Disrupsi Teknologi Adalah Tantangan Fundamental Bisnis Modern

06 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Disrupsi Teknologi Adalah Tantangan Fundamental Bisnis Modern

Lanskap bisnis modern terus mengalami perubahan yang cepat. Salah satu tantangan fundamental dalam perubahan dan kemajuan teknologi adalah terjadinya disrupsi teknologi.

Teknologi-teknologi baru terus bermunculan mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, hingga Internet of Things (IoT). Untuk perusahaan dan bisnis, perubahan ini tidak hanya menjadi sebuah tantangan, tetapi juga bisa menjadi peluang.

Lalu apa pengertian disrupsi teknologi? Apa saja contoh, penyebab, dampak, serta cara menghadapinya? Simak penjelasannya di artikel berikut ini!

Apa Itu Disrupsi Teknologi?

Secara etimologis, disrupsi artinya adalah interupsi pada proses yang telah berlangsung secara berkesinambungan. Dengan kata lain, disrupsi adalah perubahan fundamental dalam suatu tatanan.

Dalam konteks teknologi, disrupsi teknologi adalah perubahan besar-besaran dalam cara sebuah industri beroperasi atau cara masyarakat umum melakukan kegiatan. Perubahan tersebut disebabkan oleh penerapan teknologi baru dan inovasi.

Perkembangan teknologi kerap mendorong perusahaan atau individu untuk meninggalkan metode atau cara lama dan mengadopsi teknologi baru agar tetap relevan.

Pengenalan teknologi baru dan perubahan model bisnis menjadi digital adalah salah satu contoh disrupsi teknologi, artinya perusahaan harus bisa beradaptasi dan mengambil keuntungan dari perubahan tersebut.

Apa Saja Contoh Disrupsi Teknologi?

Perubahan drastis yang terjadi karena perkembangan teknologi digital dapat dilihat di berbagai sektor bisnis. Contohnya dalam sektor ritel, perusahaan-perusahaan tersebut kini mulai harus bersaing dan beralih ke model penjualan online (e-commerce).

Contoh secara umum lainnya adalah digital marketing. Masyarakat yang mulai memasuki era digital akan beralih juga ke platform digital. Hal tersebut akan mengubah perilaku konsumen yang akhirnya memaksa perusahaan untuk mengubah strategi pemasaran, misalnya dengan menggunakan media sosial.

Contoh lain yang kini mulai banyak digunakan di berbagai sektor adalah artificial intelligence atau AI. Penggunaan AI yang tiba-tiba berkembang pesat merupakan salah satu tanda bahwa masyarakat telah memasuki era disrupsi.

Apa Penyebab Terjadinya Disrupsi Teknologi?

Disrupsi teknologi digital dapat terjadi karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Faktor-faktor tersebut akan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk menyikapi disrupsi yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

Inovasi dan Perkembangan Teknologi

Teknologi terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Penemuan dan inovasi teknologi yang lebih canggih dapat mengubah cara suatu industri beroperasi.

Perubahan Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah sesuatu yang dinamis dan harus selalu dianalisis secara berkala. Tidak jarang perubahan perilaku dan preferensi konsumen dapat mendorong terjadinya perubahan teknologi dalam rangka memenuhi permintaan konsumen tersebut.

Perubahan Regulasi atau Kebijakan

Selain teknologi dan konsumen, regulasi dan aturan dari pemerintah juga bisa menjadi penyebab terjadinya disrupsi. Perubahan regulasi dan lingkungan hukum dapat mendorong perusahaan untuk mencari alternatif lain yang umumnya akan bisa diatasi dengan inovasi teknologi.

Globalisasi

Internet dan media digital kini membuat pasar global menjadi lebih terhubung. Hal ini dapat membawa perubahan besar dalam dinamika industri. Disrupsi teknologi dapat terjadi akibat munculnya persaingan dan akses ke pasar global.

Apa Saja Dampak Disrupsi Teknologi Terhadap Perusahaan?

Disrupsi teknologi menghasilkan perubahan fundamental bagi bisnis di berbagai sektor. Perubahan-perubahan tersebut bisa memberi dampak bagi perusahaan, baik itu dampak positif maupun negatif.

Jika perusahaan memandang disrupsi teknologi sebagai sebuah tantangan dan berhasil menghadapinya, maka disrupsi teknologi akan berdampak positif pada perusahaan. Berikut ini adalah dampak-dampak positifnya:

Inovasi Produk dan Layanan

Perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dapat mengadopsi teknologi baru untuk menghasilkan produk atau layanan yang lebih baik.

Penggunaan teknologi dalam produk dan layanan umumnya akan menghasilkan solusi yang efisien, berkualitas tinggi, dan bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Operasional yang Lebih Efisien

Penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan bisa menerapkan otomatisasi bisnis menggunakan infrastruktur IT yang mendukung.

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Inovasi produk dan layanan dari perusahaan dapat menghasilkan pengalaman dan kepuasan pelanggan yang tinggi.

Perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk memberikan layanan pelanggan yang responsif, produk yang sesuai dengan kebutuhan, serta interaksi pelanggan yang lebih personal.

Memperluas Potensi Pasar

Penggunaan teknologi digital dan otomatisasi dalam proses bisnis merupakan ciri-ciri dari Revolusi Industri 4.0. Perusahaan yang beradaptasi dengan disrupsi teknologi bisa membuka potensi pasar dan konsumen yang lebih  luas hingga ke pasar global.

Bagaimana Cara Perusahaan Menghadapi Disrupsi Teknologi?

Sebelum memulai langkah pertama dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam kegiatan bisnis, perusahaan harus memperhatikan beberapa tahapan sebelum menghadapi perubahan drastis dari perkembangan teknologi. Berikut ini adalah cara perusahaan bisa menghadapi disrupsi teknologi:

Evaluasi Kebutuhan dan Kesiapan Teknologi

Langkah pertama yang bisa dilakukan perusahaan adalah mengidentifikasi kebutuhan teknologi, lalu mengaudit seluruh infrastruktur IT perusahaan. Setelah melakukan identifikasi, perusahaan dapat memperbaiki atau memperbarui infrastruktur IT yang dibutuhkan.

Investasi Sumber Daya Manusia

Setelah memiliki infrastruktur IT yang memadai, perusahaan harus berinvestasi pada sumber daya manusia. Investasi dalam hal ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan dalam rangka meningkatkan literasi digital.

Disrupsi teknologi kerap dikaitkan dengan teknologi yang menggantikan pekerjaan manusia. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan SDM yang ada memiliki keahlian dalam mengoperasikan teknologi baru tersebut.

Mempersiapkan Model Bisnis Baru

Lanskap bisnis yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan terus berkembang. Perusahaan harus melakukan adaptasi dengan mengevaluasi dan menyesuaikan model bisnis sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada.

Melakukan Transformasi Digital pada Proses Bisnis

Untuk bisa menghadapi disrupsi digital, perusahaan harus bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis dalam segala aspek.

Langkah penting yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi dengan teknologi adalah dengan transformasi digital. Transformasi digital dapat membuat proses bisnis menjadi lebih efisien dan efektif dengan otomatisasi

Infrastruktur IT merupakan kunci penting bagi perusahaan agar bisa menghadapi disrupsi teknologi dan mengambil manfaatnya. Selain itu, infrastruktur IT juga berperan sebagai pendukung operasi bisnis yang sukses dan efisien.

Phintraco Technology adalah perusahaan solusi dan layanan ICT yang dapat menyediakan solusi infrastruktur IT terbaik untuk perusahaan Anda dalam rangka menghadapi disrupsi teknologi.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi-solusi infrastruktur IT terbaik dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini