Blog

Efisiensi Energi: Pengelolaan Energi Industri yang Ramah Lingkungan
15 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Efisiensi Energi: Pengelolaan Energi Industri yang Ramah Lingkungan

Dalam era industri modern, pengelolaan energi listrik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta efisiensi energi listrik tersebut. Oleh karena itu, para pelaku industri harus mencari alternatif untuk meningkatkan efisiensi energi di industri.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi, salah satunya adalah menggunakan sumber energi terbarukan seperti sinar matahari dengan menggunakan solar panel. Lalu apa itu efisiensi energi? Apa perbedaannya dengan konservasi energi? Apa saja langkah-langkahnya dan mengapa industri harus mulai melakukannya? Simak informasi selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Efisiensi Energi?

Efisiensi energi adalah perbandingan atau rasio antara energi yang dikeluarkan (output) dengan total energi yang dikonsumsi. Dalam konteks industri, efisiensi energi berarti optimalisasi penggunaan energi untuk menghasilkan output tertinggi dengan penggunaan atau konsumsi energi yang rendah.

Sederhananya, efisiensi energi merujuk pada penggunaan energi yang sedikit untuk sebuah tugas yang sama atau hasil dan produk yang sama. Contohnya, rumah atau bangunan yang efisien adalah yang bisa menggunakan sedikit energi untuk menyalakan peralatan-peralatan elektronik yang ada. Dalam konteks industri, penggunaan energi yang efisien adalah ketika energi yang digunakan lebih sedikit namun tetap bisa menghasilkan produk yang diinginkan.

Penghematan penggunaan energi ini dinilai sebagai salah satu cara yang efektif untuk melawan perubahan iklim (climate change), mengurangi biaya untuk pelanggan, serta menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kompetitif.

Dalam hal pelestarian lingkungan, energy efficiency juga merupakan komponen penting untuk mencapai net-zero emissions of carbon dioxide atau menghasilkan 0 jejak atau emisi karbon. Jejak dan emisi karbon yang berlebihan dapat merusak lingkungan dalam jangka panjang.

Apa Perbedaan antara Efisiensi Energi dan Konservasi Energi?

Efisiensi dan konservasi energi sama-sama memiliki tujuan untuk mengurangi jejak karbon dan kelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan energi. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada hasil yang didapat dari penggunaan energi tersebut.

Efisiensi energi lebih berfokus pada penggunaan energi seoptimal mungkin untuk mencapai output yang maksimal. Konservasi energi lebih berfokus pada pengurangan konsumsi energi secara maksimal dengan mengorbankan aktivitas dan output dari penggunaan energi tersebut.

Energy conservation lebih menekankan pada pengurangan konsumsi energi secara umum tanpa memperhatikan output yang dihasilkan. Hal ini membuat konservasi energi dapat mengurangi output meskipun di sisi lain sudah mengurangi konsumsi energi.

Energy efficiency diterapkan tidak hanya dengan mengurangi konsumsi energi tetapi juga dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien dan menghasilkan lebih sedikit limbah energi.

Mengapa Kita Harus Melakukan Efisiensi Energi?

Pengelolaan energi yang dengan hemat dan produktif kini menjadi penting karena beberapa faktor. Faktor-faktor ini menjadi pendorong bagi pelaku industri untuk mulai memperhatikan konsumsi energi dan output yang dikeluarkan.

Konsumsi energi yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satunya adalah meningkatnya emisi karbon yang berpengaruh pada perubahan iklim. Pengoptimalan konsumsi energi dan pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan dapat membantu mitigasi dampak dari perubahan iklim.

Selain perubahan iklim, sumber daya alam untuk energi listrik yang umum dipakai saat ini jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, penggunaan energi terbarukan kini menjadi kunci penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya alam untuk masa depan.

Sumber daya alam yang dapat menjadi sumber energi terbarukan salah satunya adalah energi matahari. Sinar matahari dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan dengan teknologi solar panel.

Jika dilihat dari segi ekonomis, penggunaan konsumsi energi yang berlebihan juga dapat meningkatkan biaya operasional. Oleh karena itu, energi yang efisien adalah solusi utama untuk menekan biaya operasional sekaligus menunjukkan keunggulan kompetitif dari perusahaan atau industri.

Apa Saja Langkah-langkah Efisiensi Energi di Industri?

Mengingat pentingnya pengoptimalan penggunaan energi dalam industri, terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku industri untuk mengatasi permasalahan mendesain efisiensi energi. Langkah-langkah ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan penghematan biaya operasional perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa langkah dan penjelasannya:

Melakukan Audit Penggunaan Energi

Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh pelaku industri adalah melakukan audit penggunaan energi. Audit energi sendiri adalah langkah kritis yang dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan energi.

Aspek-aspek penggunaan energi yang dapat diaudit antara lain adalah pola konsumsi energi, kelayakan dan keefektifan peralatan, serta potensi penghematan. Proses audit ini dapat dilakukan dengan memantau dan menganalisis konsumsi energi.

Memelihara Peralatan Produksi

Pemeliharaan rutin terhadap peralatan produksi sangat penting untuk menjaga efisiensi. Peralatan yang bekerja dalam keadaan optimal dapat mengonsumsi energi dengan lebih optimal pula. Pemeliharaan peralatan produksi dapat dilakukan dengan cara pengecekan rutin dan perbaikan secepatnya jika ada yang rusak.

Mengganti Peralatan Lama yang Tidak Layak

Jika pemeliharaan rutin telah dilakukan dan tetap terdapat peralatan produksi yang rusak atau sudah terlalu tua, maka penggantian dengan alat dan teknologi baru bisa menjadi solusi.

Peralatan lama cenderung kurang efisien dibanding dengan peralatan dan teknologi baru yang memang didesain untuk lebih optimal dalam mengonsumsi energi.

Penggantian peralatan ini juga dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang yang dapat menguntungkan perusahaan dengan penghematan biaya energi.

Menjadwalkan Pemadaman Energi Berkala

Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi penggunaan energi yang berlebihan adalah dengan melakukan pemadaman energi berkala. Pemadaman energi ini dapat dilakukan untuk alat-alat operasional yang tidak harus beroperasi selama 24 jam.

Pemadaman energi di luar jam operasional dapat membantu mengoptimalkan penggunaan energi dan meminimalisasi pemborosan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi baik dari segi biaya maupun energi untuk perusahaan.

