunakan AI untuk threat hunting dan auto-patching. Praktik ini dapat menghemat biaya operasional sekaligus tingkatkan deteksi.
  • Audit Berkala: Lakukan vulnerability scans bulanan dan sertifikasi SOC 2/ISO 27001. Termasuk audit simulasi breach untuk tes response time.
  • Lapisan Keamanan Tambahan: Tambahkan biometric multi-factor dan behavior analytics untuk akses.
  • Training dan Incident Response Plan: Beri pelatihan untuk tim IT, buat playbook untuk ransomware. Fokus pada supply chain security untuk cegah tampered hardware.
  • Hybrid Cloud Security: Enkripsi data in-transit dan gunakan secure API gateways untuk integrasi multi-cloud.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Percayakan Data Center Anda kepada Solusi Data Center Virtualization dari Huawei!

Setelah memahami betapa pentingnya keamanan untuk data center dan keberlangsungan bisnis, saatnya Anda memilih solusi yang terintegrasi dan terbukti untuk bisnis Anda. Solusi data center virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat bagi bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti zero trust integration, AI driven O&M, secure storage, dan compliance-ready, solusi ini telah terbukti di ribuan enterprise. Keamanan data security dari solusi ini juga didukung oleh sistem data backup berlapis, virtual firewall, distributed firewall, role-based management, dan microsegmentation.

Sebagai partner resmi dari Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa yang dimaksud dengan data center security?

Data center security adalah serangkaian kebijakan, teknologi, dan kontrol untuk melindungi pusat data dari ancaman fisik dan digital. Tujuannya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

Mengapa data center security sangat penting bagi perusahaan?

Data center security penting untuk mencegah kebocoran data, gangguan layanan, dan kerugian bisnis. Keamanan yang lemah dapat menyebabkan downtime, pelanggaran regulasi, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Apa saja ancaman utama terhadap keamanan data center?

Ancaman utama meliputi serangan siber, akses fisik tidak sah, kegagalan sistem, serta kesalahan manusia. Oleh karena itu, data center perlu perlindungan berlapis.

Apa saja komponen utama dalam data center security?

Komponen utama data center security mencakup keamanan fisik, keamanan jaringan, kontrol akses, enkripsi data, serta pemantauan dan manajemen insiden secara berkelanjutan.

Bagaimana cara meningkatkan keamanan data center secara efektif?

Keamanan data center dapat ditingkatkan dengan menerapkan kontrol akses ketat, monitoring real-time, audit keamanan rutin, serta pembaruan sistem dan kebijakan keamanan secara berkala. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center
19 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center

Di era digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Gangguan sekecil apa pun pada data center, baik karena bencana alam, serangan siber, kegagalan hardware, atau human error, bisa menyebabkan kerugian finansial jutaan hingga miliaran rupiah per jam. Data center disaster recovery (DR) hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan bisnis tetap berjalan meskipun data center utama mengalami kegagalan total. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan bisa memulihkan sistem dan data dalam hitungan menit hingga jam, bukan hari atau minggu.

Di Indonesia, di mana ancaman bencana alam seperti gempa, banjir, dan letusan gunung api cukup tinggi, ditambah maraknya serangan siber, memiliki disaster recovery plan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Banyak perusahaan besar seperti bank, e-commerce, dan BUMN sudah mengadopsi solusi ini untuk memenuhi regulasi OJK, BI, dan UU PDP. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu disaster recovery pusat data, perbedaannya dengan data center utama, cara kerjanya, serta manfaat nyata bagi bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Data Center Disaster Recovery?

Data center disaster recovery adalah strategi menyeluruh yang mencakup teknologi, proses, dan infrastruktur cadangan untuk memastikan kelangsungan operasional ketika data center utama tidak dapat diakses. Ini bukan sekadar backup biasa, melainkan sistem replikasi real-time atau near real-time yang memungkinkan seluruh aplikasi, database, dan layanan bisnis berpindah ke lokasi cadangan dengan cepat.

Tujuannya adalah mencapai dua metrik kritis, yaitu Recovery Point Objective (RPO) untuk menentukan seberapa banyak data terakhir yang boleh hilang (idealnya nol detik), dan Recovery Time Objective (RTO) yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali online sepenuhnya. Contoh data center disaster recovery yang ideal adalah ketika satu site terkena banjir besar, sistem otomatis beralih ke site cadangan di kota lain tanpa ada satu transaksi pun yang hilang, dan pelanggan bahkan tidak menyadari adanya gangguan.

Baca Juga: Data Center Infrastructure: Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya

Apa Bedanya Data Center dan Disaster Recovery Center?

