Blog

Agent Experience: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya
12 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Agent Experience: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Di era digital saat ini, AI semakin terintegrasi dalam operasional bisnis, termasuk di contact center di mana interaksi pelanggan semakin kompleks dan memerlukan respons cepat serta scalable. Di Indonesia, dengan pertumbuhan e-commerce dan layanan digital yang pesat, AI agents (seperti chatbot otonom atau sistem AI yang menangani tugas secara mandiri) menjadi kunci untuk efisiensi. Namun, sering kali fokus hanya pada customer experience (CX), sementara agent experience (AX) untuk AI agents itu sendiri diabaikan. AX yang optimal memastikan AI agents dapat beroperasi dengan lancar, andal, dan efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan keseluruhan serta mengurangi intervensi manusia.

Agent experience adalah pengalaman holistik yang dirasakan AI agents saat berinteraksi sebagai pengguna produk atau platform. Dalam konteks customer service, AI Agent di customer service mengubah cara kerja contact center dengan menangani tugas otonom, sementara customer experience agent adalah peran AI agents sebagai penghubung utama antara pelanggan dan brand di mana pengalaman AI agents yang baik menghasilkan CX superior. Artikel ini akan membahas definisi AX, mengapa penting, cara kerja AI dalam mendukungnya, manfaat AI Agent, serta langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkannya.

Apa itu Agent Experience (AX)?

Agent Experience (AX) adalah pengalaman holistik yang dimiliki AI agents sebagai pengguna produk atau platform. Ini mencakup seberapa mudah AI agents mengakses, memahami, dan beroperasi dalam lingkungan digital untuk mencapai tujuan pengguna, seperti menangani pertanyaan pelanggan atau memproses transaksi secara otonom.

Komponen utama AX meliputi:

  • Aksesibilitas dan onboarding: Pengaturan cepat tanpa intervensi manusia, seperti API keys yang mudah dibuat dan dirotasi.
  • Dokumentasi dan struktur: Format yang mudah dibaca oleh large language models (LLM), seperti OpenAPI specs atau llms.txt, untuk menghindari batas konteks.
  • Interaksi dan keandalan: Desain produk yang prediktif, dengan error handling yang jelas dan izin granular untuk menghindari kegagalan.
  • Optimasi untuk otonomi: Log aktivitas, feedback loop, dan integrasi standar seperti Model Context Protocol (MCP) agar AI agents bisa chaining tugas tanpa ambiguitas.

Berbeda dengan user experience (UX) untuk manusia atau developer experience (DX) untuk programmer, AX fokus pada AI agents sebagai "pengguna pertama" yang beroperasi secara programatis tanpa inferensi konteks atau akal sehat manusia. Di contact center modern, AX memastikan AI agents seperti virtual assistant dapat berintegrasi mulus dengan sistem untuk layanan yang andal.

Mengapa Agent Experience Penting dalam Contact Center Modern?

AX menjadi krusial karena AI agents semakin mendominasi interaksi di contact center, di mana volume pertanyaan pelanggan melonjak dan memerlukan otonomi tinggi. Pengalaman AI agent yang buruk menyebabkan AI agents gagal tugas, biaya tinggi, atau memerlukan intervensi manusia, yang akhirnya mengurangi efisiensi dan meningkatkan frustrasi pelanggan, sehingga CSAT dan NPS menurun.

Dari sisi bisnis, dengan prediksi bahwa akan banyak aplikasi enterprise menggunakan agentic AI pada 2028, AX yang baik dapat meningkatkan adopsi AI agents, mengurangi biaya operasional, dan memastikan keandalan. Tren omnichannel membuat AI agents harus menangani data dari berbagai saluran tanpa hambatan. Tanpa AX optimal, risiko kegagalan otonom meningkat, menghambat skalabilitas.

Bagaimana Cara Kerja Agent Experience AI?

Agent Experience AI bekerja dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam alur kerja agen secara real-time, sehingga agen tetap menjadi pusat interaksi sementara AI berperan sebagai “co-pilot” yang membantu. Proses kerjanya meliputi:

  • Pengumpulan & analisis data real-time: AI mengintegrasikan data pelanggan dari berbagai saluran (telepon, chat, email, WhatsApp) untuk membentuk profil lengkap.
  • Bantuan selama interaksi: Generative AI memberikan saran respons kontekstual, next-best-action, atau kalimat empati berdasarkan riwayat dan sentiment pelanggan. Sentiment analysis mendeteksi emosi pelanggan secara otomatis untuk memandu agen memberikan respons yang tepat.
  • Otomatisasi tugas rutin: Robotic Process Automation (RPA) menangani verifikasi data, update status, atau pengiriman konfirmasi, sehingga agen fokus pada interaksi bernilai tinggi.
  • Smart routing & after-call support: AI mengarahkan tiket ke agen dengan keahlian paling sesuai. Setelah panggilan, AI menghasilkan ringkasan otomatis (summarization) untuk handover cepat atau coaching.
  • Siklus pembelajaran berkelanjutan: Setiap interaksi digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, sehingga saran semakin akurat dan relevan.

Apa Saja Manfaat AI Agent di Customer Service?

Penggunaan AI Agent (agent assist atau copilots) memberikan manfaat signifikan bagi tiga pihak, yaitu agen itu sendiri, pelanggan, serta perusahaan atau bisnis. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

Agen

  • Mengurangi beban kerja rutin sehingga agen bisa fokus pada interaksi kompleks dan emosional.
  • Memberikan panduan real-time yang dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan resolusi.
  • Mengurangi stres & burnout menghasilkan kepuasan kerja dan retensi agen yang meningkat.

Pelanggan

  • Respons lebih cepat dan konsisten.
  • Interaksi layanan yang lebih personal dan empati.
  • Pengalaman pelanggan keseluruhan yang lebih baik.

Bisnis/Perusahaan

  • Penurunan Average Handle Time (AHT) dan biaya operasional.
  • Peningkatan produktivitas agen hingga 30–50%.
  • Retensi agen dan pelanggan yang lebih tinggi.\
  • Insight data mendalam untuk perbaikan proses dan strategi.

Bagaimana Cara Mengoptimalkan Agent Experience?

Mengoptimalkan agent experience memerlukan pendekatan holistik dan bertahap. Berikut langkah-langkah praktis:

  • Desain dokumentasi LLM-friendly: Gunakan format seperti llms.txt atau OpenAPI specs yang ringkas dan prediktif.
  • Implementasikan standar integrasi: Adopsi MCP untuk kontekstualisasi, dengan schema slimming untuk hindari batas token.
  • Optimasi autentikasi & keamanan: Berikan API keys granular, rotasi otomatis, dan failure paths jelas.
  • Monitor & test secara rutin: Gunakan observability tools, automated testing, dan metrik seperti success rate serta cost per task.
  • Bangun feedback loop hybrid: Integrasikan komentar kolaboratif untuk perbaikan, sambil mendukung tim manusia-AI.
  • Pilih platform yang AI-ready: Sesuaikan dengan SOP contact center untuk interaksi omnichannel otonom.

Dengan pendekatan ini, AI agents akan beroperasi lebih andal, efisien, dan terintegrasi, yang pada akhirnya meningkatkan customer experience secara keseluruhan.

Optimalkan Layanan Pelanggan Anda dengan Solusi AI Contact Center dari Phintraco Technology!

Pengalaman AI agent merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. Oleh karena itu, optimalkan agent experience Anda dengan solusi AI contact center dari Phintraco Technology.

Solusi AI contact center Phintraco Technology dilengkapi fitur agent assist cerdas, generative AI, smart routing, sentiment analysis, predictive insights, dan summarization otomatis. Semuanya dirancang untuk meningkatkan agent experience sekaligus customer experience. AI agents menjadi lebih otonom, andal, dan efektif sehingga hasilnya adalah layanan pelanggan yang unggul dan bisnis yang tumbuh.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila

Read  
AI untuk Customer Experience: Tingkatkan Efisiensi Layanan
09 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

AI untuk Customer Experience: Tingkatkan Efisiensi Layanan

Di era digital saat ini, pelanggan memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap layanan yang cepat, personal, dan tersedia kapan saja. Pelanggan tidak lagi puas hanya dengan respons standar, mereka menginginkan pengalaman yang terasa dipahami dan dihargai oleh brand. Tantangan ini semakin nyata di Indonesia, di mana pertumbuhan e-commerce, layanan finansial digital, dan adopsi omnichannel membuat persaingan ketat. Customer experience (CX) yang superior dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong pembelian berulang, serta mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru secara signifikan. Di sinilah AI untuk customer experience menjadi solusi yang transformasional.

Teknologi AI customer experience platform memanfaatkan machine learning, natural language processing (NLP), predictive analytics, hingga generative AI untuk mengubah interaksi pelanggan dari reaktif menjadi proaktif dan sangat personal. Inovasi AI customer experience memungkinkan bisnis menangani volume interaksi besar dengan efisiensi tinggi, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa manusiawi. Artikel ini akan membahas apa itu AI untuk CX, cara kerjanya, contoh tools yang digunakan, serta manfaat nyata yang bisa dirasakan bisnis dan pelanggan.

Apa itu AI Customer Experience?

AI Customer Experience adalah penerapan teknologi artificial intelligence untuk mengelola, mengoptimalkan, dan mempersonalisasi interaksi pelanggan di seluruh customer journey. Kecerdasan buatan di sini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, tetapi juga untuk memahami kebutuhan, perilaku, dan preferensi pelanggan berdasarkan data historis dan real-time.

Berbeda dengan pendekatan customer experience tradisional yang cenderung reaktif dan manual, AI-driven customer experience bersifat proaktif dan adaptif. Sistem AI mampu mempelajari pola interaksi pelanggan, memprediksi kebutuhan mereka, serta memberikan respons yang relevan secara otomatis.

Teknologi inti yang digunakan meliputi Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Predictive Analytics, Generative AI, Robotic Process Automation (RPA), dan Sentiment Analysis.

Kombinasi teknologi-teknologi tersebut kemudian menghasilkan pengalaman omnichannel yang terintegrasi, di mana data dari berbagai channel (website, app, WhatsApp, email, media sosial) disatukan untuk memberikan layanan yang konsisten dan relevan. Di konteks bisnis modern, terutama contact center, AI telah menjadi fondasi digital transformation yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.


Baca Juga: Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan

Bagaimana Cara Kerja AI Driven Customer Experience?

AI-driven customer experience bekerja melalui siklus data yang berkelanjutan dan otomatis. Pertama, sistem mengumpulkan data dari berbagai sumber secara real-time, termasuk riwayat transaksi, perilaku browsing, interaksi sebelumnya, hingga aktivitas di media sosial. Data ini diintegrasikan menjadi profil pelanggan tunggal (single customer view) melalui platform omnichannel.

Selanjutnya, AI melakukan analisis mendalam:

  • Machine learning mengidentifikasi pola dan tren perilaku. NLP memproses teks atau ucapan untuk memahami maksud dan konteks.
  • Predictive analytics meramalkan kebutuhan masa depan, seperti kemungkinan churn atau produk yang akan diminati.
  • Berdasarkan insight tersebut, AI mengambil tindakan otomatis.
  • Generative AI menghasilkan respons personal yang relevan, baik dalam bentuk teks, suara, maupun rekomendasi.
  • Smart routing mengarahkan pertanyaan kompleks ke agen manusia yang paling sesuai.
  • RPA menangani tugas rutin seperti update status pesanan atau pengiriman konfirmasi.

Proses ini menciptakan personalisasi real-time, misalnya untuk menyesuaikan tampilan website atau pesan promosi secara instan. Terdapat juga feedback loop, yaitu setiap interaksi baru digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, sehingga akurasi dan relevansi terus meningkat seiring waktu.

Apa Saja Contoh AI Customer Experience Tools?

Berikut adalah beberapa contoh AI untuk customer experience yang telah banyak diadopsi:

Chatbot & Virtual Assistant berbasis NLP dan Generative AI

Chatbot dan virtual assistant biasa digunakan untuk menangani pertanyaan umum, transaksi sederhana, penjadwalan, hingga pengecekan status pesanan 24/7.

Recommendation Engine

Teknologi ini dapat menganalisis riwayat pembelian dan perilaku untuk menyarankan produk/konten relevan, seperti sistem rekomendasi di e-commerce atau platform streaming.

Sentiment Analysis Tool

Analisis sentimen berfungsi untuk mendeteksi emosi (puas, kecewa, netral) dari ulasan, chat, atau panggilan dengan pelanggan untuk memicu respons empati atau eskalasi cepat.

Predictive Analytics untuk Churn Prevention

Tools ini dapat mengidentifikasi pelanggan berisiko keluar dan menawarkan intervensi dini, seperti diskon atau program loyalitas.

AI-Powered Contact Center Suite

Platform ini menggabungkan smart routing (mengarahkan keluhan pelanggan ke agen tepat), generative AI untuk respons suara/teks, serta fitur seperti summary yang merangkum percakapan sehingga handover lebih cepat.

Omnichannel AI Integration

Integrasi omnichannel menyatukan semua saluran komunikasi agar transisi mulus tanpa kehilangan konteks, termasuk integrasi WhatsApp Business API.


Baca Juga: Contact Center AI adalah Revolusi Pelayanan Pelanggan Modern

Apa Saja Manfaat AI untuk Customer Experience?

Penerapan AI untuk customer experience dapat memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan otomatisasi tugas-tugas repetitif, AI dapat mengurangi beban kerja agen dan menekan biaya operasional contact center.

Respons Lebih Cepat dan Konsisten

AI mampu memberikan respons instan kapan pun dibutuhkan, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bantuan.

Personalisasi dalam Skala Besar

Teknologi AI dapat memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang personal kepada ribuan pelanggan sekaligus tanpa menambah sumber daya manusia.

Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan

Pengalaman pelanggan yang cepat, relevan, dan konsisten meningkatkan tingkat kepuasan serta loyalitas terhadap brand.

Insight Bisnis yang Lebih Mendalam

AI menyediakan data dan analitik yang membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan mengambil keputusan berbasis data.

Mendorong Inovasi AI Customer Experience

Penggunaan AI dapat membuka peluang inovasi layanan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku pelanggan dan dinamika pasar.


Baca Juga: Contact Center Automation: Wujudkan Customer Service Efisien

Tingkatkan Efisiensi dalam Contact Center Anda dengan Solusi AI Contact Center dari Phintraco Technology!

Tingkatkan efisiensi dan personalisasi dalam layanan contact center Anda dengan solusi AI untuk contact center dari Phintraco Technology.

Dengan fitur chatbot cerdas, generative AI, smart routing, sentiment analysis, dan predictive capabilities, solusi Phintraco Technology membantu bisnis memberikan layanan pelanggan yang lebih cepat, personal, dan hemat biaya.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa manfaat utama menggunakan AI dalam manajemen pengalaman pelanggan?

Manfaat utama AI dalam pengalaman pelanggan adalah memberikan layanan yang lebih cepat, personal, dan konsisten melalui automasi interaksi, analisis perilaku, serta rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana AI digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan?

AI digunakan melalui chatbot, personalisasi konten, prediksi kebutuhan pelanggan, analisis sentimen, serta automasi layanan untuk mengurangi waktu respon dan meningkatkan kepuasan.

Apa saja contoh teknologi AI yang umum dipakai untuk customer experience?

Contoh teknologi AI di customer experience termasuk chatbot berbasis NLP, rekomendasi produk otomatis, analisis suara dan teks, serta sistem prediksi churn untuk memahami perilaku pelanggan.

Mengapa personalisasi dengan AI penting bagi pelanggan?

Personalisasi dengan AI penting karena membantu menyajikan konten, penawaran, dan layanan yang relevan secara individual, sehingga pelanggan merasa lebih puas dan terlibat.

Apakah AI dapat menggantikan peran layanan pelanggan manusia?

AI tidak sepenuhnya menggantikan layanan manusia, tetapi membantu menangani tugas rutin dan memberikan insight cepat sehingga tim manusia dapat fokus pada kasus kompleks yang membutuhkan empati.

Bagaimana AI membantu meningkatkan loyalitas pelanggan?

AI meningkatkan loyalitas dengan menganalisis preferensi pelanggan, memberikan rekomendasi yang tepat waktu, dan memungkinkan layanan proaktif yang membuat pelanggan merasa dihargai.

Apa dampak AI terhadap efisiensi operasional dalam layanan pelanggan?

AI dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mengautomasi respons cepat, mengurangi beban tugas manual, serta mempercepat alur kerja tim customer service. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan
02 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, customer experience (CX) telah bergeser dari sekadar fungsi pendukung menjadi faktor penting penentu daya saing bisnis. Produk yang serupa dan harga yang kompetitif tidak lagi cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Pengalaman menyeluruh yang dirasakan pelanggan sejak pertama kali berinteraksi hingga tahap pascapenjualan kini menjadi kriteria dan pembeda utama antarperusahaan.

Memasuki tahun 2026, tren customer experience berkembang menjadi semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kecepatan dan personalisasi layanan. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya memahami pelanggan, tetapi juga mampu merancang customer experience journey yang konsisten, relevan, dan bernilai di setiap titik interaksi. Artikel ini akan membahas tentang apa itu customer experience dan apa saja tren yang diprediksi akan muncul dan mendominasi di tahun 2026. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi berikutnya.

Apa yang Dimaksud dengan Customer Experience?

Customer experience adalah keseluruhan persepsi dan kesan yang dirasakan pelanggan sebagai hasil dari interaksi mereka dengan sebuah merek, produk, atau layanan. Interaksi ini tidak terbatas pada satu channel saja, melainkan mencakup seluruh customer experience journey, mulai dari tahap kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), pembelian (purchase), penggunaan, hingga layanan purna jual (post-purchase).

Pengalaman pelanggan dibentuk oleh berbagai elemen, seperti kualitas layanan, kecepatan respons, kemudahan akses informasi, konsistensi komunikasi, hingga emosi yang muncul selama proses interaksi. Oleh karena itu, CX tidak hanya menjadi tanggung jawab tim layanan pelanggan, tetapi juga melibatkan seluruh fungsi dalam perusahaan, termasuk pemasaran, penjualan, operasional, dan teknologi.

Perusahaan yang mampu mengelola customer experience secara strategis cenderung memiliki tingkat loyalitas pelanggan yang lebih tinggi, rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif, serta ketahanan bisnis yang lebih baik di tengah persaingan pasar yang ketat.


Baca Juga: Digital Customer Experience: Kunci Utama Kepuasan Pelanggan

Apa Saja Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui?

Tren customer experience 2026 menunjukkan arah yang semakin strategis dan terstruktur. Setiap tren saling melengkapi dalam membentuk customer experience journey yang konsisten dan bernilai. Berikut poin-poin tren utama yang wajib diperhatikan perusahaan:

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang Lebih Cerdas dan Kontekstual

AI di tahun 2026 tidak lagi terbatas pada chatbot penjawab pertanyaan dasar. Teknologi ini berkembang menjadi sistem yang mampu memahami konteks percakapan, riwayat interaksi pelanggan, serta memprediksi kebutuhan berikutnya. Dalam customer experience journey, AI kini berperan sebagai penghubung awal yang cepat sekaligus pendukung agen manusia dalam pengambilan keputusan layanan (AI agent).

Personalisasi Layanan Berbasis Data Real-Time

Pelanggan mengharapkan pengalaman yang relevan dengan kondisi mereka saat itu juga. Tren customer experience ini menekankan penggunaan data real-time untuk menyesuaikan pesan, rekomendasi, dan solusi layanan. Personalisasi ini membuat pelanggan merasa dipahami sebagai individu, bukan sekadar nomor tiket atau data statistik.

Integrasi Omnichannel yang Lebih Mulus

Pengalaman pelanggan tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pelanggan dapat memulai interaksi melalui media sosial, melanjutkannya ke aplikasi pesan instan, lalu menyelesaikannya melalui call center. Integrasi omnichannel memastikan seluruh riwayat interaksi tercatat dan tersambung, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang informasi dan merasakan pengalaman yang konsisten di setiap channel

Kecepatan dan Efisiensi sebagai Standar Utama Layanan

Di tahun 2026, kecepatan respons telah menjadi ekspektasi dasar pelanggan. Perusahaan perlu mengoptimalkan proses layanan melalui otomatisasi, self-service, dan sistem respons instan. Customer experience yang cepat dan efisien membantu mengurangi friksi dalam customer experience journey dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pendekatan Human-Centric dalam Pemanfaatan Teknologi

Meskipun teknologi semakin dominan, pelanggan tetap menghargai dan membutuhkan empati serta pemahaman manusia. Tren ini menekankan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti sepenuhnya. Agen customer service dibekali teknologi cerdas agar dapat fokus pada interaksi bernilai tinggi yang membutuhkan sentuhan emosional dan solusi kompleks.

Pengelolaan Customer Experience Journey Secara End-to-End

Perusahaan mulai melihat customer experience sebagai perjalanan utuh, bukan kumpulan titik kontak terpisah. Setiap fase perjalanan pelanggan dipetakan untuk mengidentifikasi hambatan, peluang perbaikan, dan momen penting. Pendekatan ini membantu perusahaan menciptakan pengalaman yang konsisten dari tahap awal hingga layanan purna jual.

Peningkatan Fokus pada Keamanan Data dan Kepercayaan Pelanggan

Kesadaran pelanggan terhadap privasi dan keamanan data semakin tinggi. Tren ini menempatkan transparansi, perlindungan data, dan kepatuhan regulasi sebagai bagian dari pengalaman pelanggan. Kepercayaan yang terjaga akan memperkuat loyalitas dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Pengukuran Customer Experience yang Lebih Holistik dan Berbasis Insight

Evaluasi customer experience tidak lagi hanya mengandalkan survei kepuasan. Perusahaan mengombinasikan metrik tradisional seperti CSAT dan NPS dengan analisis perilaku, sentimen, dan data interaksi pelanggan. Pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan akurat terhadap kualitas pengalaman pelanggan.


Baca Juga: Contact Center AI adalah Revolusi Pelayanan Pelanggan Modern

Tingkatkan Pengalaman Pelanggan Bisnis Anda dengan Contact Center AI dari Phintraco Technology!