Menggunakan Peralatan yang Hemat Energi

Seiring berkembangnya teknologi kini peralatan produksi atau energi banyak yang sudah memiliki fitur hemat energi. Penggunaan peralatan yang hemat energi ini dapat menjadi keputusan strategis bagi perusahaan.

Teknologi hemat energi dan ramah lingkungan bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah efisiensi energi yang dihadapi pelaku industri.

Apa Manfaat dari Meningkatkan Efisiensi Energi?

Menerapkan optimalisasi konsumsi energi dapat memberikan banyak manfaat baik untuk pelaku industri maupun masyarakat di sekitarnya. Berikut ini adalah manfaat-manfaatnya:

Penghematan Biaya dan Energi

Penggunaan energi yang optimal dapat menghemat biaya operasional secara signifikan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Mengurangi Emisi Karbon

Emisi karbon dapat dikurangi secara signifikan dengan penggunaan energi yang optimal. Hal ini dapat mencegah kerusakan lingkungan dan mendukung keberlanjutan serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Mencegah Masalah Kesehatan Masyarakat

Masyarakat di sekitar wilayah industri kerap terkena dampak dari limbah energi yang kemudian mengancam kesehatan. Polusi dan limbah dari penggunaan energi dapat dikurangi dan dapat berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat di sekitar.

Meningkatkan Ketahanan Jaringan Listrik

Penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik. Hal ini akan membantu mengurangi risiko gangguan kendala jaringan listrik.

Tingkatkan Efisiensi Energi Perusahaan Anda dengan Solusi Solar Panel dari Phintraco Technology

Solar panel adalah salah satu solusi yang bisa dipilih oleh para pelaku industri untuk bisa meningkatkan efisiensi energi dalam proses produksi. Teknologi ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi energi di sektor industri di berbagai negara.

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang telah berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solusi solar panel.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology!

Editor: Cardila Ladini

Read  
Photovoltaic: Pemanfaatan Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik
14 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Photovoltaic: Pemanfaatan Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik

Solar panel atau panel surya kini menjadi solusi bagi para pelaku industri dan pabrik untuk mengelola energi dengan lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik melalui proses yang disebut photovoltaic.

Proses photovoltaic atau fotovoltaik adalah kunci utama dari optimalisasi energi terbarukan, salah satunya adalah energi matahari. Lalu apa itu photovoltaic? Bagaimana cara kerjanya? Apa saja jenis dan kegunaannya untuk pelaku industri? Simak informasi selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Photovoltaic?

Photovoltaic adalah proses perubahan atau konversi cahaya menjadi energi listrik. Proses ini dilakukan menggunakan bahan semikonduktor seperti silikon yang biasa dipakai di sebuah solar photovoltaic panel.

Sebuah sistem fotovoltaik (photovoltaic systems) umumnya menggunakan solar module atau photovoltaic module yang masing-masing terdiri dari beberapa sel surya. Panel PV dapat dipasang di tanah, di atap rumah, atau di tembok. Beberapa panel PV juga bisa menggunakan solar tracker untuk mengikuti posisi matahari.

Proses fotovoltaik dapat menghasilkan energi listrik dari elektron-elektron pada bahan semikonduktor yang terbebas akibat paparan cahaya atau sinar matahari. Panel PV dapat digunakan untuk menyalakan berbagai alat mulai dari barang elektronik kecil, lampu jalanan, peralatan rumah tangga, hingga bisnis atau industri skala besar.

Bagaimana Cara Kerja Photovoltaic?

Proses fotovoltaik bekerja menggunakan bahan semikonduktor untuk menghasilkan efek fotoelektrik. Sinar matahari terdiri dari photon atau disebut juga partikel energi matahari. Photon memiliki jumlah energi yang bervariasi sesuai dengan gelombang spektrum matahari yang berbeda-beda.

Ketika sel PV terpapar oleh photon, sel PV dapat memantulkan atau menyerap photon karena bahan semikonduktornya. Photon yang diserap oleh sel surya menyebabkan pergerakan elektron yang membawa muatan negatif.

Pergerakan elektron ini membuat muatan listrik antara bagian depan dan belakang sel menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini kemudian menciptakan potensi tegangan terminal positif dan negatif seperti baterai. Konduktor listrik pada sel menyerap elektron tersebut dan dihubungkan ke dalam sirkuit listrik atau disimpan ke dalam baterai surya.

Arus listrik yang dihasilkan dari sel PV adalah arus DC (direct current). Arus listrik DC hanya dapat digunakan untuk mengisi daya baterai untuk perangkat yang menggunakan arus DC. Namun, hampir semua barang elektronik dan listrik menggunakan arus listrik AC (alternating current). Oleh karena itu, perlu perangkat inverter yang berfungsi untuk mengubah arus listrik DC dari solar panel menjadi arus listrik AC.

Sel Fotovoltaik Terbuat dari Apa?

Cahaya matahari atau photon yang terkena sel surya akan dipantulkan, melewati, atau diserap ke dalam sel fotovoltaik. Sel PV atau sel fotovoltaik terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor sendiri adalah bahan yang dapat menghantarkan listrik lebih baik dari isolator tapi tidak lebih baik dari konduktor seperti logam.

Bahan semikonduktor yang paling umum digunakan untuk membuat sel surya adalah silikon. Sebagian besar dari modul solar panel yang dijual saat ini terbuat dari bahan silikon. Selain itu, bahan silikon cukup melimpah dan mudah didapatkan. Silikon juga umum digunakan untuk pembuatan chip komputer.

Struktur dasar sel fotovoltaik berisi beberapa komponen. Komponen pertama adalah substrat atau metal backing yang menjadi dasar dari sel PV. Kemudian bahan silikon semikonduktor yang menjadi bagian utama dari sel PV.

Silikon dalam sel PV terbuat dari atom silikon yang dihubungkan satu sama lain hingga membentuk kisi-kisi kristal. Kisi tersebut distruktur secara terorganisasi agar proses photovoltaic menjadi lebih efisien.

Setelah itu kontak metal atau contact grid dipasang untuk menghubungkan bahan silikon dengan lapisan anti reflektif yang berfungsi untuk mengurangi pantulan cahaya. Kemudian sel PV ditutup dengan cover glass untuk melindungi sel dari pengaruh eksternal.

