
Energi merupakan kebutuhan vital bagi keberlangsungan hidup manusia, tidak terkecuali dalam dunia bisnis di era globalisasi ini. Persediaan energi yang semakin terbatas serta dampak negatif dari penggunaan energi fosil terhadap lingkungan mendorong setiap bisnis untuk bisa lebih bijak dalam mengelola dan memanfaatkan energi. Prinsip hemat energi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menjaga kelestarian energi dan lingkungan.
Penghematan energi bukan hanya sekadar menggunakan energi secara efisien untuk mengurangi biaya operasional, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi bisnis di masa depan. Praktik hemat energi sendiri dapat secara tidak langsung berkontribusi positif bagi lingkungan, efisiensi perusahaan, reputasi, serta daya saing bisnis di pasar. Artikel ini akan membahas secara mendalam terkait penghematan energi, mulai dari definisinya, mengapa gerakan ini penting, bagaimana cara melakukannya, serta apa saja manfaatnya untuk bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Penghematan energi merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan energi secara efisien tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas output yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti penggunaan peralatan elektronik yang menggunakan energi lebih sedikit, mengatur pencahayaan yang optimal, serta menggunakan sumber energi terbarukan atau sumber energi alternatif.
Akan tetapi, menghemat energi tidak berarti mengurangi penggunaan energinya secara drastis, tetapi lebih kepada menggunakan energi secara bijak dan efisien. Tujuan ini dapat dicapai dengan menggunakan peralatan yang tepat, penggunaan energi yang sesuai dengan kebutuhan, serta pengelolaan energi yang efektif. Jika hal ini dapat diterapkan di seluruh aspek bisnis, maka perusahaan akan mendapatkan manfaat yang signifikan dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Penggunaan energi yang efisien memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus melestarikan lingkungan. Terdapat beberapa faktor pendorong serta urgensi mengapa menghemat energi itu penting, di antaranya adalah keterbatasan sumber daya energi. Sumber daya energi konvensional seperti fosil, minyak bumi, batu bara, dan gas alam kinin semakin menipis. Oleh karena itu, ketergantungan pada sumber daya tersebut harus dikurangi karena dapat menyebabkan masalah lingkungan dan mengancam ketersediaan energi di masa depan.
Selain itu terdapat juga faktor perubahan iklim yang kini semakin terlihat. Penggunaan energi fosil dapat mempengaruhi meningkatnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim sendiri dapat berdampak sangat signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Penghematan energi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim.
Penggunaan energi fosil tidak hanya mengancam lingkungan dan ketersediaan energi di masa depan, tetapi juga semakin meningkat harganya dari waktu ke waktu. Hal ini, dalam konteks bisnis, dapat membebani biaya operasional bisnis hingga mengurangi keuntungan. Perusahaan dapat menghemat energi sebagai upaya mengatasi membengkaknya biaya energi konvensional tersebut.
Masyarakat dan pemerintah kini sudah memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap isu lingkungan. Pemerintah juga telah mengeluarkan regulasi terkait penggunaan energi. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa mematuhi regulasi yang ada agar tidak dikenakan sanksi.
Usaha menghemat energi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Beberapa cara ini dapat dilakukan di skala yang kecil seperti lingkungan rumah tangga hingga skala yang besar seperti industri. Berikut ini adalah beberapa cara melakukan penghematan energi:
Pilihlah perangkat elektronik yang dirancang untuk lebih hemat energi. Perangkat elektronik seperti ini secara khusus dirancang untuk menggunakan energi secara lebih efisien dibandingkan perangkat elektronik konvensional.
Pastikan untuk mematikan perangkat elektronik yang tidak perlu ketika tidak digunakan, misalnya lampu, komputer, televisi, atau pendingin ruangan. Membiarkan perangkat elektronik menyala terus menerus dapat mengonsumsi energi berlebihan.
Salah satu cara untuk menghemat energi yang digunakan untuk penerangan atau lampu adalah dengan mengatur pencahayaan secara efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lampu LED hemat energi atau dengan menggunakan pencahayaan alami sebanyak mungkin.
Metode penghematan energi yang kini mulai banyak diterapkan adalah dengan menggunakan sumber energi terbarukan seperti energi sinar matahari. Energi listrik yang didapatkan dari menggunakan solar panel dapat digunakan untuk memperdayakan rumah skala kecil hingga industri.
Praktik menghemat energi dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utamanya:
Dari segi operasional, menghemat energi dapat membantu perusahaan untuk mengurangi biaya operasional secara signifikan. Contohnya, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran untuk tagihan listrik dengan menggunakan energi listrik secara efisien.
Penggunaan energi yang efisien juga dapat membantu perusahaan untuk berkontribusi pada lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini merupakan upaya mitigasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.
Perusahaan yang dapat menggunakan energi secara hemat dan efisien akan mendapatkan citra yang positif di mata konsumen atau mitra bisnis. Hal ini dapat menjadi nilai jual lebih bagi perusahaan di pasaran untuk menarik pelanggan baru atau investor.
Salah satu cara efektif untuk menghemat energi bagi perusahaan adalah dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti energi matahari. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan solar panel untuk energi listrik berbagai kebutuhan operasional.
Phintraco Technology, sebagai perusahaan infrastruktur IT, memiliki solusi solar panel yang dapat membantu Anda untuk menggunakan energi secara efisien. Dengan kualitas solar panel yang terjamin dan efisiensi tinggi, Anda dapat menghasilkan energi listrik yang optimal secara mandiri sekaligus menghemat biaya operasional untuk tagihan listrik.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi solar panel dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kebutuhan akan energi listrik kini terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi. Selama ini sumber energi utama yang digunakan bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi kondisi iklim global. Oleh karena itu, kini penggunaan sumber energi terbarukan semakin didorong untuk bisa mewujudkan sumber energi yang ramah lingkungan. Salah satu solusi tersebut adalah menggunakan energi matahari melalui sistem panel surya, dengan menggunakan inverter panel surya.
Inverter panel surya adalah salah satu komponen inti dalam sistem Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS). Perangkat inilah yang berperan dalam menghasilkan listrik dari energi matahari yang dapat digunakan untuk keperluan elektronik rumah tangga, perkantoran, hingga industri. Artikel ini akan membahas inverter secara mendalam, mulai dari definisinya, fungsinya, prinsip dan cara kerjanya, jenis-jenis, hingga manfaatnya demi optimalisasi pemanfaatan energi matahari. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Inverter panel surya, atau power inverter, artinya merujuk pada perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengkonversi arus listrik DC (direct current) yang dihasilkan oleh solar panel menjadi arus listrik AC (alternating current). Solar panel dapat mengubah energi matahari menjadi aliran listrik dalam bentuk DC melalui sel-sel photovoltaic yang menyerap photon dari cahaya matahari.
Akan tetapi, sebagian besar perangkat elektronik atau listrik yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari memerlukan arus listrik AC. Oleh karena itu, inverter adalah alat yang penting untuk bisa mengoptimalkan penggunaan energi listrik yang didapat dari energi matahari, dengan mengubah aliran listrik DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk perangkat elektronik.
Berdasarkan kebutuhan dan skala sistem PLTS-nya, inverter solar panel dibagi menjadi beberapa jenis salah satunya adalah string inverter. Jenis ini menghubungkan lebih dari satu solar panel ke dalam sebuah rangkaian seri, atau string. String inverter sering digunakan pada sistem PLTS yang memiliki skala kecil hingga skala menengah, mulai dari keperluan rumah tangga dan bangunan komersial.
Selain itu, ada pula jenis micro inverter yang dipasang secara individual di setiap solar panel. Hal ini memungkinkan konversi arus listrik DC ke arus listrik AC di solar panel secara terpisah. Keunggulan dari jenis ini adalah kinerja setiap konversi di setiap panel yang lebih optimal. Ketika ada salah satu panel yang bermasalah, panel lainnya tetap dapat berfungsi secara optimal.
Jenis hybrid merupakan kombinasi antara inverter dan charger controller. Hal ini memungkinkan sistem PLTS untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan solar panel ke dalam baterai untuk digunakan saat dibutuhkan.
Secara umum, inverter pada panel surya berfungsi untuk mengkonversi arus listrik DC ke arus listrik AC. Terdapat pula fungsi-fungsi serta fitur tambahan lainnya yang juga penting untuk kinerja PLTS secara keseluruhan, yaitu:
MPPT merupakan pelacakan titik daya maksimum (maximum power point) yang bisa dihasilkan oleh solar panel dalam berbagai kondisi cuaca dan suhu. Inverter memastikan solar panel dapat selalu beroperasi pada efisiensi tertinggi untuk bisa menghasilkan output energi yang optimal.
Beberapa inverter terkini telah dilengkapi dengan sistem monitoring yang dapat digunakan untuk memantau kinerja sistem PLTS secara real time. Pengguna dapat melihat produksi energi, tegangan, arus listrik, dan parameter lainnya. Terdapat juga fitur proteksi dari gangguan listrik seperti lonjakan tegangan (surge), arus berlebih (overcurrent), dan short circuit.
Khusus sistem PLTS on-grid atau yang terhubung ke jaringan listrik, inverter dapat berfungsi sebagai sinkronisasi frekuensi dan tegangan arus listrik AC yang dihasilkan dari solar panel dengan yang ada di jaringan listrik. Hal ini berfungsi untuk menyalurkan energi berlebih yang dihasilkan oleh panel surya ke jaringan listrik.
Cara kerja inverter memiliki beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah konversi arus DC ke AC yang terjadi di panel surya melalui sel-sel photovoltaic. Setelah itu, terjadi proses switching di dalam inverter, tepatnya di switching circuit. Rangkaian elektronik ini menggunakan transistor untuk mengalihkan arah arus DC dengan cepat dan berulang-ulang. Proses inilah yang menjadi arus AC berbentuk gelombang persegi.
Kemudian, gelombang persegi yang dihasilkan dari proses switching masih mengandung harmonisa yang dapat mengganggu perangkat elektronik. Oleh karena itu, inverter akan mem-filter gelombang persegi tersebut menjadi gelombang sinus yang lebih bersih dan cocok untuk digunakan dalam standar kelistrikan.
Selanjutnya, inverter akan mengatur tegangan dan frekuensi arus AC yang dihasilkan untuk menyesuaikan standar jaringan listrik yang berlaku, misalnya 220V/50Hz atau 110V/60Hz. Selama proses konversi ini, inverter akan melakukan MPPT secara terus-menerus untuk memastikan solar panel selalu menghasilkan daya secara optimal.
Implementasi inverter solar panel dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan. Berikut ini adalah manfaat-manfaat tersebut beserta penjelasannya:
Inverter dapat memastikan energi yang dihasilkan oleh solar panel bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan listrik rumah tangga, komersial, maupun industri. Hal ini akan membuat setiap energi matahari yang diterima dapat digunakan secara optimal.
Pemanfaatan energi matahari, sebagai sumber energi terbarukan, dapat mengurangi ketergantungan pengguna pada listrik dari jaringan PLN. Hal ini dapat menghemat biaya operasional tagihan listrik secara signifikan.
Penggunaan energi matahari sebagai sumber listrik juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang memiliki dampak negatif terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, penggunaan inverter adalah upaya mewujudkan energi yang ramah lingkungan.
Beralihlah ke penggunaan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan! Solar panel dengan inverter yang canggih dapat memastikan optimalisasi dalam penggunaan energi matahari untuk keperluan kelistrikan Anda.
Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure berpengalaman, memiliki solusi solar panel terbaik yang dapat mewujudkan pemanfaatan energi terbarukan dan ramah lingkungan untuk bisnis Anda.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi solar panel dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Fleksibilitas dan efisien merupakan dua aspek penting dalam pengelolaan infrastruktur IT. Kedua aspek tersebut sangat krusial untuk memastikan keberlangsungan dan daya saing bisnis di era digital. Salah satu solusi teknologi terkait infrastruktur yang telah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan adalah teknologi software virtualisasi. Teknologi ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perangkat keras, menghemat biaya operasional, dan meningkatkan skalabilitas sistem secara signifikan.
Virtualisasi secara umum telah merevolusi lanskap infrastruktur IT secara fundamental, mulai dari pusat data perusahaan dengan skala besar hingga perangkat pribadi milik pengguna sehari-hari. Selain itu, teknologi virtualisasi ini juga dapat membuka peluang untuk inovasi-inovasi baru seperti cloud computing dan infrastructure as a service (IaaS). Artikel ini akan membahas tentang aplikasi virtualisasi serta berbagai aspek di dalamnya, mulai dari definisinya, manfaat-manfaatnya untuk bisnis, cara kerja serta contoh software virtualisasi, serta rekomendasi software virtual machine terbaik untuk bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Software virtualisasi adalah teknologi berbasis perangkat lunak yang digunakan untuk implementasi dan pengelolaan virtualisasi. Sementara virtualisasi sendiri merupakan proses menciptakan versi virtual dari sesuatu yang fisik, seperti perangkat keras (server, storage, network), sistem operasi, atau sumber daya jaringan lainnya. Sederhananya, virtualisasi memungkinkan penggunanya untuk menjalankan dua atau lebih sistem operasi dan aplikasi secara bersamaan di satu perangkat keras fisik saja.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan perangkat lunak khusus yang disebut hypervisor. Hypervisor merupakan lapisan abstrak antara perangkat keras fisik yang mendasarinya dan virtual machine yang dijalankan di atasnya. Setiap virtual machine tersebut berjalan masing-masing secara independen dengan sumber daya yang telah dialokasikan untuk masing-masing.
Perangkat lunak virtualisasi sendiri bertugas untuk menciptakan dan mengelola virtual machine, mengalokasikan sumber daya yang ada (CPU, memori RAM, penyimpanan, dan jaringan) ke setiap VM, serta menjadi interface bagi pengguna untuk menggunakan VM. Oleh karena itu, implementasi virtualisasi yang efisien dan terkelola tidak dapat dilakukan tanpa perangkat lunak ini. Beberapa contoh software virtualisasi sederhana dapat dijalankan di komputer pribadi untuk mengoperasikan OS yang berbeda atau menjalankan aplikasi di lingkungan yang terpisah.
Pengguna aplikasi virtualisasi dapat membuat virtual machine dengan spesifikasinya masing-masing sesuai dengan kebutuhan, mulai dari alokasi memori, kapasitas penyimpanan, hingga jumlah core CPU. Hal ini memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi pengguna.
Secara umum, teknologi virtualisasi atau perangkat lunaknya dapat memberikan berbagai manfaat signifikan untuk bisnis dari berbagai sektor dan skala. Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat tersebut beserta penjelasannya:
Virtualisasi dapat mengurangi kebutuhan untuk perangkat keras fisik secara signifikan. Hal ini sekaligus juga mengurangi biaya energi listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat keras fisik tersebut, serta biaya sewa ruang data center yang semakin tinggi.
Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur IT yang lebih mudah karena virtualisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Administrator IT dapat mengelola beberapa mesin virtual melalui satu konsol terpadu untuk melakukan patching, update, dan monitoring.
Teknologi ini memungkinkan penambahan atau pengurangan sumber daya komputasi dengan mudah untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis yang dinamis. Hal ini secara signifikan meningkatkan skalabilitas dan fleksibilitas untuk perusahaan di masa depan.
Pencadangan dan pemulihan sistem dalam virtualisasi dapat dilakukan dengan lebih efisien. Mesin virtual dapat dicadangkan sebagai file lalu dipulihkan ke perangkat keras lain jika terjadi kegagalan atau bencana alam. Hal ini dapat meminimalkan downtime yang menyebabkan kerugian bisnis.
Perusahaan dapat memanfaatkan lingkungan terisolasi untuk menjalankan pengujian dan pengembangan aplikasi secara lebih mudah dan efisien. Tim developer dapat membuat mesin virtual dengan konfigurasi yang berbeda untuk menguji aplikasi mereka tanpa mempengaruhi sistem produksi yang sedang berjalan.
Software virtualisasi bekerja melalui komponen penting yaitu hypervisor. Hypervisor bertugas untuk menciptakan lapisan abstraksi yang memisahkan perangkat keras fisik dengan mesin virtual yang berjalan di atasnya. Setiap mesin virtual ini dapat berjalan sendiri dan terisolasi dari VM lain dengan sistem operasi dan aplikasinya masing-masing.
Terdapat dua jenis hypervisor, yaitu Tipe 1 (bare-metal) yang berjalan langsung di perangkat keras fisik tanpa sistem operasi, serta Tipe 2 (hosted) yang berjalan di atas sistem operasi yang sudah ada. Pemilihan tipe hypervisor ini disesuaikan dengan kebutuhan dan skala implementasi virtualisasi yang diinginkan perusahaan.
Hypervisor kemudian akan mengalokasikan sumber daya secara dinamis dan efisien. Jika terdapat satu mesin virtual yang gagal, mesin virtual lain tidak akan terpengaruh karena isolasi yang ketat antara VM tersebut. Selain itu, hypervisor juga bertugas untuk menangani interaksi antara mesin virtual dan perangkat keras fisik, menerjemahkan permintaan antara kedua komponen ini dari dua arah.
Virtualisasi dapat diimplementasikan pada berbagai aspek dalam infrastruktur IT. Setiap aspek tersebut memiliki jenis, manfaat, dan solusi yang spesifik. Berikut ini adalah jenis-jenis perangkat lunak virtualisasi:
Virtualisasi jaringan mengabstraksi sumber daya fisik pada jaringan, seperti switch, router, firewall, dan load balancer. Hal ini dapat membuat jaringan virtual lebih mudah dikelola, contohnya adalah virtual LAN (VLAN) dan virtual private network (VPN)
Jenis virtualisasi ini menggabungkan beberapa perangkat storage yang berbeda menjadi satu unit penyimpanan virtual yang lebih besar dan mudah dikelola. Contohnya adalah storage area network (SAN) dan software-defined storage (SDS).
Satu server fisik dapat dibagi menjadi beberapa server virtual yang independen. Jenis virtualisasi ini umumnya digunakan di data center atau lingkungan cloud.
Data virtualization merupakan proses abstraksi data dari sumber fisik yang beragam. Hal ini bertujuan untuk akses data yang lebih terpadu dan konsisten guna mempermudah analisis data dan pengambilan keputusan.
Terdapat pula virtualisasi desktop yang menyediakan lingkungan desktop virtual untuk pengguna yang bisa diakses dari perangkat apa pun, kapan pun, dan di mana pun.
Terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memilih solusi software virtualisasi yang tepat untuk bisnis Anda. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah skalabilitas, performa, keamanan kemudahan penggunaan, serta dukungan teknis.
Salah satu solusi perangkat lunak virtualisasi terbaik yang dapat membantu bisnis Anda adalah KSphere Virtualization dari KAYTUS. KSphere Virtualization adalah solusi virtualisasi full-stack yang komprehensif untuk lingkungan on-premise, hybrid cloud, atau private cloud. Solusi ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang andal, efisien, aman, dan mudah dikelola.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, dapat membantu Anda untuk mengimplementasikan solusi KSphere Virtualization untuk bisnis Anda.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi virtualisasi dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kebutuhan untuk infrastruktur IT yang fleksibel, efisien, dan mudah dikelola kini semakin meningkat. Bisnis dari segala sektor dan skala menghadapi tantangan yang sama dalam mengelola volume dan kompleksitas data yang terus bertambah, serta memastikan ketersediaan layanan yang tinggi. Infrastruktur IT tradisional sering tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Oleh karena itu, kini muncul berbagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah hyper converged infrastructure atau HCI. Teknologi ini merupakan pendekatan yang mengintegrasikan komputasi tingkat tinggi, penyimpanan, serta jaringan ke dalam platform terpadu berbasis software, sehingga operasional menjadi lebih efisien dan sederhana.
HCI server adalah transformasi utama dalam cara perusahaan membangun dan mengelola infrastruktur IT modern. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat mengurangi kompleksitas dan meningkatkan agilitas dalam merespons perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis. Artikel ini akan membahas HCI dan berbagai aspek di dalamnya, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, cara kerja, serta manfaatnya bagi bisnis. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!
Hyper converged infrastructure adalah arsitektur berbasis perangkat lunak yang mengintegrasikan komputasi, penyimpanan, dan sumber daya virtualisasi ke dalam satu sistem terintegrasi yang umumnya terdiri dari perangkat keras x86, sistem operasi, platform virtualisasi (virtual machine), dan software manajemen. Tidak seperti infrastruktur IT tradisional yang memiliki komponen perangkat keras yang terpisah untuk setiap fungsinya, HCI menyatukan semua komponen ini ke dalam platform yang homogen. Hal ini memungkinkan pengelolaan infrastruktur yang lebih sederhana, otomatis, dan dapat diskalakan.
Virtualisasi merupakan komponen utama dari HCI. Seluruh sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan dikelola dan divirtualisasikan sebagai sumber daya bersama yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi secara dinamis. Pendekatan ini menghilangkan pengelolaan perangkat keras yang kompleks dan membantu tim IT untuk bisa fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis.
Berdasarkan tingkat integrasi dan fleksibilitasnya, HCI dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu integrated dan disaggregated. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Jenis integrated adalah perangkat keras yang sepenuhnya terintegrasi dari vendor. Perangkat lunak HCI dan perangkat kerasnya, yaitu server, storage, dan network, dikemas ke dalam satu unit. Solusi ini memiliki kelebihan yaitu kemudahan dalam implementasi dan pengelolaannya, karena semua komponen telah diuji dan dioptimalkan terlebih dahulu oleh vendor.
Disaggregated HCI adalah jenis HCI yang mengutamakan fleksibilitas dalam memilih dan mengkonfigurasi perangkat keras. Dalam jenis ini, perangkat lunak HCI dipasang pada perangkat keras yang dipilih sendiri oleh pengguna. Hal ini memungkinkan kostumisasi yang lebih leluasa sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Solusi ini cocok untuk perusahan yang memiliki kebutuhan spesifik atau ingin memanfaatkan investasi perangkat keras yang sudah ada sebelumnya.
Secara umum, perbedaan utama antara kedua jenis ini terletak pada integrasi dan fleksibilitasnya. Jenis integrated HCI memiliki kemudahan dan kesederhanaan dalam implementasi, sementara disaggregated HCI memiliki fleksibilitas dan kostumisasi yang lebih tinggi.
Hyper converged infrastructure berjalan dengan menciptakan virtualisasi abstrak dari setiap komponen yang ada ke dalam satu perangkat keras. Setiap komponen ini didesain sejak awal untuk bisa diskalakan. Infrastruktur ini dapat diskalakan untuk meningkatkan sumber daya infrastruktur atau performa individu tiap komponennya secara keseluruhan.
HCI bekerja dengan memvirtualisasikan komponen infrastruktur IT tradisional dan menambahkan beberapa komponen lainnya. Cara kerja dari HCI dapat dilihat dari fungsi masing-masing komponen ini, yaitu:
Hypervisor adalah lapisan komponen perangkat lunak yang mengelola beban kerja (workload) dari sistem HCI dengan virtual machine (VM). Virtual machine ini berperan seolah mewakili komponen perangkat keras yang spesifik.
Node adalah unit self-contained dalam lingkungan HCI yang terdiri dari sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan. Komponen ini bekerja sama untuk menciptakan infrastruktur IT yang terpadu dan tervirtualisasi,
Komponen khusus untuk komputasi juga digunakan untuk menjalankan virtual machine dan aplikasi-aplikasi di dalam platform HCI.
Komponen jaringan di dalam lingkungan HCI, yang berada di dalam nodes, menggunakan jaringan berbasis perangkat lunak (software-defined network). Jaringan jenis ini dapat memungkinkan komunikasi antara nodes dan memfasilitasi transfer data di dalam lingkungan HCI.
Sama halnya dengan komponen networking, komponen penyimpanan dalam lingkungan HCI juga menggunakan software-defined storage. Jenis penyimpanan inni memvirtualisasikan secara abstrak penyimpanan fisik dari komponen data center. Hal ini dapat mengeliminasi kebutuhan penyimpanan fisik khusus dan memungkinkan partisi terhadap total penyimpanan dengan lebih efisien.
Implementasi hyper converged server dalam infrastruktur IT dalam membawa sejumlah manfaat bagi perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama beserta penjelasannya:
Penerapan HCI dalam infrastruktur dapat mengurangi kompleksitasnya dengan mengintegrasikan semua komponen penting ke dalam satu platform terpadu yang dikelola secara terpusat. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk perangkat keras sekaligus menyederhanakan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur secara keseluruhan.
Konsolidasi perangkat keras dan berkurangnya kebutuhan akan ruang untuk data center dapat membantu perusahaan menghemat biaya-biaya seperti biaya modal atau investasi. Selain itu, manajemen dan pemeliharaan yang lebih sederhana juga dapat menghemat biaya operasional.
Server HCI menawarkan skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi sehingga dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, HCI juga dirancang untuk menyediakan ketersediaan yang tinggi dengan fitur-fitur seperti failover dan redundansi yang dapat memastikan infrastruktur tetap berjalan meski ada salah satu komponen yang gagal.
HCI merupakan jawaban atas tantangan dunia bisnis modern untuk infrastruktur yang terpusat dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan harus mulai menerapkan infrastruktur ini dengan memilih solusi yang tepat.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, memiliki solusi KSphere Virtualization yang dapat mengimplementasikan hyper converged infrastructure dengan optimal. Virtualisasi yang terintegrasi dengan fitur-fitur mutakhir dapat memastikan implementasi sistem ini di bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar dan optimal.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi virtualisasi dari Phintraco Technology!
Editor: Trie Ayu Feminin

Ketersediaan atau availability merupakan aspek krusial dalam keberlangsungan bisnis, khususnya dalam hal ketersediaan layanan dan sistem informasi. Perusahaan yang menggunakan teknologi untuk kegiatan operasional sehari-hari harus meminimalkan downtime karena setiap detiknya dapat berdampak signifikan bagi reputasi dan pendapatan. Oleh karena itu, kini banyak perusahaan yang membutuhkan infrastruktur dengan ketersediaan yang tinggi, salah satunya adalah high availability server architecture.
Konsep high availability (HA) sendiri merupakan solusi untuk memastikan sistem dan layanan dapat tetap berfungsi tanpa gangguan. Server yang digunakan dalam infrastruktur IT ini adalah bagian penting dalam strategi manajemen risiko dalam sistem informasi. HA server dirancang secara khusus untuk bisa terus beroperasi meski terjadi kegagalan pada komponen tertentu. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami pengaturan yang cermat dan pemeliharaan berkelanjutan untuk infrastruktur IT ini. Artikel ini akan membahas terkait server dengan ketersediaan tinggi dari berbagai aspek seperti definisinya, cara kerjanya, serta manfaatnya. Simak artikel berikut untuk informasi selengkapnya!
High availability server adalah sistem yang dirancang khusus untuk bisa memberikan layanan berkelanjutan dengan downtime yang minimal. Konsep ini umumnya diimplementasikan lewat high availability server cluster, yaitu beberapa server yang bekerja secara bersamaan untuk menyediakan layanan yang sama.
Banyaknya perangkat yang bekerja sama untuk satu layanan membuat ketika ada salah satu server yang mengalami kegagalan, maka server lain di cluster tersebut dapat mengambil alih fungsinya tanpa mengganggu layanan ke pengguna.
Cluster dengan ketersediaan tinggi ini biasanya terdiri dari dua atau lebih node yang saling redundant. Redundant dalam hal ini berarti jika salah satu node gagal, maka node lainnya dapat mengambil alih tanpa mengganggu kegiatan operasional secara keseluruhan. Kini terdapat penyedia-penyedia layanan untuk mengelola cluster tersebut dan memantau status node. Oleh karena itu, HA server dapat menjamin ketersediaan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional lewat distribusi workload.
Secara konsep, high availability dan disaster recovery sering dianggap sebagai konsep yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan pada fokus dan tujuannya. High availability, sesuai dengan namanya, berfokus untuk menjaga sistem agar tetap berjalan tanpa gangguan selam operasional normal. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan downtime dengan cara memastikan sumber daya cadangan siap digunakan ketika terjadi kegagalan di sistem utama.
Sementara itu, disaster recovery merupakan strategi pemulihan sistem setelah terjadi kegagalan atau bencana. Strategi inin mencakup rencana pemulihan data dan infrastruktur setelah insiden seperti serangan siber atau bencana alam. Disaster recovery umumnya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan HA dalam mengembalikan data dari backup. Di sisi lain, high availability lebih proaktif dalam mencegah downtime, sementara disaster recovery bersifat reaktif setelah terjadi insiden atau bencana.
HA server bekerja dengan beberapa mekanisme kunci untuk bisa memastikan ketersediaan layanan meski terjadi kegagalan pada komponen tertentu. Pertama-tama, server dalam sistem ketersediaan tinggi ini diatur di dalam sebuah cluster. Dalam cluster ini, setiap server saling terhubung dan saling berbagi workload. Load balancer berperan untuk mendistribusikan seluruh permintaan pengguna ke berbagai server secara merata dan efisien.
Ketika terjadi kegagalan pada salah satu server di dalam cluster, maka mekanisme failover akan segera mengalihkan permintaan atau workload tersebut ke server cadangan tanpa perlu intervensi manual. Proses ini dapat berlangsung dengan cepat sehingga pengguna tidak akan merasakan gangguan dalam layanan. Sistem ini juga dilengkapi dengan alat monitoring yang bisa memantau kondisi setiap node dalam cluster secara terus-menerus. Jika ada masalah yang terdeteksi, maka sistem akan mengambil langkah-langkah pemindahan beban kerja ke node lain secara otomatis.
