Innovation <br/> with Quality Innovation <br/> with Quality

Innovation
with Quality

Step into the world of innovation with quality! Our solutions are designed to revolutionize your business and take it to new heights. At Phintraco Technology, we believe that innovation is the key to success, and we are committed to providing you with cutting-edge solutions that deliver exceptional quality.

Solutions

Services

ISO Certified

ISO #1
ISO #2
ISO #3
ISO #4
ISO #5
ISO #6

Why Phintraco Technology

Phintraco Technology is recognized as a certified partner of global IT and communication leaders. These partnerships give it access to best-in-class solutions, which it has combined with its own in-depth industry experience to offer its many clients a complete suite of IT solutions and services.

Certified ISO

Certified ISO

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Cross-industry Experience

Cross-industry Experience

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Our Greatest Partner

Phintraco Technology is recognized as the certified partner of global IT and communication leaders such as Avaya, Dell Technologies, Verint, Thales (formerly Gemalto), OneSpan (formerly Vasco), and many more. These partnerships give it access to best in class solutions which it has combined with its own in depth industry experience to offer a complete suite of IT solutions and services to its many clients.

Modern IT Infrastructure Modern IT Infrastructure
Mobile Transaction Security Mobile Transaction Security
Application Performance Monitoring Application Performance Monitoring

Blog and News

Efisiensi Energi: Pengelolaan Energi Industri yang Ramah Lingkungan
15 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Efisiensi Energi: Pengelolaan Energi Industri yang Ramah Lingkungan

Dalam era industri modern, pengelolaan energi listrik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta efisiensi energi listrik tersebut. Oleh karena itu, para pelaku industri harus mencari alternatif untuk meningkatkan efisiensi energi di industri.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi, salah satunya adalah menggunakan sumber energi terbarukan seperti sinar matahari dengan menggunakan solar panel. Lalu apa itu efisiensi energi? Apa perbedaannya dengan konservasi energi? Apa saja langkah-langkahnya dan mengapa industri harus mulai melakukannya? Simak informasi selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Efisiensi Energi?

Efisiensi energi adalah perbandingan atau rasio antara energi yang dikeluarkan (output) dengan total energi yang dikonsumsi. Dalam konteks industri, efisiensi energi berarti optimalisasi penggunaan energi untuk menghasilkan output tertinggi dengan penggunaan atau konsumsi energi yang rendah.

Sederhananya, efisiensi energi merujuk pada penggunaan energi yang sedikit untuk sebuah tugas yang sama atau hasil dan produk yang sama. Contohnya, rumah atau bangunan yang efisien adalah yang bisa menggunakan sedikit energi untuk menyalakan peralatan-peralatan elektronik yang ada. Dalam konteks industri, penggunaan energi yang efisien adalah ketika energi yang digunakan lebih sedikit namun tetap bisa menghasilkan produk yang diinginkan.

Penghematan penggunaan energi ini dinilai sebagai salah satu cara yang efektif untuk melawan perubahan iklim (climate change), mengurangi biaya untuk pelanggan, serta menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kompetitif.

Dalam hal pelestarian lingkungan, energy efficiency juga merupakan komponen penting untuk mencapai net-zero emissions of carbon dioxide atau menghasilkan 0 jejak atau emisi karbon. Jejak dan emisi karbon yang berlebihan dapat merusak lingkungan dalam jangka panjang.

Apa Perbedaan antara Efisiensi Energi dan Konservasi Energi?

Efisiensi dan konservasi energi sama-sama memiliki tujuan untuk mengurangi jejak karbon dan kelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan energi. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada hasil yang didapat dari penggunaan energi tersebut.

Efisiensi energi lebih berfokus pada penggunaan energi seoptimal mungkin untuk mencapai output yang maksimal. Konservasi energi lebih berfokus pada pengurangan konsumsi energi secara maksimal dengan mengorbankan aktivitas dan output dari penggunaan energi tersebut.

Energy conservation lebih menekankan pada pengurangan konsumsi energi secara umum tanpa memperhatikan output yang dihasilkan. Hal ini membuat konservasi energi dapat mengurangi output meskipun di sisi lain sudah mengurangi konsumsi energi.

