





Phintraco Technology is recognized as a certified partner of global IT and communication leaders. These partnerships give it access to best-in-class solutions, which it has combined with its own in-depth industry experience to offer its many clients a complete suite of IT solutions and services.


Phintraco Technology is recognized as the certified partner of global IT and communication leaders such as Avaya, Dell Technologies, Verint, Thales (formerly Gemalto), OneSpan (formerly Vasco), and many more. These partnerships give it access to best in class solutions which it has combined with its own in depth industry experience to offer a complete suite of IT solutions and services to its many clients.

Di era digital saat ini, pelanggan memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap layanan yang cepat, personal, dan tersedia kapan saja. Pelanggan tidak lagi puas hanya dengan respons standar, mereka menginginkan pengalaman yang terasa dipahami dan dihargai oleh brand. Tantangan ini semakin nyata di Indonesia, di mana pertumbuhan e-commerce, layanan finansial digital, dan adopsi omnichannel membuat persaingan ketat. Customer experience (CX) yang superior dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong pembelian berulang, serta mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru secara signifikan. Di sinilah AI untuk customer experience menjadi solusi yang transformasional.
Teknologi AI customer experience platform memanfaatkan machine learning, natural language processing (NLP), predictive analytics, hingga generative AI untuk mengubah interaksi pelanggan dari reaktif menjadi proaktif dan sangat personal. Inovasi AI customer experience memungkinkan bisnis menangani volume interaksi besar dengan efisiensi tinggi, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa manusiawi. Artikel ini akan membahas apa itu AI untuk CX, cara kerjanya, contoh tools yang digunakan, serta manfaat nyata yang bisa dirasakan bisnis dan pelanggan.
AI Customer Experience adalah penerapan teknologi artificial intelligence untuk mengelola, mengoptimalkan, dan mempersonalisasi interaksi pelanggan di seluruh customer journey. Kecerdasan buatan di sini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, tetapi juga untuk memahami kebutuhan, perilaku, dan preferensi pelanggan berdasarkan data historis dan real-time.
Berbeda dengan pendekatan customer experience tradisional yang cenderung reaktif dan manual, AI-driven customer experience bersifat proaktif dan adaptif. Sistem AI mampu mempelajari pola interaksi pelanggan, memprediksi kebutuhan mereka, serta memberikan respons yang relevan secara otomatis.
Teknologi inti yang digunakan meliputi Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Predictive Analytics, Generative AI, Robotic Process Automation (RPA), dan Sentiment Analysis.
Kombinasi teknologi-teknologi tersebut kemudian menghasilkan pengalaman omnichannel yang terintegrasi, di mana data dari berbagai channel (website, app, WhatsApp, email, media sosial) disatukan untuk memberikan layanan yang konsisten dan relevan. Di konteks bisnis modern, terutama contact center, AI telah menjadi fondasi digital transformation yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
AI-driven customer experience bekerja melalui siklus data yang berkelanjutan dan otomatis. Pertama, sistem mengumpulkan data dari berbagai sumber secara real-time, termasuk riwayat transaksi, perilaku browsing, interaksi sebelumnya, hingga aktivitas di media sosial. Data ini diintegrasikan menjadi profil pelanggan tunggal (single customer view) melalui platform omnichannel.
Selanjutnya, AI melakukan analisis mendalam:
Proses ini menciptakan personalisasi real-time, misalnya untuk menyesuaikan tampilan website atau pesan promosi secara instan. Terdapat juga feedback loop, yaitu setiap interaksi baru digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, sehingga akurasi dan relevansi terus meningkat seiring waktu.
Berikut adalah beberapa contoh AI untuk customer experience yang telah banyak diadopsi:
Chatbot dan virtual assistant biasa digunakan untuk menangani pertanyaan umum, transaksi sederhana, penjadwalan, hingga pengecekan status pesanan 24/7.
Teknologi ini dapat menganalisis riwayat pembelian dan perilaku untuk menyarankan produk/konten relevan, seperti sistem rekomendasi di e-commerce atau platform streaming.
Analisis sentimen berfungsi untuk mendeteksi emosi (puas, kecewa, netral) dari ulasan, chat, atau panggilan dengan pelanggan untuk memicu respons empati atau eskalasi cepat.
Tools ini dapat mengidentifikasi pelanggan berisiko keluar dan menawarkan intervensi dini, seperti diskon atau program loyalitas.
Platform ini menggabungkan smart routing (mengarahkan keluhan pelanggan ke agen tepat), generative AI untuk respons suara/teks, serta fitur seperti summary yang merangkum percakapan sehingga handover lebih cepat.
Integrasi omnichannel menyatukan semua saluran komunikasi agar transisi mulus tanpa kehilangan konteks, termasuk integrasi WhatsApp Business API.
Penerapan AI untuk customer experience dapat memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
Dengan otomatisasi tugas-tugas repetitif, AI dapat mengurangi beban kerja agen dan menekan biaya operasional contact center.
AI mampu memberikan respons instan kapan pun dibutuhkan, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bantuan.
Teknologi AI dapat memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang personal kepada ribuan pelanggan sekaligus tanpa menambah sumber daya manusia.
Pengalaman pelanggan yang cepat, relevan, dan konsisten meningkatkan tingkat kepuasan serta loyalitas terhadap brand.
AI menyediakan data dan analitik yang membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan mengambil keputusan berbasis data.
Penggunaan AI dapat membuka peluang inovasi layanan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku pelanggan dan dinamika pasar.
Tingkatkan efisiensi dan personalisasi dalam layanan contact center Anda dengan solusi AI untuk contact center dari Phintraco Technology.
Dengan fitur chatbot cerdas, generative AI, smart routing, sentiment analysis, dan predictive capabilities, solusi Phintraco Technology membantu bisnis memberikan layanan pelanggan yang lebih cepat, personal, dan hemat biaya.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Irnadia Fardila

Dalam beberapa tahun terakhir, customer experience (CX) telah bergeser dari sekadar fungsi pendukung menjadi faktor penting penentu daya saing bisnis. Produk yang serupa dan harga yang kompetitif tidak lagi cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Pengalaman menyeluruh yang dirasakan pelanggan sejak pertama kali berinteraksi hingga tahap pascapenjualan kini menjadi kriteria dan pembeda utama antarperusahaan.
Memasuki tahun 2026, tren customer experience berkembang menjadi semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kecepatan dan personalisasi layanan. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya memahami pelanggan, tetapi juga mampu merancang customer experience journey yang konsisten, relevan, dan bernilai di setiap titik interaksi. Artikel ini akan membahas tentang apa itu customer experience dan apa saja tren yang diprediksi akan muncul dan mendominasi di tahun 2026. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi berikutnya.
Customer experience adalah keseluruhan persepsi dan kesan yang dirasakan pelanggan sebagai hasil dari interaksi mereka dengan sebuah merek, produk, atau layanan. Interaksi ini tidak terbatas pada satu channel saja, melainkan mencakup seluruh customer experience journey, mulai dari tahap kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), pembelian (purchase), penggunaan, hingga layanan purna jual (post-purchase).
Pengalaman pelanggan dibentuk oleh berbagai elemen, seperti kualitas layanan, kecepatan respons, kemudahan akses informasi, konsistensi komunikasi, hingga emosi yang muncul selama proses interaksi. Oleh karena itu, CX tidak hanya menjadi tanggung jawab tim layanan pelanggan, tetapi juga melibatkan seluruh fungsi dalam perusahaan, termasuk pemasaran, penjualan, operasional, dan teknologi.
Perusahaan yang mampu mengelola customer experience secara strategis cenderung memiliki tingkat loyalitas pelanggan yang lebih tinggi, rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif, serta ketahanan bisnis yang lebih baik di tengah persaingan pasar yang ketat.
Tren customer experience 2026 menunjukkan arah yang semakin strategis dan terstruktur. Setiap tren saling melengkapi dalam membentuk customer experience journey yang konsisten dan bernilai. Berikut poin-poin tren utama yang wajib diperhatikan perusahaan:
AI di tahun 2026 tidak lagi terbatas pada chatbot penjawab pertanyaan dasar. Teknologi ini berkembang menjadi sistem yang mampu memahami konteks percakapan, riwayat interaksi pelanggan, serta memprediksi kebutuhan berikutnya. Dalam customer experience journey, AI kini berperan sebagai penghubung awal yang cepat sekaligus pendukung agen manusia dalam pengambilan keputusan layanan (AI agent).
Pelanggan mengharapkan pengalaman yang relevan dengan kondisi mereka saat itu juga. Tren customer experience ini menekankan penggunaan data real-time untuk menyesuaikan pesan, rekomendasi, dan solusi layanan. Personalisasi ini membuat pelanggan merasa dipahami sebagai individu, bukan sekadar nomor tiket atau data statistik.
Pengalaman pelanggan tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pelanggan dapat memulai interaksi melalui media sosial, melanjutkannya ke aplikasi pesan instan, lalu menyelesaikannya melalui call center. Integrasi omnichannel memastikan seluruh riwayat interaksi tercatat dan tersambung, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang informasi dan merasakan pengalaman yang konsisten di setiap channel
Di tahun 2026, kecepatan respons telah menjadi ekspektasi dasar pelanggan. Perusahaan perlu mengoptimalkan proses layanan melalui otomatisasi, self-service, dan sistem respons instan. Customer experience yang cepat dan efisien membantu mengurangi friksi dalam customer experience journey dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Meskipun teknologi semakin dominan, pelanggan tetap menghargai dan membutuhkan empati serta pemahaman manusia. Tren ini menekankan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti sepenuhnya. Agen customer service dibekali teknologi cerdas agar dapat fokus pada interaksi bernilai tinggi yang membutuhkan sentuhan emosional dan solusi kompleks.
Perusahaan mulai melihat customer experience sebagai perjalanan utuh, bukan kumpulan titik kontak terpisah. Setiap fase perjalanan pelanggan dipetakan untuk mengidentifikasi hambatan, peluang perbaikan, dan momen penting. Pendekatan ini membantu perusahaan menciptakan pengalaman yang konsisten dari tahap awal hingga layanan purna jual.
Kesadaran pelanggan terhadap privasi dan keamanan data semakin tinggi. Tren ini menempatkan transparansi, perlindungan data, dan kepatuhan regulasi sebagai bagian dari pengalaman pelanggan. Kepercayaan yang terjaga akan memperkuat loyalitas dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Evaluasi customer experience tidak lagi hanya mengandalkan survei kepuasan. Perusahaan mengombinasikan metrik tradisional seperti CSAT dan NPS dengan analisis perilaku, sentimen, dan data interaksi pelanggan. Pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan akurat terhadap kualitas pengalaman pelanggan.
Kualitas layanan contact center yang responsif dan konsisten merupakan kunci kesuksesan dalam meningkatkan customer experience. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan contact center untuk memenuhi tantangan tersebut.
Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure yang berpengalaman, dapat membantu Anda meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan solusi AI contact center. Solusi AI contact center dari Phintraco Technology dapat meningkatkan efisiensi layanan Anda dengan chatbot, virtual assistant, dan generative AI.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait AI contact center dari Phintraco Technology!

Serangan siber kini menjadi semakin canggih dan volume data global pun meningkat hingga ratusan zettabyte. Oleh karena itu, data center security menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis. Keamanan data center bukan hanya melindungi server dan jaringan dari ancaman eksternal, tapi juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah maraknya ransomware dan pelanggaran data yang bisa merugikan hingga miliaran rupiah per insiden. Di Indonesia, dengan regulasi ketat seperti UU PDP dan pertumbuhan data center hyperscale, pengamanan data center semakin krusial untuk memenuhi standar nasional dan internasional.
Data center security adalah pendekatan holistik yang menggabungkan keamanan fisik data center, digital, dan operasional untuk melindungi aset IT dari berbagai risiko. Praktik terbaik seperti zero trust dan AI-driven monitoring tidak hanya mengurangi risiko downtime hingga 50%, tapi juga mendukung transformasi digital berkelanjutan. Memahami data center security best practices akan membantu bisnis menghindari jebakan umum, seperti insider threats atau kegagalan lingkungan, sambil memaksimalkan efisiensi investasi keamanan. Artikel ini akan membahas data center security system dan aspek lain yang terkait.
Data center security adalah kumpulan strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur data center, termasuk server, storage, jaringan, dan data sensitif dari ancaman fisik, siber, lingkungan, dan manusia. Ini mencakup keamanan fisik data center seperti pagar perimeter dan biometric access, serta pengamanan data center digital seperti enkripsi dan firewall. Pada intinya, security ini memastikan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan data di tengah evolusi ancaman seperti AI-augmented attacks.
Dalam perkembangannya, data center security system semakin terintegrasi, menggabungkan cyber dan physical security melalui platform yang terpadu. Data center harus compliant dengan ISO 27001 dan Tier III/IV standards, di mana sistem ini dapat mencegah breach sekaligus mendukung recovery cepat. Tanpa security yang kuat, pusat data rentan terhadap downtime yang bisa mencapai Rp 80 juta per menit, menurut estimasi Gartner.
Data center security framework seperti NIST atau ISO 27001 menjadi sangat penting karena pusat data adalah kunci utama operasional bisnis untuk menyimpan data pelanggan, rahasia dagang, dan transaksi keuangan. Dengan ancaman seperti quantum computing yang mengancam enkripsi tradisional, framework ini menyediakan roadmap untuk adaptasi proaktif, mengurangi risiko hingga 70% melalui layered defenses. Tanpa framework yang jelas, perusahaan menghadapi kerugian finansial, reputasi rusak, dan sanksi regulasi.
Selain itu, framework mendukung keberlanjutan bisnis di era hybrid cloud, di mana 80% perusahaan Indonesia mengadopsi multi-cloud. Ini juga memenuhi tuntutan ESG, dengan keamanan yang hemat energi melalui monitoring AI. Di Indonesia, banjir atau gempa bisa lumpuhkan data center tanpa framework yang tangguh. Hal ini membuat security bukan hanya teknis tapi strategis untuk daya saing global.
Sistem keamanan data center mencakup lima aspek utama yang saling melengkapi:
Dari aspek fisik, data center memerlukan lapisan pertahanan eksternal seperti pagar 8-foot, CCTV 360 derajat, dan biometric (palm-vein atau iris scan) untuk akses.
Keamanan jaringan meliputi firewall next-gen, intrusion detection systems (IDS), dan SDN untuk segmentasi traffic. Ini lindungi dari DDoS dan man-in-the-middle attacks.
Data perlu dilindungi dengan enkripsi end-to-end, data loss prevention (DLP), dan immutable storage untuk cegah ransomware. Best practices termasuk patching berkala untuk tutup celah keamanan.
Secara operasional, keamanan perlu ditingkatkan dengan training personel, zero trust model (verifikasi terus-menerus), dan endpoint detection response (EDR) untuk deteksi anomali real-time.
Sistem fire suppression (gas inert), UPS redundant, dan environmental monitoring untuk cegah overheating atau power failure.
Data center security system bekerja melalui siklus keamanan berlapis yang otomatis dan adaptif. Pertama, lapisan fisik akan mendeteksi ancaman eksternal via sensor dan CCTV, memicu alert ke command center. Jika breach fisik terdeteksi, maka biometric lock down area akan dilakukan secara instan. Kedua, traffic masuk disaring melalui perimeter security (firewall dan IDS) yang memeriksa paket data untuk anomali. Lalu gunakan machine learning untuk blokir serangan zero-day.
Ketiga, di internal, zero trust verifikasi setiap akses. Misalnya, MFA dan role-based control untuk memastikan hanya user authorized yang akses sumber daya spesifik. Keempat, monitoring berkelanjutan lewat SIEM (Security Information and Event Management) untuk menganalisis log real-time, memicu auto-response seperti isolasi endpoint jika serangan siber terdeteksi. Terakhir, disaster recovery berintegrasi dengan sistem ini, memungkinkan failover ke site cadangan dengan RTO di bawah 1 menit.
Meningkatkan keamanan data center dapat dilakukan lewat pendekatan bertahap dengan langkah-langkah berikut ini:
Setelah memahami betapa pentingnya keamanan untuk data center dan keberlangsungan bisnis, saatnya Anda memilih solusi yang terintegrasi dan terbukti untuk bisnis Anda. Solusi data center virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat bagi bisnis Anda.
Dengan fitur-fitur canggih seperti zero trust integration, AI driven O&M, secure storage, dan compliance-ready, solusi ini telah terbukti di ribuan enterprise. Keamanan data security dari solusi ini juga didukung oleh sistem data backup berlapis, virtual firewall, distributed firewall, role-based management, dan microsegmentation.
Sebagai partner resmi dari Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Irnadia Fardila