Setiap komponen harus dirancang untuk memenuhi standar ketersediaan yang diinginkan perusahaan dan diuji secara menyeluruh sebelum digunakan di lingkungan produksi. Oleh karena itu, perencanaan dan pengujian merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam implementasi HA server.
Implementasi server dengan ketersediaan tinggi ini memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, berikut ini adalah beberapa manfaat tersebut:
Manfaat sekaligus fungsi utama dari server dengan ketersediaan tinggi tentu adalah meminimalkan downtime. Sistem failover dan redundansi dapat memastikan aplikasi dan layanan bisa tetap diakses oleh pengguna meski ada komponen yang mengalami kegagalan, sehingga operasional perusahaan tidak terganggu.
Layanan yang selalu tersedia dan konsisten dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan secara signifikan. Pelanggan yang merasa dapat mengandalkan layanan dari perusahaan akan cenderung untuk terus menggunakan produk atau layanan tersebut. Kepercayaan pelanggan penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan meningkatkan reputasi perusahaan.
Server dengan ketersediaan tinggi dapat mendistribusikan workload di antara beberapa node yang dapat meningkatkan kinerja sekaligus efisiensi operasional. Pemanfaatan sumber daya yang optimal dapat membantu perusahaan menangani lebih banyak permintaan tanpa perlu menambah infrastruktur fisik seperti perangkat keras.
Implementasi teknologi ini umumnya memiliki mekanisme backup data serta pemulihan data yang kuat. Sistem redundant juga dapat meminimalkan risiko kehilangan data akibat kegagalan server.
Penerapan infrastruktur high availability memerlukan investasi yang tinggi di awal, namun pengurangan downtime dan peningkatan efisiensi akan menghemat biaya operasional yang signifikan untuk jangka panjang. Perusahaan dapat melihat ROI yang positif dari server dengan ketersediaan tinggi ini.
Pastikan ketersediaan layanan Anda tidak terganggu oleh kegagalan sistem dengan mengimplementasikan teknologi high availability server. Phintraco Technology dapat membantu Anda untuk menerapkan sistem high availability dengan solusi virtualisasi server kami.
Solusi kami dapat memberikan manfaat maksimal seperti efisiensi operasional, hemat energi, serta mampu mendukung machine learning dan mengurangi downtime.
Hubungi marketing@phintraco.com sekarang untuk mendapatkan solusi high availability server dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kini banyak perusahaan yang melakukan proses migrasi server atau server migration. Proses ini merupakan langkah krusial untuk pemindahan berbagai komponen sistem dari satu server ke server lainnya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan membutuhkan migrasi, mulai dari meningkatkan kinerja, kebutuhan yang bertambah, hingga memperkuat keamanan. Akan tetapi, proses server migration yang tidak direncanakan dengan matang memiliki risiko tinggi, khususnya dalam hal operasional.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk bisa merencanakan proses server migration dengan teliti dan cermat agar bisa berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini karena proses migrasi membutuhkan pemahaman infrastruktur IT, aplikasi, serta data yang ada. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari proses server migration mulai dari definisi serta jenis-jenisnya, alasan mengapa perusahaan harus melakukannya, bagaimana langkah atau cara melakukannya, hingga keuntungan apa saja yang didapat dari proses ini. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Migrasi server adalah proses pemindahan data, sistem operasi, dan aplikasi dari satu server ke server lain atau baru. Proses ini dapat berbentuk pemindahan perangkat keras fisik, lingkungan virtual, atau lingkungan cloud.
Tidak hanya sekadar penyalinan data, proses migrasi ini juga memastikan bahwa semua aplikasi dan layanan yang dipindahkan dapat berfungsi dengan baik di lingkungan server yang baru. Di dalamnya termasuk konfigurasi jaringan, pengaturan keamanan, serta uji fungsionalitas setelah proses migrasi selesai.
Pemindahan data dapat dilakukan dari server fisik lama ke server fisik baru, atau dari server fisik ke lingkungan virtual, atau bahkan dari satu virtual machine ke virtual machine lainnya di platform yang sama atau berbeda. Setiap jenis-jenis migrasi ini memiliki langkah-langkah, karakteristik, serta keunggulannya tersendiri. Pemilihan jenis migrasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.
Melakukan server migration merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menghadapi tantangan dan tuntutan bisnis yang terus berkembang. Oleh karena itu, terdapat beberapa faktor pendukung tentang mengapa perusahaan perlu melakukan proses ini, yaitu:
Perkembangan teknologi yang semakin pesat terus mendorong setiap perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan infrastruktur teknologi bisnis terbaru. Banyak aplikasi terbaru yang mungkin tidak mampu lagi dijalankan di sistem lama karena memerlukan sumber daya yang lebih besar dan tinggi. Perusahaan dapat mengatasi ini dengan migrasi ke infrastruktur yang lebih baru.
Ancaman siber merupakan isu yang menjadi prioritas utama bagi perusahaan dewasa ini. Hal ini karena ancaman siber dapat membawa dampak buruk yang sangat signifikan bagi kegiatan operasional perusahaan. Proses server migration sering meliputi penerapan protokol keamanan seperti enkripsi dan kontrol akses yang lebih canggih dan ketat. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk menjaga kepatuhan regulasi terkait keamanan data.
Sistem yang sudah berusia lama akan memerlukan biaya pemeliharaan yang cukup berat bagi perusahaan. Infrastruktur IT yang usang sering menjadi beban biaya operasional yang signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, dengan melakukan server migration ke sistem yang baru, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang melalui penggunaan sumber daya yang lebih hemat dan efisien.
Cara migrasi server yang benar tergantung pada jenis pemindahan yang dilakukan. Secara umum, terdapat langkah-langkah sistematis yang harus dipastikan sebelum, sesaat, dan setelah proses migrasi selesai dilakukan. Berikut ini adalah langkah-langkah tersebut:
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam server migration adalah mempersiapkan server tujuan terlebih dahulu. Pastikan pemilihan dan pengaturan hardware dan software sudah sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan data yang akan dipindahkan. Selain itu, pastikan juga server tujuan memiliki spesifikasi yang memadai mulai dari kapasitas penyimpanan, kekuatan prosesor, serta memori yang cukup.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan penilaian kesesuaian data atau data fidelity. Hal ini berarti mengevaluasi data yang akan dipindahkan untuk memastikan semuanya masih relevan dan diperlukan. Prosesnya meliputi identifikasi file, database, dan aplikasi yang perlu dipindahkan dan memastikan formatnya kompatibel dengan server baru.
Setelah mempersiapkan server dan data, langkah selanjutnya adalah transfer ke server tujuan dengan berbagai metode. Pilihan metode migrasi bergantung pada volume data dan kompleksitas aplikasi yang dipindahkan.
Setelah proses pemindahan selesai, selanjutnya perlu dilakukan pengujian quality assurance atau QA testing. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan aplikasi dan sistem dapat berjalan dengan baik di lingkungan server baru.
Terakhir, setelah pengujian menunjukkan hasil yang positif, langkah berikutnya adalah mengubah pengaturan DNS untuk mengarahkan traffic ke server baru. Proses ini dapat memakan waktu yang cukup lama untuk propagasi penuh di seluruh internet.
Migrasi server yang terencana dan terlaksana dengan baik dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, berikut ini adalah beberapa contohnya:
Aplikasi dan sistem perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini didukung oleh spesifikasi server baru yang umumnya merupakan peningkatan dari server sebelumnya. Selain itu, data perusahaan juga lebih terlindungi dari ancaman siber.
Proses pemindahan ini dapat memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk meningkatkan skala infrastruktur IT mereka. Perusahaan dapat menyesuaikan infrastruktur yang ada dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.
Proses bisnis dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien dengan infrastruktur IT yang lebih mumpuni. Selain itu, biaya operasional terkait pemeliharaan infrastruktur usang juga bisa dikurangi.
Migrasi server adalah langkah yang butuh perencanaan matang dan kompleks. Oleh karena itu, perusahaan harus memilih solusi yang tepat untuk memastikan proses migrasi berjalan dengan lancar.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari Kaytus, dapat memberikan solusi migrasi server virtual terbaik dengan KSphere Virtualization. Solusi KSphere menawarkan virtualisasi server yang andal dan efisien, meminimalkan downtime, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi migrasi server dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Proses virtualisasi kini telah menjadi solusi pilihan bagi banyak infrastruktur IT modern. Komponen dasar dalam virtualisasi, yaitu virtual machine (VM), dapat mengoperasikan beberapa sistem operasi di dalam satu perangkat keras fisik. Hal ini dapat membawa fleksibilitas, efisiensi, dan penghematan biaya untuk perusahaan. Kini kebutuhan untuk memindahkan VM dari satu host ke host lainnya mulai muncul, proses ini disebut sebagai virtual machine migration. Proses ini tidak hanya sekadar memindahkan data dan file, tetapi sebuah proses kompleks yang perlu perencanaan matang untuk meminimalkan downtime.
Hal tersebut didorong oleh kebutuhan bisnis untuk selalu adaptif dan responsif terhadap perubahan, serta kebutuhan akan uptime yang tinggi. Migrasi VM dapat membantu perusahaan untuk memindahkan workload tanpa mengganggu operasional bisnis yang sedang berjalan. Artikel ini akan membahas seluk-beluk migrasi virtual machine, mulai dari definisinya, kapan perusahaan harus melakukannya, apa saja tipe, langkah-langkah, serta manfaatnya.
Virtual machine migration atau VM migration adalah proses pemindahan VM dari satu server fisik (host) ke server fisik lainnya. Pemindahan ini dapat dilakukan di lingkungan yang sama seperti di dalam data center yang sama, atau di lingkungan yang berbeda seperti antar date center atau ke cloud.
Proses ini dilakukan untuk bisa memindahkan VM yang sedang berjalan tanpa perlu mematikan proses operasionalnya. Tujuannya adalah untuk meminimalkan atau menghilangkan downtime. Semua data terkait dengan VM seperti file sistem operasi, aplikasi, data, dan konfigurasi dapat dipindahkan dalam proses migrasi ini.
Terdapat beberapa faktor dan situasi pendorong di mana perusahaan perlu melakukan VM migration. Faktor dan situasi tersebut antara lain adalah:
Perusahaan perlu melakukan perawatan rutin terhadap server fisik atau bahkan menggantinya jika diperlukan, di situasi inilah migrasi VM diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional tanpa menyebabkan downtime.
Load balancing adalah proses pemerataan beban kerja secara merata di server-server yang ada. Proses pemerataan workload ini juga dapat dilakukan dengan migrasi VM dari server yang memiliki beban lebih ke server lain yang kekurangan beban. Beban kerja yang terdistribusi secara merata akan mencegah terjadinya bottleneck dan memastikan aplikasi bekerja secara responsif.
Migrasi VM dapat digunakan juga ketika perusahaan memiliki banyak server dengan utilitas rendah dan perlu dikonsolidasikan ke server fisik yang lebih sedikit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya listrik, pendinginan, perawatan hardware, serta biaya operasional lainnya.
Ketika terjadi bencana yang tidak terduga atau kegagalan hardware yang menyebabkan malfungsi server, migrasi VM dapat dilakukan untuk memindahkan lokasi disaster recovery atau cloud secara singkat. Hal ini dapat mempercepat pemulihan layanan dan aplikasi dan meminimalisasi dampak downtime.
Perusahaan yang ingin memindahkan infrastruktur IT mereka secara masif ke cloud (migrasi cloud) juga perlu melakukan migrasi VM. Virtual machine yang dijalankan di infrastruktur on-premise dapat juga dipindah ke platform cloud. Hal ini memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya untuk perusahaan.
Berdasarkan prosedural dan langkahnya, migrasi virtual machine memiliki dua tipe utama, yaitu live migration dan cold migration. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Live migration atau hot migration adalah jenis pemindahan VM dari satu server fisik ke server fisik lainnya tanpa menyebabkan downtime. Proses ini dilakukan ketika aplikasi dan layanan sedang berjalan dan beroperasi di VM tanpa terinterupsi selama migrasi dijalankan. Transfer memori aktif di VM akan dilakukan secara bertahap selagi VM tetap berjalan di server sumber. Setelah selesai kontrol VM akan dialihkan ke server tujuan dengan sangat cepat.
Cold migration atau offline migration adalah jenis migrasi VM dari satu server fisik ke server lainnya pada saat VM dalam keadaan mati. Penyalinan file VM seperti konfigurasi dan disk virtual dilakukan dari server sumber ke server tujuan. VM baru akan dinyalakan di server tujuan ketika proses penyalinan selesai. Karena VM berada dalam keadaan mati ketika proses migrasi, maka akan ada downtime selama proses tersebut.
Terdapat beberapa langkah-langkah umum yang dilakukan dalam proses migrasi VM. Berikut ini adalah langkah-langkah dan penjelasannya:
Tahapan perencanaan adalah langkah awal yang penting dalam migrasi VM. Tim IT perlu mengidentifikasi VM yang akan dimigrasikan, tujuan migrasi, memilih metode, serta menetapkan jadwal migrasi.
Setelah perencanaan selesai, selanjutnya adalah menyiapkan lingkungan tujuan. Persiapan ini meliputi ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan server atau data center tujuan, mulai dari CPU, memori, storage, serta network.
Replikasi data merupakan proses penyalinan data dari VM sumber ke server atau cloud tujuan. Proses ini dilakukan berdasarkan jenis migrasinya dan perangkat lunak yang digunakan.
Cut-over adalah tahap saat VM dialihkan dari sumber ke tujuan. Dalam cold migration, tahap ini berarti menyalakan VM di server tujuan setelah migrasi selesai. Sementara dalam live migration, tahap ini berarti pengalihan kontrol VM dari sumber ke tujuan dengan cepat.
Langkah terakhir adalah validasi atau pengujian fungsionalitas VM di lingkungan tujuan serta pembersihan untuk menghapus salinan VM di server sumber dan membebaskan sumber daya yang telah dialokasikan untuk migrasi.
Implementasi migrasi VM memiliki beberapa manfaat utama, yaitu:
Pada jenis live migration, perusahaan dapat memindahkan VM sekaligus meminimalkan downtime untuk memastikan ketersediaan layanan bagi pengguna.
Migrasi dapat membantu perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan bisnis yang dinamis.
VM migration dapat membagikan workload infrastruktur secara signifikan, terutama infrastruktur berbasis cloud. Hal ini dapat mengurangi biaya operasional terkait pemeliharaan perangkat keras fisik.
Proses virtual machine migration memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang serta teknologi yang mumpuni untuk memastikan kelancaran prosesnya. Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, dapat membantu proses migrasi VM Anda dengan solusi KSphere Virtualization dan dukungan ahli profesional kami. Solusi KSphere Virtualization merupakan solusi virtualisasi yang dengan keandalan yang tinggi untuk bisnis Anda!
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi KSphere Virtualization!
Editor: Irnadia Fardila

Skema virtualisasi server kini telah menjadi salah satu inovasi yang paling signifikan dalam dunia IT. Khususnya dalam hal pengelolaan data center, server virtual ini telah menjadi opsi utama bagi perusahaan untuk bisa mengoptimalkan sumber daya fisik serta meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas infrastruktur IT mereka.
Hal ini mendorong banyaknya perusahaan di seluruh dunia akan keuntungan dan manfaat dari teknologi virtualisasi ini untuk pertumbuhan dan kelanjutan bisnis mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk bisa memahami dengan baik tentang virtualisasi agar bisa memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan arsitektur data center mereka. Artikel ini akan membahas berbagai aspek mendalam dari server virtualization, mulai dari definisinya, keuntungan virtualisasi server, jenis-jenisnya, serta mengapa perusahaan perlu melakukannya. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Virtualisasi server adalah sebuah proses untuk menciptakan dan mengabstraksikan instalasi virtual ke dalam satu server. Proses ini juga termasuk mengabstraksikan dan menutupi sumber daya server, seperti jumlah dan identitas dari masing-masing mesin fisik, prosesor, serta sistem operasi.
Virtualisasi server memungkinkan perusahaan untuk memiliki berbagai instalasi virtual yang abstrak dengan menghemat perangkat keras yang digunakan. Hal ini biasanya terjadi pada desain perangkat keras dan perangkat lunak komputer tradisional yang mendukung aplikasi tunggal. Server seringkali harus menjalankan masing-masing beban kerja tunggal, membuang prosesor yang tidak terpakai, kapasitas memori, dan sumber daya perangkat keras lainnya seperti bandwith jaringan.
Proses server virtual ini dapat menambah lapisan perangkat lunak yang disebut sebagai hypervisor ke komputer. Hypervisor ini dapat mengabstraksikan perangkat keras yang mendasarinya dari semua perangkat lunak yang berjalan di atasnya. Pada dasarnya, virtualisasi berfungsi untuk menerjemahkan sumber daya fisik menjadi sumber daya virtual yang setara. Kemudian sumber daya yang tervirtualisasi di komputer ini akan diatur oleh hypervisor ke dalam sebuah virtual machine (VM). Masing-masing VM ini kemudian mampu berfungsi sebagai server yang terpisah dan independen.
Proses virtualisasi kini semakin dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Hal ini membuat banyak perusahaan mulai mengadopsi teknologi modern ini. Terdapat beberapa faktor pendorong mengapa perusahaan harus melakukan virtualisasi, antara lain:
Faktor pendorong yang pertama adalah meningkatnya kebutuhan komputasi. Permintaan aplikasi semakin bertambah seiring dengan banyaknya perusahaan modern yang mengandalkan berbagai jenis aplikasi untuk proses bisnis mereka. Setiap aplikasi tersebut tentu memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda-beda.
Selain aplikasi, volume data yang dihasilkan dan dibutuhkan oleh perusahaan pun terus bertambah secara eksponensial. Hal ini tentu membutuhkan sumber daya komputasi yang lebih besar serta penyimpanan yang lebih besar juga.
Teknologi virtualization dapat memungkinkan satu server fisik untuk menjalankan beberapa sistem operasi dan aplikasi. Perusahaan dapat mengelola biaya dan kebutuhan akan perangkat keras fisik. Sumber daya komputasi seperti CPU, RAM, atau storage juga dapat dialokasikan ke virtual machine secara dinamis untuk menghindari pemborosan sumber daya.
Perusahaan dapat mengantisipasi kegagalan operasional dengan virtual machine karena dapat dimigrasikan ke server fisik yang berbeda untuk meningkatkan ketersediaan dan keandalan. Hal ini juga berlaku untuk pencadangan dan pemulihan ketika terjadi bencana. Lingkungan virtual juga dapat digunakan untuk menguji dan mengembangkan aplikasi baru tanpa mengganggu proses produksi yang lain.
Proses virtualisasi melibatkan beberapa langkah utama dan komponen-komponen tertentu. Tahapan pertama adalah pemasangan hypervisor pada server fisik. Hypervisor kemudian akan membuat lapisan abstraksi antara perangkat keras dan virtual machine. Setiap virtual machine tersebut akan berfungsi secara independen di dalam lingkungan virtual yang terisolasi, meskipun berjalan dalam perangkat keras fisik yang sama.
Setelah itu, aplikasi atau sistem operasi akan dijalankan di dalam virtual machine. Kemudian hypervisor akan bertugas untuk mengalokasikan sumber daya dari server fisik ke virtual machine. Sumber daya tersebut meliputi CPU, RAM, dan storage. Selain itu, hypervisor juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara virtual machine dan perangkat keras fisik, serta antar mesin-mesin virtual itu sendiri.
Perusahaan dapat menjalankan lebih dari satu virtual machine pada satu server fisik tanpa mengorbankan kinerja aplikasi atau sistem operasi. Hal ini karena proses virtualization dapat memanfaatkan kapasitas pemrosesan yang sebelumnya tidak terpakai pada server fisik guna meningkatkan efisiensi.
Terdapat beberapa contoh virtualisasi server yang umum digunakan, yaitu:
Jenis ini dapat menciptakan lingkungan virtual yang terisolasi sepenuhnya. Konsep ini meniru perangkat keras yang mendasarinya, sehingga sistem operasi guest dapat berjalan tanpa modifikasi karena seperti dijalankan di perangkat fisik sungguhan. Hypervisor di sistem ini berperan sebagai perantara antara guest OS dengan perangkat keras. Jenis ini memiliki kompatibilitas tinggi dengan berbagai OS, tetapi memiliki performa yang sedikit lebih rendah.
Para virtualization adalah jenis lingkungan virtual di mana guest OS dimodifikasi khusus untuk berjalan di lingkungan virtual. Sistem ini mengurangi kebutuhan terjemahan instruksi yang kompleks seperti jenis full virtualization. Hal ini menyebabkan performa yang lebih baik, tetapi tidak semua OS dapat didukung.
Teknologi virtualisasi ini memanfaatkan fitur-fitur yang dibangun di CPU modern untuk memudahkan hypervisor untuk mengelola virtual machine secara lebih efisien, mengurangi overhead, serta meningkatkan performa.
Virtualisasi jenis ini diintegrasikan fungsinya ke dalam Kernel sistem operasi host. Beberapa container berjalan di Kernel yang sama, berbagai sumber daya, namun tetap terisolasi dari satu sama lain. sistem ini lebih ringan daripada full virtualization serta menghasilkan performa yang lebih tinggi dengan overhead yang lebih rendah.
Implementasi server virtual memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, khususnya dari segi sumber daya dan infrastruktur IT. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
Server-server fisik yang sebelumnya beroperasi dengan kegunaan atau utilitas yang rendah dapat dikonsolidasikan menjadi satu atau beberapa server fisik yang lebih kuat dengan virtualization. Hal ini mengurangi jumlah total server fisik yang dibutuhkan dan menghemat ruang data center.
Mengurangi kebutuhan akan server fisik merupakan langkah untuk menyederhanakan infrastruktur IT perusahaan. Perangkat keras yang berkurang akan berdampak pada kebutuhan perangkat pelengkap lainnya yang juga berkurang. Hal ini dapat mempermudah pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur.
Secara finansial, proses virtualisasi dapat membantu perusahaan untuk mengurangi pengeluaran atau modal untuk membeli perangkat keras baru serta biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan perangkat keras yang rusak.
Arsitektur data center kini mulai bergerak ke arah tren cloud computing. Oleh karena itu, teknologi virtualisasi merupakan komponen inti yang mendasari ekosistem komputasi tersebut. Anda dapat meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi data center Anda dengan teknologi virtualisasi yang tepat.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure yang telah berpengalaman dan dapat membantu Anda dengan solusi virtualisasi terbaik. Sebagai partner resmi dari Kaytus, solusi KSphere Virtualization dapat menawarkan lingkungan virtual yang fleksibel dan skalabel untuk pengujian aplikasi sekaligus mengurangi downtime.
Hubungi marketing@phintraco.com sekarang untuk solusi virtualisasi server terbaik dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Memahami dan mempersiapkan tren teknologi adalah langkah yang harus diambil oleh setiap perusahaan di berbagai bidang bisnis. Kemajuan teknologi yang pesat di dunia bisnis tahun 2025 diprediksi akan mendorong transformasi yang signifikan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus bisa beradaptasi dengan berbagai tren teknologi saat ini dan memanfaatkannya sebagai peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi.
Perusahaan-perusahaan di berbagai sektor harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dinamika pasar yang terus berkembang di tahun 2025. Oleh karena itu, para pimpinan bisnis harus memahami tren teknologi terkini yang akan mendominasi di tahun 2025 untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis mereka.
Inovasi-inovasi teknologi yang terjadi di tahun 2024 akan diprediksi terus berkembang di tahun 2025. Beberapa di antaranya akan menjadi tren utama yang diperkirakan akan mengubah lanskap bisnis dan kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah 10 tren teknologi digital di tahun 2025:
Generative AI merupakan salah satu tren paling utama dalam beberapa tahun belakangan ini. Teknologi ini dapat mengubah cara perusahaan beroperasi, khususnya dalam pembuatan konten baru seperti teks, gambar, dan video. Large language model (LLM) telah mengalami kemajuan pesat sehingga generative AI dapat membantu membuat konten-konten marketing, desain produk, hingga pengembangan software yang lebih efisien.
Jaringan 5G kini sudah mulai diimplementasikan di berbagai tempat dan menawarkan konektivitas yang lebih cepat dan stabil. Di tahun 2025 mendatang, jaringan 5G diprediksi akan semakin menyebar dan berekspansi hingga dapat dijangkau di banyak tempat. Kecepatan jaringan yang tinggi dan latensinya yang rendah akan membantu mempercepat pengiriman data. Selain itu, jaringan 5G juga dapat meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi berbasis cloud, video streaming, hingga komunikasi real time.
Perangkat internet of things (IoT) akan semakin banyak digunakan oleh berbagai perusahaan. IoT tidak hanya akan mencakup perangkat-perangkat yang digunakan konsumen seperti smart home, tetapi juga aplikasi industri seperti pemantauan mesin hingga supply chain management secara real time. Selain itu, perangkat IoT juga dapat mengotomatiskan beberapa tugas sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan juga dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari perangkat IoT dan mengambil keputusan penting berdasarkan data tersebut.
Virtual reality (VR) versi terbaru diprediksi dapat memberikan pengalaman yang lebih imersif dan lebih realistis dalam presentasi produk atau layanan lainnya. Teknologi ini tidak hanya akan digunakan untuk hiburan, tetapi untuk desain produk, pelatihan, bahkan terapi. Perkembangan terbaru dari VR dapat menciptakan simulasi yang realistis untuk pelatihan teknis, pemasaran produk, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efektivitas pelatihan.
Tidak hanya VR, augmented reality (AR) juga diperkirakan akan semakin populer di tahun 2025. AR dapat membuat pengguna melihat informasi digital yang ditampilkan ke dunia nyata melalui bantuan perangkat mobile atau kacamata khusus AR. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di dunia bisnis, khususnya dalam bidang retail. Panduan interaktif dalam proses produksi juga dapat diwujudkan dengan teknologi AR.
Edge computing adalah model komputasi yang bekerja dengan memindahkan pemrosesan data dari data center ke tepi jaringan (edge network). Hal ini memungkinkan perangkat untuk melakukan analisis secara lokal dan memberikan keunggulan-keunggulan seperti latensi rendah, keamanan data yang tinggi, ketersediaan tinggi, hingga efisiensi biaya.
Teknologi dengan energi hijau telah menjadi fokus utama sejak meningkatnya kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan dan dampak dari pemanasan global. Contoh-contoh teknologi energi hijau ini meliputi panel surya (solar panel), turbin angin, hidrogen hijau, hingga bioenergi. Green energy technology merupakan inovasi yang terus bermunculan untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya digunakan sebagai alat produksi untuk konten pemasaran tetapi juga sebagai senjata utama pertahanan melawan serangan siber. Di tahun 2025, AI akan semakin banyak digunakan untuk mengamankan berbagai sistem. Perusahaan dapat mendeteksi ancaman secara lebih cepat dan akurat, merespons secara otomatis, serta meningkatkan privasi dan keamanan data dengan bantuan AI.
Komputasi kuantum merupakan ilmu komputer yang menggunakan prinsip mekanika kuantum untuk bekerja. Prinsip tersebut membuat sebuah komputer kuantum dapat melakukan banyak komputasi secara paralel dan dapat menyelesaikan tugas yang sangat kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan komputer biasa. Jenis komputasi ini juga diperkirakan akan diterapkan di berbagai bidang mulai dari finansial, farmasi, sains, hingga kecerdasan buatan.
PQC adalah cabang kriptografi yang dirancang untuk mengembangkan algoritma enkripsi yang tahan terhadap serangan dari komputer kuantum. Algoritma ini dirancang khusus dengan prinsip matematika yang berbeda dari kriptografi biasa sehingga dapat bertahan dan tidak mudah dipecahkan oleh komputer kuantum. Di tahun 2025 dan seterusnya, perusahaan diperkirakan akan mulai bermigrasi ke sistem kriptografi PQC untuk melindungi data dari ancaman yang lebih serius di masa depan.
Untuk bisa memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan bisnis, setiap perusahaan harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru yang ada serta tren-tren yang akan muncul ke depannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan solusi teknologi terbaik untuk menunjang produk dan layanan perusahaan.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure & solutions yang terpercaya dan berpengalaman dalam menyediakan. Solusi teknologi dari Phintraco Technology meliputi AI contact center, chatbot, virtualization, green technology seperti panel surya, high performance computing (HPC), dan lain sebagainya. Percayakan transformasi digital bisnis Anda bersama Phintraco Technology!
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi teknologi dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kebutuhan akan energi listrik kini terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi. Selama ini sumber energi utama yang digunakan bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi kondisi iklim global. Oleh karena itu, kini penggunaan sumber energi terbarukan semakin didorong untuk bisa mewujudkan sumber energi yang ramah lingkungan. Salah satu solusi tersebut adalah menggunakan energi matahari melalui sistem panel surya, dengan menggunakan inverter panel surya.
Inverter panel surya adalah salah satu komponen inti dalam sistem Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS). Perangkat inilah yang berperan dalam menghasilkan listrik dari energi matahari yang dapat digunakan untuk keperluan elektronik rumah tangga, perkantoran, hingga industri. Artikel ini akan membahas inverter secara mendalam, mulai dari definisinya, fungsinya, prinsip dan cara kerjanya, jenis-jenis, hingga manfaatnya demi optimalisasi pemanfaatan energi matahari. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Inverter panel surya, atau power inverter, artinya merujuk pada perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengkonversi arus listrik DC (direct current) yang dihasilkan oleh solar panel menjadi arus listrik AC (alternating current). Solar panel dapat mengubah energi matahari menjadi aliran listrik dalam bentuk DC melalui sel-sel photovoltaic yang menyerap photon dari cahaya matahari.