Energy efficiency diterapkan tidak hanya dengan mengurangi konsumsi energi tetapi juga dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien dan menghasilkan lebih sedikit limbah energi.

Mengapa Kita Harus Melakukan Efisiensi Energi?

Pengelolaan energi yang dengan hemat dan produktif kini menjadi penting karena beberapa faktor. Faktor-faktor ini menjadi pendorong bagi pelaku industri untuk mulai memperhatikan konsumsi energi dan output yang dikeluarkan.

Konsumsi energi yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satunya adalah meningkatnya emisi karbon yang berpengaruh pada perubahan iklim. Pengoptimalan konsumsi energi dan pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan dapat membantu mitigasi dampak dari perubahan iklim.

Selain perubahan iklim, sumber daya alam untuk energi listrik yang umum dipakai saat ini jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, penggunaan energi terbarukan kini menjadi kunci penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya alam untuk masa depan.

Sumber daya alam yang dapat menjadi sumber energi terbarukan salah satunya adalah energi matahari. Sinar matahari dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan dengan teknologi solar panel.

Jika dilihat dari segi ekonomis, penggunaan konsumsi energi yang berlebihan juga dapat meningkatkan biaya operasional. Oleh karena itu, energi yang efisien adalah solusi utama untuk menekan biaya operasional sekaligus menunjukkan keunggulan kompetitif dari perusahaan atau industri.

Apa Saja Langkah-langkah Efisiensi Energi di Industri?

Mengingat pentingnya pengoptimalan penggunaan energi dalam industri, terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku industri untuk mengatasi permasalahan mendesain efisiensi energi. Langkah-langkah ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan penghematan biaya operasional perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa langkah dan penjelasannya:

Melakukan Audit Penggunaan Energi

Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh pelaku industri adalah melakukan audit penggunaan energi. Audit energi sendiri adalah langkah kritis yang dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan energi.

Aspek-aspek penggunaan energi yang dapat diaudit antara lain adalah pola konsumsi energi, kelayakan dan keefektifan peralatan, serta potensi penghematan. Proses audit ini dapat dilakukan dengan memantau dan menganalisis konsumsi energi.

Memelihara Peralatan Produksi

Pemeliharaan rutin terhadap peralatan produksi sangat penting untuk menjaga efisiensi. Peralatan yang bekerja dalam keadaan optimal dapat mengonsumsi energi dengan lebih optimal pula. Pemeliharaan peralatan produksi dapat dilakukan dengan cara pengecekan rutin dan perbaikan secepatnya jika ada yang rusak.

Mengganti Peralatan Lama yang Tidak Layak

Jika pemeliharaan rutin telah dilakukan dan tetap terdapat peralatan produksi yang rusak atau sudah terlalu tua, maka penggantian dengan alat dan teknologi baru bisa menjadi solusi.

Peralatan lama cenderung kurang efisien dibanding dengan peralatan dan teknologi baru yang memang didesain untuk lebih optimal dalam mengonsumsi energi.

Penggantian peralatan ini juga dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang yang dapat menguntungkan perusahaan dengan penghematan biaya energi.

Menjadwalkan Pemadaman Energi Berkala

Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi penggunaan energi yang berlebihan adalah dengan melakukan pemadaman energi berkala. Pemadaman energi ini dapat dilakukan untuk alat-alat operasional yang tidak harus beroperasi selama 24 jam.

Pemadaman energi di luar jam operasional dapat membantu mengoptimalkan penggunaan energi dan meminimalisasi pemborosan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi baik dari segi biaya maupun energi untuk perusahaan.

Menggunakan Peralatan yang Hemat Energi

Seiring berkembangnya teknologi kini peralatan produksi atau energi banyak yang sudah memiliki fitur hemat energi. Penggunaan peralatan yang hemat energi ini dapat menjadi keputusan strategis bagi perusahaan.

Teknologi hemat energi dan ramah lingkungan bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah efisiensi energi yang dihadapi pelaku industri.

Apa Manfaat dari Meningkatkan Efisiensi Energi?