Apa Saja Jenis Panel Photovoltaic?

Panel surya banyak digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari barang elektronik kecil, peralatan rumah tangga, hingga industri skala besar. Untuk panel photovoltaic yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri, terdapat 2 jenis berdasarkan tipe silikon kristal yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasannya:

Panel Monocrystalline

Panel PV monocrystalline adalah jenis panel surya yang terbuat dari silikon kristal tunggal (single-crystal silicone). Jenis ini adalah jenis sel fotovoltaik yang paling murni. Sel PV jenis ini umumnya memiliki warna yang lebih gelap.

Bahan silikon tunggal yang lebih murni ini memungkinkan ruang lebih untuk elektron bisa bergerak. Hal ini membuat jenis PV monocrystalline menjadi jenis solar panel yang paling efisien. Namun, pembuatan panel ini umumnya memerlukan biaya yang lebih mahal.

Panel Multicrystalline

Jenis panel PV multicrystalline adalah panel surya silikon yang terbuat dari beberapa kristal yang saling dihubungkan. Hal ini biasa dilakukan dengan melelehkan beberapa silikon mentah yang umumnya menghasilkan warna biru.

Panel PV multicrystalline memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah dari jenis monocrystalline, namun di sisi lain panel jenis ini lebih cepat dan lebih murah untuk diproduksi.

Apa Saja Kegunaan Fotovoltaik?

Teknologi solar panel yang menggunakan proses fotovoltaik terbukti memiliki banyak kegunaan dan manfaat, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Berikut ini adalah beberapa kegunaan dan manfaat dari panel photovoltaic:

Menghemat Biaya Listrik

Penggunaan panel PV dapat menghemat biaya listrik secara signifikan. Hal ini karena panel PV mengolah sumber energi dari cahaya matahari yang gratis. Selain itu, penggunaan panel PV juga dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari jaringan umum, sehingga akan menghemat biaya terutama dalam jangka panjang.

Mengurangi Jejak Karbon

Panel fotovoltaik dapat menghasilkan energi listrik dari sumber energi cahaya matahari yang ramah lingkungan. Hal ini berarti listrik yang dihasilkan dari solar panel tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Panel fotovoltaik menggunakan sumber energi terbarukan yaitu cahaya matahari. Ketersediaan pembangkit listrik dari energi fosil yang terbatas dan tidak ramah lingkungan membuat pemanfaatan energi terbarukan harus mulai diterapkan.

Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan:  Panel Photovoltaic dari Phintraco Technology

Pemanfaatan energi terbarukan yang efisien dan ramah lingkungan adalah masa depan untuk pelaku industri di berbagai sektor. Wujudkan bisnis yang berkelanjutan  dengan penggunaan panel photovoltaic.

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang telah teruji dan berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solar panel atau panel photovoltaic.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology!

Editor: Cardila Ladini

Read  
Solar Panel Adalah Solusi Energi Efisien dan Ramah Lingkungan
07 Feb 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Solar Panel Adalah Solusi Energi Efisien dan Ramah Lingkungan

Penggunaan dan ketersediaan energi listrik kini menjadi isu utama yang harus diatasi oleh para pelaku industri dan pabrik. Besarnya biaya dan ketersediaan energi listrik yang terbatas dapat menghambat efisiensi dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk energi yang efisien dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan solar panel.

Solar panel atau panel surya adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi energi yang kini mulai diterapkan di berbagai industri. Lalu apa itu solar panel? Apa saja komponen-komponennya serta bagaimana cara kerjanya? Mengapa pelaku industri harus menggunakan panel surya dan apa saja manfaatnya? Simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Solar Panel?

Solar panel adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Panel surya memanfaatkan efek photovoltaic dengan menggunakan sel-sel photovoltaic (PV cells). Sel-sel PV sendiri terbuat dari bahan-bahan semikonduktor yang dapat mengangkat elektron ketika terpapar sinar matahari.

Dalam penggunaannya, PV solar panel umumnya dirancang dan disusun dalam beberapa module hingga membentuk sebuah sistem (solar panel system). Sistem ini terdiri dari lebih dari satu panel surya, sebuah inverter untuk mengubah jenis arus listrik, serta beberapa komponen lainnya.

Apa Saja Komponen Modul Solar Panel?

Panel surya terdiri dari beberapa sel surya yang disatukan hingga membentuk panel dengan ukuran tertentu. Sebuah perangkat panel surya biasanya dijual dalam bentuk modul yang berisi beberapa komponen-komponen lain. Komponen-komponen ini memiliki fungsi masing-masing dalam proses mengubah energi matahari menjadi energi listrik.

Berikut ini adalah komponen-komponen dalam modul solar panel:

Sel Surya

Sel surya atau solar cell adalah komponen yang memungkinkan sebuah panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik, khususnya aliran listrik DC (direct current). Komponen ini adalah komponen inti dari modul solar panel karena pada bagian inilah terjadi proses photovoltaic. Oleh karena itu, sel surya sering disebut juga sel photovoltaic (PV cells).

Sel PV umumnya terbuat dari wafer silicon crystalline layaknya wafer yang digunakan untuk membuat prosesor komputer. Wafer sel PV biasanya memiliki ketebalan hanya sekitar 0.1 milimeter. Silikon yang digunakan bisa berjenis silikon positif (p-type silicon) atau silikon negatif (n-type silicon).

Tempered Glass

Komponen dalam modul panel surya yang berfungsi untuk melindungi sel surya dari cuaca dan dampak eksternal adalah kaca khusus atau tempered glass. Ketebalan dari tempered glass yang digunakan untuk melapisi sel PV biasanya sekitar 3.0 hingga 4.0 milimeter.

Kerangka Aluminium

Kerangka aluminium adalah komponen dalam modul solar panel yang juga berfungsi untuk melindungi bagian tepi dari panel surya. Komponen ini berfungsi untuk melaminasi tepi sel surya dan menyediakan struktur yang kokoh untuk pemasangan panel surya.

Lapisan EVA

EVA atau ethylene vinyl acetate adalah lapisan khusus yang didesain menggunakan polimer yang sangat transparan. Lapisan EVA ini digunakan untuk membungkus sel surya dan menahan posisinya selama pembuatan. Pemasangan lapisan EVA di kedua sisi sel surya juga berfungsi untuk meredam benturan dari objek eksternal.

Backsheet

Backsheet atau lembar belakang adalah lapisan paling bawah dari modul panel surya. Lembaran ini berfungsi untuk menghalangi kelembapan dan memberikan perlindungan terhadap sistem mekanik dan isolasi listrik.

Junction Box dan Connector

Junction box atau kotak sambungan adalah sebuah penutup kecil yang terletak di sisi belakang solar panel. Kotak yang didesain tahan cuaca ini berisi kabel-kabel yang diperlukan untuk menghubungkan kabel dengan aman.

Bagaimana Cara Kerja Solar Panel?

Solar panel umumnya dipasang di bagian atap rumah atau di area terbuka untuk keperluan industri yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih besar. Namun, pada dasarnya cara kerja panel surya dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik tetap sama.

Pertama-tama, sinar matahari yang ditangkap langsung oleh panel surya akan diubah menjadi energi listrik dengan arus DC (direct current). Proses ini dikenal dengan proses photovoltaic. Bahan semikonduktor dalam sel surya dapat menggerakkan elektron yang terpapar sinar matahari dan mengalirkan aliran listrik.

Setelah itu, aliran listrik DC disalurkan menuju sakelar DC. Sakelar ini berfungsi untuk mengamankan aliran listrik dan memutus atau mematikan aliran listrik jika diperlukan.

Aliran listrik kemudian disalurkan ke sebuah inverter yang berfungsi mengubah aliran DC menjadi aliran AC yang bisa dipakai untuk barang-barang elektrik. Aliran listrik DC juga bisa disimpan terlebih dahulu di baterai surya (solar battery) untuk penggunaan di lain waktu.

Setelah melewati inverter, aliran listrik AC pun disalurkan melewati meteran listrik sebelum kemudian bisa digunakan atau dialirkan kembali ke jaringan listrik.

Mengapa Harus Pakai Solar Panel?

Terdapat banyak faktor mengapa kini penggunaan panel surya menjadi alternatif yang terbaik untuk pemanfaatan energi. Salah satu faktor utamanya adalah aspek lingkungan dan ketergantungan terhadap energi fosil.

Penggunaan energi fosil kini mulai menimbulkan kesadaran akan melonjaknya emisi karbon dan jejak ekologis yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan energi yang dapat diperbarui seperti energi matahari dinilai menjadi solusi efektif untuk mengolah energi listrik tanpa merusak lingkungan.

Paparan sinar matahari adalah faktor utama dalam keefektifan solar panel, Indonesia sebagai negara tropis di garis khatulistiwa dapat memanfaatkan paparan sinar matahari yang relatif konsisten sepanjang tahun.

Selain itu, teknologi panel surya yang semakin berkembang juga memungkinkan biaya yang dikeluarkan akan semakin terjangkau. Biaya produksi dan instalasi yang terjangkau membuat pihak-pihak industri dan pabrik bisa dengan mudah menerapkan teknologi ini.

Pemerintah di berbagai negara juga mulai mengeluarkan kebijakan dan memberikan insentif pendukung untuk mendorong penggunaan energi terbarukan seperti solar panel.

Apa Saja Manfaat Solar Panel untuk Industri?

Meningkatnya penggunaan panel surya di bidang industri tidak hanya didukung oleh faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, tetapi juga oleh manfaat dari penggunaan panel surya. Berikut ini adalah manfaat dan penjelasannya:

Mengurangi Polusi dan Ramah Lingkungan

Penggunaan energi matahari untuk pembangkit energi listrik di industri dapat berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi polusi dan menjaga kelestarian lingkungan. Industri juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara.

Aman dan Berkelanjutan

Solusi panel surya juga menawarkan energi yang aman dan berkelanjutan. Penggunaan energi fosil dapat menimbulkan krisis energi dan fluktuasi bahan bakar. Dalam jangka panjang, ketersediaan bahan bakar fosil juga dapat habis.

Pengelolaan Energi yang Lebih Efisien

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengelola energi dengan lebih efisien. Industri dapat memproduksi dan mendistribusikan energi listrik yang terdesentralisasi dan mencegah kehilangan energi pada transmisi jarak jauh.

Dapatkan Solusi Solar Panel Terbaik dengan Phintraco Technology

Tingkatkan efisiensi pengelolaan energi perusahaan Anda dengan beralih ke solusi solar panel yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan.

Phintraco Technology merupakan anak perusahaan dari Phintraco Group yang berfokus di bidang infrastruktur IT dan berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solar panel.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Cloud Contact Center Adalah Kunci Fleksibilitas Pelayanan Pelanggan
26 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Cloud Contact Center Adalah Kunci Fleksibilitas Pelayanan Pelanggan

Kunci utama dalam menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan di era bisnis modern seperti saat ini adalah dengan memberikan pelayanan pelanggan yang responsif. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi cloud contact center.

Perkembangan teknologi kini terus menuntut perusahaan dan bisnis untuk beradaptasi dan mengadopsi teknologi yang ada untuk kemajuan bisnis. Teknologi pusat kontak berbasis cloud merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan kinerja pusat kontak sekaligus kepuasan pelanggan.

Lalu apa itu cloud contact center? Bagaimana cara kerjanya? Apa perbedaannya dengan contact center biasa? Apa saja fitur dan manfaatnya? Simak artikel berikut untuk informasi selengkapnya!

Apa yang Dimaksud dengan Cloud Contact Center?

Cloud contact center adalah titik pusat komunikasi pelanggan yang ditempatkan di server internet dan berbasis cloud sehingga interaksi suara, email, media sosial, serta web dapat diakses dari mana saja.

Dalam cloud contact center architecture, semua aplikasi dan data-data yang dibutuhkan terpusat di platform cloud. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi terbaru tanpa mengeluarkan investasi besar untuk hardware atau pemeliharaan infrastruktur.

Terdapat dua jenis komunikasi pelanggan yang terjadi di contact center, yaitu inbound dan outbound. Komunikasi inbound merupakan pelayanan panggilan masuk dari pelanggan ke perusahaan; Sementara outbound adalah jenis komunikasi yang dilakukan secara inisiatif ke luar, seperti pemasaran, survei pelanggan, dan campaign.