Akan tetapi, sebagian besar perangkat elektronik atau listrik yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari memerlukan arus listrik AC. Oleh karena itu, inverter adalah alat yang penting untuk bisa mengoptimalkan penggunaan energi listrik yang didapat dari energi matahari, dengan mengubah aliran listrik DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk perangkat elektronik.
Berdasarkan kebutuhan dan skala sistem PLTS-nya, inverter solar panel dibagi menjadi beberapa jenis salah satunya adalah string inverter. Jenis ini menghubungkan lebih dari satu solar panel ke dalam sebuah rangkaian seri, atau string. String inverter sering digunakan pada sistem PLTS yang memiliki skala kecil hingga skala menengah, mulai dari keperluan rumah tangga dan bangunan komersial.
Selain itu, ada pula jenis micro inverter yang dipasang secara individual di setiap solar panel. Hal ini memungkinkan konversi arus listrik DC ke arus listrik AC di solar panel secara terpisah. Keunggulan dari jenis ini adalah kinerja setiap konversi di setiap panel yang lebih optimal. Ketika ada salah satu panel yang bermasalah, panel lainnya tetap dapat berfungsi secara optimal.
Jenis hybrid merupakan kombinasi antara inverter dan charger controller. Hal ini memungkinkan sistem PLTS untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan solar panel ke dalam baterai untuk digunakan saat dibutuhkan.
Secara umum, inverter pada panel surya berfungsi untuk mengkonversi arus listrik DC ke arus listrik AC. Terdapat pula fungsi-fungsi serta fitur tambahan lainnya yang juga penting untuk kinerja PLTS secara keseluruhan, yaitu:
MPPT merupakan pelacakan titik daya maksimum (maximum power point) yang bisa dihasilkan oleh solar panel dalam berbagai kondisi cuaca dan suhu. Inverter memastikan solar panel dapat selalu beroperasi pada efisiensi tertinggi untuk bisa menghasilkan output energi yang optimal.
Beberapa inverter terkini telah dilengkapi dengan sistem monitoring yang dapat digunakan untuk memantau kinerja sistem PLTS secara real time. Pengguna dapat melihat produksi energi, tegangan, arus listrik, dan parameter lainnya. Terdapat juga fitur proteksi dari gangguan listrik seperti lonjakan tegangan (surge), arus berlebih (overcurrent), dan short circuit.
Khusus sistem PLTS on-grid atau yang terhubung ke jaringan listrik, inverter dapat berfungsi sebagai sinkronisasi frekuensi dan tegangan arus listrik AC yang dihasilkan dari solar panel dengan yang ada di jaringan listrik. Hal ini berfungsi untuk menyalurkan energi berlebih yang dihasilkan oleh panel surya ke jaringan listrik.
Cara kerja inverter memiliki beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah konversi arus DC ke AC yang terjadi di panel surya melalui sel-sel photovoltaic. Setelah itu, terjadi proses switching di dalam inverter, tepatnya di switching circuit. Rangkaian elektronik ini menggunakan transistor untuk mengalihkan arah arus DC dengan cepat dan berulang-ulang. Proses inilah yang menjadi arus AC berbentuk gelombang persegi.
Kemudian, gelombang persegi yang dihasilkan dari proses switching masih mengandung harmonisa yang dapat mengganggu perangkat elektronik. Oleh karena itu, inverter akan mem-filter gelombang persegi tersebut menjadi gelombang sinus yang lebih bersih dan cocok untuk digunakan dalam standar kelistrikan.
Selanjutnya, inverter akan mengatur tegangan dan frekuensi arus AC yang dihasilkan untuk menyesuaikan standar jaringan listrik yang berlaku, misalnya 220V/50Hz atau 110V/60Hz. Selama proses konversi ini, inverter akan melakukan MPPT secara terus-menerus untuk memastikan solar panel selalu menghasilkan daya secara optimal.
Implementasi inverter solar panel dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan. Berikut ini adalah manfaat-manfaat tersebut beserta penjelasannya:
Inverter dapat memastikan energi yang dihasilkan oleh solar panel bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan listrik rumah tangga, komersial, maupun industri. Hal ini akan membuat setiap energi matahari yang diterima dapat digunakan secara optimal.
Pemanfaatan energi matahari, sebagai sumber energi terbarukan, dapat mengurangi ketergantungan pengguna pada listrik dari jaringan PLN. Hal ini dapat menghemat biaya operasional tagihan listrik secara signifikan.
Penggunaan energi matahari sebagai sumber listrik juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang memiliki dampak negatif terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, penggunaan inverter adalah upaya mewujudkan energi yang ramah lingkungan.
Beralihlah ke penggunaan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan! Solar panel dengan inverter yang canggih dapat memastikan optimalisasi dalam penggunaan energi matahari untuk keperluan kelistrikan Anda.
Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure berpengalaman, memiliki solusi solar panel terbaik yang dapat mewujudkan pemanfaatan energi terbarukan dan ramah lingkungan untuk bisnis Anda.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi solar panel dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Fleksibilitas dan efisien merupakan dua aspek penting dalam pengelolaan infrastruktur IT. Kedua aspek tersebut sangat krusial untuk memastikan keberlangsungan dan daya saing bisnis di era digital. Salah satu solusi teknologi terkait infrastruktur yang telah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan adalah teknologi software virtualisasi. Teknologi ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perangkat keras, menghemat biaya operasional, dan meningkatkan skalabilitas sistem secara signifikan.
Virtualisasi secara umum telah merevolusi lanskap infrastruktur IT secara fundamental, mulai dari pusat data perusahaan dengan skala besar hingga perangkat pribadi milik pengguna sehari-hari. Selain itu, teknologi virtualisasi ini juga dapat membuka peluang untuk inovasi-inovasi baru seperti cloud computing dan infrastructure as a service (IaaS). Artikel ini akan membahas tentang aplikasi virtualisasi serta berbagai aspek di dalamnya, mulai dari definisinya, manfaat-manfaatnya untuk bisnis, cara kerja serta contoh software virtualisasi, serta rekomendasi software virtual machine terbaik untuk bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Software virtualisasi adalah teknologi berbasis perangkat lunak yang digunakan untuk implementasi dan pengelolaan virtualisasi. Sementara virtualisasi sendiri merupakan proses menciptakan versi virtual dari sesuatu yang fisik, seperti perangkat keras (server, storage, network), sistem operasi, atau sumber daya jaringan lainnya. Sederhananya, virtualisasi memungkinkan penggunanya untuk menjalankan dua atau lebih sistem operasi dan aplikasi secara bersamaan di satu perangkat keras fisik saja.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan perangkat lunak khusus yang disebut hypervisor. Hypervisor merupakan lapisan abstrak antara perangkat keras fisik yang mendasarinya dan virtual machine yang dijalankan di atasnya. Setiap virtual machine tersebut berjalan masing-masing secara independen dengan sumber daya yang telah dialokasikan untuk masing-masing.
Perangkat lunak virtualisasi sendiri bertugas untuk menciptakan dan mengelola virtual machine, mengalokasikan sumber daya yang ada (CPU, memori RAM, penyimpanan, dan jaringan) ke setiap VM, serta menjadi interface bagi pengguna untuk menggunakan VM. Oleh karena itu, implementasi virtualisasi yang efisien dan terkelola tidak dapat dilakukan tanpa perangkat lunak ini. Beberapa contoh software virtualisasi sederhana dapat dijalankan di komputer pribadi untuk mengoperasikan OS yang berbeda atau menjalankan aplikasi di lingkungan yang terpisah.
Pengguna aplikasi virtualisasi dapat membuat virtual machine dengan spesifikasinya masing-masing sesuai dengan kebutuhan, mulai dari alokasi memori, kapasitas penyimpanan, hingga jumlah core CPU. Hal ini memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi pengguna.
Secara umum, teknologi virtualisasi atau perangkat lunaknya dapat memberikan berbagai manfaat signifikan untuk bisnis dari berbagai sektor dan skala. Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat tersebut beserta penjelasannya:
Virtualisasi dapat mengurangi kebutuhan untuk perangkat keras fisik secara signifikan. Hal ini sekaligus juga mengurangi biaya energi listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat keras fisik tersebut, serta biaya sewa ruang data center yang semakin tinggi.
Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur IT yang lebih mudah karena virtualisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Administrator IT dapat mengelola beberapa mesin virtual melalui satu konsol terpadu untuk melakukan patching, update, dan monitoring.
Teknologi ini memungkinkan penambahan atau pengurangan sumber daya komputasi dengan mudah untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis yang dinamis. Hal ini secara signifikan meningkatkan skalabilitas dan fleksibilitas untuk perusahaan di masa depan.
Pencadangan dan pemulihan sistem dalam virtualisasi dapat dilakukan dengan lebih efisien. Mesin virtual dapat dicadangkan sebagai file lalu dipulihkan ke perangkat keras lain jika terjadi kegagalan atau bencana alam. Hal ini dapat meminimalkan downtime yang menyebabkan kerugian bisnis.
Perusahaan dapat memanfaatkan lingkungan terisolasi untuk menjalankan pengujian dan pengembangan aplikasi secara lebih mudah dan efisien. Tim developer dapat membuat mesin virtual dengan konfigurasi yang berbeda untuk menguji aplikasi mereka tanpa mempengaruhi sistem produksi yang sedang berjalan.
Software virtualisasi bekerja melalui komponen penting yaitu hypervisor. Hypervisor bertugas untuk menciptakan lapisan abstraksi yang memisahkan perangkat keras fisik dengan mesin virtual yang berjalan di atasnya. Setiap mesin virtual ini dapat berjalan sendiri dan terisolasi dari VM lain dengan sistem operasi dan aplikasinya masing-masing.
Terdapat dua jenis hypervisor, yaitu Tipe 1 (bare-metal) yang berjalan langsung di perangkat keras fisik tanpa sistem operasi, serta Tipe 2 (hosted) yang berjalan di atas sistem operasi yang sudah ada. Pemilihan tipe hypervisor ini disesuaikan dengan kebutuhan dan skala implementasi virtualisasi yang diinginkan perusahaan.
Hypervisor kemudian akan mengalokasikan sumber daya secara dinamis dan efisien. Jika terdapat satu mesin virtual yang gagal, mesin virtual lain tidak akan terpengaruh karena isolasi yang ketat antara VM tersebut. Selain itu, hypervisor juga bertugas untuk menangani interaksi antara mesin virtual dan perangkat keras fisik, menerjemahkan permintaan antara kedua komponen ini dari dua arah.
Virtualisasi dapat diimplementasikan pada berbagai aspek dalam infrastruktur IT. Setiap aspek tersebut memiliki jenis, manfaat, dan solusi yang spesifik. Berikut ini adalah jenis-jenis perangkat lunak virtualisasi:
Virtualisasi jaringan mengabstraksi sumber daya fisik pada jaringan, seperti switch, router, firewall, dan load balancer. Hal ini dapat membuat jaringan virtual lebih mudah dikelola, contohnya adalah virtual LAN (VLAN) dan virtual private network (VPN)
Jenis virtualisasi ini menggabungkan beberapa perangkat storage yang berbeda menjadi satu unit penyimpanan virtual yang lebih besar dan mudah dikelola. Contohnya adalah storage area network (SAN) dan software-defined storage (SDS).
Satu server fisik dapat dibagi menjadi beberapa server virtual yang independen. Jenis virtualisasi ini umumnya digunakan di data center atau lingkungan cloud.
Data virtualization merupakan proses abstraksi data dari sumber fisik yang beragam. Hal ini bertujuan untuk akses data yang lebih terpadu dan konsisten guna mempermudah analisis data dan pengambilan keputusan.
Terdapat pula virtualisasi desktop yang menyediakan lingkungan desktop virtual untuk pengguna yang bisa diakses dari perangkat apa pun, kapan pun, dan di mana pun.
Terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memilih solusi software virtualisasi yang tepat untuk bisnis Anda. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah skalabilitas, performa, keamanan kemudahan penggunaan, serta dukungan teknis.
Salah satu solusi perangkat lunak virtualisasi terbaik yang dapat membantu bisnis Anda adalah KSphere Virtualization dari KAYTUS. KSphere Virtualization adalah solusi virtualisasi full-stack yang komprehensif untuk lingkungan on-premise, hybrid cloud, atau private cloud. Solusi ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang andal, efisien, aman, dan mudah dikelola.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, dapat membantu Anda untuk mengimplementasikan solusi KSphere Virtualization untuk bisnis Anda.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi virtualisasi dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kebutuhan untuk infrastruktur IT yang fleksibel, efisien, dan mudah dikelola kini semakin meningkat. Bisnis dari segala sektor dan skala menghadapi tantangan yang sama dalam mengelola volume dan kompleksitas data yang terus bertambah, serta memastikan ketersediaan layanan yang tinggi. Infrastruktur IT tradisional sering tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Oleh karena itu, kini muncul berbagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah hyper converged infrastructure atau HCI. Teknologi ini merupakan pendekatan yang mengintegrasikan komputasi tingkat tinggi, penyimpanan, serta jaringan ke dalam platform terpadu berbasis software, sehingga operasional menjadi lebih efisien dan sederhana.
HCI server adalah transformasi utama dalam cara perusahaan membangun dan mengelola infrastruktur IT modern. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat mengurangi kompleksitas dan meningkatkan agilitas dalam merespons perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis. Artikel ini akan membahas HCI dan berbagai aspek di dalamnya, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, cara kerja, serta manfaatnya bagi bisnis. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!
Hyper converged infrastructure adalah arsitektur berbasis perangkat lunak yang mengintegrasikan komputasi, penyimpanan, dan sumber daya virtualisasi ke dalam satu sistem terintegrasi yang umumnya terdiri dari perangkat keras x86, sistem operasi, platform virtualisasi (virtual machine), dan software manajemen. Tidak seperti infrastruktur IT tradisional yang memiliki komponen perangkat keras yang terpisah untuk setiap fungsinya, HCI menyatukan semua komponen ini ke dalam platform yang homogen. Hal ini memungkinkan pengelolaan infrastruktur yang lebih sederhana, otomatis, dan dapat diskalakan.
Virtualisasi merupakan komponen utama dari HCI. Seluruh sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan dikelola dan divirtualisasikan sebagai sumber daya bersama yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi secara dinamis. Pendekatan ini menghilangkan pengelolaan perangkat keras yang kompleks dan membantu tim IT untuk bisa fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis.