Menerapkan optimalisasi konsumsi energi dapat memberikan banyak manfaat baik untuk pelaku industri maupun masyarakat di sekitarnya. Berikut ini adalah manfaat-manfaatnya:

Penghematan Biaya dan Energi

Penggunaan energi yang optimal dapat menghemat biaya operasional secara signifikan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Mengurangi Emisi Karbon

Emisi karbon dapat dikurangi secara signifikan dengan penggunaan energi yang optimal. Hal ini dapat mencegah kerusakan lingkungan dan mendukung keberlanjutan serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Mencegah Masalah Kesehatan Masyarakat

Masyarakat di sekitar wilayah industri kerap terkena dampak dari limbah energi yang kemudian mengancam kesehatan. Polusi dan limbah dari penggunaan energi dapat dikurangi dan dapat berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat di sekitar.

Meningkatkan Ketahanan Jaringan Listrik

Penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik. Hal ini akan membantu mengurangi risiko gangguan kendala jaringan listrik.

Tingkatkan Efisiensi Energi Perusahaan Anda dengan Solusi Solar Panel dari Phintraco Technology

Solar panel adalah salah satu solusi yang bisa dipilih oleh para pelaku industri untuk bisa meningkatkan efisiensi energi dalam proses produksi. Teknologi ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi energi di sektor industri di berbagai negara.

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang telah berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solusi solar panel.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology!

Editor: Cardila Ladini

Read  
Photovoltaic: Pemanfaatan Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik
14 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Photovoltaic: Pemanfaatan Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik

Solar panel atau panel surya kini menjadi solusi bagi para pelaku industri dan pabrik untuk mengelola energi dengan lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik melalui proses yang disebut photovoltaic.

Proses photovoltaic atau fotovoltaik adalah kunci utama dari optimalisasi energi terbarukan, salah satunya adalah energi matahari. Lalu apa itu photovoltaic? Bagaimana cara kerjanya? Apa saja jenis dan kegunaannya untuk pelaku industri? Simak informasi selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Photovoltaic?

Photovoltaic adalah proses perubahan atau konversi cahaya menjadi energi listrik. Proses ini dilakukan menggunakan bahan semikonduktor seperti silikon yang biasa dipakai di sebuah solar photovoltaic panel.

Sebuah sistem fotovoltaik (photovoltaic systems) umumnya menggunakan solar module atau photovoltaic module yang masing-masing terdiri dari beberapa sel surya. Panel PV dapat dipasang di tanah, di atap rumah, atau di tembok. Beberapa panel PV juga bisa menggunakan solar tracker untuk mengikuti posisi matahari.

Proses fotovoltaik dapat menghasilkan energi listrik dari elektron-elektron pada bahan semikonduktor yang terbebas akibat paparan cahaya atau sinar matahari. Panel PV dapat digunakan untuk menyalakan berbagai alat mulai dari barang elektronik kecil, lampu jalanan, peralatan rumah tangga, hingga bisnis atau industri skala besar.

Bagaimana Cara Kerja Photovoltaic?

Proses fotovoltaik bekerja menggunakan bahan semikonduktor untuk menghasilkan efek fotoelektrik. Sinar matahari terdiri dari photon atau disebut juga partikel energi matahari. Photon memiliki jumlah energi yang bervariasi sesuai dengan gelombang spektrum matahari yang berbeda-beda.

Ketika sel PV terpapar oleh photon, sel PV dapat memantulkan atau menyerap photon karena bahan semikonduktornya. Photon yang diserap oleh sel surya menyebabkan pergerakan elektron yang membawa muatan negatif.

Pergerakan elektron ini membuat muatan listrik antara bagian depan dan belakang sel menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini kemudian menciptakan potensi tegangan terminal positif dan negatif seperti baterai. Konduktor listrik pada sel menyerap elektron tersebut dan dihubungkan ke dalam sirkuit listrik atau disimpan ke dalam baterai surya.

Arus listrik yang dihasilkan dari sel PV adalah arus DC (direct current). Arus listrik DC hanya dapat digunakan untuk mengisi daya baterai untuk perangkat yang menggunakan arus DC. Namun, hampir semua barang elektronik dan listrik menggunakan arus listrik AC (alternating current). Oleh karena itu, perlu perangkat inverter yang berfungsi untuk mengubah arus listrik DC dari solar panel menjadi arus listrik AC.

