Innovation <br/> with Quality Innovation <br/> with Quality

Innovation
with Quality

Step into the world of innovation with quality! Our solutions are designed to revolutionize your business and take it to new heights. At Phintraco Technology, we believe that innovation is the key to success, and we are committed to providing you with cutting-edge solutions that deliver exceptional quality.

Solutions

Services

ISO Certified

ISO #1
ISO #2
ISO #3
ISO #4
ISO #5
ISO #6

Why Phintraco Technology

Phintraco Technology is recognized as a certified partner of global IT and communication leaders. These partnerships give it access to best-in-class solutions, which it has combined with its own in-depth industry experience to offer its many clients a complete suite of IT solutions and services.

Certified ISO

Certified ISO

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Receive many Impressive Awards and Achievements in IT Solutions and Partnerships

Cross-industry Experience

Cross-industry Experience

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Over 30 Years of Experience in Providing Contact Center Solution

Our Greatest Partner

Phintraco Technology is recognized as the certified partner of global IT and communication leaders such as Avaya, Dell Technologies, Verint, Thales (formerly Gemalto), OneSpan (formerly Vasco), and many more. These partnerships give it access to best in class solutions which it has combined with its own in depth industry experience to offer a complete suite of IT solutions and services to its many clients.

Modern IT Infrastructure Modern IT Infrastructure
Mobile Transaction Security Mobile Transaction Security
Application Performance Monitoring Application Performance Monitoring

Blog and News

Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya
26 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya

Serangan siber kini menjadi semakin canggih dan volume data global pun meningkat hingga ratusan zettabyte. Oleh karena itu, data center security menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis. Keamanan data center bukan hanya melindungi server dan jaringan dari ancaman eksternal, tapi juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah maraknya ransomware dan pelanggaran data yang bisa merugikan hingga miliaran rupiah per insiden. Di Indonesia, dengan regulasi ketat seperti UU PDP dan pertumbuhan data center hyperscale, pengamanan data center semakin krusial untuk memenuhi standar nasional dan internasional.

Data center security adalah pendekatan holistik yang menggabungkan keamanan fisik data center, digital, dan operasional untuk melindungi aset IT dari berbagai risiko. Praktik terbaik seperti zero trust dan AI-driven monitoring tidak hanya mengurangi risiko downtime hingga 50%, tapi juga mendukung transformasi digital berkelanjutan. Memahami data center security best practices akan membantu bisnis menghindari jebakan umum, seperti insider threats atau kegagalan lingkungan, sambil memaksimalkan efisiensi investasi keamanan. Artikel ini akan membahas data center security system dan aspek lain yang terkait.

Apa itu Data Center Security?

Data center security adalah kumpulan strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur data center, termasuk server, storage, jaringan, dan data sensitif dari ancaman fisik, siber, lingkungan, dan manusia. Ini mencakup keamanan fisik data center seperti pagar perimeter dan biometric access, serta pengamanan data center digital seperti enkripsi dan firewall. Pada intinya, security ini memastikan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan data di tengah evolusi ancaman seperti AI-augmented attacks.

Dalam perkembangannya, data center security system semakin terintegrasi, menggabungkan cyber dan physical security melalui platform yang terpadu. Data center harus compliant dengan ISO 27001 dan Tier III/IV standards, di mana sistem ini dapat mencegah breach sekaligus mendukung recovery cepat. Tanpa security yang kuat, pusat data rentan terhadap downtime yang bisa mencapai Rp 80 juta per menit, menurut estimasi Gartner.


Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Security Framework itu Penting?

Data center security framework seperti NIST atau ISO 27001 menjadi sangat penting karena pusat data adalah kunci utama operasional bisnis untuk menyimpan data pelanggan, rahasia dagang, dan transaksi keuangan. Dengan ancaman seperti quantum computing yang mengancam enkripsi tradisional, framework ini menyediakan roadmap untuk adaptasi proaktif, mengurangi risiko hingga 70% melalui layered defenses. Tanpa framework yang jelas, perusahaan menghadapi kerugian finansial, reputasi rusak, dan sanksi regulasi.

Selain itu, framework mendukung keberlanjutan bisnis di era hybrid cloud, di mana 80% perusahaan Indonesia mengadopsi multi-cloud. Ini juga memenuhi tuntutan ESG, dengan keamanan yang hemat energi melalui monitoring AI. Di Indonesia, banjir atau gempa bisa lumpuhkan data center tanpa framework yang tangguh. Hal ini membuat security bukan hanya teknis tapi strategis untuk daya saing global.

Apa Saja Aspek Penting dalam Sistem Keamanan Data Center?

Sistem keamanan data center mencakup lima aspek utama yang saling melengkapi:

Keamanan Fisik

Dari aspek fisik, data center memerlukan lapisan pertahanan eksternal seperti pagar 8-foot, CCTV 360 derajat, dan biometric (palm-vein atau iris scan) untuk akses.

Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan meliputi firewall next-gen, intrusion detection systems (IDS), dan SDN untuk segmentasi traffic. Ini lindungi dari DDoS dan man-in-the-middle attacks.

Keamanan Data

Data perlu dilindungi dengan enkripsi end-to-end, data loss prevention (DLP), dan immutable storage untuk cegah ransomware. Best practices termasuk patching berkala untuk tutup celah keamanan.

Keamanan Operasional

Secara operasional, keamanan perlu ditingkatkan dengan training personel, zero trust model (verifikasi terus-menerus), dan endpoint detection response (EDR) untuk deteksi anomali real-time.

Keamanan Lingkungan

Sistem fire suppression (gas inert), UPS redundant, dan environmental monitoring untuk cegah overheating atau power failure.

Bagaimana Cara Kerja Data Center System?

Data center security system bekerja melalui siklus keamanan berlapis yang otomatis dan adaptif. Pertama, lapisan fisik akan mendeteksi ancaman eksternal via sensor dan CCTV, memicu alert ke command center. Jika breach fisik terdeteksi, maka biometric lock down area akan dilakukan secara instan. Kedua, traffic masuk disaring melalui perimeter security (firewall dan IDS) yang memeriksa paket data untuk anomali. Lalu gunakan machine learning untuk blokir serangan zero-day.

Ketiga, di internal, zero trust verifikasi setiap akses. Misalnya, MFA dan role-based control untuk memastikan hanya user authorized yang akses sumber daya spesifik. Keempat, monitoring berkelanjutan lewat SIEM (Security Information and Event Management) untuk menganalisis log real-time, memicu auto-response seperti isolasi endpoint jika serangan siber terdeteksi. Terakhir, disaster recovery berintegrasi dengan sistem ini, memungkinkan failover ke site cadangan dengan RTO di bawah 1 menit.


Baca Juga: Backup Data Center: Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Meningkatkan Keamanan Data Center?

Meningkatkan keamanan data center dapat dilakukan lewat pendekatan bertahap dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Adopsi Zero Trust Architecture: Verifikasi setiap akses, tanpa asumsi "trusted zone". Hal ini dapat mengurangi insider threats dengan implementasi MFA dan micro-segmentation.
  • Integrasi AI dan Automation: Gunakan AI untuk threat hunting dan auto-patching. Praktik ini dapat menghemat biaya operasional sekaligus tingkatkan deteksi.
  • Audit Berkala: Lakukan vulnerability scans bulanan dan sertifikasi SOC 2/ISO 27001. Termasuk audit simulasi breach untuk tes response time.
  • Lapisan Keamanan Tambahan: Tambahkan biometric multi-factor dan behavior analytics untuk akses.
  • Training dan Incident Response Plan: Beri pelatihan untuk tim IT, buat playbook untuk ransomware. Fokus pada supply chain security untuk cegah tampered hardware.
  • Hybrid Cloud Security: Enkripsi data in-transit dan gunakan secure API gateways untuk integrasi multi-cloud.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Percayakan Data Center Anda kepada Solusi Data Center Virtualization dari Huawei!

Setelah memahami betapa pentingnya keamanan untuk data center dan keberlangsungan bisnis, saatnya Anda memilih solusi yang terintegrasi dan terbukti untuk bisnis Anda. Solusi data center virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat bagi bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti zero trust integration, AI driven O&M, secure storage, dan compliance-ready, solusi ini telah terbukti di ribuan enterprise. Keamanan data security dari solusi ini juga didukung oleh sistem data backup berlapis, virtual firewall, distributed firewall, role-based management, dan microsegmentation.