Berdasarkan tingkat integrasi dan fleksibilitasnya, HCI dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu integrated dan disaggregated. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Jenis integrated adalah perangkat keras yang sepenuhnya terintegrasi dari vendor. Perangkat lunak HCI dan perangkat kerasnya, yaitu server, storage, dan network, dikemas ke dalam satu unit. Solusi ini memiliki kelebihan yaitu kemudahan dalam implementasi dan pengelolaannya, karena semua komponen telah diuji dan dioptimalkan terlebih dahulu oleh vendor.
Disaggregated HCI adalah jenis HCI yang mengutamakan fleksibilitas dalam memilih dan mengkonfigurasi perangkat keras. Dalam jenis ini, perangkat lunak HCI dipasang pada perangkat keras yang dipilih sendiri oleh pengguna. Hal ini memungkinkan kostumisasi yang lebih leluasa sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Solusi ini cocok untuk perusahan yang memiliki kebutuhan spesifik atau ingin memanfaatkan investasi perangkat keras yang sudah ada sebelumnya.
Secara umum, perbedaan utama antara kedua jenis ini terletak pada integrasi dan fleksibilitasnya. Jenis integrated HCI memiliki kemudahan dan kesederhanaan dalam implementasi, sementara disaggregated HCI memiliki fleksibilitas dan kostumisasi yang lebih tinggi.
Hyper converged infrastructure berjalan dengan menciptakan virtualisasi abstrak dari setiap komponen yang ada ke dalam satu perangkat keras. Setiap komponen ini didesain sejak awal untuk bisa diskalakan. Infrastruktur ini dapat diskalakan untuk meningkatkan sumber daya infrastruktur atau performa individu tiap komponennya secara keseluruhan.
HCI bekerja dengan memvirtualisasikan komponen infrastruktur IT tradisional dan menambahkan beberapa komponen lainnya. Cara kerja dari HCI dapat dilihat dari fungsi masing-masing komponen ini, yaitu:
Hypervisor adalah lapisan komponen perangkat lunak yang mengelola beban kerja (workload) dari sistem HCI dengan virtual machine (VM). Virtual machine ini berperan seolah mewakili komponen perangkat keras yang spesifik.
Node adalah unit self-contained dalam lingkungan HCI yang terdiri dari sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan. Komponen ini bekerja sama untuk menciptakan infrastruktur IT yang terpadu dan tervirtualisasi,
Komponen khusus untuk komputasi juga digunakan untuk menjalankan virtual machine dan aplikasi-aplikasi di dalam platform HCI.
Komponen jaringan di dalam lingkungan HCI, yang berada di dalam nodes, menggunakan jaringan berbasis perangkat lunak (software-defined network). Jaringan jenis ini dapat memungkinkan komunikasi antara nodes dan memfasilitasi transfer data di dalam lingkungan HCI.
Sama halnya dengan komponen networking, komponen penyimpanan dalam lingkungan HCI juga menggunakan software-defined storage. Jenis penyimpanan inni memvirtualisasikan secara abstrak penyimpanan fisik dari komponen data center. Hal ini dapat mengeliminasi kebutuhan penyimpanan fisik khusus dan memungkinkan partisi terhadap total penyimpanan dengan lebih efisien.
Implementasi hyper converged server dalam infrastruktur IT dalam membawa sejumlah manfaat bagi perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama beserta penjelasannya:
Penerapan HCI dalam infrastruktur dapat mengurangi kompleksitasnya dengan mengintegrasikan semua komponen penting ke dalam satu platform terpadu yang dikelola secara terpusat. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk perangkat keras sekaligus menyederhanakan pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur secara keseluruhan.
Konsolidasi perangkat keras dan berkurangnya kebutuhan akan ruang untuk data center dapat membantu perusahaan menghemat biaya-biaya seperti biaya modal atau investasi. Selain itu, manajemen dan pemeliharaan yang lebih sederhana juga dapat menghemat biaya operasional.
Server HCI menawarkan skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi sehingga dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, HCI juga dirancang untuk menyediakan ketersediaan yang tinggi dengan fitur-fitur seperti failover dan redundansi yang dapat memastikan infrastruktur tetap berjalan meski ada salah satu komponen yang gagal.
HCI merupakan jawaban atas tantangan dunia bisnis modern untuk infrastruktur yang terpusat dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan harus mulai menerapkan infrastruktur ini dengan memilih solusi yang tepat.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, memiliki solusi KSphere Virtualization yang dapat mengimplementasikan hyper converged infrastructure dengan optimal. Virtualisasi yang terintegrasi dengan fitur-fitur mutakhir dapat memastikan implementasi sistem ini di bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar dan optimal.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi virtualisasi dari Phintraco Technology!
Editor: Trie Ayu Feminin

Ketersediaan atau availability merupakan aspek krusial dalam keberlangsungan bisnis, khususnya dalam hal ketersediaan layanan dan sistem informasi. Perusahaan yang menggunakan teknologi untuk kegiatan operasional sehari-hari harus meminimalkan downtime karena setiap detiknya dapat berdampak signifikan bagi reputasi dan pendapatan. Oleh karena itu, kini banyak perusahaan yang membutuhkan infrastruktur dengan ketersediaan yang tinggi, salah satunya adalah high availability server architecture.
Konsep high availability (HA) sendiri merupakan solusi untuk memastikan sistem dan layanan dapat tetap berfungsi tanpa gangguan. Server yang digunakan dalam infrastruktur IT ini adalah bagian penting dalam strategi manajemen risiko dalam sistem informasi. HA server dirancang secara khusus untuk bisa terus beroperasi meski terjadi kegagalan pada komponen tertentu. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami pengaturan yang cermat dan pemeliharaan berkelanjutan untuk infrastruktur IT ini. Artikel ini akan membahas terkait server dengan ketersediaan tinggi dari berbagai aspek seperti definisinya, cara kerjanya, serta manfaatnya. Simak artikel berikut untuk informasi selengkapnya!
High availability server adalah sistem yang dirancang khusus untuk bisa memberikan layanan berkelanjutan dengan downtime yang minimal. Konsep ini umumnya diimplementasikan lewat high availability server cluster, yaitu beberapa server yang bekerja secara bersamaan untuk menyediakan layanan yang sama.
Banyaknya perangkat yang bekerja sama untuk satu layanan membuat ketika ada salah satu server yang mengalami kegagalan, maka server lain di cluster tersebut dapat mengambil alih fungsinya tanpa mengganggu layanan ke pengguna.
Cluster dengan ketersediaan tinggi ini biasanya terdiri dari dua atau lebih node yang saling redundant. Redundant dalam hal ini berarti jika salah satu node gagal, maka node lainnya dapat mengambil alih tanpa mengganggu kegiatan operasional secara keseluruhan. Kini terdapat penyedia-penyedia layanan untuk mengelola cluster tersebut dan memantau status node. Oleh karena itu, HA server dapat menjamin ketersediaan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional lewat distribusi workload.
Secara konsep, high availability dan disaster recovery sering dianggap sebagai konsep yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan pada fokus dan tujuannya. High availability, sesuai dengan namanya, berfokus untuk menjaga sistem agar tetap berjalan tanpa gangguan selam operasional normal. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan downtime dengan cara memastikan sumber daya cadangan siap digunakan ketika terjadi kegagalan di sistem utama.
Sementara itu, disaster recovery merupakan strategi pemulihan sistem setelah terjadi kegagalan atau bencana. Strategi inin mencakup rencana pemulihan data dan infrastruktur setelah insiden seperti serangan siber atau bencana alam. Disaster recovery umumnya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan HA dalam mengembalikan data dari backup. Di sisi lain, high availability lebih proaktif dalam mencegah downtime, sementara disaster recovery bersifat reaktif setelah terjadi insiden atau bencana.
HA server bekerja dengan beberapa mekanisme kunci untuk bisa memastikan ketersediaan layanan meski terjadi kegagalan pada komponen tertentu. Pertama-tama, server dalam sistem ketersediaan tinggi ini diatur di dalam sebuah cluster. Dalam cluster ini, setiap server saling terhubung dan saling berbagi workload. Load balancer berperan untuk mendistribusikan seluruh permintaan pengguna ke berbagai server secara merata dan efisien.
Ketika terjadi kegagalan pada salah satu server di dalam cluster, maka mekanisme failover akan segera mengalihkan permintaan atau workload tersebut ke server cadangan tanpa perlu intervensi manual. Proses ini dapat berlangsung dengan cepat sehingga pengguna tidak akan merasakan gangguan dalam layanan. Sistem ini juga dilengkapi dengan alat monitoring yang bisa memantau kondisi setiap node dalam cluster secara terus-menerus. Jika ada masalah yang terdeteksi, maka sistem akan mengambil langkah-langkah pemindahan beban kerja ke node lain secara otomatis.
Setiap komponen harus dirancang untuk memenuhi standar ketersediaan yang diinginkan perusahaan dan diuji secara menyeluruh sebelum digunakan di lingkungan produksi. Oleh karena itu, perencanaan dan pengujian merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam implementasi HA server.
Implementasi server dengan ketersediaan tinggi ini memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, berikut ini adalah beberapa manfaat tersebut:
Manfaat sekaligus fungsi utama dari server dengan ketersediaan tinggi tentu adalah meminimalkan downtime. Sistem failover dan redundansi dapat memastikan aplikasi dan layanan bisa tetap diakses oleh pengguna meski ada komponen yang mengalami kegagalan, sehingga operasional perusahaan tidak terganggu.
Layanan yang selalu tersedia dan konsisten dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan secara signifikan. Pelanggan yang merasa dapat mengandalkan layanan dari perusahaan akan cenderung untuk terus menggunakan produk atau layanan tersebut. Kepercayaan pelanggan penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan meningkatkan reputasi perusahaan.
Server dengan ketersediaan tinggi dapat mendistribusikan workload di antara beberapa node yang dapat meningkatkan kinerja sekaligus efisiensi operasional. Pemanfaatan sumber daya yang optimal dapat membantu perusahaan menangani lebih banyak permintaan tanpa perlu menambah infrastruktur fisik seperti perangkat keras.
Implementasi teknologi ini umumnya memiliki mekanisme backup data serta pemulihan data yang kuat. Sistem redundant juga dapat meminimalkan risiko kehilangan data akibat kegagalan server.
Penerapan infrastruktur high availability memerlukan investasi yang tinggi di awal, namun pengurangan downtime dan peningkatan efisiensi akan menghemat biaya operasional yang signifikan untuk jangka panjang. Perusahaan dapat melihat ROI yang positif dari server dengan ketersediaan tinggi ini.
Pastikan ketersediaan layanan Anda tidak terganggu oleh kegagalan sistem dengan mengimplementasikan teknologi high availability server. Phintraco Technology dapat membantu Anda untuk menerapkan sistem high availability dengan solusi virtualisasi server kami.
Solusi kami dapat memberikan manfaat maksimal seperti efisiensi operasional, hemat energi, serta mampu mendukung machine learning dan mengurangi downtime.
Hubungi marketing@phintraco.com sekarang untuk mendapatkan solusi high availability server dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Kini banyak perusahaan yang melakukan proses migrasi server atau server migration. Proses ini merupakan langkah krusial untuk pemindahan berbagai komponen sistem dari satu server ke server lainnya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan membutuhkan migrasi, mulai dari meningkatkan kinerja, kebutuhan yang bertambah, hingga memperkuat keamanan. Akan tetapi, proses server migration yang tidak direncanakan dengan matang memiliki risiko tinggi, khususnya dalam hal operasional.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk bisa merencanakan proses server migration dengan teliti dan cermat agar bisa berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini karena proses migrasi membutuhkan pemahaman infrastruktur IT, aplikasi, serta data yang ada. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari proses server migration mulai dari definisi serta jenis-jenisnya, alasan mengapa perusahaan harus melakukannya, bagaimana langkah atau cara melakukannya, hingga keuntungan apa saja yang didapat dari proses ini. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Migrasi server adalah proses pemindahan data, sistem operasi, dan aplikasi dari satu server ke server lain atau baru. Proses ini dapat berbentuk pemindahan perangkat keras fisik, lingkungan virtual, atau lingkungan cloud.
Tidak hanya sekadar penyalinan data, proses migrasi ini juga memastikan bahwa semua aplikasi dan layanan yang dipindahkan dapat berfungsi dengan baik di lingkungan server yang baru. Di dalamnya termasuk konfigurasi jaringan, pengaturan keamanan, serta uji fungsionalitas setelah proses migrasi selesai.
Pemindahan data dapat dilakukan dari server fisik lama ke server fisik baru, atau dari server fisik ke lingkungan virtual, atau bahkan dari satu virtual machine ke virtual machine lainnya di platform yang sama atau berbeda. Setiap jenis-jenis migrasi ini memiliki langkah-langkah, karakteristik, serta keunggulannya tersendiri. Pemilihan jenis migrasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.
Melakukan server migration merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menghadapi tantangan dan tuntutan bisnis yang terus berkembang. Oleh karena itu, terdapat beberapa faktor pendukung tentang mengapa perusahaan perlu melakukan proses ini, yaitu:
Perkembangan teknologi yang semakin pesat terus mendorong setiap perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan infrastruktur teknologi bisnis terbaru. Banyak aplikasi terbaru yang mungkin tidak mampu lagi dijalankan di sistem lama karena memerlukan sumber daya yang lebih besar dan tinggi. Perusahaan dapat mengatasi ini dengan migrasi ke infrastruktur yang lebih baru.
Ancaman siber merupakan isu yang menjadi prioritas utama bagi perusahaan dewasa ini. Hal ini karena ancaman siber dapat membawa dampak buruk yang sangat signifikan bagi kegiatan operasional perusahaan. Proses server migration sering meliputi penerapan protokol keamanan seperti enkripsi dan kontrol akses yang lebih canggih dan ketat. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk menjaga kepatuhan regulasi terkait keamanan data.
Sistem yang sudah berusia lama akan memerlukan biaya pemeliharaan yang cukup berat bagi perusahaan. Infrastruktur IT yang usang sering menjadi beban biaya operasional yang signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, dengan melakukan server migration ke sistem yang baru, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang melalui penggunaan sumber daya yang lebih hemat dan efisien.
Cara migrasi server yang benar tergantung pada jenis pemindahan yang dilakukan. Secara umum, terdapat langkah-langkah sistematis yang harus dipastikan sebelum, sesaat, dan setelah proses migrasi selesai dilakukan. Berikut ini adalah langkah-langkah tersebut:
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam server migration adalah mempersiapkan server tujuan terlebih dahulu. Pastikan pemilihan dan pengaturan hardware dan software sudah sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan data yang akan dipindahkan. Selain itu, pastikan juga server tujuan memiliki spesifikasi yang memadai mulai dari kapasitas penyimpanan, kekuatan prosesor, serta memori yang cukup.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan penilaian kesesuaian data atau data fidelity. Hal ini berarti mengevaluasi data yang akan dipindahkan untuk memastikan semuanya masih relevan dan diperlukan. Prosesnya meliputi identifikasi file, database, dan aplikasi yang perlu dipindahkan dan memastikan formatnya kompatibel dengan server baru.