Sel Fotovoltaik Terbuat dari Apa?

Cahaya matahari atau photon yang terkena sel surya akan dipantulkan, melewati, atau diserap ke dalam sel fotovoltaik. Sel PV atau sel fotovoltaik terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor sendiri adalah bahan yang dapat menghantarkan listrik lebih baik dari isolator tapi tidak lebih baik dari konduktor seperti logam.

Bahan semikonduktor yang paling umum digunakan untuk membuat sel surya adalah silikon. Sebagian besar dari modul solar panel yang dijual saat ini terbuat dari bahan silikon. Selain itu, bahan silikon cukup melimpah dan mudah didapatkan. Silikon juga umum digunakan untuk pembuatan chip komputer.

Struktur dasar sel fotovoltaik berisi beberapa komponen. Komponen pertama adalah substrat atau metal backing yang menjadi dasar dari sel PV. Kemudian bahan silikon semikonduktor yang menjadi bagian utama dari sel PV.

Silikon dalam sel PV terbuat dari atom silikon yang dihubungkan satu sama lain hingga membentuk kisi-kisi kristal. Kisi tersebut distruktur secara terorganisasi agar proses photovoltaic menjadi lebih efisien.

Setelah itu kontak metal atau contact grid dipasang untuk menghubungkan bahan silikon dengan lapisan anti reflektif yang berfungsi untuk mengurangi pantulan cahaya. Kemudian sel PV ditutup dengan cover glass untuk melindungi sel dari pengaruh eksternal.

Apa Saja Jenis Panel Photovoltaic?

Panel surya banyak digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari barang elektronik kecil, peralatan rumah tangga, hingga industri skala besar. Untuk panel photovoltaic yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri, terdapat 2 jenis berdasarkan tipe silikon kristal yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasannya:

Panel Monocrystalline

Panel PV monocrystalline adalah jenis panel surya yang terbuat dari silikon kristal tunggal (single-crystal silicone). Jenis ini adalah jenis sel fotovoltaik yang paling murni. Sel PV jenis ini umumnya memiliki warna yang lebih gelap.

Bahan silikon tunggal yang lebih murni ini memungkinkan ruang lebih untuk elektron bisa bergerak. Hal ini membuat jenis PV monocrystalline menjadi jenis solar panel yang paling efisien. Namun, pembuatan panel ini umumnya memerlukan biaya yang lebih mahal.

Panel Multicrystalline

Jenis panel PV multicrystalline adalah panel surya silikon yang terbuat dari beberapa kristal yang saling dihubungkan. Hal ini biasa dilakukan dengan melelehkan beberapa silikon mentah yang umumnya menghasilkan warna biru.

Panel PV multicrystalline memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah dari jenis monocrystalline, namun di sisi lain panel jenis ini lebih cepat dan lebih murah untuk diproduksi.

Apa Saja Kegunaan Fotovoltaik?

Teknologi solar panel yang menggunakan proses fotovoltaik terbukti memiliki banyak kegunaan dan manfaat, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Berikut ini adalah beberapa kegunaan dan manfaat dari panel photovoltaic:

Menghemat Biaya Listrik

Penggunaan panel PV dapat menghemat biaya listrik secara signifikan. Hal ini karena panel PV mengolah sumber energi dari cahaya matahari yang gratis. Selain itu, penggunaan panel PV juga dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari jaringan umum, sehingga akan menghemat biaya terutama dalam jangka panjang.

Mengurangi Jejak Karbon

Panel fotovoltaik dapat menghasilkan energi listrik dari sumber energi cahaya matahari yang ramah lingkungan. Hal ini berarti listrik yang dihasilkan dari solar panel tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Panel fotovoltaik menggunakan sumber energi terbarukan yaitu cahaya matahari. Ketersediaan pembangkit listrik dari energi fosil yang terbatas dan tidak ramah lingkungan membuat pemanfaatan energi terbarukan harus mulai diterapkan.

Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan:  Panel Photovoltaic dari Phintraco Technology

Pemanfaatan energi terbarukan yang efisien dan ramah lingkungan adalah masa depan untuk pelaku industri di berbagai sektor. Wujudkan bisnis yang berkelanjutan  dengan penggunaan panel photovoltaic.

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang telah teruji dan berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solar panel atau panel photovoltaic.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology!

Editor: Cardila Ladini

Read  
Solar Panel Adalah Solusi Energi Efisien dan Ramah Lingkungan
07 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Solar Panel Adalah Solusi Energi Efisien dan Ramah Lingkungan

Penggunaan dan ketersediaan energi listrik kini menjadi isu utama yang harus diatasi oleh para pelaku industri dan pabrik. Besarnya biaya dan ketersediaan energi listrik yang terbatas dapat menghambat efisiensi dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk energi yang efisien dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan solar panel.

Solar panel atau panel surya adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi energi yang kini mulai diterapkan di berbagai industri. Lalu apa itu solar panel? Apa saja komponen-komponennya serta bagaimana cara kerjanya? Mengapa pelaku industri harus menggunakan panel surya dan apa saja manfaatnya? Simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Solar Panel?

Solar panel adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Panel surya memanfaatkan efek photovoltaic dengan menggunakan sel-sel photovoltaic (PV cells). Sel-sel PV sendiri terbuat dari bahan-bahan semikonduktor yang dapat mengangkat elektron ketika terpapar sinar matahari.

Dalam penggunaannya, PV solar panel umumnya dirancang dan disusun dalam beberapa module hingga membentuk sebuah sistem (solar panel system). Sistem ini terdiri dari lebih dari satu panel surya, sebuah inverter untuk mengubah jenis arus listrik, serta beberapa komponen lainnya.

Apa Saja Komponen Modul Solar Panel?

Panel surya terdiri dari beberapa sel surya yang disatukan hingga membentuk panel dengan ukuran tertentu. Sebuah perangkat panel surya biasanya dijual dalam bentuk modul yang berisi beberapa komponen-komponen lain. Komponen-komponen ini memiliki fungsi masing-masing dalam proses mengubah energi matahari menjadi energi listrik.

Berikut ini adalah komponen-komponen dalam modul solar panel:

Sel Surya

Sel surya atau solar cell adalah komponen yang memungkinkan sebuah panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik, khususnya aliran listrik DC (direct current). Komponen ini adalah komponen inti dari modul solar panel karena pada bagian inilah terjadi proses photovoltaic. Oleh karena itu, sel surya sering disebut juga sel photovoltaic (PV cells).

Sel PV umumnya terbuat dari wafer silicon crystalline layaknya wafer yang digunakan untuk membuat prosesor komputer. Wafer sel PV biasanya memiliki ketebalan hanya sekitar 0.1 milimeter. Silikon yang digunakan bisa berjenis silikon positif (p-type silicon) atau silikon negatif (n-type silicon).

Tempered Glass

Komponen dalam modul panel surya yang berfungsi untuk melindungi sel surya dari cuaca dan dampak eksternal adalah kaca khusus atau tempered glass. Ketebalan dari tempered glass yang digunakan untuk melapisi sel PV biasanya sekitar 3.0 hingga 4.0 milimeter.

Kerangka Aluminium

Kerangka aluminium adalah komponen dalam modul solar panel yang juga berfungsi untuk melindungi bagian tepi dari panel surya. Komponen ini berfungsi untuk melaminasi tepi sel surya dan menyediakan struktur yang kokoh untuk pemasangan panel surya.

Lapisan EVA

EVA atau ethylene vinyl acetate adalah lapisan khusus yang didesain menggunakan polimer yang sangat transparan. Lapisan EVA ini digunakan untuk membungkus sel surya dan menahan posisinya selama pembuatan. Pemasangan lapisan EVA di kedua sisi sel surya juga berfungsi untuk meredam benturan dari objek eksternal.

Backsheet

Backsheet atau lembar belakang adalah lapisan paling bawah dari modul panel surya. Lembaran ini berfungsi untuk menghalangi kelembapan dan memberikan perlindungan terhadap sistem mekanik dan isolasi listrik.