Sebagai partner resmi dari Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa yang dimaksud dengan data center security?

Data center security adalah serangkaian kebijakan, teknologi, dan kontrol untuk melindungi pusat data dari ancaman fisik dan digital. Tujuannya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

Mengapa data center security sangat penting bagi perusahaan?

Data center security penting untuk mencegah kebocoran data, gangguan layanan, dan kerugian bisnis. Keamanan yang lemah dapat menyebabkan downtime, pelanggaran regulasi, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Apa saja ancaman utama terhadap keamanan data center?

Ancaman utama meliputi serangan siber, akses fisik tidak sah, kegagalan sistem, serta kesalahan manusia. Oleh karena itu, data center perlu perlindungan berlapis.

Apa saja komponen utama dalam data center security?

Komponen utama data center security mencakup keamanan fisik, keamanan jaringan, kontrol akses, enkripsi data, serta pemantauan dan manajemen insiden secara berkelanjutan.

Bagaimana cara meningkatkan keamanan data center secara efektif?

Keamanan data center dapat ditingkatkan dengan menerapkan kontrol akses ketat, monitoring real-time, audit keamanan rutin, serta pembaruan sistem dan kebijakan keamanan secara berkala. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center
19 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center

Di era digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Gangguan sekecil apa pun pada data center, baik karena bencana alam, serangan siber, kegagalan hardware, atau human error, bisa menyebabkan kerugian finansial jutaan hingga miliaran rupiah per jam. Data center disaster recovery (DR) hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan bisnis tetap berjalan meskipun data center utama mengalami kegagalan total. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan bisa memulihkan sistem dan data dalam hitungan menit hingga jam, bukan hari atau minggu.

Di Indonesia, di mana ancaman bencana alam seperti gempa, banjir, dan letusan gunung api cukup tinggi, ditambah maraknya serangan siber, memiliki disaster recovery plan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Banyak perusahaan besar seperti bank, e-commerce, dan BUMN sudah mengadopsi solusi ini untuk memenuhi regulasi OJK, BI, dan UU PDP. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu disaster recovery pusat data, perbedaannya dengan data center utama, cara kerjanya, serta manfaat nyata bagi bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Data Center Disaster Recovery?

Data center disaster recovery adalah strategi menyeluruh yang mencakup teknologi, proses, dan infrastruktur cadangan untuk memastikan kelangsungan operasional ketika data center utama tidak dapat diakses. Ini bukan sekadar backup biasa, melainkan sistem replikasi real-time atau near real-time yang memungkinkan seluruh aplikasi, database, dan layanan bisnis berpindah ke lokasi cadangan dengan cepat.

Tujuannya adalah mencapai dua metrik kritis, yaitu Recovery Point Objective (RPO) untuk menentukan seberapa banyak data terakhir yang boleh hilang (idealnya nol detik), dan Recovery Time Objective (RTO) yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali online sepenuhnya. Contoh data center disaster recovery yang ideal adalah ketika satu site terkena banjir besar, sistem otomatis beralih ke site cadangan di kota lain tanpa ada satu transaksi pun yang hilang, dan pelanggan bahkan tidak menyadari adanya gangguan.

Baca Juga: Data Center Infrastructure: Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya

Apa Bedanya Data Center dan Disaster Recovery Center?

Data center utama atau primary site adalah pusat operasional harian yang menangani seluruh beban kerja bisnis secara real-time. Semua transaksi, aplikasi, dan proses inti berjalan di sini dengan fokus pada performa tinggi, latensi rendah, dan akses cepat bagi pengguna. Lokasinya biasanya strategis dan terletak di dekat kantor pusat atau pelanggan utama, sehingga kapasitasnya dirancang 100% untuk mendukung operasional penuh setiap hari.

Sebaliknya, Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas cadangan yang tujuan utamanya bukan menjalankan operasional sehari-hari, melainkan siap mengambil alih sepenuhnya ketika primary site mengalami kegagalan. DRC biasanya berada di lokasi yang berbeda kota atau bahkan provinsi, minimal berjarak 100–300 km, untuk menghindari risiko bencana yang sama. Kapasitasnya bisa 50–100% dari primary site, dan biaya operasionalnya jauh lebih rendah karena tidak selalu aktif penuh.

Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Disaster Recovery Plan itu Penting?

Tanpa disaster recovery plan yang kuat, maka bisnis sangat rentan terhadap berbagai risiko yang bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa disaster recovery plan ini penting:

Kerugian Finansial

Untuk perusahaan menengah hingga besar, satu jam downtime bisa menyebabkan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah, terutama di sektor finansial dan e-commerce yang beroperasi 24/7.

Kehilangan Data Permanen

Tanpa replikasi real-time, semua transaksi yang terjadi setelah backup terakhir akan hilang selamanya, bisa berupa ribuan order, transfer bank, atau rekam medis pasien.

Rusaknya Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan

Ketika layanan tiba-tiba mati berjam-jam atau berhari-hari, pelanggan akan kecewa dan beralih ke kompetitor. Hal ini dapat merusak reputasi perusahaan.

Pelanggaran Regulasi

OJK, Bank Indonesia, dan UU Perlindungan Data Pribadi mewajibkan institusi keuangan serta pengelola data pribadi memiliki disaster recovery plan yang terdokumentasi dan teruji secara berkala.

Ancaman Eksistensial bagi Perusahaan

Banyak kasus perusahaan kecil hingga menengah bangkrut total setelah serangan ransomware atau bencana alam karena tidak punya cara memulihkan data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Kerja Data Center Disaster Recovery?

Proses dan cara kerja disaster recovery untuk data center berjalan secara otomatis dan memiliki beberapa lapisan/tahapan. Berikut adalah penjelasannya:

Backup dan Replikasi Berkelanjutan

Data tidak hanya di-backup periodik, tapi direplikasi secara synchronous (real-time) atau asynchronous (setiap beberapa detik/menit) ke disaster recovery center

Monitoring 24/7

Kondisi primary site dipantau terus-menerus melalui heartbeat signal. Jika sinyal hilang atau parameter kritis turun (CPU, storage, jaringan), sistem langsung mendeteksi adanya potensi bencana.

Failover Otomatis atau Semi-Otomatis

Begitu gangguan terdeteksi, trafik langsung dialihkan ke DRC melalui global load balancer atau DNS update cepat.

Validasi dan Testing Berkala

Disaster recovery plan harus diuji minimal 1–2 kali setahun, mulai dari tabletop exercise hingga full failover test.

Failback yang Terencana

Setelah primary site pulih, data disinkronisasi kembali secara bertahap, lalu operasional dikembalikan ke site utama tanpa mengganggu layanan.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Manfaat Utama Layanan Data Center Disaster Recovery untuk Bisnis?

Disaster recovery center memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut:

Kontinuitas Bisnis 24/7

Operasional bisnis tetap berjalan meskipun terjadi bencana besar seperti gempa atau serangan siber masif. Dengan RPO yang mendekati nol, tidak ada transaksi atau data penting yang hilang.

Menghemat Biaya Pemulihan

Dibandingkan membangun dua data center identik, perusahaan cukup memiliki satu DRC dengan kapasitas sesuai risiko.

Kepatuhan Regulasi

Perusahaan bisa memastikan kepatuhan terhadap persyaratan OJK, BI, ISO 22301, dan UU PDP dengan dokumentasi dan testing yang jelas.

Perlindungan dari Ransomware

Backup immutable dan air-gapped membuat data tetap bisa dipulihkan meski primary site terenkripsi total.

Fleksibilitas dan Skalabilitas tinggi

Kapasitas disaster recovery bisa ditambah kapan saja, terutama jika memakai model cloud.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Tingkatkan Ketersediaan Data Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Keamanan dan ketersediaan data bisnis perlu didukung oleh solusi data center yang telah teruji dan andal, khususnya untuk industri dan institusi kritis. Solusi data center virtualization dari Huawei merupakan solusi tepat untuk mendukung ketersediaan data bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti replikasi sinkronus real time, failover otomatis, full scenario disaster recovery, dan backup anti ransomware, solusi ini dapat membantu bisnis Anda secara signifikan.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu dan mendampingi Anda untuk mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

  
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya
15 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Di era digital saat ini, arsitektur data center modern telah berevolusi jauh dari desain tradisional yang kaku dan mahal. Kini, fokus utamanya adalah pada fleksibilitas, skalabilitas, efisiensi energi, dan integrasi teknologi seperti virtualisasi, software-defined networking (SDN), serta hyper-converged infrastructure (HCI). Arsitektur ini memungkinkan bisnis untuk menangani volume data yang melonjak, mendukung aplikasi AI, cloud hybrid, dan workload real-time tanpa downtime yang signifikan. Di Indonesia, transformasi digital bergerak semakin cepat, sehingga memahami arsitektur pusat data modern menjadi kunci untuk tetap kompetitif dan hemat biaya.

Arsitektur data center saat ini bukan lagi sekadar gedung berisi server, tapi sistem terintegrasi yang mengabstraksi hardware melalui software, sehingga resource bisa dialokasikan secara dinamis. Pendekatan ini dapat mengurangi biaya operasional hingga 50% dibandingkan desain lama, sambil meningkatkan keandalan dan keamanan. Dengan tren seperti edge computing dan sustainability, arsitektur ini dirancang untuk masa depan, membantu bisnis beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Artikel ini akan membahas secara detail tentang arsitektur pusat data modern dan aspek-aspek terkait.

Apa itu Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur data center modern adalah rancangan terstruktur yang mengintegrasikan komponen fisik dan virtual untuk menyediakan infrastruktur IT yang dapat diskalakan, efisien, dan resilien. Berbeda dari arsitektur tradisional yang bergantung pada hardware dedicated dan hierarki yang kaku, versi modern memanfaatkan virtualisasi untuk mengabstraksi computation, storage, dan networking, sehingga semuanya dikelola melalui software.

Ciri utamanya termasuk topologi jaringan leaf-spine untuk latensi rendah, hyper-convergence yang menggabungkan semua elemen dalam satu platform, serta dukungan untuk container dan AI workload. Arsitektur ini mendukung model hybrid/multi-cloud, di mana data center on-premise bisa terhubung secara mulus dengan cloud publik. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang agile, di mana penambahan kapasitas dilakukan secara otomatis tanpa intervensi manual besar-besaran.

Baca Juga: Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis

Apa Saja Komponen Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur pusat data modern terdiri dari beberapa komponen inti yang saling terhubung. Komponen ini modular, sehingga bisa diskalakan secara horizontal tanpa redesain total:

Compute Layer

Lapisan komputasi terdiri dari server fisik atau virtual (VM/container) yang menangani pemrosesan data. Di setup modern, ini sering menggunakan HCI untuk mengintegrasikan komputasi dengan storage dan network.

Storage Layer

Storage layer merupakan sistem penyimpanan seperti all-flash array (SSD cepat) atau distributed storage, dengan fitur deduplikasi dan snapshot untuk efisiensi dan backup cepat.

Networking Layer

Layer jaringan merupakan jaringan berbasis SDN dengan topologi spine-leaf untuk traffic east-west yang dominan di era cloud, untuk mengurangi bottleneck.

Power dan Cooling

Sistem redundansi (UPS, generator) serta cooling efisien seperti liquid cooling atau immersion untuk PUE rendah (<1.3), mendukung density tinggi.

Management dan Orchestration

Aspek manajemen terdiri dari software seperti DCIM (Data Center Infrastructure Management) atau platform O&M cerdas untuk monitoring, provisioning otomatis, dan predictive maintenance.

Security dan Resilience

Komponen keamanan terdiri dari firewall virtual, enkripsi, serta disaster recovery tools untuk zero RPO/RTO.

Baca Juga: Software Defined Data Center: Transformasi dalam Infrastruktur IT

Bagaimana Cara Kerja Arsitektur Data Center?

Cara kerja arsitektur data center modern berbasis pada prinsip otomatisasi dan abstraksi penuh, memastikan alur data lancar dari ujung ke ujung:

Masuknya Data (Ingress)

Pertama-tama, data dari pengguna atau aplikasi masuk melalui edge switch atau load balancer, kemudian langsung dirutekan ke jaringan inti tanpa bottleneck untuk memastikan setiap server hanya satu "hop” dari yang lain, sehingga latensi internal kurang dari 1 ms.

Alokasi Compute

Hypervisor atau orchestrator (seperti Kubernetes) secara dinamis kemudian mengalokasikan CPU, RAM, dan GPU ke VM/container berdasarkan permintaan. Jika workload naik mendadak, sistem otomatis spawn resource baru tanpa intervensi manual.

Penyimpanan dan Akses Data

Storage distributed akan menulis data ke beberapa node sekaligus untuk redundansi. Fitur seperti erasure coding dan snapshot memungkinkan pemulihan instan, sementara changed block tracking hanya mem-backup data yang berubah, menghemat bandwidth hingga 90%.

Routing dan Keamanan

SDN berfungsi mengatur alur traffic secara cerdas, sementara virtual firewall dan micro-segmentation memeriksa setiap paket. Jika ada ancaman, sistem akan melakukan isolasi otomatis tanpa ganggu operasional keseluruhan.

Manajemen dan Optimasi

Platform O&M menggunakan AI untuk memantau ribuan metrik real-time, memprediksi kegagalan hardware sebelum terjadi, dan mengoptimalkan konsumsi energi (misalnya mematikan server idle atau pindah workload ke node dingin).

Keluarnya Data (Egress) & Integrasi

Hasil pemrosesan kemudian akan dikirim kembali ke pengguna atau cloud eksternal via API. Di hybrid setup, workload bisa bermigrasi langsung antar on-premise dan cloud tanpa downtime.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Memilih Desain Data Center Modern yang Tepat?

Memilih desain yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi bisnis saat ini dan proyeksi masa depan. Berikut adalah pertimbangan utama beserta penjelasannya:

  • Skala dan Kebutuhan Bisnis: Evaluasi volume beban kerja saat ini dan prediksi 3–5 tahun ke depan. Startup atau UKM umumnya cukup dengan HCI ringan yang mulai dari 3–5 node dan mudah scale-out. Untuk enterprise besar dengan AI workload, maka butuh arsitektur hyperscale dengan ribuan node dan GPU cluster.
  • Efisiensi Energi dan Sustainability: Hitung PUE target dan pastikan dukungan pendinginan modern seperti liquid atau immersion. Hal ini penting untuk mengurangi biaya listrik dan memenuhi target ESG perusahaan.
  • Tier Level dan Availability: Pilihlah Tier III (concurrently maintainable) atau Tier IV (fault tolerant) jika bisnis Anda sangat krusial seperti fintech atau e-commerce besar.
  • Hybrid/Multi-Cloud Readiness: Pastikan arsitektur mendukung open standard (Kubernetes, OpenStack) dan API terbuka agar mudah integrasi dengan cloud publik.
  • Budget dan Lokasi: Colocation atau virtualisasi di provider lokal lebih hemat biaya dan cepat untuk go-live. Maka pilihlah lokasi dengan latensi rendah ke pengguna utama serta kepatuhan terhadap regulasi.
  • Keamanan dan Compliance: Carilah solusi dengan built-in zero trust, enkripsi end-to-end, serta sertifikasi lengkap. Fitur AI-driven threat detection kini semakin penting di era serangan siber yang masif.
Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Tingkatkan Arsitektur Pengelolaan Data Bisnis Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Arsitektur data center yang efisien membutuhkan integrasi sempurna antara software dan hardware. Sinergi ini memerlukan solusi yang telah terbukti dan memiliki keandalan tinggi. Oleh karena itu, Solusi Data Center Virtualization dari Huawei merupakan solusi ideal untuk membangun arsitektur pusat data yang ringan, cerdas, dan memiliki skalabilitas tinggi.

Dengan teknologi hyper-converged infrastructure, penyimpanan yang cepat dan reduplikasi tinggi, serta dashboard cerdas, solusi ini telah dipercaya oleh banyak enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini dengan efisien untuk bisnis Anda.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read