Setelah mempersiapkan server dan data, langkah selanjutnya adalah transfer ke server tujuan dengan berbagai metode. Pilihan metode migrasi bergantung pada volume data dan kompleksitas aplikasi yang dipindahkan.
Setelah proses pemindahan selesai, selanjutnya perlu dilakukan pengujian quality assurance atau QA testing. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan aplikasi dan sistem dapat berjalan dengan baik di lingkungan server baru.
Terakhir, setelah pengujian menunjukkan hasil yang positif, langkah berikutnya adalah mengubah pengaturan DNS untuk mengarahkan traffic ke server baru. Proses ini dapat memakan waktu yang cukup lama untuk propagasi penuh di seluruh internet.
Migrasi server yang terencana dan terlaksana dengan baik dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, berikut ini adalah beberapa contohnya:
Aplikasi dan sistem perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini didukung oleh spesifikasi server baru yang umumnya merupakan peningkatan dari server sebelumnya. Selain itu, data perusahaan juga lebih terlindungi dari ancaman siber.
Proses pemindahan ini dapat memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk meningkatkan skala infrastruktur IT mereka. Perusahaan dapat menyesuaikan infrastruktur yang ada dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.
Proses bisnis dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien dengan infrastruktur IT yang lebih mumpuni. Selain itu, biaya operasional terkait pemeliharaan infrastruktur usang juga bisa dikurangi.
Migrasi server adalah langkah yang butuh perencanaan matang dan kompleks. Oleh karena itu, perusahaan harus memilih solusi yang tepat untuk memastikan proses migrasi berjalan dengan lancar.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari Kaytus, dapat memberikan solusi migrasi server virtual terbaik dengan KSphere Virtualization. Solusi KSphere menawarkan virtualisasi server yang andal dan efisien, meminimalkan downtime, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi migrasi server dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Proses virtualisasi kini telah menjadi solusi pilihan bagi banyak infrastruktur IT modern. Komponen dasar dalam virtualisasi, yaitu virtual machine (VM), dapat mengoperasikan beberapa sistem operasi di dalam satu perangkat keras fisik. Hal ini dapat membawa fleksibilitas, efisiensi, dan penghematan biaya untuk perusahaan. Kini kebutuhan untuk memindahkan VM dari satu host ke host lainnya mulai muncul, proses ini disebut sebagai virtual machine migration. Proses ini tidak hanya sekadar memindahkan data dan file, tetapi sebuah proses kompleks yang perlu perencanaan matang untuk meminimalkan downtime.
Hal tersebut didorong oleh kebutuhan bisnis untuk selalu adaptif dan responsif terhadap perubahan, serta kebutuhan akan uptime yang tinggi. Migrasi VM dapat membantu perusahaan untuk memindahkan workload tanpa mengganggu operasional bisnis yang sedang berjalan. Artikel ini akan membahas seluk-beluk migrasi virtual machine, mulai dari definisinya, kapan perusahaan harus melakukannya, apa saja tipe, langkah-langkah, serta manfaatnya.
Virtual machine migration atau VM migration adalah proses pemindahan VM dari satu server fisik (host) ke server fisik lainnya. Pemindahan ini dapat dilakukan di lingkungan yang sama seperti di dalam data center yang sama, atau di lingkungan yang berbeda seperti antar date center atau ke cloud.
Proses ini dilakukan untuk bisa memindahkan VM yang sedang berjalan tanpa perlu mematikan proses operasionalnya. Tujuannya adalah untuk meminimalkan atau menghilangkan downtime. Semua data terkait dengan VM seperti file sistem operasi, aplikasi, data, dan konfigurasi dapat dipindahkan dalam proses migrasi ini.
Terdapat beberapa faktor dan situasi pendorong di mana perusahaan perlu melakukan VM migration. Faktor dan situasi tersebut antara lain adalah:
Perusahaan perlu melakukan perawatan rutin terhadap server fisik atau bahkan menggantinya jika diperlukan, di situasi inilah migrasi VM diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional tanpa menyebabkan downtime.
Load balancing adalah proses pemerataan beban kerja secara merata di server-server yang ada. Proses pemerataan workload ini juga dapat dilakukan dengan migrasi VM dari server yang memiliki beban lebih ke server lain yang kekurangan beban. Beban kerja yang terdistribusi secara merata akan mencegah terjadinya bottleneck dan memastikan aplikasi bekerja secara responsif.
Migrasi VM dapat digunakan juga ketika perusahaan memiliki banyak server dengan utilitas rendah dan perlu dikonsolidasikan ke server fisik yang lebih sedikit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya listrik, pendinginan, perawatan hardware, serta biaya operasional lainnya.
Ketika terjadi bencana yang tidak terduga atau kegagalan hardware yang menyebabkan malfungsi server, migrasi VM dapat dilakukan untuk memindahkan lokasi disaster recovery atau cloud secara singkat. Hal ini dapat mempercepat pemulihan layanan dan aplikasi dan meminimalisasi dampak downtime.
Perusahaan yang ingin memindahkan infrastruktur IT mereka secara masif ke cloud (migrasi cloud) juga perlu melakukan migrasi VM. Virtual machine yang dijalankan di infrastruktur on-premise dapat juga dipindah ke platform cloud. Hal ini memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya untuk perusahaan.
Berdasarkan prosedural dan langkahnya, migrasi virtual machine memiliki dua tipe utama, yaitu live migration dan cold migration. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Live migration atau hot migration adalah jenis pemindahan VM dari satu server fisik ke server fisik lainnya tanpa menyebabkan downtime. Proses ini dilakukan ketika aplikasi dan layanan sedang berjalan dan beroperasi di VM tanpa terinterupsi selama migrasi dijalankan. Transfer memori aktif di VM akan dilakukan secara bertahap selagi VM tetap berjalan di server sumber. Setelah selesai kontrol VM akan dialihkan ke server tujuan dengan sangat cepat.
Cold migration atau offline migration adalah jenis migrasi VM dari satu server fisik ke server lainnya pada saat VM dalam keadaan mati. Penyalinan file VM seperti konfigurasi dan disk virtual dilakukan dari server sumber ke server tujuan. VM baru akan dinyalakan di server tujuan ketika proses penyalinan selesai. Karena VM berada dalam keadaan mati ketika proses migrasi, maka akan ada downtime selama proses tersebut.
Terdapat beberapa langkah-langkah umum yang dilakukan dalam proses migrasi VM. Berikut ini adalah langkah-langkah dan penjelasannya:
Tahapan perencanaan adalah langkah awal yang penting dalam migrasi VM. Tim IT perlu mengidentifikasi VM yang akan dimigrasikan, tujuan migrasi, memilih metode, serta menetapkan jadwal migrasi.
Setelah perencanaan selesai, selanjutnya adalah menyiapkan lingkungan tujuan. Persiapan ini meliputi ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan server atau data center tujuan, mulai dari CPU, memori, storage, serta network.
Replikasi data merupakan proses penyalinan data dari VM sumber ke server atau cloud tujuan. Proses ini dilakukan berdasarkan jenis migrasinya dan perangkat lunak yang digunakan.
Cut-over adalah tahap saat VM dialihkan dari sumber ke tujuan. Dalam cold migration, tahap ini berarti menyalakan VM di server tujuan setelah migrasi selesai. Sementara dalam live migration, tahap ini berarti pengalihan kontrol VM dari sumber ke tujuan dengan cepat.
Langkah terakhir adalah validasi atau pengujian fungsionalitas VM di lingkungan tujuan serta pembersihan untuk menghapus salinan VM di server sumber dan membebaskan sumber daya yang telah dialokasikan untuk migrasi.
Implementasi migrasi VM memiliki beberapa manfaat utama, yaitu:
Pada jenis live migration, perusahaan dapat memindahkan VM sekaligus meminimalkan downtime untuk memastikan ketersediaan layanan bagi pengguna.
Migrasi dapat membantu perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan bisnis yang dinamis.
VM migration dapat membagikan workload infrastruktur secara signifikan, terutama infrastruktur berbasis cloud. Hal ini dapat mengurangi biaya operasional terkait pemeliharaan perangkat keras fisik.
Proses virtual machine migration memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang serta teknologi yang mumpuni untuk memastikan kelancaran prosesnya. Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari KAYTUS, dapat membantu proses migrasi VM Anda dengan solusi KSphere Virtualization dan dukungan ahli profesional kami. Solusi KSphere Virtualization merupakan solusi virtualisasi yang dengan keandalan yang tinggi untuk bisnis Anda!
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi KSphere Virtualization!
Editor: Irnadia Fardila

Skema virtualisasi server kini telah menjadi salah satu inovasi yang paling signifikan dalam dunia IT. Khususnya dalam hal pengelolaan data center, server virtual ini telah menjadi opsi utama bagi perusahaan untuk bisa mengoptimalkan sumber daya fisik serta meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas infrastruktur IT mereka.
Hal ini mendorong banyaknya perusahaan di seluruh dunia akan keuntungan dan manfaat dari teknologi virtualisasi ini untuk pertumbuhan dan kelanjutan bisnis mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk bisa memahami dengan baik tentang virtualisasi agar bisa memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan arsitektur data center mereka. Artikel ini akan membahas berbagai aspek mendalam dari server virtualization, mulai dari definisinya, keuntungan virtualisasi server, jenis-jenisnya, serta mengapa perusahaan perlu melakukannya. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Virtualisasi server adalah sebuah proses untuk menciptakan dan mengabstraksikan instalasi virtual ke dalam satu server. Proses ini juga termasuk mengabstraksikan dan menutupi sumber daya server, seperti jumlah dan identitas dari masing-masing mesin fisik, prosesor, serta sistem operasi.
Virtualisasi server memungkinkan perusahaan untuk memiliki berbagai instalasi virtual yang abstrak dengan menghemat perangkat keras yang digunakan. Hal ini biasanya terjadi pada desain perangkat keras dan perangkat lunak komputer tradisional yang mendukung aplikasi tunggal. Server seringkali harus menjalankan masing-masing beban kerja tunggal, membuang prosesor yang tidak terpakai, kapasitas memori, dan sumber daya perangkat keras lainnya seperti bandwith jaringan.
Proses server virtual ini dapat menambah lapisan perangkat lunak yang disebut sebagai hypervisor ke komputer. Hypervisor ini dapat mengabstraksikan perangkat keras yang mendasarinya dari semua perangkat lunak yang berjalan di atasnya. Pada dasarnya, virtualisasi berfungsi untuk menerjemahkan sumber daya fisik menjadi sumber daya virtual yang setara. Kemudian sumber daya yang tervirtualisasi di komputer ini akan diatur oleh hypervisor ke dalam sebuah virtual machine (VM). Masing-masing VM ini kemudian mampu berfungsi sebagai server yang terpisah dan independen.
Proses virtualisasi kini semakin dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Hal ini membuat banyak perusahaan mulai mengadopsi teknologi modern ini. Terdapat beberapa faktor pendorong mengapa perusahaan harus melakukan virtualisasi, antara lain:
Faktor pendorong yang pertama adalah meningkatnya kebutuhan komputasi. Permintaan aplikasi semakin bertambah seiring dengan banyaknya perusahaan modern yang mengandalkan berbagai jenis aplikasi untuk proses bisnis mereka. Setiap aplikasi tersebut tentu memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda-beda.
Selain aplikasi, volume data yang dihasilkan dan dibutuhkan oleh perusahaan pun terus bertambah secara eksponensial. Hal ini tentu membutuhkan sumber daya komputasi yang lebih besar serta penyimpanan yang lebih besar juga.
Teknologi virtualization dapat memungkinkan satu server fisik untuk menjalankan beberapa sistem operasi dan aplikasi. Perusahaan dapat mengelola biaya dan kebutuhan akan perangkat keras fisik. Sumber daya komputasi seperti CPU, RAM, atau storage juga dapat dialokasikan ke virtual machine secara dinamis untuk menghindari pemborosan sumber daya.
Perusahaan dapat mengantisipasi kegagalan operasional dengan virtual machine karena dapat dimigrasikan ke server fisik yang berbeda untuk meningkatkan ketersediaan dan keandalan. Hal ini juga berlaku untuk pencadangan dan pemulihan ketika terjadi bencana. Lingkungan virtual juga dapat digunakan untuk menguji dan mengembangkan aplikasi baru tanpa mengganggu proses produksi yang lain.
Proses virtualisasi melibatkan beberapa langkah utama dan komponen-komponen tertentu. Tahapan pertama adalah pemasangan hypervisor pada server fisik. Hypervisor kemudian akan membuat lapisan abstraksi antara perangkat keras dan virtual machine. Setiap virtual machine tersebut akan berfungsi secara independen di dalam lingkungan virtual yang terisolasi, meskipun berjalan dalam perangkat keras fisik yang sama.
Setelah itu, aplikasi atau sistem operasi akan dijalankan di dalam virtual machine. Kemudian hypervisor akan bertugas untuk mengalokasikan sumber daya dari server fisik ke virtual machine. Sumber daya tersebut meliputi CPU, RAM, dan storage. Selain itu, hypervisor juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara virtual machine dan perangkat keras fisik, serta antar mesin-mesin virtual itu sendiri.
Perusahaan dapat menjalankan lebih dari satu virtual machine pada satu server fisik tanpa mengorbankan kinerja aplikasi atau sistem operasi. Hal ini karena proses virtualization dapat memanfaatkan kapasitas pemrosesan yang sebelumnya tidak terpakai pada server fisik guna meningkatkan efisiensi.
Terdapat beberapa contoh virtualisasi server yang umum digunakan, yaitu:
Jenis ini dapat menciptakan lingkungan virtual yang terisolasi sepenuhnya. Konsep ini meniru perangkat keras yang mendasarinya, sehingga sistem operasi guest dapat berjalan tanpa modifikasi karena seperti dijalankan di perangkat fisik sungguhan. Hypervisor di sistem ini berperan sebagai perantara antara guest OS dengan perangkat keras. Jenis ini memiliki kompatibilitas tinggi dengan berbagai OS, tetapi memiliki performa yang sedikit lebih rendah.
Para virtualization adalah jenis lingkungan virtual di mana guest OS dimodifikasi khusus untuk berjalan di lingkungan virtual. Sistem ini mengurangi kebutuhan terjemahan instruksi yang kompleks seperti jenis full virtualization. Hal ini menyebabkan performa yang lebih baik, tetapi tidak semua OS dapat didukung.
Teknologi virtualisasi ini memanfaatkan fitur-fitur yang dibangun di CPU modern untuk memudahkan hypervisor untuk mengelola virtual machine secara lebih efisien, mengurangi overhead, serta meningkatkan performa.