Data center utama atau primary site adalah pusat operasional harian yang menangani seluruh beban kerja bisnis secara real-time. Semua transaksi, aplikasi, dan proses inti berjalan di sini dengan fokus pada performa tinggi, latensi rendah, dan akses cepat bagi pengguna. Lokasinya biasanya strategis dan terletak di dekat kantor pusat atau pelanggan utama, sehingga kapasitasnya dirancang 100% untuk mendukung operasional penuh setiap hari.

Sebaliknya, Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas cadangan yang tujuan utamanya bukan menjalankan operasional sehari-hari, melainkan siap mengambil alih sepenuhnya ketika primary site mengalami kegagalan. DRC biasanya berada di lokasi yang berbeda kota atau bahkan provinsi, minimal berjarak 100–300 km, untuk menghindari risiko bencana yang sama. Kapasitasnya bisa 50–100% dari primary site, dan biaya operasionalnya jauh lebih rendah karena tidak selalu aktif penuh.

Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Disaster Recovery Plan itu Penting?

Tanpa disaster recovery plan yang kuat, maka bisnis sangat rentan terhadap berbagai risiko yang bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa disaster recovery plan ini penting:

Kerugian Finansial

Untuk perusahaan menengah hingga besar, satu jam downtime bisa menyebabkan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah, terutama di sektor finansial dan e-commerce yang beroperasi 24/7.

Kehilangan Data Permanen

Tanpa replikasi real-time, semua transaksi yang terjadi setelah backup terakhir akan hilang selamanya, bisa berupa ribuan order, transfer bank, atau rekam medis pasien.

Rusaknya Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan

Ketika layanan tiba-tiba mati berjam-jam atau berhari-hari, pelanggan akan kecewa dan beralih ke kompetitor. Hal ini dapat merusak reputasi perusahaan.

Pelanggaran Regulasi

OJK, Bank Indonesia, dan UU Perlindungan Data Pribadi mewajibkan institusi keuangan serta pengelola data pribadi memiliki disaster recovery plan yang terdokumentasi dan teruji secara berkala.

Ancaman Eksistensial bagi Perusahaan

Banyak kasus perusahaan kecil hingga menengah bangkrut total setelah serangan ransomware atau bencana alam karena tidak punya cara memulihkan data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Kerja Data Center Disaster Recovery?

Proses dan cara kerja disaster recovery untuk data center berjalan secara otomatis dan memiliki beberapa lapisan/tahapan. Berikut adalah penjelasannya:

Backup dan Replikasi Berkelanjutan

Data tidak hanya di-backup periodik, tapi direplikasi secara synchronous (real-time) atau asynchronous (setiap beberapa detik/menit) ke disaster recovery center

Monitoring 24/7

Kondisi primary site dipantau terus-menerus melalui heartbeat signal. Jika sinyal hilang atau parameter kritis turun (CPU, storage, jaringan), sistem langsung mendeteksi adanya potensi bencana.

Failover Otomatis atau Semi-Otomatis

Begitu gangguan terdeteksi, trafik langsung dialihkan ke DRC melalui global load balancer atau DNS update cepat.

Validasi dan Testing Berkala

Disaster recovery plan harus diuji minimal 1–2 kali setahun, mulai dari tabletop exercise hingga full failover test.

Failback yang Terencana

Setelah primary site pulih, data disinkronisasi kembali secara bertahap, lalu operasional dikembalikan ke site utama tanpa mengganggu layanan.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Manfaat Utama Layanan Data Center Disaster Recovery untuk Bisnis?

Disaster recovery center memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut:

Kontinuitas Bisnis 24/7

Operasional bisnis tetap berjalan meskipun terjadi bencana besar seperti gempa atau serangan siber masif. Dengan RPO yang mendekati nol, tidak ada transaksi atau data penting yang hilang.

Menghemat Biaya Pemulihan

Dibandingkan membangun dua data center identik, perusahaan cukup memiliki satu DRC dengan kapasitas sesuai risiko.

Kepatuhan Regulasi

Perusahaan bisa memastikan kepatuhan terhadap persyaratan OJK, BI, ISO 22301, dan UU PDP dengan dokumentasi dan testing yang jelas.

Perlindungan dari Ransomware

Backup immutable dan air-gapped membuat data tetap bisa dipulihkan meski primary site terenkripsi total.

Fleksibilitas dan Skalabilitas tinggi

Kapasitas disaster recovery bisa ditambah kapan saja, terutama jika memakai model cloud.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Tingkatkan Ketersediaan Data Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Keamanan dan ketersediaan data bisnis perlu didukung oleh solusi data center yang telah teruji dan andal, khususnya untuk industri dan institusi kritis. Solusi data center virtualization dari Huawei merupakan solusi tepat untuk mendukung ketersediaan data bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti replikasi sinkronus real time, failover otomatis, full scenario disaster recovery, dan backup anti ransomware, solusi ini dapat membantu bisnis Anda secara signifikan.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu dan mendampingi Anda untuk mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

  
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read