Teknologi berbasis cloud ini dapat menangani kedua jenis komunikasi pelanggan tersebut. Agen contact center dapat mengakses dan mengelola seluruh interaksi pelanggan dari berbagai channel dari mana saja secara virtual.

Bagaimana Cara Kerja Cloud Contact Center?

Pusat kontak berbasis cloud bekerja dalam beberapa langkah. Perangkat lunak atau cloud contact center software beserta data-data akan ditempatkan di infrastruktur cloud yang dikelola oleh penyedia layanan. Umumnya infrastruktur tersebut dikelola oleh vendor luar yang menangani panggilan masuk dan keluar untuk perusahaan.

Semua layanan yang berada dalam host ini menghasilkan sebuah struktur yang lebih hemat biaya. Struktur berbasis cloud ini tidak memerlukan hardware, software, atau infrastruktur khusus.

Pusat kontak ini beroperasi memanfaatkan koneksi internet untuk terhubung pada infrastruktur cloud dan menjalankan pelayanan pelanggan. Pelanggan dan agen contact center juga dapat mengakses sistem tersebut melalui koneksi internet.

Komunikasi antara agen dan pelanggan dapat dilakukan melalui berbagai channel seperti telepon, email, chat messaging, dan media sosial di dalam satu platform. Platform terpadu ini disebut juga cloud contact center as a service (CCaaS).

Penggunaan infrastruktur cloud dalam sistem ini juga memungkinkan analisis data panggilan, pelaporan, serta integrasi dengan aplikasi lain menjadi lebih mudah. Selain itu, layanan dukungan teknis dapat diberikan dengan lebih efisien serta meminimalkan downtime.

Apa Perbedaan Cloud Contact Center dengan Contact Center Biasa?

Perbedaan mendasar antara cloud contact center dan contact center biasa terletak pada jenis infrastruktur yang digunakan. Contact center pada umumnya dijalankan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang ditempatkan di sebuah lokasi fisik perusahaan atau sebuah data center.

Di sisi lain, cloud contact center dijalankan dalam sebuah infrastruktur cloud. Hal ini memungkinkan akses terhadap contact center dapat dibuka dari mana saja. Selain itu, infrastruktur cloud juga dapat mengurangi ketergantungan pada perangkat keras fisik (hardware).

Secara umum, penggunaan infrastruktur cloud pada pusat kontak menawarkan fleksibilitas dalam kapasitas, update otomatis, dan dukungan untuk remote working. 

Mengapa Bisnis Harus Pindah Menggunakan Cloud Contact Center?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, teknologi ini menawarkan fleksibilitas dari berbagai aspek. Perusahaan dapat mengurangi beban biaya investasi awal untuk membeli perangkat keras dan infrastruktur fisik lainnya.

Selain biaya untuk infrastruktur fisik, perusahaan juga bisa menghemat biaya dengan menggunakan model berlangganan. Model berlangganan ini memungkinkan perusahaan untuk membayar hanya untuk layanan yang digunakan.

Fleksibilitas lain yang dimiliki pusat kontak berbasis cloud adalah penyesuaian kapasitas dan sumber daya sesuai kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat menjalankan sistem ini dari mana saja dengan anggota tim yang bekerja secara terpencar atau di lokasi yang berbeda-beda.

Apa Saja Fitur Cloud Contact Center?

Untuk bisa menawarkan fleksibilitas dan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, cloud contact center memiliki sejumlah fitur kunci yang dapat meningkatkan efisiensi operasional. Berikut ini adalah beberapa fitur serta penjelasannya:

Omnichannel

Pusat kontak berbasis cloud menawarkan berbagai saluran komunikasi dalam satu platform atau disebut juga omnichannel. Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk menghubungi perusahaan lewat berbagai jalur komunikasi. Di sisi lain, agen contact center dapat mengelola semua channel tersebut dalam satu platform.

Automatic Call Distributor (ACD)

Fitur ini merupakan fitur yang menentukan secara otomatis agen mana yang sesuai untuk menangani jenis panggilan tertentu. Distribusi panggilan ini dilakukan berdasarkan keterampilan dan keahlian khusus yang dimiliki setiap agen. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional contact center.

Agent Routing

Sama halnya seperti automatic call distributor, fitur agent routing berfungsi untuk menentukan agen paling sesuai untuk menangani panggilan tertentu. Hal ini dilakukan agar panggilan dapat diarahkan ke agen dengan keterampilan dan keahlian yang tepat untuk menyelesaikan masalah pelanggan.

Selain itu, fitur ini juga berguna untuk situasi di mana seorang agen membutuhkan bantuan dari sesama agen dengan keahlian tertentu.

Interactive Voice Response (IVR)

Fitur respons interaktif ini adalah sistem otomatis yang memungkinkan pelanggan untuk memilih tujuan panggilan mereka lewat panduan opsi menu suara. Pelanggan dapat memilih untuk berbicara dengan layanan pelanggan, bagian penjualan, atau mendapatkan informasi umum.

IVR dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan mengurangi waktu tunggu dan menentukan prioritas panggilan pelanggan.

Report dan Analytics

Fitur lain dari teknologi ini yang sangat berguna bagi bisnis adalah pelaporan dan analisis. Laporan dan analisis dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang analisis data panggilan dan pelaporan.

Selain itu, perusahaan juga dapat melacak kinerja contact center, mengidentifikasi tren panggilan dan memahami preferensi pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan pelayanan dan menghasilkan strategi pengembangan bisnis yang lebih matang.

Apa Saja Manfaat Cloud Contact Center untuk Perusahaan?

Penggunaan cloud contact center kini menjadi kunci penting dalam strategi pelayanan pelanggan bisnis modern. Berbagai fitur dan keunggulan yang ada memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Berikut adalah manfaat-manfaatnya:

Fleksibilitas

Infrastruktur cloud dalam pusat kontak menawarkan fleksibilitas baik dari segi perusahaan dalam menentukan sumber daya maupun dari segi agen yang dapat bekerja dari mana saja.

Hemat Biaya Operasional

Perusahaan dapat mengoptimalkan biaya operasional karena penggunaan cloud dapat mengurangi biaya investasi ke perangkat keras fisik dan infrastruktur data center.

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Fitur-fitur seperti ACD, IVR, dan agent routing dapat mempercepat proses pelayanan pelanggan dan efisiensi operasional di contact center.

Integrasi dengan Aplikasi Lain

Cloud contact center dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain seperti customer relationship management (CRM) atau software bisnis lainnya.

Manfaat-manfaat tersebutlah yang mendorong banyak perusahaan di dunia bisnis modern untuk beralih ke pusat kontak berbasis cloud.

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang bergerak di bidang infrastruktur IT dan telah menyediakan solusi-solusi teknologi berkualitas, salah satunya adalah cloud contact center.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi cloud contact center dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Tantangan Perbankan di Era Digital dan Cara Mengatasinya
25 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Tantangan Perbankan di Era Digital dan Cara Mengatasinya

Perkembangan teknologi di era digital mempengaruhi bisnis dari segala sektor, salah satunya adalah industri perbankan. Perubahan dan proses digitalisasi dalam perbankan ini membawa tantangan tersendiri. Tantangan perbankan yang ada dapat diatasi dengan solusi teknologi yang tepat.

Industri perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian. Oleh karena itu, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga secara tidak langsung menuntut industri perbankan untuk terus berinovasi untuk memaksimalkan layanan kepada nasabah.

Artikel ini akan membahas bagaimana peran industri perbankan dalam perekonomian Indonesia, apa saja tantangan yang dihadapi, serta solusi teknologi yang dapat mengatasinya. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!

Bagaimana Peran Industri Perbankan dalam Perekonomian Indonesia?

Industri perbankan merupakan lembaga keuangan yang memberikan berbagai layanan finansial. Layanan-layanan tersebut umumnya meliputi simpanan, pinjaman, serta investasi. Industri ini memiliki peran penting dalam perekonomian sebuah negara.

Perbankan menjadi tulang punggung perekonomian karena berperan sebagai penyedia sumber daya keuangan yang mendukung sektor-sektor lainnya. Baik di tingkat makro maupun mikro, perbankan memberikan layanan-layanan dan sumber daya keuangan yang memastikan kestabilan keuangan

Perkembangan Teknologi dalam Industri Perbankan

Perkembangan industri perbankan saat ini tidak luput dari gelombang besar digitalisasi yang membentuk ulang cara lembaga keuangan beroperasi dan berinteraksi dengan nasabah.

Digitalisasi perbankan ini meliputi integrasi teknologi dalam seluruh lini bisnis perbankan. Contohnya mulai dari layanan perbankan ritel hingga perbankan korporat. Digitalisasi ini dapat mengoptimalkan efisiensi operasional, memberikan pelayanan yang lebih responsif, dan inovasi produk yang lebih baik.

Beberapa contoh perkembangan dan pengadopsian teknologi dalam industri perbankan adalah penerapan kecerdasan buatan (AI), big data analytics, hingga teknologi cloud.

Teknologi-teknologi tersebut memungkinkan proses perbankan dijalankan dengan otomatisasi, pengolahan data lebih cepat dan akurat, serta layanan nasabah berbasis digital seperti internet banking, mobile banking, dan digital payment.

Proses digitalisasi merupakan potensi besar bagi industri perbankan yang juga akan menguntungkan nasabah dan sektor-sektor industri lainnya. Namun, adaptasi teknologi baru juga membawa beberapa kendala dan tantangan.

Terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi tantangan perbankan. Kondisi ekonomi setiap tahunnya dapat mempengaruhi tantangan perbankan, 2023 sendiri merupakan tahun yang menandai kondisi ekonomi global yang tidak menentu dari volatilitas harga hingga ketidakpastian rantai pasok global. Oleh karena itu, industri perbankan harus terus memantau dan bersiap untuk menghadapi tantangan dan kendala yang muncul di masa depan.

Apa Saja Kendala atau Tantangan yang Dihadapi Dunia Perbankan di Era Digitalisasi Ini?

Kendala atau tantangan perbankan saat ini berfokus pada bagaimana mengoptimalkan penggunaan teknologi dan memperkuat keamanan siber. Oleh karena itu, industri perbankan harus selalu siap untuk menyiapkan dan mengimplementasikan solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

Berikut ini adalah beberapa kendala atau tantangan perbankan umum yang dihadapi industri perbankan di era digitalisasi:

Sistem Penyimpanan Data

Salah satu tantangan krusial untuk perbankan di era digital ini adalah bagaimana mengelola sistem penyimpanan data (data storage system). Dewasa ini pertumbuhan data menjadi semakin cepat dan besar.

Hal ini dapat menimbulkan potensi masalah seperti kurangnya kapasitas penyimpanan, lambatnya pemulihan data, hingga potensi risiko keamanan data.

Perlindungan Data Pelanggan

Data pelanggan merupakan hal penting yang perlu dijamin keamanannya. Perlindungan data pelanggan kini menjadi fokus utama karena adanya risiko-risiko seperti kebocoran data dan pelanggaran privasi.

Selain itu, keamanan data pelanggan juga dapat terancam oleh serangan-serangan seperti upaya phising dan serangan malware. Keamanan data pelanggan yang lemah dapat berdampak negatif terhadap reputasi perbankan dan hilangnya kepercayaan nasabah.

Ancaman Serangan Siber

Seperti yang disinggung sebelumnya, keamanan sistem perbankan kini berisiko terkena serangan-serangan siber seperti malware, ransomware, hingga serangan DDoS (Distributed Denial of Service).

Serangan-serangan tersebut meliputi masalah keamanan dengan risiko tinggi seperti kehilangan dana nasabah, pencurian identitas, hingga kerentanan terhadap serangan siber yang terus berkembang.

Infrastruktur Jaringan Komunikasi

Layanan perbankan digital yang  bebas hambatan dapat tercapai dengan infrastruktur jaringan komunikasi yang kuat. Oleh karena itu, infrastruktur jaringan yang rentan dan tidak andal dapat menimbulkan berbagai kendala.

Beberapa kendala tersebut umumnya timbul dari ketergantungan pada koneksi yang tidak stabil. Hal tersebut kemudian berpotensi menimbulkan masalah seperti gangguan layanan, penundaan transaksi, hingga kehilangan data.

Integrasi Sistem

Setiap bank memiliki sistem yang berbeda karena dibangun pada waktu dan tujuan yang berbeda. Seiring berkembangnya teknologi, integrasi sistem tersebut perlu dilakukan untuk mempermudah alur operasional atau berinovasi dalam produk dan layanan.

Kendala yang dapat muncul dari sistem yang tidak terintegrasi dengan baik antara lain adalah rumitnya mengelola data dan informasi antar sistem, inkonsistensi data, kesulitan dalam pelaporan, hingga potensi kerugian operasional.

Bagaimana Cara Mengatasi Tantangan Perbankan di Era Digital?

Teknologi hadir sebagai solusi yang dapat mengatasi kendala-kendala dan tantangan perbankan mulai dari aspek operasional layanan hingga keamanan. Berikut ini adalah beberapa cara serta teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan perbankan di era digital:

Menyiapkan Infrastruktur Penyimpanan

Infrastruktur penyimpanan (storage infrastructure) memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan pertumbuhan eksponensial data yang masif di era digital.

Oleh karena itu, perbankan dapat menyiapkan infrastruktur penyimpanan yang terdistribusi dalam berbagai format seperti elektromagnetik, optikal, atau digital. Data dapat disimpan pada drive eksternal, remote device, removable media, atau secara online dalam cloud.

Menggunakan Solusi Perlindungan Data

Menghadapi masalah keamanan data, terutama data pelanggan, merupakan masalah serius yang harus ditangani. Salah satu solusi perlindungan data yang dapat digunakan adalah menerapkan backup system. 

Sistem ini dapat menyediakan salinan data yang terenkripsi dan dapat dipulihkan dengan cepat. Selain itu, solusi ini juga mencakup menyederhanakan lanskap data, mengamankan aset data, hingga mengotomatisasi layanan data.

Meningkatkan Keamanan Layanan Mobile

Salah satu komponen dalam perbankan digital saat ini adalah penggunaan aplikasi seluler atau mobile banking. Penggunaan aplikasi ini memiliki risiko dan tantangan tersendiri yang dapat diatasi dengan meningkatkan keamanan aplikasi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan atau digunakan adalah meningkatkan perlindungan aplikasi (application protection), mengintegrasikan keamanan dalam siklus pengembangan dengan DevSecOps, serta menerapkan skalabilitas keamanan dalam aplikasi seluler.

Infrastruktur Jaringan

Kegiatan perbankan digital sebagian besar tergantung pada konektivitas yang andal, aman, dan cepat. Untuk mengatasi masalah-masalah seputar infrastruktur jaringan terdapat beberapa solusi teknologi yang dapat digunakan.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah SD-WAN, berguna untuk meningkatkan kecepatan dan keandalan transmisi data antar cabang atau kantor bank. Selain itu, penggunaan firewall, deteksi intrusi, dan alat analisis performa jaringan juga dapat mengatasi atau mencegah masalah-masalah jaringan lainnya.

Atasi Tantangan Perbankan dengan Infrastruktur IT dari Phintraco Technology

Langkah untuk menghadapi tantangan perbankan di era digital, industri perbankan perlu mengadopsi solusi-solusi teknologi yang tepat. Phintraco Technology merupakan perusahaan ICT di bawah Phintraco Group yang memiliki spesialisasi di bidang infrastruktur IT. Infrastruktur IT dari Phintraco Technology dapat menjadi pilihan perusahaan Anda untuk mengatasi tantangan perbankan.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang infrastruktur IT untuk perbankan dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
4 Jenis Tier Data Center Berdasarkan Kebutuhan dan Skala Bisnis
24 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

4 Jenis Tier Data Center Berdasarkan Kebutuhan dan Skala Bisnis

Dalam data center terdapat klasifikasi yang membedakan pusat data menjadi 4 tingkatan berdasarkan kapasitas yang dimiliki. Tingkatan-tingkatan ini disebut juga dengan tier data center.

Pusat data atau data center kini menjadi infrastruktur IT yang vital bagi perusahaan-perusahaan khususnya yang telah mengimplementasikan digitalisasi. Hal ini disebabkan karena pusat data yang stabil, kuat, dan selalu tersedia menjadi penentu keberhasilan bisnis.

Lalu apa saja tier data center? Apa saja fungsi dan kapasitasnya? Serta bagaimana cara memilih tier yang tepat untuk perusahaan? Simak artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Tier Data Center?

Sebelum mengetahui apa itu tingkatan dalam data center, penting untuk tahu lebih dulu tentang apa itu data center. Data center atau pusat data adalah pusat pengelolaan dan pengolahan data sebuah perusahaan atau organisasi.

Pusat data merupakan infrastruktur IT yang terdiri dari berbagai software dan hardware. Infrastruktur tersebut dapat menyediakan penyimpanan data, keandalan jaringan, serta komputasi yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi dan layanan.

Sementara itu, tier data center adalah sebuah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Uptime Institute. Klasifikasi terhadap pusat data ini dilakukan untuk mengukur tingkat keandalan dan ketersediaan sebuah pusat data.

Klasifikasi atau tier dalam pusat data dikelompokkan dari Tier 1 hingga Tier 4. Masing-masing tingkatan tersebut menunjukkan seberapa andal atau stabil suatu pusat data dalam menyediakan layanan IT.

Apa Saja Tier dalam Data Center?

Tier pada data center dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria yang mencakup redundansi, pemeliharaan, hingga ketersediaan daya. Setiap tingkatan memiliki tingkat keandalan dan redundansi yang berbeda-beda. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

Tier 1

Tier 1 data center adalah tingkatan paling dasar dalam sistem pusat data. Pusat data tingkat 1 ini hanya memiliki satu jalur distribusi utama yaitu untuk listrik, sistem pendingin, dan komponen lainnya.

Komponen-komponen dalam tier 1 umumnya menggunakan server standar dan software manajemen dasar. Tingkat data ini juga bisa menggunakan firewall sederhana dan storage yang terbatas.

Tier 2

Tier 2 data center memiliki peningkatan keandalan dibanding tingkatan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena komponen-komponen seperti load balancer  serta switch dan router yang mendukung redundansi.

Pusat data tingkat 2 ini juga memiliki koneksi ganda ke provider internet sehingga bisa menawarkan jaringan yang lebih andal. Pada tingkatan ini, firewall dan storage yang digunakan juga lebih canggih dan lebih luas.

Tier 3

Tier 3 data center memiliki peningkatan keandalan dari tingkatan sebelumnya dengan redundansi koneksi ke berbagai provider internet. Selain itu, tier 3 juga memiliki penanganan traffic internal yang jauh lebih efisien.

Komponen-komponen dalam tingkatan ketiga ini antara lain adalah software pendeteksi ancaman dengan keamanan tingkat tinggi, server dengan redundansi, dan sistem penyimpanan yang terdistribusi.

Tier 4

Tier 4 data center adalah tingkatan tertinggi dalam klasifikasi pusat data. Pusat data pada tingkatan ini memiliki redundansi yang sangat tinggi untuk menghindari kegagalan.

Pusat data ini juga memiliki sistem manajemen otomatis yang dapat mendeteksi dan menangani kegagalan, sistem keamanan tinggi, serta server yang memiliki kemampuan self-recovery.

Apa Fungsi Masing-masing Tier dalam Data Center?

Setiap tingkatan dalam data center memiliki infrastruktur data yang berbeda dan menawarkan fitur dan keandalan yang berbeda. Hal ini membuat masing-masing tier memiliki fungsi atau cocok untuk digunakan oleh bisnis skala tertentu. Berikut ini adalah fungsi masing-masing tingkatan dalam data center:

Tier 1 Data Center

Tier 1 hanya memiliki peralatan dan komponen IT yang beroperasi pada satu jalur distribusi dan satu uplink per server (non-redundant). Oleh karena itu, pusat data tingkat 1 ini banyak digunakan oleh perusahaan yang memiliki data center sendiri yang dioperasikan oleh tim internal perusahaan.

Perusahaan yang menggunakan tier 1 umumnya merupakan bisnis kecil dengan klasifikasi uptime (persentase operasi power supply selama setahun) sebesar 99.671%. Downtime maksimum pada tier ini adalah sekitar 28,8 jam per tahun.

Tier 2 Data Center

Tingkatan atau tier 2 memiliki kelebihan dari tier sebelumnya yaitu memiliki komponen redundansi berupa UPS (uninterruptible power supply). Tier ini perlu memiliki generator cadangan jika terjadi pemadaman listrik.

Perusahaan skala regional yang sedang mengembangkan web presence dan membutuhkan database skala menengah bisa menggunakan tingkat 2 data center. Tier ini memiliki uptime sebesar 99.741% dan downtime maksimal 22 jam per tahun.

Tier 3 Data Center

Tingkatan 3 dalam data center merupakan tingkatan data center yang umum disediakan oleh penyedia data center di Indonesia. Pada tier ini, terdapat lebih dari satu sumber daya dan jaringan (multi-network link). Tier 3 juga tidak perlu dimatikan (shutdown) saat peralatan membutuhkan perawatan atau penggantian.

Fasilitas infrastruktur data pada tier 3 harus didukung oleh sumber daya dan jaringan yang kuat. Tingkat uptime pada tier ini adalah sebesar 99.982% dan hanya memiliki downtime maksimal 1,5 jam per tahun.

Tier 4 Data Center

Tier 4 data center beroperasi menggunakan UPS dengan satu backup yang dioperasikan pada jaringan yang berbeda. UPS dan backup yang berada pada jalur berbeda ini membuat tier 4 memiliki redundansi dan keandalan yang paling tinggi.

Semua komponen tier 4 seperti uplink dan penyimpanannya bersifat fault-tolerance (sistem mampu beroperasi tanpa gangguan ketika salah satu atau beberapa komponen mengalami kegagalan). Data center tingkat 4 memiliki tingkat uptime sebesar 99.995% dan toleransi downtime hanya 30 menit per tahun.

Apa Saja Manfaat Tier Data Center untuk Perusahaan?

Menggunakan pusat data yang terbagi dalam tingkatan-tingkatan tertentu dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur data sendiri. Selain itu, berikut adalah beberapa manfaat tingkatan pada data center untuk perusahaan:

Ketersediaan dan Keandalan Tinggi

Pusat data dengan tingkatan dan spesifikasi yang berbeda memastikan sistem IT kritis tetap tersedia ketika terjadi kegagalan hardware atau pemeliharaan. Perusahaan juga dapat memilih tingkat keandalan yang sesuai dengan operasi bisnis dan kebutuhan perusahaan masing-masing.

Skalabilitas

Seiring berkembangnya teknologi dan bisnis, kebutuhan akan infrastruktur IT akan terus berkembang. Pusat data dengan struktur tier ini menyediakan opsi skalabilitas agar perusahaan bisa memperluas sumber daya dan beradaptasi dengan pertumbuhan bisnis.

Meningkatkan Keamanan

Data center umumnya menggabungkan berbagai langkah keamanan tingkat lanjut untuk melindungi data dan aplikasi dari ancaman siber. Hal ini meliputi firewall, sistem pendeteksi intrusi, serta protokol keamanan lainnya.

Manajemen Sumber Daya Lebih Efisien

Tingkatan dalam data center dapat mengoptimalkan manajemen sumber daya dengan memastikan semua komponen digunakan secara efisien. Efisiensi ini tidak hanya menjaga keberlanjutan komponen-komponen tersebut tetapi juga bisa menghemat biaya operasional.

Kemampuan Pemulihan Bencana

Data center dengan tingkatan tinggi umumnya dilengkapi dengan sistem atau kemampuan recovery yang baik. Hal ini membuat semua data dalam sistem bisa pulih setelah kejadian tidak terduga seperti kegagalan sistem atau bencana alam.

Bagaimana Cara Memilih Tier Data Center yang Tepat untuk Perusahaan?

Untuk memilih tier data center yang tepat, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan operasional dan kritikalitas aplikasi IT perusahaan.

Jika sebuah perusahaan memerlukan ketersediaan tinggi, maka pilihlah data center dengan tingkatan tinggi. Sebaliknya, jika kebutuhannya sederhana, pilihlah tier yang lebih rendah untuk menghemat biaya.

Selain kebutuhan, perhatikan juga perkiraan pertumbuhan perusahaan dalam waktu dekat. Jika diperkirakan akan berkembang pesat, perusahaan bisa memilih data center yang mendukung skalabilitas agar tidak perlu melakukan migrasi data di masa depan.

Faktor keamanan, efisiensi energi, dan recovery juga harus menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan dalam memilih tingkatan dalam data center.

Phintraco Technology dapat membantu perusahaan Anda untuk mengimplementasikan solusi data center dengan tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan dan skala perusahaan. Phintraco Technology merupakan perusahaan ICT yang berpengalaman dan didukung oleh tim IT bersertifikat.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi data center dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read