Virtualisasi jenis ini diintegrasikan fungsinya ke dalam Kernel sistem operasi host. Beberapa container berjalan di Kernel yang sama, berbagai sumber daya, namun tetap terisolasi dari satu sama lain. sistem ini lebih ringan daripada full virtualization serta menghasilkan performa yang lebih tinggi dengan overhead yang lebih rendah.
Implementasi server virtual memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, khususnya dari segi sumber daya dan infrastruktur IT. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
Server-server fisik yang sebelumnya beroperasi dengan kegunaan atau utilitas yang rendah dapat dikonsolidasikan menjadi satu atau beberapa server fisik yang lebih kuat dengan virtualization. Hal ini mengurangi jumlah total server fisik yang dibutuhkan dan menghemat ruang data center.
Mengurangi kebutuhan akan server fisik merupakan langkah untuk menyederhanakan infrastruktur IT perusahaan. Perangkat keras yang berkurang akan berdampak pada kebutuhan perangkat pelengkap lainnya yang juga berkurang. Hal ini dapat mempermudah pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur.
Secara finansial, proses virtualisasi dapat membantu perusahaan untuk mengurangi pengeluaran atau modal untuk membeli perangkat keras baru serta biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan perangkat keras yang rusak.
Arsitektur data center kini mulai bergerak ke arah tren cloud computing. Oleh karena itu, teknologi virtualisasi merupakan komponen inti yang mendasari ekosistem komputasi tersebut. Anda dapat meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi data center Anda dengan teknologi virtualisasi yang tepat.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure yang telah berpengalaman dan dapat membantu Anda dengan solusi virtualisasi terbaik. Sebagai partner resmi dari Kaytus, solusi KSphere Virtualization dapat menawarkan lingkungan virtual yang fleksibel dan skalabel untuk pengujian aplikasi sekaligus mengurangi downtime.
Hubungi marketing@phintraco.com sekarang untuk solusi virtualisasi server terbaik dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Memahami dan mempersiapkan tren teknologi adalah langkah yang harus diambil oleh setiap perusahaan di berbagai bidang bisnis. Kemajuan teknologi yang pesat di dunia bisnis tahun 2025 diprediksi akan mendorong transformasi yang signifikan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus bisa beradaptasi dengan berbagai tren teknologi saat ini dan memanfaatkannya sebagai peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi.
Perusahaan-perusahaan di berbagai sektor harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dinamika pasar yang terus berkembang di tahun 2025. Oleh karena itu, para pimpinan bisnis harus memahami tren teknologi terkini yang akan mendominasi di tahun 2025 untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis mereka.
Inovasi-inovasi teknologi yang terjadi di tahun 2024 akan diprediksi terus berkembang di tahun 2025. Beberapa di antaranya akan menjadi tren utama yang diperkirakan akan mengubah lanskap bisnis dan kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah 10 tren teknologi digital di tahun 2025:
Generative AI merupakan salah satu tren paling utama dalam beberapa tahun belakangan ini. Teknologi ini dapat mengubah cara perusahaan beroperasi, khususnya dalam pembuatan konten baru seperti teks, gambar, dan video. Large language model (LLM) telah mengalami kemajuan pesat sehingga generative AI dapat membantu membuat konten-konten marketing, desain produk, hingga pengembangan software yang lebih efisien.
Jaringan 5G kini sudah mulai diimplementasikan di berbagai tempat dan menawarkan konektivitas yang lebih cepat dan stabil. Di tahun 2025 mendatang, jaringan 5G diprediksi akan semakin menyebar dan berekspansi hingga dapat dijangkau di banyak tempat. Kecepatan jaringan yang tinggi dan latensinya yang rendah akan membantu mempercepat pengiriman data. Selain itu, jaringan 5G juga dapat meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi berbasis cloud, video streaming, hingga komunikasi real time.
Perangkat internet of things (IoT) akan semakin banyak digunakan oleh berbagai perusahaan. IoT tidak hanya akan mencakup perangkat-perangkat yang digunakan konsumen seperti smart home, tetapi juga aplikasi industri seperti pemantauan mesin hingga supply chain management secara real time. Selain itu, perangkat IoT juga dapat mengotomatiskan beberapa tugas sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan juga dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari perangkat IoT dan mengambil keputusan penting berdasarkan data tersebut.
Virtual reality (VR) versi terbaru diprediksi dapat memberikan pengalaman yang lebih imersif dan lebih realistis dalam presentasi produk atau layanan lainnya. Teknologi ini tidak hanya akan digunakan untuk hiburan, tetapi untuk desain produk, pelatihan, bahkan terapi. Perkembangan terbaru dari VR dapat menciptakan simulasi yang realistis untuk pelatihan teknis, pemasaran produk, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efektivitas pelatihan.
Tidak hanya VR, augmented reality (AR) juga diperkirakan akan semakin populer di tahun 2025. AR dapat membuat pengguna melihat informasi digital yang ditampilkan ke dunia nyata melalui bantuan perangkat mobile atau kacamata khusus AR. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di dunia bisnis, khususnya dalam bidang retail. Panduan interaktif dalam proses produksi juga dapat diwujudkan dengan teknologi AR.
Edge computing adalah model komputasi yang bekerja dengan memindahkan pemrosesan data dari data center ke tepi jaringan (edge network). Hal ini memungkinkan perangkat untuk melakukan analisis secara lokal dan memberikan keunggulan-keunggulan seperti latensi rendah, keamanan data yang tinggi, ketersediaan tinggi, hingga efisiensi biaya.
Teknologi dengan energi hijau telah menjadi fokus utama sejak meningkatnya kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan dan dampak dari pemanasan global. Contoh-contoh teknologi energi hijau ini meliputi panel surya (solar panel), turbin angin, hidrogen hijau, hingga bioenergi. Green energy technology merupakan inovasi yang terus bermunculan untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya digunakan sebagai alat produksi untuk konten pemasaran tetapi juga sebagai senjata utama pertahanan melawan serangan siber. Di tahun 2025, AI akan semakin banyak digunakan untuk mengamankan berbagai sistem. Perusahaan dapat mendeteksi ancaman secara lebih cepat dan akurat, merespons secara otomatis, serta meningkatkan privasi dan keamanan data dengan bantuan AI.
Komputasi kuantum merupakan ilmu komputer yang menggunakan prinsip mekanika kuantum untuk bekerja. Prinsip tersebut membuat sebuah komputer kuantum dapat melakukan banyak komputasi secara paralel dan dapat menyelesaikan tugas yang sangat kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan komputer biasa. Jenis komputasi ini juga diperkirakan akan diterapkan di berbagai bidang mulai dari finansial, farmasi, sains, hingga kecerdasan buatan.
PQC adalah cabang kriptografi yang dirancang untuk mengembangkan algoritma enkripsi yang tahan terhadap serangan dari komputer kuantum. Algoritma ini dirancang khusus dengan prinsip matematika yang berbeda dari kriptografi biasa sehingga dapat bertahan dan tidak mudah dipecahkan oleh komputer kuantum. Di tahun 2025 dan seterusnya, perusahaan diperkirakan akan mulai bermigrasi ke sistem kriptografi PQC untuk melindungi data dari ancaman yang lebih serius di masa depan.
Untuk bisa memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan bisnis, setiap perusahaan harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru yang ada serta tren-tren yang akan muncul ke depannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan solusi teknologi terbaik untuk menunjang produk dan layanan perusahaan.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure & solutions yang terpercaya dan berpengalaman dalam menyediakan. Solusi teknologi dari Phintraco Technology meliputi AI contact center, chatbot, virtualization, green technology seperti panel surya, high performance computing (HPC), dan lain sebagainya. Percayakan transformasi digital bisnis Anda bersama Phintraco Technology!
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi teknologi dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila

Interaksi antara pelanggan dan perusahaan di era digital telah mengalami transformasi seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan pelanggan. Hal ini mendorong implementasi teknologi yang menjadi pendukung layanan pelanggan agar menjadi lebih efisien dan modern. Salah satu teknologi yang digunakan dalam contact center adalah automatic speech recognition (ASR), speech recognition, atau speech-to-text.
ASR adalah teknologi yang dapat mempermudah komunikasi dan meningkatkan efisiensi contact center. Teknologi ini diciptakan sebagai solusi untuk membuat pengalaman pelanggan yang lebih responsif dan personal. Interaksi pelanggan dengan perusahaan dapat menjadi semakin cepat, intuitif, dan efektif. Artikel ini akan membahas teknologi ini secara lebih mendalam, mulai dari apa itu ASR, bagaimana cara kerjanya, apa saja kegunaannya, hingga manfaatnya untuk perusahaan. Temukan jawaban selengkapnya dengan membaca artikel berikut ini!
Automatic speech recognition adalah teknologi yang memungkinkan komputer untuk bisa memahami dan menginterpretasikan ucapan lisan manusia. Teknologi ini dikenal juga dengan istilah computer speech recognition atau speech-to-text. ASR dapat mengubah input bahasa lisan menjadi sebuah teks atau menjalankan perintah tertentu berdasarkan kata kunci yang dikenali.
Teknologi ini menggunakan algoritma yang canggih serta machine learning model yang dapat memproses dan memahami ucapan manusia secara real time, terlepas dari variasi logat, intonasi, kecepatan, hingga istilah slang. ASR adalah teknologi yang menggabungkan berbagai penelitian dalam ilmu komputer, linguistik, dan teknik komputer untuk bisa menjalankan fungsinya. Kini telah banyak perangkat berbasis teks yang memiliki teknologi ASR di dalamnya untuk memudahkan penggunaan bebas genggam (hands free).
Dalam sejarahnya, teknologi ASR ini telah berkembang pesat dan mulai ditemukan pada tahun 1952 lewat sistem sederhana yang baru bisa mengenali beberapa kata saja. Perlahan teknologi ini terus berkembang hingga sekarang menjadi bagian integral dari berbagai perangkat dan aplikasi.
Sistem speech recognition bekerja dengan menggunakan algoritma komputer untuk memproses file audio dan menginterpretasikan kata-kata yang diucapkan menjadi bentuk teks. Perangkat lunak digunakan untuk mengubah audio menjadi bahasa tertulis yang dapat dimengerti oleh komputer dan manusia melalui empat langkah berikut ini:
Proses dimulai dengan perekaman suara melalui mikrofon yang kemudian akan menjadi file audio yang dianalisis oleh sistem ASR.
Setelah menerima audio, suara tersebut akan diubah menjadi format sinyal digital. Audio yang sudah menjadi sinyal digital kemudian akan dipotong menjadi bagian-bagian kecil untuk dianalisis lebih lanjut. Dalam prosesnya, setiap potongan audio tersebut akan dikonversi lagi menjadi bentuk numerik yang dapat dimengerti oleh komputer.
Sinyal digital yang dikonversi menjadi format numerik kemudian akan diproses oleh algoritma untuk mencocokkan pola tersebut dengan database kata-kata yang telah disimpan sebelumnya. Proses ini dilakukan dengan teknologi natural language processing atau NLP dan machine learning. Sistem komputer dapat mengenali ucapan yang direkam setelah mencocokkan format numerik dengan database yang ada.
Terakhir, hasil dari pencocokkan algoritma tersebut akan ditampilkan dalam bentuk teks atau digunakan sebagai kode perintah untuk perangkat lain. Proses ini sering digunakan dalam virtual assistant di perangkat mobile seperti smartphone.
Secara umum, proses pengenalan suara ini sangat kompleks dan memerlukan algoritma kuat untuk memastikan akurasi yang tinggi. Sistem ini juga perlu dilatih dengan berbagai data suara dengan berbagai variabel seperti logat, intonasi, dan kecepatan.
Teknologi ASR kini memiliki banyak kegunaan untuk berbagai perangkat dan aplikasi sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kegunaan ASR yang umum ditemukan:
ASR merupakan inti dari aplikasi virtual assistant seperti Google Assistant, Alexa, atau Siri. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memberikan perintah suara kepada perangkat untuk melakukan berbagai tugas. Tugas-tugas sederhana tersebut meliputi membuka aplikasi, membacakan pesan, mencari informasi di internet, hingga mengontrol perangkat internet of things (IoT). Ucapan perintah pengguna dikonversi menjadi teks perintah yang dijalankan oleh sistem.
Teknologi ini juga digunakan untuk aplikasi dikte untuk perangkat komputer dan mobile. Aplikasi ini digunakan untuk mengubah ucapan menjadi teks tertulis. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga untuk menulis hal-hal seperti email, laporan, atau dokumen lainnya yang melibatkan banyak penulisan.
Fitur aksesibilitas kini bisa ditemukan di setiap perangkat mobile dan komputer untuk penyandang disabilitas yang memiliki kesulitan dalam mengetik atau membaca. Teknologi ASR dapat membantu mereka untuk menggunakan perangkat hanya dengan suara.
Analisis sentimen merupakan teknologi yang dapat memahami sentimen atau kesan dari ucapan seseorang. Teknologi ASR digunakan untuk menganalisis hasil transkripsi ucapan sehingga sistem dapat menentukan apakah ucapan tersebut mengandung kesan positif, negatif, atau netral. Hal ini sangat berguna di berbagai bidang seperti riset pasar, analisis media sosial, dan customer service.
ASR juga telah menjadi tulang punggung bagi sistem contact center modern di banyak perusahaan. Teknologi ini digunakan untuk mengotomatiskan berbagai proses seperti identifikasi maksud panggilan pelanggan, mengarahkan panggilan ke agen contact center yang tepat, hingga memberikan informasi dan penawaran produk pada pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas contact center secara signifikan.
Penggunaan ASR, khususnya untuk contact center, memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, antara lain:
Interaksi pelanggan otomatis dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan responsivitas layanan pelanggan secara signifikan. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Pelayanan yang responsif dan akurat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Pelanggan yang puas dapat berpengaruh pada meningkatnya loyalitas pelanggan bahkan penjualan.
Perusahaan dapat mengurangi kebutuhan akan staf manusia dalam departemen contact center sehingga dapat menghemat biaya operasional.
Sistem ASR dapat menyimpan dan menganalisis data dari interaksi pelanggan. Perusahaan dapat memanfaatkan data tersebut untuk mendapat wawasan berharga tentang preferensi dan perilaku pelanggan.
Efektivitas dan efisiensi merupakan aspek yang harus dicapai oleh setiap perusahaan dalam menjalankan customer service. Solusi dari Phintraco Technology, yaitu AI contact center, dapat membantu Anda meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih efisien dan personal.
Solusi AI contact center dari Phintraco Technology memiliki teknologi ASR canggih yang dapat mempercepat proses pelayanan secara signifikan sekaligus menjaga kualitas dan keakuratan layanan. Anda dapat memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan dengan cepat dan akurat.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait solusi AI contact center dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila