





Phintraco Technology is recognized as a certified partner of global IT and communication leaders. These partnerships give it access to best-in-class solutions, which it has combined with its own in-depth industry experience to offer its many clients a complete suite of IT solutions and services.


Phintraco Technology is recognized as the certified partner of global IT and communication leaders such as Avaya, Dell Technologies, Verint, Thales (formerly Gemalto), OneSpan (formerly Vasco), and many more. These partnerships give it access to best in class solutions which it has combined with its own in depth industry experience to offer a complete suite of IT solutions and services to its many clients.

Penggunaan layanan digital membuat keamanan akses menjadi semakin penting bagi perusahaan. Biometrics authentication membantu memverifikasi pengguna melalui karakteristik biologis atau perilaku yang dimilikinya.
Metode ini dapat digunakan pada perangkat, aplikasi, dan layanan digital. Penerapannya juga dapat memperkuat autentikasi ketika dipadukan dengan faktor keamanan lainnya. Artikel ini akan membahas autentikasi biometrik mulai dari definisinya, cara kerjanya, jenis-jenisnya, serta manfaat dan kelebihannya.
Biometrics authentication adalah proses memverifikasi identitas pengguna menggunakan karakteristik biometrik tertentu. Karakteristik tersebut dapat berasal dari aspek fisik atau perilaku pengguna. Karakteristik fisik di sini dapat berupa wajah, sidik jari, atau iris mata. Sementara itu, karakteristik perilaku dapat mencakup pola suara atau cara pengguna berinteraksi dengan perangkat.
Dalam proses autentikasi ini, sistem akan membandingkan data biometrik pengguna dengan data yang telah terdaftar. Sistem kemudian menentukan apakah data tersebut memenuhi kriteria kecocokan. Kini biometrik dapat digunakan sebagai faktor inheren dalam autentikasi. Faktor ini dapat dipadukan dengan password atau token untuk membentuk MFA.
Metode ini dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada kredensial yang harus diingat. Namun, data biometrik tetap perlu dilindungi dengan kontrol keamanan yang tepat.
Baca Juga: Soft Token: Revolusi dalam Autentikasi DigitalProses autentikasi biometrik dimulai dari tahap pendaftaran atau enrollment. Pengguna mendaftarkan karakteristik biometriknya melalui sensor yang tersedia. Sistem kemudian akan memproses data tersebut menjadi representasi atau templat biometrik. Template ini digunakan sebagai acuan untuk proses verifikasi berikutnya.
Saat pengguna mencoba mengakses layanan, sistem akan menangkap karakteristik biometriknya. Sensor ini dapat berupa kamera, pemindai sidik jari, atau perangkat input lainnya. Data yang diperoleh kemudian akan dibandingkan dengan template yang sudah terdaftar. Sistem menggunakan kriteria tertentu untuk menentukan tingkat kecocokan.
Hasil pencocokan dapat menghasilkan dua keputusan utama. Sistem menerima autentikasi jika kecocokan memenuhi ambang yang telah ditentukan. Sebaliknya, akses dapat ditolak jika hasil pencocokan tidak memenuhi kriteria. Sistem juga perlu mengantisipasi false acceptance dan false rejection.
Kualitas sensor dapat mempengaruhi hasil autentikasi. Kondisi pencahayaan, posisi wajah, atau kualitas suara dapat menjadi faktor yang relevan. Oleh karena itu, sistem biometrik membutuhkan konfigurasi dan pengelolaan yang tepat. Lapisan keamanan tambahan juga dapat digunakan untuk layanan dengan risiko lebih tinggi.
Terdapat beberapa jenis biometric authentication yang dapat digunakan sesuai kebutuhan layanan. Perbedaannya terletak pada karakteristik yang dianalisis dan perangkat yang digunakan. Berikut ini adalah beberapa jenis yang umum digunakan saat ini:
Fingerprint authentication menggunakan pola sidik jari untuk memverifikasi identitas pengguna. Metode ini banyak digunakan pada smartphone dan perangkat kerja. Prosesnya relatif cepat dan mudah digunakan. Namun, kualitas sensor dan kondisi jari dapat memengaruhi hasil pembacaan.
Facial recognition authentication menggunakan karakteristik wajah untuk melakukan verifikasi. Metode ini dapat memanfaatkan kamera pada perangkat pengguna. Penerapannya umum ditemukan pada perangkat mobile dan layanan digital. Kondisi pencahayaan dan kualitas kamera dapat memengaruhi hasil pengenalan.
Voice authentication menggunakan karakteristik suara sebagai faktor verifikasi. Sistem dapat menganalisis pola suara pengguna untuk mencocokkannya dengan data yang tersimpan. Metode ini dapat digunakan pada layanan yang mendukung interaksi berbasis suara. Lingkungan yang bising dan kualitas mikrofon dapat memengaruhi proses.
Iris authentication menggunakan pola unik pada bagian iris mata. Metode ini membutuhkan perangkat yang mendukung pengambilan data tersebut.
Metode ini menganalisis pola perilaku pengguna. Contohnya meliputi pola mengetik dan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat.
Baca Juga: Mobile Authentication: Metode Verifikasi Berbasis PonselPenggunaan biometrik secara umum memberikan beberapa manfaat bagi keamanan akses digital. Namun, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan risikonya untuk setiap jenisnya. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari jenis autentikasi ini:
Pengguna dapat melakukan verifikasi menggunakan karakteristik yang melekat pada dirinya. Proses ini dapat mengurangi kebutuhan untuk memasukkan kredensial secara manual.
Biometrik dapat menjadi faktor tambahan dalam proses autentikasi. Metode ini membantu mengurangi ketergantungan pada password sebagai satu-satunya faktor.
Proses biometrik dapat berlangsung cepat saat perangkat dan sistem mendukungnya. Pengguna dapat memperoleh akses tanpa harus melewati banyak langkah.
Biometric authentication system dapat menjadi bagian dari sistem kontrol akses berbasis identitas. Sistem dapat memastikan pengguna yang melakukan autentikasi sesuai dengan profil yang terdaftar.
Biometrik dapat dikombinasikan dengan token atau password. Kombinasi beberapa faktor dapat memberikan perlindungan tambahan bagi layanan sensitif.
Metode biometrik dapat membuat autentikasi terasa lebih praktis. Pengguna tidak selalu perlu mengingat atau mengetik kredensial tambahan.
Keamanan akses dapat diperkuat dengan menggabungkan beberapa faktor autentikasi. Pendekatan ini membantu perusahaan menyesuaikan perlindungan dengan tingkat risiko layanan.
Phintraco Technology menyediakan solusi autentikasi yang mendukung multi-factor authentication dan soft token. Solusi kami dapat membantu perusahaan memperkuat keamanan akses dan transaksi digital. Dengan pendekatan berlapis, biometrik dapat digunakan bersama faktor autentikasi lainnya. Strategi tersebut membantu menciptakan kontrol akses yang lebih kuat tanpa mengabaikan pengalaman pengguna.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Trie Ayu Feminin dan Irnadia Fardila

Penggunaan smartphone untuk aktivitas digital terus meningkat di lingkungan bisnis. Mobile authentication membantu perusahaan memverifikasi pengguna melalui perangkat mobile sebelum akses diberikan.
Metode ini dapat digunakan untuk login, akses aplikasi, hingga transaksi digital. Perusahaan juga dapat menggabungkan beberapa faktor untuk meningkatkan perlindungan akun dan data. Artikel ini akan membahas autentikasi berbasis mobile, cara kerjanya, metodenya, hingga implementasinya untuk kebutuhan bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Mobile authentication adalah proses verifikasi identitas menggunakan perangkat mobile. Smartphone dapat menjadi media untuk menjalankan atau menerima faktor autentikasi. Perangkat mobile dapat menghasilkan kode atau menerima permintaan verifikasi. Pengguna kemudian membuktikan kepemilikannya sebelum memperoleh akses.
Salah satu penerapannya adalah mobile authentication token. Token ini dapat digunakan sebagai kredensial tambahan saat pengguna mengakses layanan digital. Metode ini juga dapat diterapkan pada aplikasi perusahaan dan layanan pelanggan. Penerapannya juga mendukung akses VPN serta transaksi yang membutuhkan keamanan tambahan.
Mobile authentication memiliki beberapa keunggulan operasional. Pengguna dapat menggunakan perangkat yang sudah tersedia untuk menjalankan proses autentikasi. Perusahaan tetap perlu menyesuaikan metode dengan tingkat risiko. Perlindungan perangkat juga perlu menjadi bagian dari kebijakan keamanan.
Proses autentikasi dimulai ketika pengguna mencoba mengakses aplikasi atau layanan. Sistem kemudian menentukan faktor autentikasi yang harus digunakan. Perangkat mobile dapat menerima notifikasi atau menghasilkan kode autentikasi. Pengguna kemudian memberikan respons melalui perangkat tersebut.
Pada penggunaan token, aplikasi menghasilkan kode sesuai dengan mekanisme yang diterapkan. Kode tersebut kemudian dikirim ke sistem untuk dilakukan validasi. Sistem memeriksa apakah kode masih valid dan sesuai dengan permintaan. Akses diberikan apabila proses verifikasi berhasil.
Metode lain menggunakan push notification. Pengguna menerima permintaan pada perangkat dan menyetujuinya melalui aplikasi. Selain itu, biometrik juga dapat digunakan dalam proses autentikasi mobile. Contohnya adalah sidik jari dan pengenalan wajah.
Perusahaan juga dapat menggabungkan password dengan faktor dari perangkat mobile. Pendekatan tersebut dapat membentuk autentikasi dua faktor atau MFA.
Mobile authentication dapat menggunakan beberapa metode sesuai dengan kebutuhan layanan. Setiap metode memiliki karakteristik dan kebutuhan keamanan yang berbeda. Berikut adalah beberapa contohnya:
OTP (One Time Password) menghasilkan kode sementara untuk memverifikasi pengguna. Kode dapat dibuat melalui aplikasi yang berjalan pada perangkat mobile. Mobile soft token merupakan salah satu bentuk token berbasis perangkat lunak.
Metode ini mengirim permintaan autentikasi langsung ke perangkat pengguna. Pengguna cukup memberikan persetujuan melalui aplikasi. Proses ini dapat menyederhanakan pengalaman login. Namun, perangkat tetap perlu dilindungi dari penggunaan oleh pihak lain.
Biometrik menggunakan karakteristik pengguna untuk melakukan verifikasi. Sidik jari dan wajah merupakan contoh yang umum digunakan pada perangkat mobile.
SMS OTP mengirim kode sekali pakai melalui nomor yang sudah terdaftar. Metode ini masih digunakan pada berbagai layanan digital.
MFA menggabungkan beberapa faktor dalam satu proses autentikasi. Two factor authentication token dapat digunakan sebagai faktor kedua bersama password.
Penerapan mobile authentication dapat mendukung berbagai aktivitas perusahaan. Implementasi perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan risiko akses. Berikut adalah beberapa hal penting dalam proses implementasinya:
Perusahaan dapat menggunakan autentikasi mobile untuk aplikasi internal dan VPN. Faktor tambahan membantu melindungi sistem yang menyimpan data sensitif.
Autentikasi tambahan dapat diterapkan sebelum transfer atau pembayaran dilakukan. Cara ini membantu memastikan transaksi dilakukan oleh pengguna yang sah.
Perusahaan dapat menggunakan perangkat mobile saat pelanggan login ke portal. Metode ini juga dapat digunakan untuk aktivitas dengan risiko tinggi.
Layanan dengan data sensitif membutuhkan perlindungan lebih tinggi. Pilihan faktor autentikasi perlu mengikuti tingkat risiko masing-masing layanan.
Perusahaan perlu menyiapkan proses registrasi dan pencabutan perangkat. Mekanisme penggantian perangkat juga penting ketika ponsel hilang.
Solusi autentikasi perlu terhubung dengan aplikasi yang sudah digunakan. Dukungan integrasi dapat membantu proses implementasi berjalan lebih konsisten.
Pemantauan membantu menemukan percobaan akses yang tidak biasa. Respons yang cepat dapat mengurangi risiko penyalahgunaan akun.
Akses dan transaksi digital membutuhkan autentikasi yang sesuai dengan tingkat risiko. Penggunaan faktor tambahan dapat membantu memperkuat perlindungan terhadap akses tidak sah.
Oleh karena itu, Phintraco Technology menyediakan solusi soft token untuk membantu bisnis Anda mengamankan akses digital. Solusi ini juga mencakup multi-factor authentication, mobile authentication, OTP, serta autentikasi passwordless.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Irnadia Fardila

Akun digital menyimpan data, akses, dan transaksi penting bagi pengguna maupun perusahaan. Account takeover terjadi ketika penyerang berhasil mengambil alih akun tanpa izin pemiliknya.
Serangan ini dapat menyasar pelanggan, karyawan, hingga administrator. Penyerang dapat memanfaatkan kredensial yang dicuri untuk masuk dan melakukan aktivitas berbahaya. Karena itu, perlindungan akses perlu menggunakan lebih dari sekadar kata sandi. Artikel ini akan membahas serangan account takeover beserta penyebabnya, dampaknya, dan cara menghindarinya.
Account takeover attack adalah serangan ketika pihak tidak berwenang memperoleh kendali atas akun pengguna. Penyerang biasanya menggunakan kredensial yang diperoleh melalui pencurian atau manipulasi terhadap pengguna. Setelah penyerang berhasil masuk, mereka dapat mengubah informasi akun. Mereka juga dapat mengambil data atau melakukan transaksi tanpa persetujuan pemilik.
Risikonya semakin besar ketika akun tersebut memiliki hak akses yang tinggi. Akun karyawan atau administrator dapat membuka jalan menuju sistem internal lainnya.
Dalam konteks account takeover authentication, autentikasi menjadi lapisan penting untuk memastikan pengguna yang login benar-benar sah. Penggunaan faktor tambahan dapat mengurangi risiko ketika password sudah diketahui oleh penyerang. Oleh karena itu, perusahaan perlu melihat keamanan akun sebagai bagian dari strategi keamanan digital. Perlindungan harus mencakup autentikasi, kontrol akses, dan pemantauan aktivitas.
Baca Juga: Token Authentication: Evolusi Modern dalam Metode AutentikasiAccount takeover dapat terjadi karena berbagai kelemahan pada kredensial dan proses akses. Beberapa penyebab utama perlu diperhatikan oleh perusahaan. Berikut adalah beberapa penyebabnya:
Phishing dapat menipu pengguna agar memberikan informasi login kepada penyerang. Pesan dapat menyerupai komunikasi resmi dari perusahaan atau layanan digital. Teknik social engineering juga dapat memanipulasi pengguna secara langsung. Penyerang memanfaatkan kepercayaan atau kepanikan untuk memperoleh informasi sensitif.
Credential stuffing adalah metode serangan yang menggunakan username dan password yang sudah bocor. Penyerang mencoba kombinasi tersebut pada berbagai layanan. Risikonya meningkat ketika pengguna menggunakan password yang sama pada beberapa akun.
Password sederhana lebih mudah ditebak atau diretas. Penggunaan password berulang juga memperluas dampak ketika sebuah kredensial bocor.
Sistem yang hanya mengandalkan satu faktor memiliki perlindungan yang lebih terbatas. Kredensial yang dicuri dapat langsung membuka akses ke akun.
Perangkat yang terinfeksi atau sesi login yang tidak terlindungi dapat menjadi titik masuk bagi serangan. Penyerang dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mempertahankan akses.
Baca Juga: Identity Authentication: Autentikasi Berbasis Identitas IndividuDampak pengambilalihan akun dapat muncul dalam bentuk kerugian finansial maupun kerugian operasional. Tingkat risikonya bergantung pada jenis akun yang berhasil dikuasai. Berikut adalah beberapa dampak negatifnya bagi perusahaan dan pengguna:
Penyerang dapat melakukan transaksi tanpa izin. Mereka juga dapat menyalahgunakan saldo, kredit, atau fasilitas pembayaran yang tersedia.
Akun yang berhasil diambil alih dapat memberikan akses ke informasi pribadi dan data bisnis. Data tersebut dapat digunakan untuk penipuan atau dijual secara ilegal.
Akun internal yang terkena serangan dapat menghambat pekerjaan. Penyerang juga dapat mengubah konfigurasi atau mengunci akses tertentu.
Insiden keamanan dapat mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan/brand. Perusahaan juga perlu menanggung biaya investigasi dan pemulihan.
Akun dengan hak akses tinggi dapat menjadi pintu masuk ke sistem lain. Kondisi ini memungkinkan penyerang bergerak lebih jauh di lingkungan perusahaan.
Pencegahan perlu menggunakan beberapa lapisan keamanan sekaligus. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
MFA menambahkan faktor autentikasi selain password. Lapisan tambahan dapat membantu melindungi akun ketika password berhasil dicuri.
Soft token dapat digunakan sebagai faktor autentikasi tambahan. Metode ini membantu memastikan pengguna memiliki perangkat yang telah didaftarkan.
Perusahaan perlu mendorong penggunaan password unik dan kuat. Penggunaan password yang sama pada banyak layanan sebaiknya dihindari.
Pemantauan dapat membantu menemukan pola akses yang mencurigakan. Contohnya adalah percobaan login berulang atau aktivitas dari lokasi yang tidak biasa.
Berikan akses sesuai kebutuhan pekerjaan. Hak akses yang terbatas dapat mengurangi dampak jika akun berhasil disusupi.
Edukasi mengenai phishing dapat membantu mencegah pencurian kredensial. Pengguna juga perlu mengetahui cara melaporkan aktivitas mencurigakan.
Pengamanan akun perlu dimulai dari proses autentikasi yang kuat. Perusahaan juga perlu memastikan setiap akses dapat diverifikasi dengan tepat.
Phintraco Technology menyediakan solusi autentikasi Soft Token untuk membantu perusahaan memperkuat keamanan akses digital. Solusi ini dapat mendukung berbagai kebutuhan autentikasi dan dapat menjadi bagian dari strategi keamanan berlapis untuk bisnis Anda.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Trie Ayu Feminin dan Irnadia Fardila