Junction Box dan Connector

Junction box atau kotak sambungan adalah sebuah penutup kecil yang terletak di sisi belakang solar panel. Kotak yang didesain tahan cuaca ini berisi kabel-kabel yang diperlukan untuk menghubungkan kabel dengan aman.

Bagaimana Cara Kerja Solar Panel?

Solar panel umumnya dipasang di bagian atap rumah atau di area terbuka untuk keperluan industri yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih besar. Namun, pada dasarnya cara kerja panel surya dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik tetap sama.

Pertama-tama, sinar matahari yang ditangkap langsung oleh panel surya akan diubah menjadi energi listrik dengan arus DC (direct current). Proses ini dikenal dengan proses photovoltaic. Bahan semikonduktor dalam sel surya dapat menggerakkan elektron yang terpapar sinar matahari dan mengalirkan aliran listrik.

Setelah itu, aliran listrik DC disalurkan menuju sakelar DC. Sakelar ini berfungsi untuk mengamankan aliran listrik dan memutus atau mematikan aliran listrik jika diperlukan.

Aliran listrik kemudian disalurkan ke sebuah inverter yang berfungsi mengubah aliran DC menjadi aliran AC yang bisa dipakai untuk barang-barang elektrik. Aliran listrik DC juga bisa disimpan terlebih dahulu di baterai surya (solar battery) untuk penggunaan di lain waktu.

Setelah melewati inverter, aliran listrik AC pun disalurkan melewati meteran listrik sebelum kemudian bisa digunakan atau dialirkan kembali ke jaringan listrik.

Mengapa Harus Pakai Solar Panel?

Terdapat banyak faktor mengapa kini penggunaan panel surya menjadi alternatif yang terbaik untuk pemanfaatan energi. Salah satu faktor utamanya adalah aspek lingkungan dan ketergantungan terhadap energi fosil.

Penggunaan energi fosil kini mulai menimbulkan kesadaran akan melonjaknya emisi karbon dan jejak ekologis yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan energi yang dapat diperbarui seperti energi matahari dinilai menjadi solusi efektif untuk mengolah energi listrik tanpa merusak lingkungan.

Paparan sinar matahari adalah faktor utama dalam keefektifan solar panel, Indonesia sebagai negara tropis di garis khatulistiwa dapat memanfaatkan paparan sinar matahari yang relatif konsisten sepanjang tahun.

Selain itu, teknologi panel surya yang semakin berkembang juga memungkinkan biaya yang dikeluarkan akan semakin terjangkau. Biaya produksi dan instalasi yang terjangkau membuat pihak-pihak industri dan pabrik bisa dengan mudah menerapkan teknologi ini.

Pemerintah di berbagai negara juga mulai mengeluarkan kebijakan dan memberikan insentif pendukung untuk mendorong penggunaan energi terbarukan seperti solar panel.

Apa Saja Manfaat Solar Panel untuk Industri?

Meningkatnya penggunaan panel surya di bidang industri tidak hanya didukung oleh faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, tetapi juga oleh manfaat dari penggunaan panel surya. Berikut ini adalah manfaat dan penjelasannya:

Mengurangi Polusi dan Ramah Lingkungan

Penggunaan energi matahari untuk pembangkit energi listrik di industri dapat berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi polusi dan menjaga kelestarian lingkungan. Industri juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara.

Aman dan Berkelanjutan

Solusi panel surya juga menawarkan energi yang aman dan berkelanjutan. Penggunaan energi fosil dapat menimbulkan krisis energi dan fluktuasi bahan bakar. Dalam jangka panjang, ketersediaan bahan bakar fosil juga dapat habis.

Pengelolaan Energi yang Lebih Efisien

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengelola energi dengan lebih efisien. Industri dapat memproduksi dan mendistribusikan energi listrik yang terdesentralisasi dan mencegah kehilangan energi pada transmisi jarak jauh.

Dapatkan Solusi Solar Panel Terbaik dengan Phintraco Technology

Tingkatkan efisiensi pengelolaan energi perusahaan Anda dengan beralih ke solusi solar panel yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan.

Phintraco Technology merupakan anak perusahaan dari Phintraco Group yang berfokus di bidang infrastruktur IT dan berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solar panel.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read