Kualitas layanan contact center yang responsif dan konsisten merupakan kunci kesuksesan dalam meningkatkan customer experience. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan contact center untuk memenuhi tantangan tersebut.

Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure yang berpengalaman, dapat membantu Anda meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan solusi AI contact center. Solusi AI contact center dari Phintraco Technology dapat meningkatkan efisiensi layanan Anda dengan chatbot, virtual assistant, dan generative AI.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait AI contact center dari Phintraco Technology!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn ProfileEditor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya
26 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya

Serangan siber kini menjadi semakin canggih dan volume data global pun meningkat hingga ratusan zettabyte. Oleh karena itu, data center security menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis. Keamanan data center bukan hanya melindungi server dan jaringan dari ancaman eksternal, tapi juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah maraknya ransomware dan pelanggaran data yang bisa merugikan hingga miliaran rupiah per insiden. Di Indonesia, dengan regulasi ketat seperti UU PDP dan pertumbuhan data center hyperscale, pengamanan data center semakin krusial untuk memenuhi standar nasional dan internasional.

Data center security adalah pendekatan holistik yang menggabungkan keamanan fisik data center, digital, dan operasional untuk melindungi aset IT dari berbagai risiko. Praktik terbaik seperti zero trust dan AI-driven monitoring tidak hanya mengurangi risiko downtime hingga 50%, tapi juga mendukung transformasi digital berkelanjutan. Memahami data center security best practices akan membantu bisnis menghindari jebakan umum, seperti insider threats atau kegagalan lingkungan, sambil memaksimalkan efisiensi investasi keamanan. Artikel ini akan membahas data center security system dan aspek lain yang terkait.

Apa itu Data Center Security?

Data center security adalah kumpulan strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur data center, termasuk server, storage, jaringan, dan data sensitif dari ancaman fisik, siber, lingkungan, dan manusia. Ini mencakup keamanan fisik data center seperti pagar perimeter dan biometric access, serta pengamanan data center digital seperti enkripsi dan firewall. Pada intinya, security ini memastikan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan data di tengah evolusi ancaman seperti AI-augmented attacks.

Dalam perkembangannya, data center security system semakin terintegrasi, menggabungkan cyber dan physical security melalui platform yang terpadu. Data center harus compliant dengan ISO 27001 dan Tier III/IV standards, di mana sistem ini dapat mencegah breach sekaligus mendukung recovery cepat. Tanpa security yang kuat, pusat data rentan terhadap downtime yang bisa mencapai Rp 80 juta per menit, menurut estimasi Gartner.


Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Security Framework itu Penting?

Data center security framework seperti NIST atau ISO 27001 menjadi sangat penting karena pusat data adalah kunci utama operasional bisnis untuk menyimpan data pelanggan, rahasia dagang, dan transaksi keuangan. Dengan ancaman seperti quantum computing yang mengancam enkripsi tradisional, framework ini menyediakan roadmap untuk adaptasi proaktif, mengurangi risiko hingga 70% melalui layered defenses. Tanpa framework yang jelas, perusahaan menghadapi kerugian finansial, reputasi rusak, dan sanksi regulasi.

Selain itu, framework mendukung keberlanjutan bisnis di era hybrid cloud, di mana 80% perusahaan Indonesia mengadopsi multi-cloud. Ini juga memenuhi tuntutan ESG, dengan keamanan yang hemat energi melalui monitoring AI. Di Indonesia, banjir atau gempa bisa lumpuhkan data center tanpa framework yang tangguh. Hal ini membuat security bukan hanya teknis tapi strategis untuk daya saing global.

Apa Saja Aspek Penting dalam Sistem Keamanan Data Center?

Sistem keamanan data center mencakup lima aspek utama yang saling melengkapi:

Keamanan Fisik

Dari aspek fisik, data center memerlukan lapisan pertahanan eksternal seperti pagar 8-foot, CCTV 360 derajat, dan biometric (palm-vein atau iris scan) untuk akses.

Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan meliputi firewall next-gen, intrusion detection systems (IDS), dan SDN untuk segmentasi traffic. Ini lindungi dari DDoS dan man-in-the-middle attacks.

Keamanan Data

Data perlu dilindungi dengan enkripsi end-to-end, data loss prevention (DLP), dan immutable storage untuk cegah ransomware. Best practices termasuk patching berkala untuk tutup celah keamanan.

Keamanan Operasional

Secara operasional, keamanan perlu ditingkatkan dengan training personel, zero trust model (verifikasi terus-menerus), dan endpoint detection response (EDR) untuk deteksi anomali real-time.

Keamanan Lingkungan

Sistem fire suppression (gas inert), UPS redundant, dan environmental monitoring untuk cegah overheating atau power failure.

Bagaimana Cara Kerja Data Center System?

Data center security system bekerja melalui siklus keamanan berlapis yang otomatis dan adaptif. Pertama, lapisan fisik akan mendeteksi ancaman eksternal via sensor dan CCTV, memicu alert ke command center. Jika breach fisik terdeteksi, maka biometric lock down area akan dilakukan secara instan. Kedua, traffic masuk disaring melalui perimeter security (firewall dan IDS) yang memeriksa paket data untuk anomali. Lalu gunakan machine learning untuk blokir serangan zero-day.

Ketiga, di internal, zero trust verifikasi setiap akses. Misalnya, MFA dan role-based control untuk memastikan hanya user authorized yang akses sumber daya spesifik. Keempat, monitoring berkelanjutan lewat SIEM (Security Information and Event Management) untuk menganalisis log real-time, memicu auto-response seperti isolasi endpoint jika serangan siber terdeteksi. Terakhir, disaster recovery berintegrasi dengan sistem ini, memungkinkan failover ke site cadangan dengan RTO di bawah 1 menit.


Baca Juga: Backup Data Center: Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Meningkatkan Keamanan Data Center?

Meningkatkan keamanan data center dapat dilakukan lewat pendekatan bertahap dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Adopsi Zero Trust Architecture: Verifikasi setiap akses, tanpa asumsi "trusted zone". Hal ini dapat mengurangi insider threats dengan implementasi MFA dan micro-segmentation.
  • Integrasi AI dan Automation: Gunakan AI untuk threat hunting dan auto-patching. Praktik ini dapat menghemat biaya operasional sekaligus tingkatkan deteksi.
  • Audit Berkala: Lakukan vulnerability scans bulanan dan sertifikasi SOC 2/ISO 27001. Termasuk audit simulasi breach untuk tes response time.
  • Lapisan Keamanan Tambahan: Tambahkan biometric multi-factor dan behavior analytics untuk akses.
  • Training dan Incident Response Plan: Beri pelatihan untuk tim IT, buat playbook untuk ransomware. Fokus pada supply chain security untuk cegah tampered hardware.
  • Hybrid Cloud Security: Enkripsi data in-transit dan gunakan secure API gateways untuk integrasi multi-cloud.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Percayakan Data Center Anda kepada Solusi Data Center Virtualization dari Huawei!

Setelah memahami betapa pentingnya keamanan untuk data center dan keberlangsungan bisnis, saatnya Anda memilih solusi yang terintegrasi dan terbukti untuk bisnis Anda. Solusi data center virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat bagi bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti zero trust integration, AI driven O&M, secure storage, dan compliance-ready, solusi ini telah terbukti di ribuan enterprise. Keamanan data security dari solusi ini juga didukung oleh sistem data backup berlapis, virtual firewall, distributed firewall, role-based management, dan microsegmentation.

Sebagai partner resmi dari Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa yang dimaksud dengan data center security?

Data center security adalah serangkaian kebijakan, teknologi, dan kontrol untuk melindungi pusat data dari ancaman fisik dan digital. Tujuannya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

Mengapa data center security sangat penting bagi perusahaan?

Data center security penting untuk mencegah kebocoran data, gangguan layanan, dan kerugian bisnis. Keamanan yang lemah dapat menyebabkan downtime, pelanggaran regulasi, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Apa saja ancaman utama terhadap keamanan data center?

Ancaman utama meliputi serangan siber, akses fisik tidak sah, kegagalan sistem, serta kesalahan manusia. Oleh karena itu, data center perlu perlindungan berlapis.

Apa saja komponen utama dalam data center security?

Komponen utama data center security mencakup keamanan fisik, keamanan jaringan, kontrol akses, enkripsi data, serta pemantauan dan manajemen insiden secara berkelanjutan.

Bagaimana cara meningkatkan keamanan data center secara efektif?

Keamanan data center dapat ditingkatkan dengan menerapkan kontrol akses ketat, monitoring real-time, audit keamanan rutin, serta pembaruan sistem dan kebijakan keamanan secara berkala. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center
19 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center

Di era digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Gangguan sekecil apa pun pada data center, baik karena bencana alam, serangan siber, kegagalan hardware, atau human error, bisa menyebabkan kerugian finansial jutaan hingga miliaran rupiah per jam. Data center disaster recovery (DR) hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan bisnis tetap berjalan meskipun data center utama mengalami kegagalan total. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan bisa memulihkan sistem dan data dalam hitungan menit hingga jam, bukan hari atau minggu.

Di Indonesia, di mana ancaman bencana alam seperti gempa, banjir, dan letusan gunung api cukup tinggi, ditambah maraknya serangan siber, memiliki disaster recovery plan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Banyak perusahaan besar seperti bank, e-commerce, dan BUMN sudah mengadopsi solusi ini untuk memenuhi regulasi OJK, BI, dan UU PDP. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu disaster recovery pusat data, perbedaannya dengan data center utama, cara kerjanya, serta manfaat nyata bagi bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Data Center Disaster Recovery?

Data center disaster recovery adalah strategi menyeluruh yang mencakup teknologi, proses, dan infrastruktur cadangan untuk memastikan kelangsungan operasional ketika data center utama tidak dapat diakses. Ini bukan sekadar backup biasa, melainkan sistem replikasi real-time atau near real-time yang memungkinkan seluruh aplikasi, database, dan layanan bisnis berpindah ke lokasi cadangan dengan cepat.

Tujuannya adalah mencapai dua metrik kritis, yaitu Recovery Point Objective (RPO) untuk menentukan seberapa banyak data terakhir yang boleh hilang (idealnya nol detik), dan Recovery Time Objective (RTO) yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali online sepenuhnya. Contoh data center disaster recovery yang ideal adalah ketika satu site terkena banjir besar, sistem otomatis beralih ke site cadangan di kota lain tanpa ada satu transaksi pun yang hilang, dan pelanggan bahkan tidak menyadari adanya gangguan.

Baca Juga: Data Center Infrastructure: Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya

Apa Bedanya Data Center dan Disaster Recovery Center?

Data center utama atau primary site adalah pusat operasional harian yang menangani seluruh beban kerja bisnis secara real-time. Semua transaksi, aplikasi, dan proses inti berjalan di sini dengan fokus pada performa tinggi, latensi rendah, dan akses cepat bagi pengguna. Lokasinya biasanya strategis dan terletak di dekat kantor pusat atau pelanggan utama, sehingga kapasitasnya dirancang 100% untuk mendukung operasional penuh setiap hari.

Sebaliknya, Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas cadangan yang tujuan utamanya bukan menjalankan operasional sehari-hari, melainkan siap mengambil alih sepenuhnya ketika primary site mengalami kegagalan. DRC biasanya berada di lokasi yang berbeda kota atau bahkan provinsi, minimal berjarak 100–300 km, untuk menghindari risiko bencana yang sama. Kapasitasnya bisa 50–100% dari primary site, dan biaya operasionalnya jauh lebih rendah karena tidak selalu aktif penuh.

Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Disaster Recovery Plan itu Penting?

Tanpa disaster recovery plan yang kuat, maka bisnis sangat rentan terhadap berbagai risiko yang bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa disaster recovery plan ini penting:

Kerugian Finansial

Untuk perusahaan menengah hingga besar, satu jam downtime bisa menyebabkan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah, terutama di sektor finansial dan e-commerce yang beroperasi 24/7.

Kehilangan Data Permanen

Tanpa replikasi real-time, semua transaksi yang terjadi setelah backup terakhir akan hilang selamanya, bisa berupa ribuan order, transfer bank, atau rekam medis pasien.

Rusaknya Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan

Ketika layanan tiba-tiba mati berjam-jam atau berhari-hari, pelanggan akan kecewa dan beralih ke kompetitor. Hal ini dapat merusak reputasi perusahaan.

Pelanggaran Regulasi

OJK, Bank Indonesia, dan UU Perlindungan Data Pribadi mewajibkan institusi keuangan serta pengelola data pribadi memiliki disaster recovery plan yang terdokumentasi dan teruji secara berkala.

Ancaman Eksistensial bagi Perusahaan

Banyak kasus perusahaan kecil hingga menengah bangkrut total setelah serangan ransomware atau bencana alam karena tidak punya cara memulihkan data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Kerja Data Center Disaster Recovery?

Proses dan cara kerja disaster recovery untuk data center berjalan secara otomatis dan memiliki beberapa lapisan/tahapan. Berikut adalah penjelasannya:

Backup dan Replikasi Berkelanjutan

Data tidak hanya di-backup periodik, tapi direplikasi secara synchronous (real-time) atau asynchronous (setiap beberapa detik/menit) ke disaster recovery center

Monitoring 24/7

Kondisi primary site dipantau terus-menerus melalui heartbeat signal. Jika sinyal hilang atau parameter kritis turun (CPU, storage, jaringan), sistem langsung mendeteksi adanya potensi bencana.

Failover Otomatis atau Semi-Otomatis

Begitu gangguan terdeteksi, trafik langsung dialihkan ke DRC melalui global load balancer atau DNS update cepat.

Validasi dan Testing Berkala

Disaster recovery plan harus diuji minimal 1–2 kali setahun, mulai dari tabletop exercise hingga full failover test.

Failback yang Terencana

Setelah primary site pulih, data disinkronisasi kembali secara bertahap, lalu operasional dikembalikan ke site utama tanpa mengganggu layanan.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Manfaat Utama Layanan Data Center Disaster Recovery untuk Bisnis?

Disaster recovery center memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut:

Kontinuitas Bisnis 24/7

Operasional bisnis tetap berjalan meskipun terjadi bencana besar seperti gempa atau serangan siber masif. Dengan RPO yang mendekati nol, tidak ada transaksi atau data penting yang hilang.

Menghemat Biaya Pemulihan

Dibandingkan membangun dua data center identik, perusahaan cukup memiliki satu DRC dengan kapasitas sesuai risiko.

Kepatuhan Regulasi

Perusahaan bisa memastikan kepatuhan terhadap persyaratan OJK, BI, ISO 22301, dan UU PDP dengan dokumentasi dan testing yang jelas.

Perlindungan dari Ransomware

Backup immutable dan air-gapped membuat data tetap bisa dipulihkan meski primary site terenkripsi total.

Fleksibilitas dan Skalabilitas tinggi

Kapasitas disaster recovery bisa ditambah kapan saja, terutama jika memakai model cloud.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Tingkatkan Ketersediaan Data Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Keamanan dan ketersediaan data bisnis perlu didukung oleh solusi data center yang telah teruji dan andal, khususnya untuk industri dan institusi kritis. Solusi data center virtualization dari Huawei merupakan solusi tepat untuk mendukung ketersediaan data bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti replikasi sinkronus real time, failover otomatis, full scenario disaster recovery, dan backup anti ransomware, solusi ini dapat membantu bisnis Anda secara signifikan.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu dan mendampingi Anda untuk mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

  
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya
15 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Di era digital saat ini, arsitektur data center modern telah berevolusi jauh dari desain tradisional yang kaku dan mahal. Kini, fokus utamanya adalah pada fleksibilitas, skalabilitas, efisiensi energi, dan integrasi teknologi seperti virtualisasi, software-defined networking (SDN), serta hyper-converged infrastructure (HCI). Arsitektur ini memungkinkan bisnis untuk menangani volume data yang melonjak, mendukung aplikasi AI, cloud hybrid, dan workload real-time tanpa downtime yang signifikan. Di Indonesia, transformasi digital bergerak semakin cepat, sehingga memahami arsitektur pusat data modern menjadi kunci untuk tetap kompetitif dan hemat biaya.

Arsitektur data center saat ini bukan lagi sekadar gedung berisi server, tapi sistem terintegrasi yang mengabstraksi hardware melalui software, sehingga resource bisa dialokasikan secara dinamis. Pendekatan ini dapat mengurangi biaya operasional hingga 50% dibandingkan desain lama, sambil meningkatkan keandalan dan keamanan. Dengan tren seperti edge computing dan sustainability, arsitektur ini dirancang untuk masa depan, membantu bisnis beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Artikel ini akan membahas secara detail tentang arsitektur pusat data modern dan aspek-aspek terkait.

Apa itu Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur data center modern adalah rancangan terstruktur yang mengintegrasikan komponen fisik dan virtual untuk menyediakan infrastruktur IT yang dapat diskalakan, efisien, dan resilien. Berbeda dari arsitektur tradisional yang bergantung pada hardware dedicated dan hierarki yang kaku, versi modern memanfaatkan virtualisasi untuk mengabstraksi computation, storage, dan networking, sehingga semuanya dikelola melalui software.

Ciri utamanya termasuk topologi jaringan leaf-spine untuk latensi rendah, hyper-convergence yang menggabungkan semua elemen dalam satu platform, serta dukungan untuk container dan AI workload. Arsitektur ini mendukung model hybrid/multi-cloud, di mana data center on-premise bisa terhubung secara mulus dengan cloud publik. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang agile, di mana penambahan kapasitas dilakukan secara otomatis tanpa intervensi manual besar-besaran.

Baca Juga: Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis

Apa Saja Komponen Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur pusat data modern terdiri dari beberapa komponen inti yang saling terhubung. Komponen ini modular, sehingga bisa diskalakan secara horizontal tanpa redesain total:

Compute Layer

Lapisan komputasi terdiri dari server fisik atau virtual (VM/container) yang menangani pemrosesan data. Di setup modern, ini sering menggunakan HCI untuk mengintegrasikan komputasi dengan storage dan network.

Storage Layer

Storage layer merupakan sistem penyimpanan seperti all-flash array (SSD cepat) atau distributed storage, dengan fitur deduplikasi dan snapshot untuk efisiensi dan backup cepat.

Networking Layer

Layer jaringan merupakan jaringan berbasis SDN dengan topologi spine-leaf untuk traffic east-west yang dominan di era cloud, untuk mengurangi bottleneck.

Power dan Cooling

Sistem redundansi (UPS, generator) serta cooling efisien seperti liquid cooling atau immersion untuk PUE rendah (<1.3), mendukung density tinggi.

Management dan Orchestration

Aspek manajemen terdiri dari software seperti DCIM (Data Center Infrastructure Management) atau platform O&M cerdas untuk monitoring, provisioning otomatis, dan predictive maintenance.

Security dan Resilience

Komponen keamanan terdiri dari firewall virtual, enkripsi, serta disaster recovery tools untuk zero RPO/RTO.

Baca Juga: Software Defined Data Center: Transformasi dalam Infrastruktur IT

Bagaimana Cara Kerja Arsitektur Data Center?

Cara kerja arsitektur data center modern berbasis pada prinsip otomatisasi dan abstraksi penuh, memastikan alur data lancar dari ujung ke ujung:

Masuknya Data (Ingress)

Pertama-tama, data dari pengguna atau aplikasi masuk melalui edge switch atau load balancer, kemudian langsung dirutekan ke jaringan inti tanpa bottleneck untuk memastikan setiap server hanya satu "hop” dari yang lain, sehingga latensi internal kurang dari 1 ms.

Alokasi Compute

Hypervisor atau orchestrator (seperti Kubernetes) secara dinamis kemudian mengalokasikan CPU, RAM, dan GPU ke VM/container berdasarkan permintaan. Jika workload naik mendadak, sistem otomatis spawn resource baru tanpa intervensi manual.

Penyimpanan dan Akses Data

Storage distributed akan menulis data ke beberapa node sekaligus untuk redundansi. Fitur seperti erasure coding dan snapshot memungkinkan pemulihan instan, sementara changed block tracking hanya mem-backup data yang berubah, menghemat bandwidth hingga 90%.

Routing dan Keamanan

SDN berfungsi mengatur alur traffic secara cerdas, sementara virtual firewall dan micro-segmentation memeriksa setiap paket. Jika ada ancaman, sistem akan melakukan isolasi otomatis tanpa ganggu operasional keseluruhan.

Manajemen dan Optimasi

Platform O&M menggunakan AI untuk memantau ribuan metrik real-time, memprediksi kegagalan hardware sebelum terjadi, dan mengoptimalkan konsumsi energi (misalnya mematikan server idle atau pindah workload ke node dingin).

Keluarnya Data (Egress) & Integrasi

Hasil pemrosesan kemudian akan dikirim kembali ke pengguna atau cloud eksternal via API. Di hybrid setup, workload bisa bermigrasi langsung antar on-premise dan cloud tanpa downtime.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Memilih Desain Data Center Modern yang Tepat?

Memilih desain yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi bisnis saat ini dan proyeksi masa depan. Berikut adalah pertimbangan utama beserta penjelasannya:

  • Skala dan Kebutuhan Bisnis: Evaluasi volume beban kerja saat ini dan prediksi 3–5 tahun ke depan. Startup atau UKM umumnya cukup dengan HCI ringan yang mulai dari 3–5 node dan mudah scale-out. Untuk enterprise besar dengan AI workload, maka butuh arsitektur hyperscale dengan ribuan node dan GPU cluster.
  • Efisiensi Energi dan Sustainability: Hitung PUE target dan pastikan dukungan pendinginan modern seperti liquid atau immersion. Hal ini penting untuk mengurangi biaya listrik dan memenuhi target ESG perusahaan.
  • Tier Level dan Availability: Pilihlah Tier III (concurrently maintainable) atau Tier IV (fault tolerant) jika bisnis Anda sangat krusial seperti fintech atau e-commerce besar.
  • Hybrid/Multi-Cloud Readiness: Pastikan arsitektur mendukung open standard (Kubernetes, OpenStack) dan API terbuka agar mudah integrasi dengan cloud publik.
  • Budget dan Lokasi: Colocation atau virtualisasi di provider lokal lebih hemat biaya dan cepat untuk go-live. Maka pilihlah lokasi dengan latensi rendah ke pengguna utama serta kepatuhan terhadap regulasi.
  • Keamanan dan Compliance: Carilah solusi dengan built-in zero trust, enkripsi end-to-end, serta sertifikasi lengkap. Fitur AI-driven threat detection kini semakin penting di era serangan siber yang masif.
Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Tingkatkan Arsitektur Pengelolaan Data Bisnis Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Arsitektur data center yang efisien membutuhkan integrasi sempurna antara software dan hardware. Sinergi ini memerlukan solusi yang telah terbukti dan memiliki keandalan tinggi. Oleh karena itu, Solusi Data Center Virtualization dari Huawei merupakan solusi ideal untuk membangun arsitektur pusat data yang ringan, cerdas, dan memiliki skalabilitas tinggi.

Dengan teknologi hyper-converged infrastructure, penyimpanan yang cepat dan reduplikasi tinggi, serta dashboard cerdas, solusi ini telah dipercaya oleh banyak enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini dengan efisien untuk bisnis Anda.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis
12 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis

Data center atau pusat data telah menjadi kunci utama dunia digital selama puluhan tahun, tetapi bentuk dan fungsinya terus berubah seiring dengan waktu. Teknologi yang berbentuk ruangan fisik besar berisi mainframe di era 1960-an kini telah sampai ke fasilitas hyperscale berbasis AI. Evolusi data center yang tidak pernah berhenti ini menunjukkan respons terhadap kebutuhan bisnis yang juga terus berkembang, mulai dari lebih banyak data, lebih cepat, lebih hemat, dan lebih aman.

Perkembangan data center juga mencerminkan bagaimana manusia mengelola informasi. Jika dulu satu komputer besar hanya dipakai oleh satu perusahaan, sekarang satu gedung data center bisa melayani jutaan pengguna sekaligus di seluruh dunia. Di Indonesia, evolusi database ini terlihat mulai dari data center on-premise di tahun 90an dan 2000an, hingga kini bermunculan cloud region lokal dan edge data center. Pemahaman akan perkembangan dan evolusi ini penting bagi bisnis agar tidak ketinggalan dalam memanfaatkan infrastruktur yang tepat, khususnya untuk data center.

Apa itu Data Center?

Secara sederhana, data center merupakan sebuah fasilitas yang menampung semua server, storage, dan network yang menjalankan aplikasi dan menyimpan data perusahaan. Sejak awal fungsinya tetap sama, yaitu menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data. Perkembangannya terletak pada skala, efisiensi, serta cara pengelolaannya. Sekarang data center tidak lagi berupa gedung yang berisi rak server, tetapi bisa juga berupa layanan cloud, container, atau bahkan modul kecil (edge computing).

Faktor Apa Saja yang Mendorong Evolusi Data Center?

Perkembangan data center yang sangat pesat ini bisa terjadi karena banyak faktor. Faktor utama yang masih dan diperkirakan akan terus terjadi adalah ledakan volume data. Di tahun 2025 sendiri, diperkirakan sebesar 181 zettabyte data diciptakan tiap tahun, dari yang tadinya hanya 2 zettabyte di tahun 2010. Ledakan volume data ini diiringi juga dengan meningkatnya kebutuhan akan kecepatan. Kecepatan ini sangat dibutuhkan di aplikasi-aplikasi real time seperti IoT, 5G, online gaming, atau fintech yang menuntut latensi rendah.

Teknologi data center di awal kemunculannya menuntut konsumsi energi yang sangat besar. Dari biaya operasional data center, biaya listrik bisa memakan hingga lebih dari setengahnya. Oleh karena itu perkembangan data center juga mengarah pada konsumsi energi yang lebih hemat.

Selain itu, banyak negara yang mewajibkan data warga disimpan di dalam negeri. Hal ini mendorong dibangunnya fasilitas data center yang mematuhi regulasi tersebut. Meningkatnya pengembangan dan penggunaan AI & machine learning juga membutuhkan ribuan GPU dan infrastruktur khusus untuk training model besar-besaran.

Bagaimana Pusat Data Berevolusi dan Berkembang?

Secara umum, evolusi pusat data dapat dilihat dari lima fase besar, yaitu:

Era Mainframe (1950-1980)

Fase awal ini juga menandai mula era komputer. Di era ini, komputer masih berukuran sangat besar, mahal, dan hanya dimiliki dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Di masa akhir fase ini, komputer/fasilitas pusat data membutuhkan satu ruangan khusus dengan AC.

Era Client-Server & On-Premise (1990-2005)

Pada fase ini, server rack mulai muncul sehingga sistem on-premise, di mana perusahaan bisa membangun data center sendiri, mulai banyak diterapkan. Selain itu, istilah Tier 1-4 juga mulai dikenal.

Era Virtualisasi & Cloud Awal (2006-2015)

Era ini menandai munculnya virtualisasi dan cloud, seperti VMware, Hyper-V, AWS, dan Azure. Virtualisasi ini akhirnya mengurangi jumlah server fisik secara signifikan.

Era Cloud, Container, dan Hybrid (2016-2022)

Teknologi cloud pun semakin diminati dan terus berkembang. Berbagai konsep seperti Docker, Kubernetes, dan multi-cloud pun bermunculan. Selain itu, konsep software-defined everything seperti SDN, SDS, dan SDC juga bermunculan.

Era AI-Driven, Edge, dan Green Data Center (2023-Sekarang)

Setelah AI banyak bermunculan, GPU cluster pun semakin dibutuhkan untuk mendukung teknologi tersebut. Teknologi ramah lingkungan seperti renewable energy dan carbon-aware computing pun mulai diintegrasikan dalam pusat data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Apa Saja Tren Terbaru Seputar Data Center?

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan up-to-date dengan tren terkini seputar data center. Berikut adalah tren-tren tersebut:

  • Edge Data Center: Data center kecil (100kW - 5MW) yang ditempatkan di dekat pengguna untuk menurunkan latensi.
  • Liquid Cooling & Immersion Cooling: Sistem pendinginan dengan cairan khusus atau plate cold langsung ke chip untuk menghemat energi.
  • AI-Optimized Infrastructure: Infrastruktur rack khusus dengan ratusan GPU/TPU dengan interkoneksi super cepat untuk training-inference model AI.
  • Zero-Trust & Quantum-Safe Security: Penerapan verifikasi akses yang ketat serta enkripsi post-quantum.
  • Modular & Prefabricated Data Center: Infrastruktur data center yang dibangun di pabrik dalam bentuk modul/container lalu dikirim dan dirakit ke lokasi hanya dalam 3-6 bulan.
  • Carbon-Aware Workload Scheduling: Pemindahan workload secara otomatis ke daerah yang sedang surplus energi terbarukan.

Apa Saja Dampak Modernisasi Data Center Terhadap Bisnis?

Modernisasi dan evolusi data center memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis. Berikut adalah beberapa dampak positif yang bisa dirasakan:

Biaya Lebih Terkendali

Kini perusahaan beralih dari biaya modal awal (CapEx) yang besar menjadi ke biaya langganan bulanan (OpEx) yang bisa disesuaikan setiap saat.

Time-to-Market Lebih Cepat

Tiim developer kini bisa membuat, menguji, dan meluncurkan aplikasi atau fitur baru dengan lebih cepat, tidak lagi menunggu waktu mingguan hingga bulanan.

Skalabilitas Tinggi

Perusahaan tidak lagi khawatir dengan lonjakan drastis saat hari-hari tertentu karena kapasitas dapat naik secara otomatis  dengan fitur auto-scaling, lalu turun lagi setelahnya tanpa biaya yang menganggur.

Meningkatkan Resiliensi Bisnis

Fitur redundansi (data disimpan di beberapa region berbeda), failover otomatis, dan backup real time dapat membantu  mengurangi risiko kehilangan data atau downtime berkepanjangan. Hal ini meningkatkan resiliensi dan kelangsungan bisnis.

Tim IT Lebih Fokus ke Inovasi

Tim IT tidak perlu lagi mengurus perangkat keras, update firmware, cek suhu ruangan, atau takut mati listrik karena semua disediakan dan ditangani penyedia layanan. Mereka kini bisa lebih fokus ke proyek yang dapat memberi nilai tambah dan inovasi.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Terapkan Modernisasi Data Center Bisnis Anda dengan Solusi Virtualisasi dari Huawei!

Setelah memahami sejarah, perkembangan, dan tren data center, kini saatnya Anda terapkan modernisasi data center ini untuk bisnis Anda. Solusi Data Center Virtualization dari Huawei dirancang khusus untuk mengatasi tantangan modern sambil memastikan ROI tinggi dan keandalan yang maksimal.

Dengan fitur canggih seperti hyper-converged infrastructure, disaster recovery dan backup terintegrasi, serta manajemen cerdas, solusi ini dapat menjadi pilihan tepat untuk bisnis Anda.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology siap mendampingi Anda menuju data center masa depan.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi
08 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Volume data dunia tumbuh dengan sangat pesat setiap tahunnya, didorong oleh penggunaan AI, streaming, e-commerce, dan big data. Perusahaan-perusahaan besar dan menengah kini tidak lagi cukup dengan menggunakan infrastruktur data center biasa. Mereka membutuhkan infrastruktur yang dapat menangani ratusan ribu hingga jutaan server, serta bertambah kapasitasnya dalam hitungan minggu. Inilah yang disebut dengan hyperscale data center, pusat data modern yang dirancang dengan skalabilitas hampir tanpa batas.

Hyperscale adalah konsep infrastruktur IT di mana infrastruktur dapat diskalakan secara masif, cepat, dan efisien tanpa mengorbankan performa atau keandalan. Oleh karena itu, pusat data hyperscale adalah kunci di balik berbagai layanan cloud publik, media sosial, AI, dan aplikasi yang digunakan orang setiap hari. Bagi bisnis lokal, memahami hyperscale merupakan strategi penting untuk tetap kompetitif di masa depan. Artikel ini akan membahas pusat data hyperscale secara detail mulai dari cara kerjanya, bedanya dengan data center tradisional, manfaatnya untuk bisnis, serta pertimbangan dalam memilihnya.

Apa yang Dimaksud dengan Hyperscale Data Center?

Hyperscale data center adalah fasilitas pusat data yang masif (biasanya lebih dari 10.000 m² dan lebih dari 50 MW daya listrik) yang mampu menampung ratusan ribu hingga jutaan server dalam satu lokasi. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk menambah kapasitas server baru dengan sangat cepat tanpa perlu redesain ulang arsitektur.

Jika data center biasa dibangun secara bertahap, hyperscale dirancang sejak awal untuk bertumbuh secara otomatis. Teknologi ini juga menggunakan arsitektur software-defined, server custom, dan otomatisasi. Saat ini, pusat data semacam ini hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan masif seperti Google, Microsoft Azure, AWS, Meta, Alibaba, dan operator-operator besar lainnya.

Bagaimana Cara Kerja Hyperscale Data Center?

Hyperscale bekerja dengan prinsip simplicity at scale, yaitu semua server menggunakan desain yang sama (misalnya custom rack atau motherboard open-source). Jaringan atau network juga menggunakan topologi spine-leaf-ultra-flat agar bisa mencapai latency yang rendah.

Dari segi penyimpanan, hyperscale biasanya menggunakan penyimpanan terdistribusi, bukan SAN/NAS biasa. Data akan direplikasi ke banyak node secara otomatis. Selain itu, pendinginan dan listrik juga dirancang dengan lebih efisien dengan liquid cooling atau free-air cooling.

Semua proses mulai dari deploy server baru, update software, hingga penggantian hardware rusak dilakukan secara otomatis oleh robot dan software (zero touch provisioning). Kapasitas kemudian ditambah dengan cara drop container berisi ribuan server yang sudah siap pakai. Oleh karena itu, satu hyperscale data center dapat menambah daya komputasi setara satu data center enterprise hanya dalam waktu 2-3 minggu.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Hyperscale Data Center vs Data Center Tradisional, Apa Perbedaannya?

Perbedaan utama antara pusat data tradisional dan hyperscale tentu terletak pada skala dan ukurannya. Secara ukuran dan kapasitas, pusat data tradisional umumnya terdiri dari 1.000-10.000 server, sementara hyperscale bisa mencapai lebih dari jutaan server. Ketika menambah kapasitas, pusat data tradisional membutuhkan waktu 6-24 bulan, sementara hyperscale hanya perlu 2-12 minggu.

Beberapa data center tradisional belum mencapai level otomatisasi penuh, sementara hyperscale umumnya sudah mengandalkan 95-100% otomatisasi. Tentunya secara fleksibilitas dan skalabilitas, data center tradisional sangat terbatas sementara hyperscale hampir tak terbatas.

Apa Saja Manfaat Utama Pusat Data Hyperscale untuk Bisnis?

Bagi bisnis skala besar dan skala menengah yang berkembang pesat, hyperscale memiliki berbagai keunggulan dan manfaat, yaitu:

Skalabilitas Tanpa Batas

Skalabilitas yang hampir tak terbatas ini sangat cocok digunakan untuk bisnis yang pertumbuhannya pesat dan eksponensial, misalnya e-commerce, fintech, gaming, atau AI.

Hemat Biaya Operasional

Arsitektur hyperscale juga memungkinkan perusahaan untuk menghemat biaya operasional. Biaya operasional bisa jadi jauh lebih rendah karena penggunaan energi yang efisien dan otomatisasi.

Latensi Rendah

Sistem hyperscale menyimpan data sedekat dengan user, atau disebut juga dengan edge-ready. Hal ini membuat tingkat latensi menjadi sangat rendah.

Ketahanan Tinggi Terhadap Bencana

Sistem backup dapat mereplikasikan data ke berbagai region secara otomatis. Ini meningkatkan ketahanan dan ketersediaan data jika terjadi bencana.

Mendukung Workload Modern

Skalabilitas dan kapasitas yang tinggi dapat mendukung workload modern seperti AI training, real time analytics, container, serta serverless architecture.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Saja Pertimbangan dalam Memilih Hyperscale Data Center?

Jika bisnis Anda mulai berkembang eksponensial dan membutuhkan pusat data hyperscale, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

Lokasi & Latensi

Pastikan penyedia layanan memiliki region atau availability zone yang sesuai dengan lokasi bisnis Anda. Di Indonesia, availability zone di kota besar (Jakarta atau Surabaya) atau setidaknya di Asia Tenggara (Singapura atau Malaysia). Ini penting untuk menjaga latensi di bawah 10-20 ms.

Kepatuhan Regulasi

Penyedia layanan harus memberikan fasilitas yang mendukung dan mematuhi berbagai regulasi yang berlaku seperti UU PDP, sertifikasi Tier III/IV Uptime Institute, atau ISO 27001. Ini penting untuk industri keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.

Model Konsumsi

Tentukan model konsumsi Anda sesuai dengan kebutuhan kontrol, keamanan, dan budget bisnis Anda. Pilihannya meliputi public cloud, dedicated hyperscale, colocation dalam fasilitas hyperscale, atau hybrid.

Vendor Lock-in

Pertimbangkan juga risiko vendor lock-in, atau penyedia yang membuat aplikasi sulit dipindah. Pastikan platform mendukung standar open-source (Kubernetes, Terraform, atau OpenStack) untuk kemudahan ekspor-impor VM.

IT Support

Pilihlah vendor yang memiliki tim support 24/7, SLA tertulis, dan engineer on-site. Ini penting ketika terjadi insiden di tengah malam atau hari libur.

Harga dan Performa

Pertimbangkan juga biaya egress (keluar data), reserved instance discount, storage class, backup, dan disaster recovery. Jangan hanya lihat harga per vCPU atau per GB.

Roadmap Berkelanjutan

Perusahaan modern kini dituntut untuk memiliki ESG reporting. Oleh karena itu, pilihlah penyedia yang memiliki target carbon neutral atau net-zero, atau memiliki PUE yang rendah.

Percayakan Kebutuhan Data Center Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Mulailah transformasi digital bisnis Anda dengan mengoptimalkan data center Anda ke teknologi virtualisasi yang lebih efisien. Data Center Virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat untuk membantu bisnis Anda mengoptimalkan penyimpanan, kinerja aplikasi, serta memastikan skalabilitas tinggi hingga proteksi tingkat enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien
05 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Seiring dengan berkembangnya teknologi, jumlah data yang dihasilkan dalam bisnis terus bertambah dengan sangat cepat. Oleh karena itu, bisnis perlu cara yang lebih fleksibel, cepat, dan hemat biaya untuk bisa menyimpan serta mengelola data tersebut. Di sinilah virtual data center menjadi solusi yang semakin diminati. Pusat data virtual ini berbeda dengan versi tradisionalnya yang terdiri dari banyak server dan peralatan fisik lainnya. Virtualisasi memungkinkan semua kebutuhan komputasi, penyimpanan, dan jaringan dijalankan secara virtual di teknologi cloud. Perusahaan pun bisa menambah atau mengurangi kapasitas dalam hitungan menit tanpa harus memberi perangkat baru.

Artikel ini akan membahas pusat data virtual serta perbedaannya dengan pusat data fisik, bagaimana cara kerjanya, komponen di dalamnya, serta manfaatnya untuk bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!

Apa itu Virtual Data Center?

Virtual data center adalah seluruh infrastruktur data center, mulai dari server, penyimpanan, sampai jaringan, yang dijalankan secara virtual di atas cloud. Semua perangkat fisik digantikan oleh software, sehingga perusahaan bisa membuat, mengatur, dan menghapus server virtual hanya dengan beberapa klik. Lalu apa bedanya virtual data center vs cloud? Virtual data center adalah pusat data lengkap dalam bentuk virtual, sementara cloud publik umumnya merujuk pada layanan cloud siap pakai yang biasa disewakan. Perusahaan umumnya lebih membutuhkan VDC jika ingin menggunakan cloud tetapi butuh tingkat kendali dan keamanan yang lebih tinggi.

Dengan teknologi ini, perusahaan dapat memiliki data center pribadi, tapi tidak perlu ruangan khusus, dan tidak perlu teknisi standby 24 jam. Semuanya dapat dikelola oleh penyedia layanan, sementara pemilik bisnis tetap bisa mengatur semuanya sesuai kebutuhan bisnis. VDC sangat cocok untuk perusahaan menengah hingga besar yang ingin tetap lincah tanpa mengorbankan performa dan keamanan.

Virtual Data Center vs Data Center Fisik, Apa Perbedaannya?

Perbedaan fundamental antara pusat data virtual dan fisik terletak pada biaya awal, penambahan kapasitas, skalabilitas, pemeliharaan, serta fleksibilitas lokasi. Data center fisik umumnya memiliki biaya awal yang tinggi untuk pembelian server, ruangan, serta listrik. Penambahan kapasitas juga dilakukan dalam waktu bulan hingga tahunan dengan skalabilitas yang terbatas karena harus membeli hardware baru. Secara pemeliharaan, pusat data fisik memerlukan tim teknis yang besar, konsumsi listrik yang tinggi, serta lokasi yang kurang fleksibel.

Di sisi lain, pusat data virtual memiliki biaya awal yang rendah, karena hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian. Waktu penambahan kapasitas pun hanya memerlukan menit hingga jam dengan skalabilitas yang hampir tak terbatas. Perusahaan juga tidak perlu repot memikirkan pemeliharaan karena sistem ini dikelola penyedia dan hampir otomatis. Secara konsumsi listrik dan pendingin juga jauh lebih hemat, serta lokasinya fleksibel karena dapat diakses dari mana saja.

Bagaimana Cara Kerja Pusat Data Virtual?

Secara sederhana, pusat data virtual dapat dijelaskan cara kerjanya menjadi seperti berikut ini. Dalam arsitektur virtual data center memiliki server-server besar di penyedia layanan baik itu di dalam negeri atau di luar negeri. Kemudian server-server tersebut akan dibagi-bagi menjadi ratusan atau bahkan ribuan server virtual. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi virtualisasi.

Pengguna atau pelanggan kemudian akan diberikan dashboard atau portal khusus untuk melakukan berbagai modifikasi sesuai kebutuhan, mulai dari membuat server virtual, menambah storage, atau mengatur jaringan. Semuanya dapat dilakukan melalui browser.

Ketika ada traffic website yang naik mendadak, sistem dapat secara otomatis menambah daya komputasinya. Sebaliknya, ketika traffic turun, daya akan otomatis pula dikurangi agar pengguna tidak boros biaya. Semua data juga di-backup secara otomatis ke lokasi lain, sehingga jika ada gangguan di satu tempat, data tersebut tetap aman.

Apa Saja Komponen dalam Virtual Data Center Architecture?

Terdapat beberapa komponen penting dalam arsitektur pusat data virtual yang memiliki peran pentingnya masing-masing dan saling bekerja sama. Berikut adalah penjelasannya:

Server Virtual (Komputasi)

Komponen utama tentu adalah server. Mesin-mesin virtual yang digunakan untuk menjalankan aplikasi dan website. Server virtual ini dijalankan di atas server fisik yang dikelola oleh penyedia layanan di sebuah lokasi fisik.

Penyimpanan Virtual (Storage)

Selain server, storage atau penyimpanan juga dijalankan secara virtual. Hal ini membuatnya dapat ditambah kapan saja, biasanya menggunakan teknologi seperti SSD.

Jaringan Virtual

Jaringan atau network juga diperlukan untuk membuat koneksi antar server, firewall, dan load balancer yang semuanya diatur lewat software.

Dashboard Manajemen

Dashboard sangat penting bagi pengguna untuk bisa melihat kondisi penggunaan, membuat server baru, mengatur backup, dan memantau performa keseluruhan.

Lapisan Keamanan

Lapisan keamanan dalam pusat data meliputi enkripsi data, firewall virtual, serta sistem deteksi ancaman yang selalu aktif.

Sistem Backup & Disaster Recovery

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah backup dan disaster recovery. Sistem ini adalah pencadangan otomatis dan rencana pemulihan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Apa Saja Manfaat Solusi Virtual Data Center untuk Bisnis?

Menjalankan pusat data secara virtual memiliki berbagai kelebihan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaat utamanya:

Hemat Biaya

Virtualisasi dapat membantu perusahaan untuk menghemat biaya dalam jangka panjang. Perusahaan tidak perlu berinvestasi besar untuk pembelian/perawatan hardware dan ruangan.

Scale Up/Down dengan Cepat

Fleksibilitas pusat data virtual sangat cocok untuk bisnis musiman atau startup yang tumbuh secara dinamis dan cepat.

Ramah Lingkungan

Dengan penghematan perangkat fisik dan konsumsi listrik, penggunaan pusat data virtual menjadi lebih ramah lingkungan karena resource yang digunakan lebih rendah dan efisien.

Backup & Keamanan Lebih Baik

Sistem backup virtual data center secara otomatis dilakukan ke beberapa lokasi, sehingga risiko kehilangan data hampir nol.

Mendukung Kerja Remote & Hybrid

Konsep virtualisasi dan cloud sangat mendukung bagi perusahaan atau karyawan yang bekerja secara remote atau hybrid. 

Maksimalkan Pengelolaan Data di Infrastruktur IT Anda dengan Virtualisasi dari Huawei!

Pertumbuhan data yang masif menuntut perusahaan untuk memiliki sistem pengelolaan data yang aman, efisien, dan memiliki skalabilitas tinggi. Oleh karena itu, solusi Data Center Virtualization dari Huawei merupakan solusi yang cocok untuk mendukung fleksibilitas bisnis Anda!

Solusi dari Huawei dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat mengoptimalkan kapasitas penyimpanan, mendukung kinerja aplikasi, serta menjamin keamanan data. Selain itu, terdapat juga fitur-fitur seperti manajemen yang terpusat, skalabilitas tinggi, serta proteksi data tingkat enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Agent Experience: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya
12 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Agent Experience: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Di era digital saat ini, AI semakin terintegrasi dalam operasional bisnis, termasuk di contact center di mana interaksi pelanggan semakin kompleks dan memerlukan respons cepat serta scalable. Di Indonesia, dengan pertumbuhan e-commerce dan layanan digital yang pesat, AI agents (seperti chatbot otonom atau sistem AI yang menangani tugas secara mandiri) menjadi kunci untuk efisiensi. Namun, sering kali fokus hanya pada customer experience (CX), sementara agent experience (AX) untuk AI agents itu sendiri diabaikan. AX yang optimal memastikan AI agents dapat beroperasi dengan lancar, andal, dan efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan keseluruhan serta mengurangi intervensi manusia.

Agent experience adalah pengalaman holistik yang dirasakan AI agents saat berinteraksi sebagai pengguna produk atau platform. Dalam konteks customer service, AI Agent di customer service mengubah cara kerja contact center dengan menangani tugas otonom, sementara customer experience agent adalah peran AI agents sebagai penghubung utama antara pelanggan dan brand di mana pengalaman AI agents yang baik menghasilkan CX superior. Artikel ini akan membahas definisi AX, mengapa penting, cara kerja AI dalam mendukungnya, manfaat AI Agent, serta langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkannya.

Apa itu Agent Experience (AX)?

Agent Experience (AX) adalah pengalaman holistik yang dimiliki AI agents sebagai pengguna produk atau platform. Ini mencakup seberapa mudah AI agents mengakses, memahami, dan beroperasi dalam lingkungan digital untuk mencapai tujuan pengguna, seperti menangani pertanyaan pelanggan atau memproses transaksi secara otonom.

Komponen utama AX meliputi:

  • Aksesibilitas dan onboarding: Pengaturan cepat tanpa intervensi manusia, seperti API keys yang mudah dibuat dan dirotasi.
  • Dokumentasi dan struktur: Format yang mudah dibaca oleh large language models (LLM), seperti OpenAPI specs atau llms.txt, untuk menghindari batas konteks.
  • Interaksi dan keandalan: Desain produk yang prediktif, dengan error handling yang jelas dan izin granular untuk menghindari kegagalan.
  • Optimasi untuk otonomi: Log aktivitas, feedback loop, dan integrasi standar seperti Model Context Protocol (MCP) agar AI agents bisa chaining tugas tanpa ambiguitas.

Berbeda dengan user experience (UX) untuk manusia atau developer experience (DX) untuk programmer, AX fokus pada AI agents sebagai "pengguna pertama" yang beroperasi secara programatis tanpa inferensi konteks atau akal sehat manusia. Di contact center modern, AX memastikan AI agents seperti virtual assistant dapat berintegrasi mulus dengan sistem untuk layanan yang andal.

Mengapa Agent Experience Penting dalam Contact Center Modern?

AX menjadi krusial karena AI agents semakin mendominasi interaksi di contact center, di mana volume pertanyaan pelanggan melonjak dan memerlukan otonomi tinggi. Pengalaman AI agent yang buruk menyebabkan AI agents gagal tugas, biaya tinggi, atau memerlukan intervensi manusia, yang akhirnya mengurangi efisiensi dan meningkatkan frustrasi pelanggan, sehingga CSAT dan NPS menurun.

Dari sisi bisnis, dengan prediksi bahwa akan banyak aplikasi enterprise menggunakan agentic AI pada 2028, AX yang baik dapat meningkatkan adopsi AI agents, mengurangi biaya operasional, dan memastikan keandalan. Tren omnichannel membuat AI agents harus menangani data dari berbagai saluran tanpa hambatan. Tanpa AX optimal, risiko kegagalan otonom meningkat, menghambat skalabilitas.

Bagaimana Cara Kerja Agent Experience AI?

Agent Experience AI bekerja dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam alur kerja agen secara real-time, sehingga agen tetap menjadi pusat interaksi sementara AI berperan sebagai “co-pilot” yang membantu. Proses kerjanya meliputi:

  • Pengumpulan & analisis data real-time: AI mengintegrasikan data pelanggan dari berbagai saluran (telepon, chat, email, WhatsApp) untuk membentuk profil lengkap.
  • Bantuan selama interaksi: Generative AI memberikan saran respons kontekstual, next-best-action, atau kalimat empati berdasarkan riwayat dan sentiment pelanggan. Sentiment analysis mendeteksi emosi pelanggan secara otomatis untuk memandu agen memberikan respons yang tepat.
  • Otomatisasi tugas rutin: Robotic Process Automation (RPA) menangani verifikasi data, update status, atau pengiriman konfirmasi, sehingga agen fokus pada interaksi bernilai tinggi.
  • Smart routing & after-call support: AI mengarahkan tiket ke agen dengan keahlian paling sesuai. Setelah panggilan, AI menghasilkan ringkasan otomatis (summarization) untuk handover cepat atau coaching.
  • Siklus pembelajaran berkelanjutan: Setiap interaksi digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, sehingga saran semakin akurat dan relevan.

Apa Saja Manfaat AI Agent di Customer Service?

Penggunaan AI Agent (agent assist atau copilots) memberikan manfaat signifikan bagi tiga pihak, yaitu agen itu sendiri, pelanggan, serta perusahaan atau bisnis. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

Agen

  • Mengurangi beban kerja rutin sehingga agen bisa fokus pada interaksi kompleks dan emosional.
  • Memberikan panduan real-time yang dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan resolusi.
  • Mengurangi stres & burnout menghasilkan kepuasan kerja dan retensi agen yang meningkat.

Pelanggan

  • Respons lebih cepat dan konsisten.
  • Interaksi layanan yang lebih personal dan empati.
  • Pengalaman pelanggan keseluruhan yang lebih baik.

Bisnis/Perusahaan

  • Penurunan Average Handle Time (AHT) dan biaya operasional.
  • Peningkatan produktivitas agen hingga 30–50%.
  • Retensi agen dan pelanggan yang lebih tinggi.\
  • Insight data mendalam untuk perbaikan proses dan strategi.

Bagaimana Cara Mengoptimalkan Agent Experience?

Mengoptimalkan agent experience memerlukan pendekatan holistik dan bertahap. Berikut langkah-langkah praktis:

  • Desain dokumentasi LLM-friendly: Gunakan format seperti llms.txt atau OpenAPI specs yang ringkas dan prediktif.
  • Implementasikan standar integrasi: Adopsi MCP untuk kontekstualisasi, dengan schema slimming untuk hindari batas token.
  • Optimasi autentikasi & keamanan: Berikan API keys granular, rotasi otomatis, dan failure paths jelas.
  • Monitor & test secara rutin: Gunakan observability tools, automated testing, dan metrik seperti success rate serta cost per task.
  • Bangun feedback loop hybrid: Integrasikan komentar kolaboratif untuk perbaikan, sambil mendukung tim manusia-AI.
  • Pilih platform yang AI-ready: Sesuaikan dengan SOP contact center untuk interaksi omnichannel otonom.

Dengan pendekatan ini, AI agents akan beroperasi lebih andal, efisien, dan terintegrasi, yang pada akhirnya meningkatkan customer experience secara keseluruhan.

Optimalkan Layanan Pelanggan Anda dengan Solusi AI Contact Center dari Phintraco Technology!

Pengalaman AI agent merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. Oleh karena itu, optimalkan agent experience Anda dengan solusi AI contact center dari Phintraco Technology.

Solusi AI contact center Phintraco Technology dilengkapi fitur agent assist cerdas, generative AI, smart routing, sentiment analysis, predictive insights, dan summarization otomatis. Semuanya dirancang untuk meningkatkan agent experience sekaligus customer experience. AI agents menjadi lebih otonom, andal, dan efektif sehingga hasilnya adalah layanan pelanggan yang unggul dan bisnis yang tumbuh.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila

Read  
AI untuk Customer Experience: Tingkatkan Efisiensi Layanan
09 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

AI untuk Customer Experience: Tingkatkan Efisiensi Layanan

Di era digital saat ini, pelanggan memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap layanan yang cepat, personal, dan tersedia kapan saja. Pelanggan tidak lagi puas hanya dengan respons standar, mereka menginginkan pengalaman yang terasa dipahami dan dihargai oleh brand. Tantangan ini semakin nyata di Indonesia, di mana pertumbuhan e-commerce, layanan finansial digital, dan adopsi omnichannel membuat persaingan ketat. Customer experience (CX) yang superior dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong pembelian berulang, serta mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru secara signifikan. Di sinilah AI untuk customer experience menjadi solusi yang transformasional.

Teknologi AI customer experience platform memanfaatkan machine learning, natural language processing (NLP), predictive analytics, hingga generative AI untuk mengubah interaksi pelanggan dari reaktif menjadi proaktif dan sangat personal. Inovasi AI customer experience memungkinkan bisnis menangani volume interaksi besar dengan efisiensi tinggi, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa manusiawi. Artikel ini akan membahas apa itu AI untuk CX, cara kerjanya, contoh tools yang digunakan, serta manfaat nyata yang bisa dirasakan bisnis dan pelanggan.

Apa itu AI Customer Experience?

AI Customer Experience adalah penerapan teknologi artificial intelligence untuk mengelola, mengoptimalkan, dan mempersonalisasi interaksi pelanggan di seluruh customer journey. Kecerdasan buatan di sini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, tetapi juga untuk memahami kebutuhan, perilaku, dan preferensi pelanggan berdasarkan data historis dan real-time.

Berbeda dengan pendekatan customer experience tradisional yang cenderung reaktif dan manual, AI-driven customer experience bersifat proaktif dan adaptif. Sistem AI mampu mempelajari pola interaksi pelanggan, memprediksi kebutuhan mereka, serta memberikan respons yang relevan secara otomatis.

Teknologi inti yang digunakan meliputi Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Predictive Analytics, Generative AI, Robotic Process Automation (RPA), dan Sentiment Analysis.

Kombinasi teknologi-teknologi tersebut kemudian menghasilkan pengalaman omnichannel yang terintegrasi, di mana data dari berbagai channel (website, app, WhatsApp, email, media sosial) disatukan untuk memberikan layanan yang konsisten dan relevan. Di konteks bisnis modern, terutama contact center, AI telah menjadi fondasi digital transformation yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.


Baca Juga: Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan

Bagaimana Cara Kerja AI Driven Customer Experience?

AI-driven customer experience bekerja melalui siklus data yang berkelanjutan dan otomatis. Pertama, sistem mengumpulkan data dari berbagai sumber secara real-time, termasuk riwayat transaksi, perilaku browsing, interaksi sebelumnya, hingga aktivitas di media sosial. Data ini diintegrasikan menjadi profil pelanggan tunggal (single customer view) melalui platform omnichannel.

Selanjutnya, AI melakukan analisis mendalam:

  • Machine learning mengidentifikasi pola dan tren perilaku. NLP memproses teks atau ucapan untuk memahami maksud dan konteks.
  • Predictive analytics meramalkan kebutuhan masa depan, seperti kemungkinan churn atau produk yang akan diminati.
  • Berdasarkan insight tersebut, AI mengambil tindakan otomatis.
  • Generative AI menghasilkan respons personal yang relevan, baik dalam bentuk teks, suara, maupun rekomendasi.
  • Smart routing mengarahkan pertanyaan kompleks ke agen manusia yang paling sesuai.
  • RPA menangani tugas rutin seperti update status pesanan atau pengiriman konfirmasi.

Proses ini menciptakan personalisasi real-time, misalnya untuk menyesuaikan tampilan website atau pesan promosi secara instan. Terdapat juga feedback loop, yaitu setiap interaksi baru digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, sehingga akurasi dan relevansi terus meningkat seiring waktu.

Apa Saja Contoh AI Customer Experience Tools?

Berikut adalah beberapa contoh AI untuk customer experience yang telah banyak diadopsi:

Chatbot & Virtual Assistant berbasis NLP dan Generative AI

Chatbot dan virtual assistant biasa digunakan untuk menangani pertanyaan umum, transaksi sederhana, penjadwalan, hingga pengecekan status pesanan 24/7.

Recommendation Engine

Teknologi ini dapat menganalisis riwayat pembelian dan perilaku untuk menyarankan produk/konten relevan, seperti sistem rekomendasi di e-commerce atau platform streaming.

Sentiment Analysis Tool

Analisis sentimen berfungsi untuk mendeteksi emosi (puas, kecewa, netral) dari ulasan, chat, atau panggilan dengan pelanggan untuk memicu respons empati atau eskalasi cepat.

Predictive Analytics untuk Churn Prevention

Tools ini dapat mengidentifikasi pelanggan berisiko keluar dan menawarkan intervensi dini, seperti diskon atau program loyalitas.

AI-Powered Contact Center Suite

Platform ini menggabungkan smart routing (mengarahkan keluhan pelanggan ke agen tepat), generative AI untuk respons suara/teks, serta fitur seperti summary yang merangkum percakapan sehingga handover lebih cepat.

Omnichannel AI Integration

Integrasi omnichannel menyatukan semua saluran komunikasi agar transisi mulus tanpa kehilangan konteks, termasuk integrasi WhatsApp Business API.


Baca Juga: Contact Center AI adalah Revolusi Pelayanan Pelanggan Modern

Apa Saja Manfaat AI untuk Customer Experience?

Penerapan AI untuk customer experience dapat memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan otomatisasi tugas-tugas repetitif, AI dapat mengurangi beban kerja agen dan menekan biaya operasional contact center.

Respons Lebih Cepat dan Konsisten

AI mampu memberikan respons instan kapan pun dibutuhkan, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bantuan.

Personalisasi dalam Skala Besar

Teknologi AI dapat memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang personal kepada ribuan pelanggan sekaligus tanpa menambah sumber daya manusia.

Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan

Pengalaman pelanggan yang cepat, relevan, dan konsisten meningkatkan tingkat kepuasan serta loyalitas terhadap brand.

Insight Bisnis yang Lebih Mendalam

AI menyediakan data dan analitik yang membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan mengambil keputusan berbasis data.

Mendorong Inovasi AI Customer Experience

Penggunaan AI dapat membuka peluang inovasi layanan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku pelanggan dan dinamika pasar.


Baca Juga: Contact Center Automation: Wujudkan Customer Service Efisien

Tingkatkan Efisiensi dalam Contact Center Anda dengan Solusi AI Contact Center dari Phintraco Technology!

Tingkatkan efisiensi dan personalisasi dalam layanan contact center Anda dengan solusi AI untuk contact center dari Phintraco Technology.

Dengan fitur chatbot cerdas, generative AI, smart routing, sentiment analysis, dan predictive capabilities, solusi Phintraco Technology membantu bisnis memberikan layanan pelanggan yang lebih cepat, personal, dan hemat biaya.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa manfaat utama menggunakan AI dalam manajemen pengalaman pelanggan?

Manfaat utama AI dalam pengalaman pelanggan adalah memberikan layanan yang lebih cepat, personal, dan konsisten melalui automasi interaksi, analisis perilaku, serta rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana AI digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan?

AI digunakan melalui chatbot, personalisasi konten, prediksi kebutuhan pelanggan, analisis sentimen, serta automasi layanan untuk mengurangi waktu respon dan meningkatkan kepuasan.

Apa saja contoh teknologi AI yang umum dipakai untuk customer experience?

Contoh teknologi AI di customer experience termasuk chatbot berbasis NLP, rekomendasi produk otomatis, analisis suara dan teks, serta sistem prediksi churn untuk memahami perilaku pelanggan.

Mengapa personalisasi dengan AI penting bagi pelanggan?

Personalisasi dengan AI penting karena membantu menyajikan konten, penawaran, dan layanan yang relevan secara individual, sehingga pelanggan merasa lebih puas dan terlibat.

Apakah AI dapat menggantikan peran layanan pelanggan manusia?

AI tidak sepenuhnya menggantikan layanan manusia, tetapi membantu menangani tugas rutin dan memberikan insight cepat sehingga tim manusia dapat fokus pada kasus kompleks yang membutuhkan empati.

Bagaimana AI membantu meningkatkan loyalitas pelanggan?

AI meningkatkan loyalitas dengan menganalisis preferensi pelanggan, memberikan rekomendasi yang tepat waktu, dan memungkinkan layanan proaktif yang membuat pelanggan merasa dihargai.

Apa dampak AI terhadap efisiensi operasional dalam layanan pelanggan?

AI dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mengautomasi respons cepat, mengurangi beban tugas manual, serta mempercepat alur kerja tim customer service. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan
02 Feb 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, customer experience (CX) telah bergeser dari sekadar fungsi pendukung menjadi faktor penting penentu daya saing bisnis. Produk yang serupa dan harga yang kompetitif tidak lagi cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Pengalaman menyeluruh yang dirasakan pelanggan sejak pertama kali berinteraksi hingga tahap pascapenjualan kini menjadi kriteria dan pembeda utama antarperusahaan.

Memasuki tahun 2026, tren customer experience berkembang menjadi semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kecepatan dan personalisasi layanan. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya memahami pelanggan, tetapi juga mampu merancang customer experience journey yang konsisten, relevan, dan bernilai di setiap titik interaksi. Artikel ini akan membahas tentang apa itu customer experience dan apa saja tren yang diprediksi akan muncul dan mendominasi di tahun 2026. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi berikutnya.

Apa yang Dimaksud dengan Customer Experience?

Customer experience adalah keseluruhan persepsi dan kesan yang dirasakan pelanggan sebagai hasil dari interaksi mereka dengan sebuah merek, produk, atau layanan. Interaksi ini tidak terbatas pada satu channel saja, melainkan mencakup seluruh customer experience journey, mulai dari tahap kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), pembelian (purchase), penggunaan, hingga layanan purna jual (post-purchase).

Pengalaman pelanggan dibentuk oleh berbagai elemen, seperti kualitas layanan, kecepatan respons, kemudahan akses informasi, konsistensi komunikasi, hingga emosi yang muncul selama proses interaksi. Oleh karena itu, CX tidak hanya menjadi tanggung jawab tim layanan pelanggan, tetapi juga melibatkan seluruh fungsi dalam perusahaan, termasuk pemasaran, penjualan, operasional, dan teknologi.

Perusahaan yang mampu mengelola customer experience secara strategis cenderung memiliki tingkat loyalitas pelanggan yang lebih tinggi, rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif, serta ketahanan bisnis yang lebih baik di tengah persaingan pasar yang ketat.


Baca Juga: Digital Customer Experience: Kunci Utama Kepuasan Pelanggan

Apa Saja Tren Customer Experience 2026 yang Wajib Diketahui?

Tren customer experience 2026 menunjukkan arah yang semakin strategis dan terstruktur. Setiap tren saling melengkapi dalam membentuk customer experience journey yang konsisten dan bernilai. Berikut poin-poin tren utama yang wajib diperhatikan perusahaan:

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang Lebih Cerdas dan Kontekstual

AI di tahun 2026 tidak lagi terbatas pada chatbot penjawab pertanyaan dasar. Teknologi ini berkembang menjadi sistem yang mampu memahami konteks percakapan, riwayat interaksi pelanggan, serta memprediksi kebutuhan berikutnya. Dalam customer experience journey, AI kini berperan sebagai penghubung awal yang cepat sekaligus pendukung agen manusia dalam pengambilan keputusan layanan (AI agent).

Personalisasi Layanan Berbasis Data Real-Time

Pelanggan mengharapkan pengalaman yang relevan dengan kondisi mereka saat itu juga. Tren customer experience ini menekankan penggunaan data real-time untuk menyesuaikan pesan, rekomendasi, dan solusi layanan. Personalisasi ini membuat pelanggan merasa dipahami sebagai individu, bukan sekadar nomor tiket atau data statistik.

Integrasi Omnichannel yang Lebih Mulus

Pengalaman pelanggan tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pelanggan dapat memulai interaksi melalui media sosial, melanjutkannya ke aplikasi pesan instan, lalu menyelesaikannya melalui call center. Integrasi omnichannel memastikan seluruh riwayat interaksi tercatat dan tersambung, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang informasi dan merasakan pengalaman yang konsisten di setiap channel

Kecepatan dan Efisiensi sebagai Standar Utama Layanan

Di tahun 2026, kecepatan respons telah menjadi ekspektasi dasar pelanggan. Perusahaan perlu mengoptimalkan proses layanan melalui otomatisasi, self-service, dan sistem respons instan. Customer experience yang cepat dan efisien membantu mengurangi friksi dalam customer experience journey dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pendekatan Human-Centric dalam Pemanfaatan Teknologi

Meskipun teknologi semakin dominan, pelanggan tetap menghargai dan membutuhkan empati serta pemahaman manusia. Tren ini menekankan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti sepenuhnya. Agen customer service dibekali teknologi cerdas agar dapat fokus pada interaksi bernilai tinggi yang membutuhkan sentuhan emosional dan solusi kompleks.

Pengelolaan Customer Experience Journey Secara End-to-End

Perusahaan mulai melihat customer experience sebagai perjalanan utuh, bukan kumpulan titik kontak terpisah. Setiap fase perjalanan pelanggan dipetakan untuk mengidentifikasi hambatan, peluang perbaikan, dan momen penting. Pendekatan ini membantu perusahaan menciptakan pengalaman yang konsisten dari tahap awal hingga layanan purna jual.

Peningkatan Fokus pada Keamanan Data dan Kepercayaan Pelanggan

Kesadaran pelanggan terhadap privasi dan keamanan data semakin tinggi. Tren ini menempatkan transparansi, perlindungan data, dan kepatuhan regulasi sebagai bagian dari pengalaman pelanggan. Kepercayaan yang terjaga akan memperkuat loyalitas dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Pengukuran Customer Experience yang Lebih Holistik dan Berbasis Insight

Evaluasi customer experience tidak lagi hanya mengandalkan survei kepuasan. Perusahaan mengombinasikan metrik tradisional seperti CSAT dan NPS dengan analisis perilaku, sentimen, dan data interaksi pelanggan. Pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan akurat terhadap kualitas pengalaman pelanggan.


Baca Juga: Contact Center AI adalah Revolusi Pelayanan Pelanggan Modern

Tingkatkan Pengalaman Pelanggan Bisnis Anda dengan Contact Center AI dari Phintraco Technology!

Kualitas layanan contact center yang responsif dan konsisten merupakan kunci kesuksesan dalam meningkatkan customer experience. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan contact center untuk memenuhi tantangan tersebut.

Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure yang berpengalaman, dapat membantu Anda meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan solusi AI contact center. Solusi AI contact center dari Phintraco Technology dapat meningkatkan efisiensi layanan Anda dengan chatbot, virtual assistant, dan generative AI.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait AI contact center dari Phintraco Technology!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn ProfileEditor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya
26 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Security: Aspek Penting dan Praktik Terbaiknya

Serangan siber kini menjadi semakin canggih dan volume data global pun meningkat hingga ratusan zettabyte. Oleh karena itu, data center security menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis. Keamanan data center bukan hanya melindungi server dan jaringan dari ancaman eksternal, tapi juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah maraknya ransomware dan pelanggaran data yang bisa merugikan hingga miliaran rupiah per insiden. Di Indonesia, dengan regulasi ketat seperti UU PDP dan pertumbuhan data center hyperscale, pengamanan data center semakin krusial untuk memenuhi standar nasional dan internasional.

Data center security adalah pendekatan holistik yang menggabungkan keamanan fisik data center, digital, dan operasional untuk melindungi aset IT dari berbagai risiko. Praktik terbaik seperti zero trust dan AI-driven monitoring tidak hanya mengurangi risiko downtime hingga 50%, tapi juga mendukung transformasi digital berkelanjutan. Memahami data center security best practices akan membantu bisnis menghindari jebakan umum, seperti insider threats atau kegagalan lingkungan, sambil memaksimalkan efisiensi investasi keamanan. Artikel ini akan membahas data center security system dan aspek lain yang terkait.

Apa itu Data Center Security?

Data center security adalah kumpulan strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur data center, termasuk server, storage, jaringan, dan data sensitif dari ancaman fisik, siber, lingkungan, dan manusia. Ini mencakup keamanan fisik data center seperti pagar perimeter dan biometric access, serta pengamanan data center digital seperti enkripsi dan firewall. Pada intinya, security ini memastikan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan data di tengah evolusi ancaman seperti AI-augmented attacks.

Dalam perkembangannya, data center security system semakin terintegrasi, menggabungkan cyber dan physical security melalui platform yang terpadu. Data center harus compliant dengan ISO 27001 dan Tier III/IV standards, di mana sistem ini dapat mencegah breach sekaligus mendukung recovery cepat. Tanpa security yang kuat, pusat data rentan terhadap downtime yang bisa mencapai Rp 80 juta per menit, menurut estimasi Gartner.


Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Security Framework itu Penting?

Data center security framework seperti NIST atau ISO 27001 menjadi sangat penting karena pusat data adalah kunci utama operasional bisnis untuk menyimpan data pelanggan, rahasia dagang, dan transaksi keuangan. Dengan ancaman seperti quantum computing yang mengancam enkripsi tradisional, framework ini menyediakan roadmap untuk adaptasi proaktif, mengurangi risiko hingga 70% melalui layered defenses. Tanpa framework yang jelas, perusahaan menghadapi kerugian finansial, reputasi rusak, dan sanksi regulasi.

Selain itu, framework mendukung keberlanjutan bisnis di era hybrid cloud, di mana 80% perusahaan Indonesia mengadopsi multi-cloud. Ini juga memenuhi tuntutan ESG, dengan keamanan yang hemat energi melalui monitoring AI. Di Indonesia, banjir atau gempa bisa lumpuhkan data center tanpa framework yang tangguh. Hal ini membuat security bukan hanya teknis tapi strategis untuk daya saing global.

Apa Saja Aspek Penting dalam Sistem Keamanan Data Center?

Sistem keamanan data center mencakup lima aspek utama yang saling melengkapi:

Keamanan Fisik

Dari aspek fisik, data center memerlukan lapisan pertahanan eksternal seperti pagar 8-foot, CCTV 360 derajat, dan biometric (palm-vein atau iris scan) untuk akses.

Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan meliputi firewall next-gen, intrusion detection systems (IDS), dan SDN untuk segmentasi traffic. Ini lindungi dari DDoS dan man-in-the-middle attacks.

Keamanan Data

Data perlu dilindungi dengan enkripsi end-to-end, data loss prevention (DLP), dan immutable storage untuk cegah ransomware. Best practices termasuk patching berkala untuk tutup celah keamanan.

Keamanan Operasional

Secara operasional, keamanan perlu ditingkatkan dengan training personel, zero trust model (verifikasi terus-menerus), dan endpoint detection response (EDR) untuk deteksi anomali real-time.

Keamanan Lingkungan

Sistem fire suppression (gas inert), UPS redundant, dan environmental monitoring untuk cegah overheating atau power failure.

Bagaimana Cara Kerja Data Center System?

Data center security system bekerja melalui siklus keamanan berlapis yang otomatis dan adaptif. Pertama, lapisan fisik akan mendeteksi ancaman eksternal via sensor dan CCTV, memicu alert ke command center. Jika breach fisik terdeteksi, maka biometric lock down area akan dilakukan secara instan. Kedua, traffic masuk disaring melalui perimeter security (firewall dan IDS) yang memeriksa paket data untuk anomali. Lalu gunakan machine learning untuk blokir serangan zero-day.

Ketiga, di internal, zero trust verifikasi setiap akses. Misalnya, MFA dan role-based control untuk memastikan hanya user authorized yang akses sumber daya spesifik. Keempat, monitoring berkelanjutan lewat SIEM (Security Information and Event Management) untuk menganalisis log real-time, memicu auto-response seperti isolasi endpoint jika serangan siber terdeteksi. Terakhir, disaster recovery berintegrasi dengan sistem ini, memungkinkan failover ke site cadangan dengan RTO di bawah 1 menit.


Baca Juga: Backup Data Center: Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Meningkatkan Keamanan Data Center?

Meningkatkan keamanan data center dapat dilakukan lewat pendekatan bertahap dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Adopsi Zero Trust Architecture: Verifikasi setiap akses, tanpa asumsi "trusted zone". Hal ini dapat mengurangi insider threats dengan implementasi MFA dan micro-segmentation.
  • Integrasi AI dan Automation: Gunakan AI untuk threat hunting dan auto-patching. Praktik ini dapat menghemat biaya operasional sekaligus tingkatkan deteksi.
  • Audit Berkala: Lakukan vulnerability scans bulanan dan sertifikasi SOC 2/ISO 27001. Termasuk audit simulasi breach untuk tes response time.
  • Lapisan Keamanan Tambahan: Tambahkan biometric multi-factor dan behavior analytics untuk akses.
  • Training dan Incident Response Plan: Beri pelatihan untuk tim IT, buat playbook untuk ransomware. Fokus pada supply chain security untuk cegah tampered hardware.
  • Hybrid Cloud Security: Enkripsi data in-transit dan gunakan secure API gateways untuk integrasi multi-cloud.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Percayakan Data Center Anda kepada Solusi Data Center Virtualization dari Huawei!

Setelah memahami betapa pentingnya keamanan untuk data center dan keberlangsungan bisnis, saatnya Anda memilih solusi yang terintegrasi dan terbukti untuk bisnis Anda. Solusi data center virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat bagi bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti zero trust integration, AI driven O&M, secure storage, dan compliance-ready, solusi ini telah terbukti di ribuan enterprise. Keamanan data security dari solusi ini juga didukung oleh sistem data backup berlapis, virtual firewall, distributed firewall, role-based management, dan microsegmentation.

Sebagai partner resmi dari Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


Apa yang dimaksud dengan data center security?

Data center security adalah serangkaian kebijakan, teknologi, dan kontrol untuk melindungi pusat data dari ancaman fisik dan digital. Tujuannya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

Mengapa data center security sangat penting bagi perusahaan?

Data center security penting untuk mencegah kebocoran data, gangguan layanan, dan kerugian bisnis. Keamanan yang lemah dapat menyebabkan downtime, pelanggaran regulasi, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Apa saja ancaman utama terhadap keamanan data center?

Ancaman utama meliputi serangan siber, akses fisik tidak sah, kegagalan sistem, serta kesalahan manusia. Oleh karena itu, data center perlu perlindungan berlapis.

Apa saja komponen utama dalam data center security?

Komponen utama data center security mencakup keamanan fisik, keamanan jaringan, kontrol akses, enkripsi data, serta pemantauan dan manajemen insiden secara berkelanjutan.

Bagaimana cara meningkatkan keamanan data center secara efektif?

Keamanan data center dapat ditingkatkan dengan menerapkan kontrol akses ketat, monitoring real-time, audit keamanan rutin, serta pembaruan sistem dan kebijakan keamanan secara berkala. 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center
19 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Data Center Disaster Recovery: Solusi Pemulihan Data Center

Di era digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Gangguan sekecil apa pun pada data center, baik karena bencana alam, serangan siber, kegagalan hardware, atau human error, bisa menyebabkan kerugian finansial jutaan hingga miliaran rupiah per jam. Data center disaster recovery (DR) hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan bisnis tetap berjalan meskipun data center utama mengalami kegagalan total. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan bisa memulihkan sistem dan data dalam hitungan menit hingga jam, bukan hari atau minggu.

Di Indonesia, di mana ancaman bencana alam seperti gempa, banjir, dan letusan gunung api cukup tinggi, ditambah maraknya serangan siber, memiliki disaster recovery plan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Banyak perusahaan besar seperti bank, e-commerce, dan BUMN sudah mengadopsi solusi ini untuk memenuhi regulasi OJK, BI, dan UU PDP. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu disaster recovery pusat data, perbedaannya dengan data center utama, cara kerjanya, serta manfaat nyata bagi bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Data Center Disaster Recovery?

Data center disaster recovery adalah strategi menyeluruh yang mencakup teknologi, proses, dan infrastruktur cadangan untuk memastikan kelangsungan operasional ketika data center utama tidak dapat diakses. Ini bukan sekadar backup biasa, melainkan sistem replikasi real-time atau near real-time yang memungkinkan seluruh aplikasi, database, dan layanan bisnis berpindah ke lokasi cadangan dengan cepat.

Tujuannya adalah mencapai dua metrik kritis, yaitu Recovery Point Objective (RPO) untuk menentukan seberapa banyak data terakhir yang boleh hilang (idealnya nol detik), dan Recovery Time Objective (RTO) yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali online sepenuhnya. Contoh data center disaster recovery yang ideal adalah ketika satu site terkena banjir besar, sistem otomatis beralih ke site cadangan di kota lain tanpa ada satu transaksi pun yang hilang, dan pelanggan bahkan tidak menyadari adanya gangguan.

Baca Juga: Data Center Infrastructure: Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya

Apa Bedanya Data Center dan Disaster Recovery Center?

Data center utama atau primary site adalah pusat operasional harian yang menangani seluruh beban kerja bisnis secara real-time. Semua transaksi, aplikasi, dan proses inti berjalan di sini dengan fokus pada performa tinggi, latensi rendah, dan akses cepat bagi pengguna. Lokasinya biasanya strategis dan terletak di dekat kantor pusat atau pelanggan utama, sehingga kapasitasnya dirancang 100% untuk mendukung operasional penuh setiap hari.

Sebaliknya, Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas cadangan yang tujuan utamanya bukan menjalankan operasional sehari-hari, melainkan siap mengambil alih sepenuhnya ketika primary site mengalami kegagalan. DRC biasanya berada di lokasi yang berbeda kota atau bahkan provinsi, minimal berjarak 100–300 km, untuk menghindari risiko bencana yang sama. Kapasitasnya bisa 50–100% dari primary site, dan biaya operasionalnya jauh lebih rendah karena tidak selalu aktif penuh.

Baca Juga: Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Mengapa Data Center Disaster Recovery Plan itu Penting?

Tanpa disaster recovery plan yang kuat, maka bisnis sangat rentan terhadap berbagai risiko yang bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa disaster recovery plan ini penting:

Kerugian Finansial

Untuk perusahaan menengah hingga besar, satu jam downtime bisa menyebabkan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah, terutama di sektor finansial dan e-commerce yang beroperasi 24/7.

Kehilangan Data Permanen

Tanpa replikasi real-time, semua transaksi yang terjadi setelah backup terakhir akan hilang selamanya, bisa berupa ribuan order, transfer bank, atau rekam medis pasien.

Rusaknya Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan

Ketika layanan tiba-tiba mati berjam-jam atau berhari-hari, pelanggan akan kecewa dan beralih ke kompetitor. Hal ini dapat merusak reputasi perusahaan.

Pelanggaran Regulasi

OJK, Bank Indonesia, dan UU Perlindungan Data Pribadi mewajibkan institusi keuangan serta pengelola data pribadi memiliki disaster recovery plan yang terdokumentasi dan teruji secara berkala.

Ancaman Eksistensial bagi Perusahaan

Banyak kasus perusahaan kecil hingga menengah bangkrut total setelah serangan ransomware atau bencana alam karena tidak punya cara memulihkan data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Kerja Data Center Disaster Recovery?

Proses dan cara kerja disaster recovery untuk data center berjalan secara otomatis dan memiliki beberapa lapisan/tahapan. Berikut adalah penjelasannya:

Backup dan Replikasi Berkelanjutan

Data tidak hanya di-backup periodik, tapi direplikasi secara synchronous (real-time) atau asynchronous (setiap beberapa detik/menit) ke disaster recovery center

Monitoring 24/7

Kondisi primary site dipantau terus-menerus melalui heartbeat signal. Jika sinyal hilang atau parameter kritis turun (CPU, storage, jaringan), sistem langsung mendeteksi adanya potensi bencana.

Failover Otomatis atau Semi-Otomatis

Begitu gangguan terdeteksi, trafik langsung dialihkan ke DRC melalui global load balancer atau DNS update cepat.

Validasi dan Testing Berkala

Disaster recovery plan harus diuji minimal 1–2 kali setahun, mulai dari tabletop exercise hingga full failover test.

Failback yang Terencana

Setelah primary site pulih, data disinkronisasi kembali secara bertahap, lalu operasional dikembalikan ke site utama tanpa mengganggu layanan.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Manfaat Utama Layanan Data Center Disaster Recovery untuk Bisnis?

Disaster recovery center memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut:

Kontinuitas Bisnis 24/7

Operasional bisnis tetap berjalan meskipun terjadi bencana besar seperti gempa atau serangan siber masif. Dengan RPO yang mendekati nol, tidak ada transaksi atau data penting yang hilang.

Menghemat Biaya Pemulihan

Dibandingkan membangun dua data center identik, perusahaan cukup memiliki satu DRC dengan kapasitas sesuai risiko.

Kepatuhan Regulasi

Perusahaan bisa memastikan kepatuhan terhadap persyaratan OJK, BI, ISO 22301, dan UU PDP dengan dokumentasi dan testing yang jelas.

Perlindungan dari Ransomware

Backup immutable dan air-gapped membuat data tetap bisa dipulihkan meski primary site terenkripsi total.

Fleksibilitas dan Skalabilitas tinggi

Kapasitas disaster recovery bisa ditambah kapan saja, terutama jika memakai model cloud.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Tingkatkan Ketersediaan Data Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Keamanan dan ketersediaan data bisnis perlu didukung oleh solusi data center yang telah teruji dan andal, khususnya untuk industri dan institusi kritis. Solusi data center virtualization dari Huawei merupakan solusi tepat untuk mendukung ketersediaan data bisnis Anda.

Dengan fitur-fitur canggih seperti replikasi sinkronus real time, failover otomatis, full scenario disaster recovery, dan backup anti ransomware, solusi ini dapat membantu bisnis Anda secara signifikan.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu dan mendampingi Anda untuk mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

  
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya
15 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Arsitektur Data Center Modern: Komponen dan Cara Kerjanya

Di era digital saat ini, arsitektur data center modern telah berevolusi jauh dari desain tradisional yang kaku dan mahal. Kini, fokus utamanya adalah pada fleksibilitas, skalabilitas, efisiensi energi, dan integrasi teknologi seperti virtualisasi, software-defined networking (SDN), serta hyper-converged infrastructure (HCI). Arsitektur ini memungkinkan bisnis untuk menangani volume data yang melonjak, mendukung aplikasi AI, cloud hybrid, dan workload real-time tanpa downtime yang signifikan. Di Indonesia, transformasi digital bergerak semakin cepat, sehingga memahami arsitektur pusat data modern menjadi kunci untuk tetap kompetitif dan hemat biaya.

Arsitektur data center saat ini bukan lagi sekadar gedung berisi server, tapi sistem terintegrasi yang mengabstraksi hardware melalui software, sehingga resource bisa dialokasikan secara dinamis. Pendekatan ini dapat mengurangi biaya operasional hingga 50% dibandingkan desain lama, sambil meningkatkan keandalan dan keamanan. Dengan tren seperti edge computing dan sustainability, arsitektur ini dirancang untuk masa depan, membantu bisnis beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Artikel ini akan membahas secara detail tentang arsitektur pusat data modern dan aspek-aspek terkait.

Apa itu Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur data center modern adalah rancangan terstruktur yang mengintegrasikan komponen fisik dan virtual untuk menyediakan infrastruktur IT yang dapat diskalakan, efisien, dan resilien. Berbeda dari arsitektur tradisional yang bergantung pada hardware dedicated dan hierarki yang kaku, versi modern memanfaatkan virtualisasi untuk mengabstraksi computation, storage, dan networking, sehingga semuanya dikelola melalui software.

Ciri utamanya termasuk topologi jaringan leaf-spine untuk latensi rendah, hyper-convergence yang menggabungkan semua elemen dalam satu platform, serta dukungan untuk container dan AI workload. Arsitektur ini mendukung model hybrid/multi-cloud, di mana data center on-premise bisa terhubung secara mulus dengan cloud publik. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang agile, di mana penambahan kapasitas dilakukan secara otomatis tanpa intervensi manual besar-besaran.

Baca Juga: Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis

Apa Saja Komponen Arsitektur Data Center Modern?

Arsitektur pusat data modern terdiri dari beberapa komponen inti yang saling terhubung. Komponen ini modular, sehingga bisa diskalakan secara horizontal tanpa redesain total:

Compute Layer

Lapisan komputasi terdiri dari server fisik atau virtual (VM/container) yang menangani pemrosesan data. Di setup modern, ini sering menggunakan HCI untuk mengintegrasikan komputasi dengan storage dan network.

Storage Layer

Storage layer merupakan sistem penyimpanan seperti all-flash array (SSD cepat) atau distributed storage, dengan fitur deduplikasi dan snapshot untuk efisiensi dan backup cepat.

Networking Layer

Layer jaringan merupakan jaringan berbasis SDN dengan topologi spine-leaf untuk traffic east-west yang dominan di era cloud, untuk mengurangi bottleneck.

Power dan Cooling

Sistem redundansi (UPS, generator) serta cooling efisien seperti liquid cooling atau immersion untuk PUE rendah (<1.3), mendukung density tinggi.

Management dan Orchestration

Aspek manajemen terdiri dari software seperti DCIM (Data Center Infrastructure Management) atau platform O&M cerdas untuk monitoring, provisioning otomatis, dan predictive maintenance.

Security dan Resilience

Komponen keamanan terdiri dari firewall virtual, enkripsi, serta disaster recovery tools untuk zero RPO/RTO.

Baca Juga: Software Defined Data Center: Transformasi dalam Infrastruktur IT

Bagaimana Cara Kerja Arsitektur Data Center?

Cara kerja arsitektur data center modern berbasis pada prinsip otomatisasi dan abstraksi penuh, memastikan alur data lancar dari ujung ke ujung:

Masuknya Data (Ingress)

Pertama-tama, data dari pengguna atau aplikasi masuk melalui edge switch atau load balancer, kemudian langsung dirutekan ke jaringan inti tanpa bottleneck untuk memastikan setiap server hanya satu "hop” dari yang lain, sehingga latensi internal kurang dari 1 ms.

Alokasi Compute

Hypervisor atau orchestrator (seperti Kubernetes) secara dinamis kemudian mengalokasikan CPU, RAM, dan GPU ke VM/container berdasarkan permintaan. Jika workload naik mendadak, sistem otomatis spawn resource baru tanpa intervensi manual.

Penyimpanan dan Akses Data

Storage distributed akan menulis data ke beberapa node sekaligus untuk redundansi. Fitur seperti erasure coding dan snapshot memungkinkan pemulihan instan, sementara changed block tracking hanya mem-backup data yang berubah, menghemat bandwidth hingga 90%.

Routing dan Keamanan

SDN berfungsi mengatur alur traffic secara cerdas, sementara virtual firewall dan micro-segmentation memeriksa setiap paket. Jika ada ancaman, sistem akan melakukan isolasi otomatis tanpa ganggu operasional keseluruhan.

Manajemen dan Optimasi

Platform O&M menggunakan AI untuk memantau ribuan metrik real-time, memprediksi kegagalan hardware sebelum terjadi, dan mengoptimalkan konsumsi energi (misalnya mematikan server idle atau pindah workload ke node dingin).

Keluarnya Data (Egress) & Integrasi

Hasil pemrosesan kemudian akan dikirim kembali ke pengguna atau cloud eksternal via API. Di hybrid setup, workload bisa bermigrasi langsung antar on-premise dan cloud tanpa downtime.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Bagaimana Cara Memilih Desain Data Center Modern yang Tepat?

Memilih desain yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi bisnis saat ini dan proyeksi masa depan. Berikut adalah pertimbangan utama beserta penjelasannya:

  • Skala dan Kebutuhan Bisnis: Evaluasi volume beban kerja saat ini dan prediksi 3–5 tahun ke depan. Startup atau UKM umumnya cukup dengan HCI ringan yang mulai dari 3–5 node dan mudah scale-out. Untuk enterprise besar dengan AI workload, maka butuh arsitektur hyperscale dengan ribuan node dan GPU cluster.
  • Efisiensi Energi dan Sustainability: Hitung PUE target dan pastikan dukungan pendinginan modern seperti liquid atau immersion. Hal ini penting untuk mengurangi biaya listrik dan memenuhi target ESG perusahaan.
  • Tier Level dan Availability: Pilihlah Tier III (concurrently maintainable) atau Tier IV (fault tolerant) jika bisnis Anda sangat krusial seperti fintech atau e-commerce besar.
  • Hybrid/Multi-Cloud Readiness: Pastikan arsitektur mendukung open standard (Kubernetes, OpenStack) dan API terbuka agar mudah integrasi dengan cloud publik.
  • Budget dan Lokasi: Colocation atau virtualisasi di provider lokal lebih hemat biaya dan cepat untuk go-live. Maka pilihlah lokasi dengan latensi rendah ke pengguna utama serta kepatuhan terhadap regulasi.
  • Keamanan dan Compliance: Carilah solusi dengan built-in zero trust, enkripsi end-to-end, serta sertifikasi lengkap. Fitur AI-driven threat detection kini semakin penting di era serangan siber yang masif.
Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Tingkatkan Arsitektur Pengelolaan Data Bisnis Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Arsitektur data center yang efisien membutuhkan integrasi sempurna antara software dan hardware. Sinergi ini memerlukan solusi yang telah terbukti dan memiliki keandalan tinggi. Oleh karena itu, Solusi Data Center Virtualization dari Huawei merupakan solusi ideal untuk membangun arsitektur pusat data yang ringan, cerdas, dan memiliki skalabilitas tinggi.

Dengan teknologi hyper-converged infrastructure, penyimpanan yang cepat dan reduplikasi tinggi, serta dashboard cerdas, solusi ini telah dipercaya oleh banyak enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini dengan efisien untuk bisnis Anda.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis
12 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Evolusi Data Center: Faktor Utama dan Dampaknya untuk Bisnis

Data center atau pusat data telah menjadi kunci utama dunia digital selama puluhan tahun, tetapi bentuk dan fungsinya terus berubah seiring dengan waktu. Teknologi yang berbentuk ruangan fisik besar berisi mainframe di era 1960-an kini telah sampai ke fasilitas hyperscale berbasis AI. Evolusi data center yang tidak pernah berhenti ini menunjukkan respons terhadap kebutuhan bisnis yang juga terus berkembang, mulai dari lebih banyak data, lebih cepat, lebih hemat, dan lebih aman.

Perkembangan data center juga mencerminkan bagaimana manusia mengelola informasi. Jika dulu satu komputer besar hanya dipakai oleh satu perusahaan, sekarang satu gedung data center bisa melayani jutaan pengguna sekaligus di seluruh dunia. Di Indonesia, evolusi database ini terlihat mulai dari data center on-premise di tahun 90an dan 2000an, hingga kini bermunculan cloud region lokal dan edge data center. Pemahaman akan perkembangan dan evolusi ini penting bagi bisnis agar tidak ketinggalan dalam memanfaatkan infrastruktur yang tepat, khususnya untuk data center.

Apa itu Data Center?

Secara sederhana, data center merupakan sebuah fasilitas yang menampung semua server, storage, dan network yang menjalankan aplikasi dan menyimpan data perusahaan. Sejak awal fungsinya tetap sama, yaitu menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data. Perkembangannya terletak pada skala, efisiensi, serta cara pengelolaannya. Sekarang data center tidak lagi berupa gedung yang berisi rak server, tetapi bisa juga berupa layanan cloud, container, atau bahkan modul kecil (edge computing).

Faktor Apa Saja yang Mendorong Evolusi Data Center?

Perkembangan data center yang sangat pesat ini bisa terjadi karena banyak faktor. Faktor utama yang masih dan diperkirakan akan terus terjadi adalah ledakan volume data. Di tahun 2025 sendiri, diperkirakan sebesar 181 zettabyte data diciptakan tiap tahun, dari yang tadinya hanya 2 zettabyte di tahun 2010. Ledakan volume data ini diiringi juga dengan meningkatnya kebutuhan akan kecepatan. Kecepatan ini sangat dibutuhkan di aplikasi-aplikasi real time seperti IoT, 5G, online gaming, atau fintech yang menuntut latensi rendah.

Teknologi data center di awal kemunculannya menuntut konsumsi energi yang sangat besar. Dari biaya operasional data center, biaya listrik bisa memakan hingga lebih dari setengahnya. Oleh karena itu perkembangan data center juga mengarah pada konsumsi energi yang lebih hemat.

Selain itu, banyak negara yang mewajibkan data warga disimpan di dalam negeri. Hal ini mendorong dibangunnya fasilitas data center yang mematuhi regulasi tersebut. Meningkatnya pengembangan dan penggunaan AI & machine learning juga membutuhkan ribuan GPU dan infrastruktur khusus untuk training model besar-besaran.

Bagaimana Pusat Data Berevolusi dan Berkembang?

Secara umum, evolusi pusat data dapat dilihat dari lima fase besar, yaitu:

Era Mainframe (1950-1980)

Fase awal ini juga menandai mula era komputer. Di era ini, komputer masih berukuran sangat besar, mahal, dan hanya dimiliki dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Di masa akhir fase ini, komputer/fasilitas pusat data membutuhkan satu ruangan khusus dengan AC.

Era Client-Server & On-Premise (1990-2005)

Pada fase ini, server rack mulai muncul sehingga sistem on-premise, di mana perusahaan bisa membangun data center sendiri, mulai banyak diterapkan. Selain itu, istilah Tier 1-4 juga mulai dikenal.

Era Virtualisasi & Cloud Awal (2006-2015)

Era ini menandai munculnya virtualisasi dan cloud, seperti VMware, Hyper-V, AWS, dan Azure. Virtualisasi ini akhirnya mengurangi jumlah server fisik secara signifikan.

Era Cloud, Container, dan Hybrid (2016-2022)

Teknologi cloud pun semakin diminati dan terus berkembang. Berbagai konsep seperti Docker, Kubernetes, dan multi-cloud pun bermunculan. Selain itu, konsep software-defined everything seperti SDN, SDS, dan SDC juga bermunculan.

Era AI-Driven, Edge, dan Green Data Center (2023-Sekarang)

Setelah AI banyak bermunculan, GPU cluster pun semakin dibutuhkan untuk mendukung teknologi tersebut. Teknologi ramah lingkungan seperti renewable energy dan carbon-aware computing pun mulai diintegrasikan dalam pusat data.

Baca Juga: Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Apa Saja Tren Terbaru Seputar Data Center?

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan up-to-date dengan tren terkini seputar data center. Berikut adalah tren-tren tersebut:

  • Edge Data Center: Data center kecil (100kW - 5MW) yang ditempatkan di dekat pengguna untuk menurunkan latensi.
  • Liquid Cooling & Immersion Cooling: Sistem pendinginan dengan cairan khusus atau plate cold langsung ke chip untuk menghemat energi.
  • AI-Optimized Infrastructure: Infrastruktur rack khusus dengan ratusan GPU/TPU dengan interkoneksi super cepat untuk training-inference model AI.
  • Zero-Trust & Quantum-Safe Security: Penerapan verifikasi akses yang ketat serta enkripsi post-quantum.
  • Modular & Prefabricated Data Center: Infrastruktur data center yang dibangun di pabrik dalam bentuk modul/container lalu dikirim dan dirakit ke lokasi hanya dalam 3-6 bulan.
  • Carbon-Aware Workload Scheduling: Pemindahan workload secara otomatis ke daerah yang sedang surplus energi terbarukan.

Apa Saja Dampak Modernisasi Data Center Terhadap Bisnis?

Modernisasi dan evolusi data center memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis. Berikut adalah beberapa dampak positif yang bisa dirasakan:

Biaya Lebih Terkendali

Kini perusahaan beralih dari biaya modal awal (CapEx) yang besar menjadi ke biaya langganan bulanan (OpEx) yang bisa disesuaikan setiap saat.

Time-to-Market Lebih Cepat

Tiim developer kini bisa membuat, menguji, dan meluncurkan aplikasi atau fitur baru dengan lebih cepat, tidak lagi menunggu waktu mingguan hingga bulanan.

Skalabilitas Tinggi

Perusahaan tidak lagi khawatir dengan lonjakan drastis saat hari-hari tertentu karena kapasitas dapat naik secara otomatis  dengan fitur auto-scaling, lalu turun lagi setelahnya tanpa biaya yang menganggur.

Meningkatkan Resiliensi Bisnis

Fitur redundansi (data disimpan di beberapa region berbeda), failover otomatis, dan backup real time dapat membantu  mengurangi risiko kehilangan data atau downtime berkepanjangan. Hal ini meningkatkan resiliensi dan kelangsungan bisnis.

Tim IT Lebih Fokus ke Inovasi

Tim IT tidak perlu lagi mengurus perangkat keras, update firmware, cek suhu ruangan, atau takut mati listrik karena semua disediakan dan ditangani penyedia layanan. Mereka kini bisa lebih fokus ke proyek yang dapat memberi nilai tambah dan inovasi.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Terapkan Modernisasi Data Center Bisnis Anda dengan Solusi Virtualisasi dari Huawei!

Setelah memahami sejarah, perkembangan, dan tren data center, kini saatnya Anda terapkan modernisasi data center ini untuk bisnis Anda. Solusi Data Center Virtualization dari Huawei dirancang khusus untuk mengatasi tantangan modern sambil memastikan ROI tinggi dan keandalan yang maksimal.

Dengan fitur canggih seperti hyper-converged infrastructure, disaster recovery dan backup terintegrasi, serta manajemen cerdas, solusi ini dapat menjadi pilihan tepat untuk bisnis Anda.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology siap mendampingi Anda menuju data center masa depan.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi
08 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Hyperscale Data Center: Pusat Data dengan Skalabilitas Tinggi

Volume data dunia tumbuh dengan sangat pesat setiap tahunnya, didorong oleh penggunaan AI, streaming, e-commerce, dan big data. Perusahaan-perusahaan besar dan menengah kini tidak lagi cukup dengan menggunakan infrastruktur data center biasa. Mereka membutuhkan infrastruktur yang dapat menangani ratusan ribu hingga jutaan server, serta bertambah kapasitasnya dalam hitungan minggu. Inilah yang disebut dengan hyperscale data center, pusat data modern yang dirancang dengan skalabilitas hampir tanpa batas.

Hyperscale adalah konsep infrastruktur IT di mana infrastruktur dapat diskalakan secara masif, cepat, dan efisien tanpa mengorbankan performa atau keandalan. Oleh karena itu, pusat data hyperscale adalah kunci di balik berbagai layanan cloud publik, media sosial, AI, dan aplikasi yang digunakan orang setiap hari. Bagi bisnis lokal, memahami hyperscale merupakan strategi penting untuk tetap kompetitif di masa depan. Artikel ini akan membahas pusat data hyperscale secara detail mulai dari cara kerjanya, bedanya dengan data center tradisional, manfaatnya untuk bisnis, serta pertimbangan dalam memilihnya.

Apa yang Dimaksud dengan Hyperscale Data Center?

Hyperscale data center adalah fasilitas pusat data yang masif (biasanya lebih dari 10.000 m² dan lebih dari 50 MW daya listrik) yang mampu menampung ratusan ribu hingga jutaan server dalam satu lokasi. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk menambah kapasitas server baru dengan sangat cepat tanpa perlu redesain ulang arsitektur.

Jika data center biasa dibangun secara bertahap, hyperscale dirancang sejak awal untuk bertumbuh secara otomatis. Teknologi ini juga menggunakan arsitektur software-defined, server custom, dan otomatisasi. Saat ini, pusat data semacam ini hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan masif seperti Google, Microsoft Azure, AWS, Meta, Alibaba, dan operator-operator besar lainnya.

Bagaimana Cara Kerja Hyperscale Data Center?

Hyperscale bekerja dengan prinsip simplicity at scale, yaitu semua server menggunakan desain yang sama (misalnya custom rack atau motherboard open-source). Jaringan atau network juga menggunakan topologi spine-leaf-ultra-flat agar bisa mencapai latency yang rendah.

Dari segi penyimpanan, hyperscale biasanya menggunakan penyimpanan terdistribusi, bukan SAN/NAS biasa. Data akan direplikasi ke banyak node secara otomatis. Selain itu, pendinginan dan listrik juga dirancang dengan lebih efisien dengan liquid cooling atau free-air cooling.

Semua proses mulai dari deploy server baru, update software, hingga penggantian hardware rusak dilakukan secara otomatis oleh robot dan software (zero touch provisioning). Kapasitas kemudian ditambah dengan cara drop container berisi ribuan server yang sudah siap pakai. Oleh karena itu, satu hyperscale data center dapat menambah daya komputasi setara satu data center enterprise hanya dalam waktu 2-3 minggu.

Baca Juga: Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Hyperscale Data Center vs Data Center Tradisional, Apa Perbedaannya?

Perbedaan utama antara pusat data tradisional dan hyperscale tentu terletak pada skala dan ukurannya. Secara ukuran dan kapasitas, pusat data tradisional umumnya terdiri dari 1.000-10.000 server, sementara hyperscale bisa mencapai lebih dari jutaan server. Ketika menambah kapasitas, pusat data tradisional membutuhkan waktu 6-24 bulan, sementara hyperscale hanya perlu 2-12 minggu.

Beberapa data center tradisional belum mencapai level otomatisasi penuh, sementara hyperscale umumnya sudah mengandalkan 95-100% otomatisasi. Tentunya secara fleksibilitas dan skalabilitas, data center tradisional sangat terbatas sementara hyperscale hampir tak terbatas.

Apa Saja Manfaat Utama Pusat Data Hyperscale untuk Bisnis?

Bagi bisnis skala besar dan skala menengah yang berkembang pesat, hyperscale memiliki berbagai keunggulan dan manfaat, yaitu:

Skalabilitas Tanpa Batas

Skalabilitas yang hampir tak terbatas ini sangat cocok digunakan untuk bisnis yang pertumbuhannya pesat dan eksponensial, misalnya e-commerce, fintech, gaming, atau AI.

Hemat Biaya Operasional

Arsitektur hyperscale juga memungkinkan perusahaan untuk menghemat biaya operasional. Biaya operasional bisa jadi jauh lebih rendah karena penggunaan energi yang efisien dan otomatisasi.

Latensi Rendah

Sistem hyperscale menyimpan data sedekat dengan user, atau disebut juga dengan edge-ready. Hal ini membuat tingkat latensi menjadi sangat rendah.

Ketahanan Tinggi Terhadap Bencana

Sistem backup dapat mereplikasikan data ke berbagai region secara otomatis. Ini meningkatkan ketahanan dan ketersediaan data jika terjadi bencana.

Mendukung Workload Modern

Skalabilitas dan kapasitas yang tinggi dapat mendukung workload modern seperti AI training, real time analytics, container, serta serverless architecture.

Baca Juga: Migrasi Data Center: Strategi dan Prosedur dalam Pelaksanaannya

Apa Saja Pertimbangan dalam Memilih Hyperscale Data Center?

Jika bisnis Anda mulai berkembang eksponensial dan membutuhkan pusat data hyperscale, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

Lokasi & Latensi

Pastikan penyedia layanan memiliki region atau availability zone yang sesuai dengan lokasi bisnis Anda. Di Indonesia, availability zone di kota besar (Jakarta atau Surabaya) atau setidaknya di Asia Tenggara (Singapura atau Malaysia). Ini penting untuk menjaga latensi di bawah 10-20 ms.

Kepatuhan Regulasi

Penyedia layanan harus memberikan fasilitas yang mendukung dan mematuhi berbagai regulasi yang berlaku seperti UU PDP, sertifikasi Tier III/IV Uptime Institute, atau ISO 27001. Ini penting untuk industri keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.

Model Konsumsi

Tentukan model konsumsi Anda sesuai dengan kebutuhan kontrol, keamanan, dan budget bisnis Anda. Pilihannya meliputi public cloud, dedicated hyperscale, colocation dalam fasilitas hyperscale, atau hybrid.

Vendor Lock-in

Pertimbangkan juga risiko vendor lock-in, atau penyedia yang membuat aplikasi sulit dipindah. Pastikan platform mendukung standar open-source (Kubernetes, Terraform, atau OpenStack) untuk kemudahan ekspor-impor VM.

IT Support

Pilihlah vendor yang memiliki tim support 24/7, SLA tertulis, dan engineer on-site. Ini penting ketika terjadi insiden di tengah malam atau hari libur.

Harga dan Performa

Pertimbangkan juga biaya egress (keluar data), reserved instance discount, storage class, backup, dan disaster recovery. Jangan hanya lihat harga per vCPU atau per GB.

Roadmap Berkelanjutan

Perusahaan modern kini dituntut untuk memiliki ESG reporting. Oleh karena itu, pilihlah penyedia yang memiliki target carbon neutral atau net-zero, atau memiliki PUE yang rendah.

Percayakan Kebutuhan Data Center Anda dengan Solusi Virtualisasi Data Center dari Huawei!

Mulailah transformasi digital bisnis Anda dengan mengoptimalkan data center Anda ke teknologi virtualisasi yang lebih efisien. Data Center Virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan tepat untuk membantu bisnis Anda mengoptimalkan penyimpanan, kinerja aplikasi, serta memastikan skalabilitas tinggi hingga proteksi tingkat enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien
05 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Virtual Data Center: Infrastruktur Data Berbasis Cloud yang Efisien

Seiring dengan berkembangnya teknologi, jumlah data yang dihasilkan dalam bisnis terus bertambah dengan sangat cepat. Oleh karena itu, bisnis perlu cara yang lebih fleksibel, cepat, dan hemat biaya untuk bisa menyimpan serta mengelola data tersebut. Di sinilah virtual data center menjadi solusi yang semakin diminati. Pusat data virtual ini berbeda dengan versi tradisionalnya yang terdiri dari banyak server dan peralatan fisik lainnya. Virtualisasi memungkinkan semua kebutuhan komputasi, penyimpanan, dan jaringan dijalankan secara virtual di teknologi cloud. Perusahaan pun bisa menambah atau mengurangi kapasitas dalam hitungan menit tanpa harus memberi perangkat baru.

Artikel ini akan membahas pusat data virtual serta perbedaannya dengan pusat data fisik, bagaimana cara kerjanya, komponen di dalamnya, serta manfaatnya untuk bisnis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!

Apa itu Virtual Data Center?

Virtual data center adalah seluruh infrastruktur data center, mulai dari server, penyimpanan, sampai jaringan, yang dijalankan secara virtual di atas cloud. Semua perangkat fisik digantikan oleh software, sehingga perusahaan bisa membuat, mengatur, dan menghapus server virtual hanya dengan beberapa klik. Lalu apa bedanya virtual data center vs cloud? Virtual data center adalah pusat data lengkap dalam bentuk virtual, sementara cloud publik umumnya merujuk pada layanan cloud siap pakai yang biasa disewakan. Perusahaan umumnya lebih membutuhkan VDC jika ingin menggunakan cloud tetapi butuh tingkat kendali dan keamanan yang lebih tinggi.

Dengan teknologi ini, perusahaan dapat memiliki data center pribadi, tapi tidak perlu ruangan khusus, dan tidak perlu teknisi standby 24 jam. Semuanya dapat dikelola oleh penyedia layanan, sementara pemilik bisnis tetap bisa mengatur semuanya sesuai kebutuhan bisnis. VDC sangat cocok untuk perusahaan menengah hingga besar yang ingin tetap lincah tanpa mengorbankan performa dan keamanan.

Virtual Data Center vs Data Center Fisik, Apa Perbedaannya?

Perbedaan fundamental antara pusat data virtual dan fisik terletak pada biaya awal, penambahan kapasitas, skalabilitas, pemeliharaan, serta fleksibilitas lokasi. Data center fisik umumnya memiliki biaya awal yang tinggi untuk pembelian server, ruangan, serta listrik. Penambahan kapasitas juga dilakukan dalam waktu bulan hingga tahunan dengan skalabilitas yang terbatas karena harus membeli hardware baru. Secara pemeliharaan, pusat data fisik memerlukan tim teknis yang besar, konsumsi listrik yang tinggi, serta lokasi yang kurang fleksibel.

Di sisi lain, pusat data virtual memiliki biaya awal yang rendah, karena hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian. Waktu penambahan kapasitas pun hanya memerlukan menit hingga jam dengan skalabilitas yang hampir tak terbatas. Perusahaan juga tidak perlu repot memikirkan pemeliharaan karena sistem ini dikelola penyedia dan hampir otomatis. Secara konsumsi listrik dan pendingin juga jauh lebih hemat, serta lokasinya fleksibel karena dapat diakses dari mana saja.

Bagaimana Cara Kerja Pusat Data Virtual?

Secara sederhana, pusat data virtual dapat dijelaskan cara kerjanya menjadi seperti berikut ini. Dalam arsitektur virtual data center memiliki server-server besar di penyedia layanan baik itu di dalam negeri atau di luar negeri. Kemudian server-server tersebut akan dibagi-bagi menjadi ratusan atau bahkan ribuan server virtual. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi virtualisasi.

Pengguna atau pelanggan kemudian akan diberikan dashboard atau portal khusus untuk melakukan berbagai modifikasi sesuai kebutuhan, mulai dari membuat server virtual, menambah storage, atau mengatur jaringan. Semuanya dapat dilakukan melalui browser.

Ketika ada traffic website yang naik mendadak, sistem dapat secara otomatis menambah daya komputasinya. Sebaliknya, ketika traffic turun, daya akan otomatis pula dikurangi agar pengguna tidak boros biaya. Semua data juga di-backup secara otomatis ke lokasi lain, sehingga jika ada gangguan di satu tempat, data tersebut tetap aman.

Apa Saja Komponen dalam Virtual Data Center Architecture?

Terdapat beberapa komponen penting dalam arsitektur pusat data virtual yang memiliki peran pentingnya masing-masing dan saling bekerja sama. Berikut adalah penjelasannya:

Server Virtual (Komputasi)

Komponen utama tentu adalah server. Mesin-mesin virtual yang digunakan untuk menjalankan aplikasi dan website. Server virtual ini dijalankan di atas server fisik yang dikelola oleh penyedia layanan di sebuah lokasi fisik.

Penyimpanan Virtual (Storage)

Selain server, storage atau penyimpanan juga dijalankan secara virtual. Hal ini membuatnya dapat ditambah kapan saja, biasanya menggunakan teknologi seperti SSD.

Jaringan Virtual

Jaringan atau network juga diperlukan untuk membuat koneksi antar server, firewall, dan load balancer yang semuanya diatur lewat software.

Dashboard Manajemen

Dashboard sangat penting bagi pengguna untuk bisa melihat kondisi penggunaan, membuat server baru, mengatur backup, dan memantau performa keseluruhan.

Lapisan Keamanan

Lapisan keamanan dalam pusat data meliputi enkripsi data, firewall virtual, serta sistem deteksi ancaman yang selalu aktif.

Sistem Backup & Disaster Recovery

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah backup dan disaster recovery. Sistem ini adalah pencadangan otomatis dan rencana pemulihan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Apa Saja Manfaat Solusi Virtual Data Center untuk Bisnis?

Menjalankan pusat data secara virtual memiliki berbagai kelebihan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaat utamanya:

Hemat Biaya

Virtualisasi dapat membantu perusahaan untuk menghemat biaya dalam jangka panjang. Perusahaan tidak perlu berinvestasi besar untuk pembelian/perawatan hardware dan ruangan.

Scale Up/Down dengan Cepat

Fleksibilitas pusat data virtual sangat cocok untuk bisnis musiman atau startup yang tumbuh secara dinamis dan cepat.

Ramah Lingkungan

Dengan penghematan perangkat fisik dan konsumsi listrik, penggunaan pusat data virtual menjadi lebih ramah lingkungan karena resource yang digunakan lebih rendah dan efisien.

Backup & Keamanan Lebih Baik

Sistem backup virtual data center secara otomatis dilakukan ke beberapa lokasi, sehingga risiko kehilangan data hampir nol.

Mendukung Kerja Remote & Hybrid

Konsep virtualisasi dan cloud sangat mendukung bagi perusahaan atau karyawan yang bekerja secara remote atau hybrid. 

Maksimalkan Pengelolaan Data di Infrastruktur IT Anda dengan Virtualisasi dari Huawei!

Pertumbuhan data yang masif menuntut perusahaan untuk memiliki sistem pengelolaan data yang aman, efisien, dan memiliki skalabilitas tinggi. Oleh karena itu, solusi Data Center Virtualization dari Huawei merupakan solusi yang cocok untuk mendukung fleksibilitas bisnis Anda!

Solusi dari Huawei dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat mengoptimalkan kapasitas penyimpanan, mendukung kinerja aplikasi, serta menjamin keamanan data. Selain itu, terdapat juga fitur-fitur seperti manajemen yang terpusat, skalabilitas tinggi, serta proteksi data tingkat enterprise.

Sebagai partner resmi Huawei, Phintraco Technology dapat membantu Anda mengimplementasikan solusi ini secara optimal.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

 
 Written by Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila

Read  
Phintraco Technology Raih Penghargaan di Ajang Engage 24: Bukti Keunggulan Solusi IT di Asia Tenggara
13 May 2024 Cardila Ladini

Phintraco Technology Raih Penghargaan di Ajang Engage 24: Bukti Keunggulan Solusi IT di Asia Tenggara

Jakarta, 13 Mei 2024 - Phintraco Technology, Perusahaan Teknologi Informasi (IT), kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di ajang Engage 24: APAC Customer and Partner Conference yang berlangsung di Phuket, Thailand, dari tanggal 27-29 Februari 2024, Phintraco Technology dianugerahi penghargaan bergengsi Verint Partner Excellence Award for Southeast Asia. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi Phintraco Technology dalam membantu pelanggan di Asia Tenggara memanfaatkan solusi Verint untuk meningkatkan operasional dan mencapai tujuan bisnis mereka.Mitra Tepercaya dengan Solusi IT TerdepanPhintraco Technology memiliki pengalaman lebih dari 32 tahun sebagai mitra terpercaya bagi para pemimpin global di bidang IT. Mereka telah menjalin kemitraan dengan perusahaan ternama seperti Dell Technologies, Vmware, Avaya, Verint, Thales, dan OneSpan. Kemitraan strategis ini memungkinkan Phintraco Technology untuk menawarkan solusi IT terbaik kepada klien mereka, memadukan teknologi mutakhir dengan keahlian mendalam yang dimiliki Phintraco Technology di berbagai industri. Hasilnya, Phintraco Technology dapat menyediakan rangkaian lengkap solusi dan layanan IT yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan spesifik para kliennya.Dedikasi dan Keahlian Mendukung Kesuksesan PelangganRusli, selaku Acting Managing Director of Phintraco Technology menyampaikan bahwa "Meraih penghargaan bergengsi ini merupakan bukti nyata komitmen Phintraco Technology dalam membantu pelanggan di Asia Tenggara memanfaatkan solusi Verint untuk meningkatkan operasional dan mencapai tujuan bisnis mereka”.Tim ahli Phintraco Technology yang berpengalaman dan tersertifikasi memiliki pengetahuan mendalam tentang solusi Verint dan berbagai solusi IT lainnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberikan layanan yang personal dan terarah, membantu pelanggan merancang, menerapkan, dan mendukung solusi yang tepat untuk kebutuhan spesifik mereka.Rusli juga menyatakan "Verint adalah mitra bisnis yang berharga bagi Phintraco Technology, mereka memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan solusi terbaik dan khususnya berbagai solusi voice recording analytics. Kami bangga   telah bermitra dengan Verint, dan kami menantikan untuk terus bekerja sama dengan Verint di masa depan." Ujar RusliPenghargaan Partner Excellence dari Verint ini semakin memperkuat posisi Phintraco Technology sebagai pemimpin dalam industri IT di Asia Tenggara. Dengan keahlian, dedikasi, dan komitmen nyata, Phintraco Technology siap membantu lebih banyak lagi perusahaan untuk memperluas market share di kawasan Asia Pasifik.Tentang Event Engage 24: APAC Customer and Partner ConferenceEngage 24 adalah momen yang sangat dinanti-nantikan bagi para ahli Contact Center dan Customer Experience di Asia Pasifik. Acara ini bukan hanya konferensi terbesar di wilayah ini, tetapi juga merupakan kesempatan emas untuk bertemu dan berbagi dengan sesama profesional selama dua hari penuh dengan pengetahuan, inspirasi, dan hiburan. Dihadiri oleh para pakar industri dan dihiasi dengan gala dinner, suasana tropis yang memikat, Engage 24 adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Konferensi Ini merupakan waktu yang tepat bagi pelaku Industri  IT untuk saling terhubung, belajar, dan merayakan prestasi bersama-sama.Media Contact:Cardila LadiniPublic Relationscardila.ladini@phintraco.com

Read  
Celebrating 30th Anniversary, Phintraco Group Turns Challenges into New Opportunities to Innovate
18 Jul 2021 Phintraco

Celebrating 30th Anniversary, Phintraco Group Turns Challenges into New Opportunities to Innovate

18 July 2021 – Today, Phintraco Group turns 30. Throughout 30 years since its establishment, Phintraco Group has been growing rapidly to become one of leading group of companies in Indonesia, which consists of Phintraco Technology, PhinCon, Aplikas Servis Pesona, Relia Telemit Semesta, Vemisha and MitraComm Ekasarana that specialize in providing IT solutions and services, Phintraco Sekuritas that specializes in securities, and Shanata Pratama that specializes in property development.

Since 1991 until now, Phintraco Group is always committed to provide innovative solutions and services to help Indonesian companies survive and thrive in any condition through our solutions and services.

During the past years, especially in Indonesia, we see that companies accelerate digital transformation because technologies are able to help companies quickly adapt and survive amidst pandemic.

For Phintraco, emerging Covid-19 challenges do not stop us from turning challenges into new oportunities. Since the beginning of pandemic, it has been proven that there is a lot of other business sectors that try to adapt and survive in these ucertain times by having IT solutions and other business services to help them through this crisis with a more simple way.

Phintraco takes its role in helping business overcome the pandemic challenges by providing various IT solutions and services such as Modern IT Infrastructure, Contact Centers, Tokens, Smart Card Technology, IT Consulting, Customer Relationship Management (CRM), Middleware, Human Resources (HR), Big Data, Enterprise Resource Planning (ERP), IT Security, IT Outsourcing, Business Process Outsourcing, Electronic Transaction Services, and more. In addition to providing innovative IT solutions and services, Phintraco is also committed to developing the Indonesian capital market through one of its member companies, Phintraco Sekuritas. At present, Phintraco Sekuritas has 168 investment galleries across Indonesia.

Entering its 30s, Phintraco Group hopes to always contribute from various aspects to save Indonesian economy which has been affected by the pandemic. By turning challenges into new opportunities, Phintraco will continue to strive for the convenience, productivity and success of its valuable customers in all situations.

Further information:

marketing@phintraco.com

Read  
Phintraco Technology Wins “Growth Partner of the Year” Award at Avaya Partner Summit 2020
19 Nov 2020 Phintraco

Phintraco Technology Wins “Growth Partner of the Year” Award at Avaya Partner Summit 2020

Phintraco Technology successfully named as the recipient of an award from Avaya. The award was presented at Avaya Partner Summit 2020, Avaya’s annual partner event. This year, Phintraco Technology received an award for the category “Growth Partner of the Year” on Thursday, 19 November 2020. Previously, Phintraco Technology also received an award for the same category at Avaya Partner Summit 2019 in Atlantis Hotel, Dubai. For your information, Phintraco Technology is the only Avaya’s partner in Indonesia that received an award in this international event for the 2nd consecutive time.

Phintraco Technology, which has been an Avaya’s partner since 2000, was honored among a global field of top Avaya partners for demonstrating excellence in performance improvement over the past few years as an Avaya’s business partner. This award is certainly a testament of Phintraco Technology’s consistency and expertise in providing innovative approaches for customers based on Avaya’s technology.  

In this year’s Avaya Partner Summit, in addition to bringing award-winning Avaya Edge partner program to global partner community, Avaya also invited all its business partners virtually to discuss the future customer experience center and digital workplace. Avaya presented its updated multi-cloud application ecosystem that enables organizations to choose the cloud technologies that deliver the business results they want at the speed they want. These technologies are presented in line with today's business needs, which still require effective performance for battling the pandemic.

This award will inspire us to always consistently provide the best solutions and services to our customers and partners. Phintraco Technology is very proud to be named for the 2nd consecutive time of Avaya’s Growth Partner of the Year, we are committed to always provide innovations with quality and grow together with Avaya to build mutually beneficial business partnerships for both now and in the future.

Reference:

https://telecomreseller.com/2020/11/19/virtual-avaya-partner-summit-2020-focused-on-partner-success-in-the-cloud/

Related articles:

https://phintraco.com/phintraco-techology-raih-penghargaan-growth-partner-of-the-year-di-avaya-partner-summit-2020/https://phintraco-tech.com/2019/11/16/phintraco-technology-successfully-wins-international-award-avaya-engage-2019/

Read  
Phintraco Technology Wins “New Partner Award” at Amplify 2020 – Dynatrace Partner Program
13 Nov 2020 Phintraco

Phintraco Technology Wins “New Partner Award” at Amplify 2020 – Dynatrace Partner Program

Phintraco Technology was recognized as the winner of Dynatrace’s “New Partner Award”. The award was presented at “Amplify 2020 – Dynatrace Partner Program” held by Dynatrace virtually on Thursday, 12 November 2020.

In this Dynatrace Partner Program, awards were classified in five categories, with honorees chosen from selected partners in Asia Pacific. Those five categories were New Partner Award, Cloud Innovation Award, Training and Certification Award, Special Recognition Award for Excellence, and Partner of the Year.

 “The New Partner Award is presented to new selected partners that have successfully achieved positive performance in providing innovative solutions and services to customers through Dynatrace’s products.” Said Alex Lim, as a Senior Director Partner and Alliances, APAC, Dynatrace.

For Phintraco Technology, it is an honor to be recognized as the winner of this award. This recognition is also certainly a testament of our reliability in providing the best solutions and services possible to customers.

Dynatrace is one of Phintraco Technology’s partners in providing Application Performance Monitoring solution. Application Performance Monitoring is a solution for ensuring an expected level of service, as measured by performance metrics and user experience monitoring. Application Performance Monitoring solutions help IT teams to detect and pinpoint application performance issues before real users are impacted.

For your information, Dynatrace is recognized as the leader in Gartner 2020 Magic Quadrant for Application Performance Monitoring (APM) solutions. Dynatrace has been named a leader for the 10th consecutive time. [1]

Phintraco Technology would like to thank Dynatrace for the support and appreciation on our positive performance. During these difficult times of the pandemic, Phintraco Technology remains active and ready to help all customers from various industries by providing a variety of high-quality and innovative solutions and services. We hope that in the future, our best efforts and performance can also help government to tackle the Covid-19 crisis and rebuild the Indonesian economy simultaneously.

Further information:

marketing@phintraco.com

[1] https://www.dynatrace.com/gartner-magic-quadrant-for-application-performance-monitoring/

Read  
Dell Technologies Names Phintraco Technology as a Titanium Partner
27 Mar 2020 Phintraco

Dell Technologies Names Phintraco Technology as a Titanium Partner

Phintraco Technology, a leading ICT company that specializes in providing modern IT infrastructures, proudly announces that Dell Technologies has named Phintraco Technology as a Dell Technologies Titanium Partner, the highest tier of the Dell Technologies Partner Program.

As the selected partner who achieves this distinction, Phintraco Technology is recognized as a partner that has the best reputation, competence and services in delivering business results through Dell technologies’ solutions. This achievement proves that the efforts and capabilities of Phintraco Technology in providing solutions from Dell Technologies for all companies in Indonesia have given positive results to all parties.

In addition, with this Titanium Partner, Phintraco Technology is also recognized as a partner that has exceptional business growth, and will always be prioritized to get the best service from Dell Technologies. Now Phintraco Technology provides a wide range of IT infrastructure solutions from Dell Technologies, such as Storage, Servers, Converged Infrastructure, Hyper Converged Infrastructure, Networking, SD-WAN, PC, Industrial PC and Laptop.

To keep our business in line with Phintraco’s vision; “Delivering Best Value and Becoming First Choice of Customer”, Phintraco Technology is always committed to provide the best IT solutions for all customers by putting Dell Technologies as our “Top of Mind” for IT Infrastructure solutions, and always be the first choice of customers by creating more synergized teamwork, starting from the Sales Team, Product Management, Support Delivery, PMO, to Procurement.

Furthermore, All Phintraco Technology teams hope that our partnership with Dell Technologies will always achieve a sustainable success, especially in increasing digitalized process for Indonesian companies and delivering the best solutions to achieve their comprehensive digital transformation vision.

#TransformtheFuture

Further Information:

marketing@phintraco.com 

Read  
Phintraco Technology Successfully Wins International Award at Avaya Engage 2019
16 Nov 2019 Phintraco

Phintraco Technology Successfully Wins International Award at Avaya Engage 2019

Phintraco Technology shows another great achievements. Phintraco Technology successfully won an international award as "Enterprise Growth Partner of the Year 2019" at Avaya Engage 2019 in Atlantis Hotel, Dubai. Avaya Engage 2019 was a three-days event, 12 to 14 November 2019. In this event, Avaya invited all its business partners in APAC to discuss the latest technology strategies and innovations from Avaya and also their impact on digital transformation.

In addition, in Avaya Engage 2019, Avaya’s business partners and customers who has made great accomplishments were given awards as an appreciation for successfully maximizing Customer Experience by implementing the latest technology from Avaya.

Phintraco Technology, which has become Avaya’s partner since 2000, ranks highest as Avaya's business partner that has grown to the most developed partner in Asia Pacific region. For this outstanding accomplishments, Phintraco Technology is entitled to get an award as the “Enterprise Growth Partner of the Year 2019”. Phintraco Technology is the one and only company from Indonesia that received an award at this international event.

The award was given directly by Fadi Moubarak as Vice President – Channels, Avaya International to Hendrik Kusuma as Senior Product Manager of Phintraco Technology.

Furthermore, one of Phintraco Technology's customers, PT Bank Central Asia (BCA), also won an award for "Master of the Art of Customer Experience" category. This award was given to one of Phintraco Technology's customers because BCA has successfully cooperated with Phintraco Technology and Avaya in maximizing Customer Experience. The collaboration has successfully proven the best quality customer experience services for Asia Pacific region.

This award will certainly create a spirit of Phintraco Technology team to continue improving innovation and services quality for both partners and customers, especially in providing the best customer experience solutions that are closely related to a successful business.

 
Further Information:
marketing@phintraco.com
www.phintraco.com

Read  
MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology Participate at “The Best Contact Center Indonesia 2019”
10 Sep 2019 Phintraco

MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology Participate at “The Best Contact Center Indonesia 2019”

MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology, subsidiary companies of Phintraco Group, participated at the annual event "The Best Contact Center Indonesia 2019" on Monday and Tuesday, 9 to 10 September 2019, as one of sponsors and participated in exhibition for this event.

This event was held by the Indonesia Contact Center Association (ICCA), at Shangri-La Hotel, Jakarta.

The Best Contact Center Indonesia 2019 had two-day conferences by holding a National Seminar with "Artificial Intelligence (AI) is today's advanced technology in developing Contact Center now and in the future" as its topic. This event also offered the exhibition booth for participants who want to know and learn more about Contact Center solutions in Indonesia.

Besides conference and exhibition, The Best Contact Center Indonesia 2019 also held a competition for Contact Centers with 3 categories, those are Individual Category, Teamwork Category, and Corporate Category. The competition, which was organized by the Indonesia Contact Center Association (ICCA), was participated by 52 companies with 390 participants and 170 judges.

The competition at The Best Contact Center Indonesia 2019 had a purpose to give support and appreciation for the competent Contact Center practitioners. So, it is expected that their competencies will increase along with the support and appreciation for those who become a part of Contact Center.

As a company focused on Contact Center solutions, MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology hopes that with their contribution at The Best Contact Center Indonesia 2019, it will increasingly give awareness about the importances of the best Contact Center for business development, supporting the improvement of Contact Center competencies in Indonesia, especially for service sectors, and increasing the contribution of Contact Center in supporting a successful business.

Further Information:marketing@phintraco.comRead the Indonesian version at www.phintraco.com

Read  
Phintraco Technology Wins Rookie of FY 2019
28 Jun 2019 Phintraco

Phintraco Technology Wins Rookie of FY 2019

Jakarta - Phintraco Technology was successfully selected as “Rookie of FY 2019” from Dell EMC Partner Kick-off 2019 at Trans Studio Hotel Bandung, on June 25, 2019. In this event, Dell EMC collected all their Metal Tier Partners, which is the partners in Gold, Platinum, and Titanium categories.

The "Rookie of FY 2019" award was achieved because of Phintraco Technology's outstanding contribution and involvement for Dell EMC's achievements. Phintraco Technology also got the title of "Platinum Partner" in a fairly short period of time. There were a large number of award categories for partners, and "Rookie of FY 2019" award was proudly given to Phintraco Technology.

The award was given directly by Mr. Adir Ginting as Country Managing Director of Dell EMC Indonesia to Mr. Brama Dhaneswara as Sales Director of Phintraco Ekasarana representing PT. Phintraco Technology.

[caption id="attachment_7199" align="aligncenter" width="678"] The "Rookie of FY 2019" Award Was Given to Phintraco Technology, Represented by Mr. Brama Dhaneswara[/caption]

For the information, “Dell EMC Partner Kick-off 2019” event has started since the trip from Jakarta to Bandung with presentation schedules by Mr. Bimo Notonegoro as Channel Director of Dell EMC Indonesia and Mr. Albert Lay as Channel Manager of Dell EMC Indonesia.

This outstanding achievement was obtained because of the hard work and perseverance in providing the best service for partners and customers. This award will be utilized as a motivation for Phintraco Technology to improve our innovation and services. With a position as Dell EMC’s Platinum Partner, Phintraco Technology will focus more on developing all solutions from Dell Technology that are oriented to various segments and industries, especially the solutions from Dell EMC in HCI, Storage, Backup and IoT.

Read  
Memahami Kekuatan “Voice of the Customer” bersama Phintraco Technology dan Verint
12 Oct 2018 Phintraco

Memahami Kekuatan “Voice of the Customer” bersama Phintraco Technology dan Verint

Kamis, 11 Oktober 2018 telah diselenggarakan event bertajuk “Voice of the Customer” di Pullman Hotel Thamrin. Acara ini diselenggarakan oleh Phintraco Technology, anak perusahaan dari Phintraco Group bersama business partner-nya, Verint.

Acara ini bertujuan agar para pelaku industri dapat memahami the power of customer voice menggunakan analytics dan voice biometric untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) dan juga mengetahui bagaimana cara mengotomatiskan seluruh proses manajemen kualitas, mulai dari scoring evaluation hingga assigning coaching.

Melalui Voice of the Customer dari Verint, yang dipercaya dapat menanggapi secara lebih efektif terhadap pelanggan, bisnis, dan permintaan pasar dengan memanfaatkan kekuatan pelaku industri.

Selain itu acara ini juga membahas bagaimana menjadikan setiap agent sebagai agent terbaik di perusahaan untuk meningkatkan kepuasan, operational efficiencies, pendapatan dan kesuksesan pelanggan.

Acara ini dihadiri oleh berbagi pelaku industri mulai dari industri perbankan, industri finansial, industri asuransi, ecommerce, dan industri-industri lainnya. Terdapat 5 (lima) sesi yang diisi dengan pembicara-pembicara, seperti: Sesi PertamaAI Driven Quality Automation and Real Time Analytics oleh Daniel Ziv, VP Customer Analytic Verint. Di sesi kedua, topik yang dibahas adalah mengenai Defining the Human Age; A Reflection on Customer Engagement in the Modern Era oleh Jason Du Preez, VP Engagement Management Verint.

Sesi ketiga membahas mengenai topik Simplifying and Improving Identification in Contact Centers oleh Aditya Dang, Business Solution Manager Verint. Sesi keempat Nick Mortimer, Senior Director Consulting Verint, membahas mengenai The Transformation from Workforce Optimisation to Workforce Engagement.

Tidak hanya Verint saja yang menjadi pembicara di dalam acara tersebut, namun pada sesi kelima juga diisi oleh Andi Anugrah yang merupakan Ketua Indonesia Contact Center Indonesia (ICCA) mengenai topik Digital Transformation in the Indonesia Contact Center.

Semoga dengan adanya acara ini, para pelaku industri dapat lebih memahami bagaimana mencapai customer satisfaction dan meningkatkan efisiensi operasional melalui kekuatan Voice of the Customer dengan solusi terbaru dari Verint.

        

Read  
Phintraco Technology Dorong Peningkatan Efisiensi dan Peningkatan Pengalaman Pelanggan di Avaya Indonesia Customer Conference
14 Feb 2025 Brianti Novirandani

Phintraco Technology Dorong Peningkatan Efisiensi dan Peningkatan Pengalaman Pelanggan di Avaya Indonesia Customer Conference

Jakarta, 6 Februari 2025 - Phintraco Technology, turut berpartispasi aktif dalam mendukung event Avaya Indonesia Customer Conference yang diselenggarakan oleh Avaya di The Langham, Jakarta. Mengangkat tema “The Future of CX Today”, acara ini menjadi ajang bagi profesional dari berbagai industri berkumpul dan mengeksplorasi solusi inovatif untuk meningkatkan layanan customersAvaya Indonesia Customer Conference 2025 sukses diikuti oleh hampir 100 peserta yang termasuk dari customer perbankan, pemerintah, asuransi. Beragam tokoh penting yang juga hadir adalah: Head of Presales Verint ASEAN; Rusli, Associate Director Business Development Phintraco Group, Amit Sirohi, Managing Director Avaya ASEAN; Juliet Lee, Channel and Strategic Alliances Avaya ASEAN & Korea; Dito Anggodo P, Network & Telephony Operations Assistant Manager PT Pertamina; Muhuji Amin, Account Manager Avaya Indonesia; Patrick Ong, Head of Presales Verint ASEAN. Kemitraan startegis yang telah terjalin antara Phintraco Technology dengan Avaya selama lebih dari 24 tahun, menghadirkan Rusli, selaku Associate Director Business Development Phintraco Group, sebagai perwakilan yang turut menjadi pembicara dalam sesi panel. Dalam presentasinya yang berjudul “Driving Customer Satisfaction: Improving Efficiency, Enhancing Customer Experience with Phintraco Technology”, Rusli mengupas tuntas milestone dan pengalaman Phintraco Group dalam meningkatkan kepuasan pelanggan melalui efisiensi operasional dan inovasi teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan berbagai lini bisnis.“Phintraco Group merupakan unique company di bidang IT yang berberbeda dengan IT company lainnya. Kami memiliki ekosistem yang terintegrasi, fokus pada penyediaan solusi komprehensif dan memberikan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis untuk klien. Kemitraan strategis kami dengan Avaya menghadirkan solusi komunikasi yang inovatif dan juga memberikan solusi infrastruktur yang dibutuhkan server. Ekosistem yang Phintraco bangun telah menjadi kunci keberhasilan kami dalam melewati berbagai tantangan di pasar teknologi terkini,” tambah Rusli. Melalui acara Avaya Indonesia Customer Conference, diharapkan menjadi edukasi bagaimana teknologi dapat membantu para pelaku bisnis dalam meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif. Dalam kesempatan ini juga menjelaskan tentang bagaimana menciptakan kesuksesan melalui strategi AI dan omnichannel, serta beragam solusi dari Avaya yang menjadi mitra bisnis Phintraco Technology dalam memberikan edukasi dan solusi inovatif untuk meningkatkan layanan pelanggan. Media Contact: info@phintraco.comPublic Relation

Read  
Phintraco Technology dan Ruijie Network Indonesia Gelar Event Solusi Inovatif untuk Bisnis Berkelanjutan
15 Nov 2024 Siti Nurul Annisa

Phintraco Technology dan Ruijie Network Indonesia Gelar Event Solusi Inovatif untuk Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, 14 November 2024 – Phintraco Technology bersama Ruijie Network Indonesia sukses menyelenggarakan acara bertajuk “Building a Sustainable Future: Smart Buildings for Optimized Business Connectivity & Infrastructure”. Acara ini berlangsung di Edelweiss Room, Effist, Kota Kasablanka, Jakarta, dan dihadiri oleh ahli IT, manajer infrastruktur, hingga pengambil keputusan bisnis. Mereka datang untuk menggali wawasan tentang inovasi teknologi di bidang jaringan, smart building, dan infrastruktur bisnis yang berkelanjutan.Acara ini dipandu oleh Imam Rahadian, Solution Architect (SA) Ruijie Global Enterprise Indonesia, yang membawa peserta menyelami topik inovasi teknologi cerdas. Materi bertajuk “Enabling Smart, Sustainable, and Connected Workspaces with Ruijie’s Next-Gen Enterprise Networking Scenario-Based Solutions Innovation” mengupas cara membangun ruang kerja yang cerdas, terhubung, dan mendukung keberlanjutan bisnis.[caption id="attachment_10097" align="aligncenter" width="696"]Solusi Inovatif untuk Bisnis Berkelanjutan Phintraco Technology dan Ruijie Imam Rahadian - Solution Architect Ruijie Network Indonesia saat memaparkan materi (Jakarta, 14/11/2024)[/caption]Imam menjelaskan bagaimana solusi seperti SD-WAN, teknologi smart building, dan data center terbaru dapat mengoptimalkan operasional bisnis modern. "Konektivitas tidak lagi hanya tentang menghubungkan perangkat, tetapi menciptakan lingkungan kerja yang terintegrasi dan ramah lingkungan," ungkapnya.Sesi demo menjadi salah satu sorotan utama acara. Peserta diberikan kesempatan untuk menyimak langsung solusi Ruijie Network Indonesia, termasuk teknologi SD-WAN dan inovasi smart building. Sesi ini memperlihatkan bagaimana solusi tersebut dapat diterapkan dalam berbagai skenario bisnis untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi operasional.Berbagai studi kasus juga dihadirkan untuk memberikan gambaran nyata. Peserta diajak melihat bagaimana teknologi ini diterapkan dalam situasi seperti optimalisasi ruang kerja modern hingga peningkatan keamanan infrastruktur jaringan.Salah satu nilai lebih dari acara ini adalah diskusi interaktif antara pembicara dan peserta. Banyak peserta memanfaatkan sesi ini untuk bertanya mengenai tantangan spesifik yang mereka hadapi dalam mengadopsi teknologi baru.Dengan keberhasilan acara ini, Phintraco Technology dan Ruijie Network telah menunjukkan komitmennya untuk mendorong transformasi digital di Indonesia. Acara ini tidak hanya memberikan wawasan berharga tetapi juga inspirasi bagi para profesional untuk memanfaatkan teknologi inovatif demi mendukung keberlanjutan dan efisiensi bisnis mereka. Media Contact:Public Relationsinfo@phintraco.com

Read  
Phintraco Technology Participates in The Best Contact Center Indonesia 2022
22 Sep 2022 Phintraco

Phintraco Technology Participates in The Best Contact Center Indonesia 2022

September 21, 2022 - The Phintraco Group participated in the Indonesia Contact Center Association's annual The Best Contact Center Indonesia event (ICCA). Every year, Phintraco Group is present at the event as one of the sponsors, along with two of its subsidiaries, MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology, as sponsors and enliven the series of events of The Best Contact Center Indonesia. This year, the theme for The Best Contact Center Indonesia is Recover Together Recover Stronger, which is also the theme for the G20. This theme hopes that Contact Center Indonesia will continue to grow and provide excellent customer service.One of The Best Contact Center Indonesia's series of events is the contact center competition, which is divided into three categories: individual, teamwork, and corporate; and has 64 sub-categories and is attended by approximately 50 companies from various industrial sectors, both government and private. The virtual contact center competition will begin in August 2022. Mitracomm Ekasarana, representing Phintraco Group, participated as one of the individual judges in the competition.The Contact Center Digital Exhibition & Conference is the next series of The Best Contact Center events. The Contact Center Digital Exhibition & Conference event was held in person for the first time this year after being held virtually for the previous two years due to the pandemic. Contact Center Digital Exhibition & Conference, held at Birawa Assembly Hall in Jakarta, was energized by 16 speakers who discussed technology and contact center solutions. Hendrik Kusuma, Senior Product Manager of Phintraco Technology, represented the Phintraco Group and was one of the speakers in the Forum Group Discussion session on the theme of Digital Transformation.As a provider of BPO services in Indonesia, MitraComm Ekasarana is well-versed in the conditions and challenges of the contact center industry. MitraComm Ekasarana continues to expand its offerings of contact center solutions and services. One of MitraComm's main goals is to meet the company's needs by presenting technological developments and expanding knowledge about problems that occur to customers, agents, and employees.As a provider of contact center technology solutions, Phintraco Technology and MitraComm Ekasarana hope that their participation in The Best Contact Center Indonesia 2022 will provide new ideas and innovations with the availability of digital-based technology to assist businesses and improve customer experience.MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology are prepared to upgrade the company's contact center system with cutting-edge technology to help your business and improve customer experience. Contact us at marketing@phintraco.com for comprehensive information regarding your company's contact center requirements. Also read:https://icca.co.id/page/11/ Related article: Phintraco Group Participates at The Best Contact Center Indonesia 2020

Read  
Phintraco Group Participates at The Best Contact Center Indonesia 2020
19 Nov 2020 Phintraco

Phintraco Group Participates at The Best Contact Center Indonesia 2020

19 November 2020 – Phintraco Group Participates in the annual event held by Indonesia Contact Center Association (ICCA) titled “The Best Contact Center Indonesia 2020” through its two subsidiaries, Mitracomm Ekasarana and Phintraco Technology as one of sponsors and panelists.

Even though it was held virtually because of the pandemic, it did not reduce the enthusiasm of the participants in joining the entire activities of this event, from competition to the contact center conference.

The competitions in The Best Contact Center Indonesia 2020 were classified into 3 categories: individual, teamwork, and corporate categories. This competition had participats from more than 52 instances, both from government and public institutions, as well as private companies in Indonesia with total 265 participants and 122 winners.

According to the purpose of the event, that was to improve the role of contact center toward customer service quality, the contact center conference presented 10 professional speakers, contact center practitioners and consultants from various companies and contact center solution providers. Mitracomm Ekasarana, as a subsidiary of Phintraco Group, also be one of speakers in this contact center conference.

Wibowo Putra as a Sales Manager representing Phintraco Group, delivered his presentation about "Toward Irreplaceable Services" in the Contact Center Conference. The materials delivered the overall condition of contact center in Indonesia, such as its development and also the challenges.

MitraComm Ekasarana as a Business Process Outsourcing company in Indonesia, is very understand about the condition, development, and challenges in contact center world. MitraComm is committed to always deliver its best solutions and services for contact center by ensuring that all provided solutions and services are always updated with the technological development, meet the all growing expectations and needs of our clients, in line with the customer behavioral change, and also ensure that all agents and staffs are also updated with technological development.

With those strategies and understanding, MitraComm are always able to ensure that all MitraComm’s valued clients has contact center at its best quality and work as a key factor for company’s growth.

As a contact center solution provider, MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology hope that with their contribution at the event “The Best Contact Center Indonesia 2020”, will give new spirits for all contact center practitioners. Therefore, the development of contact center in Indonesia will be much better in the future, and will increasingly provide awareness to industry practitioners about the importance of having a reliable contact center.

At present, contact center plays an essential role in today’s businesses, because it is a front line for them to communicate and interact with their customers and supporting business performance during times of crisis. MitraComm Ekasarana and Phintraco Technology are ready to help companies to develop their contact center by providing best solutions and services that can be tailored to each of clients’ needs.

Further information:

marketing@phintraco.com

Read  
Supporting Companies to Remain Innovative Amidst Uncertainty, Phintraco Group Participates in Indonesia Knowledge Forum IX – 2020
06 Oct 2020 Phintraco

Supporting Companies to Remain Innovative Amidst Uncertainty, Phintraco Group Participates in Indonesia Knowledge Forum IX – 2020

6 October 2020 – Today, Phintraco Group participated in the annual event named “Indonesia Knowledge Forum (IKF) IX – 2020” that held by BCA Learning Service. This year, the event of Indonesia Knowledge Forum was different to the previous year, it was held virtually due to the Covid-19 pandemic.

The theme of Indonesia Knowledge Forum IX – 2020 was titled “Business Revamp: Overcoming Uncertainty through Knowledge”, which intended to be a learning media for companies, entrepreneurs and professionals to share knowledge about how business withstand the ever-changing situation to achieve good performance and rise up the economic growth in Indonesia by creating new innovations to maintain and generate business value.

As an information and communication technology solutions provider company in Indonesia, Phintraco Group supported the success of Indonesia Knowledge Forum IX - 2020 by participating as one of exhibitors. Phintraco Group showed and demonstrated products and solutions of its 4 subsidiaries which are focused on IT Solutions; Phintraco Technology demonstrated IT Infrastructure and Contact Center solutions, MitraComm Ekasarana demonstrated various Business Process Services and Solutions such as Contact Center Outsourcing, Aplikas Servis Pesona demonstrated Network and IT Security solutions and PhinCon demonstrated CRM, Middleware, HR, Big Data, RPA, ERP solutions and IT Consulting services.

By participating in Indonesia Knowledge Forum IX – 2020 titled “Business Revamp: Overcoming Uncertainty through Knowledge”, we hope that all professionals can obtain new insights about the importance of using the right technology solutions to help their business remain innovative, especially in these uncertain times.

By realizing the full potential of information and communication technology, companies would be able to remain innovative and face all challenges. If companies can take full advantage of the right technology to support their business operations, they can take this uncertainty as a starting point to transform their business for a better future.

 

Source:

https://phintraco.com/phintraco-group-indonesia-knowledge-forum-ix-2020/

Read  
Phintraco Technology Helps Companies to Turn Their IT Department into a Profit Center
26 Oct 2019 Phintraco

Phintraco Technology Helps Companies to Turn Their IT Department into a Profit Center

Phintraco Technology, a subsidiary company of Phintraco Group that focuses on Contact Center Solutions and Modern Infrastructures, held an event with its two partners, Dell EMC and VMware on Thursday, 24 October 2019 in Jakarta.

Attended by IT Professionals from across industries, the theme of this event was "Unstoppable IT Journey with DELL EMC & VMWARE Better Together Solutions". This event consists of several sessions presented by Dell EMC and VMware representatives. In addition, there was Question and Answer session about IT solutions, especially about Hybrid and Multi Cloud. All participants showed their enthusiasm for this session, and Phintraco Technology facilitated all participants to discuss about IT Solution with some experts. Through this session, all participants’ curiosity about Hybrid and Multi Cloud were answered in detail.

Question and Answer Session

Through this event, Phintraco Technology aimed to provide knowledge to participants about the future of technology, and encourage Indonesian companies to prepare their company's IT infrastructure ready for Hybrid and Multi Cloud. With the advanced technology that facilitates the company's operations and creates the right strategy to increase productivity, companies are able to turn their IT department into a profit center.

Today, every organization needs to be a digital organization, powered by data, running in a multi-cloud. Every organization needs to prepare their digital transformation start from now.

In the first session, the session “Journey to Multi Cloud” was presented by Albert Lay, as Channel Data Center & Solutions from Dell Technologies.

 “According to the research from IDC, By 2020, 60% of organizations will use two or more cloud platforms leading companies to seek Multi Cloud management services to reduce complexity. Organization will focus on how to reduce cost, secure, improve reliability, and how to control and maintain organization well.” Said Albert Lay. In this event, the participants were also given knowledge about the steps during the transition process from On Premise to Multi-Cloud.

To help companies to turn their IT department into a profit center, Phintraco Technology provides integrated solutions from Dell EMC and VMware.

Dell EMC delivers integrated hardware and software solutions that provide financial and operational efficiency. It has been more than ten years for Dell EMC and VMware development have resulted in a highly integrated portfolio of infrastructure products and provided simplified operational control.

Dell EMC and VMware deliver the industry’s main cloud software powered by API driven CI, HCI and Best of Breed systems. All are combined to be the industry’s main cloud infrastructure.

Phintraco Technology gives opportunities to all organizations to develop their IT department. Phintraco Technology is ready to make every organization to be a digital organization that powered by data and running in Multi Cloud. There is no complexity in modernizing infrastructure and software, also secure important assents.

With Phintraco Technology, you are able to turn your company’s IT department into a profit center by changing your existing organization to be a digital organization that more productive and efficient through a collaboration between Dell EMC and VMware.

Further Information:

marketing@phintraco.com

Read  
Supporting Business Growth in Today’s Digital Era, Phintraco Group Participates in “Indonesia Knowledge Forum VIII”
10 Oct 2019 Phintraco

Supporting Business Growth in Today’s Digital Era, Phintraco Group Participates in “Indonesia Knowledge Forum VIII”

Phintraco Group participated again this year in “Indonesia Knowledge Forum VIII” held by PT Bank Central Asia Tbk (BCA) on 8-9 October 2019 at The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

The theme of Indonesia Knowledge Forum (IKF) VIII is about the development of digital ecosystems and startups in Indonesia, titled "Capital Culture: Nurturing Mindset for The Next Era of Capital Culture". This event aimed to give awareness to people about business growth in a digital era, which becomes much easier because of the advancement of technology.

Phintraco Group participated again in the Indonesia Knowledge Forum VIII as one of exhibitors. Phintraco Group showed and demonstrated products and solutions of 4 its subsidiary companies which are focused on IT Solutions; Phintraco Technology demonstrated Contact Center and Unified Communication solutions, MitraComm Ekasarana for Business Process solutions such as Contact Center Outsourcing, Aplikas Servis Pesona for Network and IT Security solutions and PhinCon for CRM/CX, HR and Big Data solutions.

Visitors showed their enthusiasm through visiting Phintraco Group’s booth because Phintraco Group is an IT solutions provider company that helps entrepreneurs to achieve their business targets with the best technology support, in accordance with the purpose of this event, which to socialize all visitors about the promising opportunities to start your own business in this digital era.

Through this IKF VIII event, Phintraco Group hopes that with our contribution in Indonesia Knowledge Forum VIII, it will properly convey more inspirations to all people that starting your own business in today’s digital era will be much easier because the presence of technology helps business process become much easier and more efficient.

Further Information:marketing@phintraco.com

Read  
Simplify Your Journey to Digital Transformation with Phintraco Technology
16 Aug 2019 Phintraco

Simplify Your Journey to Digital Transformation with Phintraco Technology

Phintraco Technology, the Platinum Partner of Dell Technologies, held an event titled "Simplify Your Journey to Digital Transformation" at Westin Hotel Jakarta, Indonesia on Wednesday, August 14, 2019. The event was attended by IT professionals across industries.

This event aimed to give knowledge to every organization about the right strategy to simplify their journey to digital transformation by utilizing advanced technology.

In the first session, Mr. Albert Lay, as Channel Data Center & Solutions of Dell Technologies, revealed that many organizations are still in the process of implementing digital transformation in their business. Many organizations are not able to compete in today’s hyper-digital world.

In short, "Simplify Your Journey to Digital Transformation" discussed the journey to digital transformation, starting from the transition of On Premise to Multi-Cloud. "Organizations need solutions that can support businesses to be better, one of its ways is implementing a Multi-Cloud strategy," said Mr. Trigantoro Bram, as Business Solution Architect of Dell Technologies, in the second session.

Multi-cloud is a strategy for organization to utilize two or more cloud computing platforms to perform various tasks. Organizations that do not want to depend on ane cloud can use this strategy to get the best results from their services.

In the last session, Mr. Ryan Renaldy, as Country Business Lead OEM and IoT Solutions of Dell Technologies, presented about Dell Technologies’ solutions that can improve business services in the era of digital transformation. Such as IoT, Edge Computing, and Artificial Intelligence (AI).

From the last session, it is known that Dell Technologies has Edge solutions that are useful for taking or inputting data based on circumstances, Edge will transfer data that can be read by Cloud and it is useful as an analysis for learning parameters.

Multi-Cloud, IoT, Edge Computing and AI are mutually beneficial solutions to simplify digital transformation in business.

By holding this event, we expect every organization to know that Phintraco Technology is committed to supporting all organizations in Indonesia to simplify their journey to digital transformation. Phintraco Technology will simplify their journey to digital transformation in business for real with the best solutions from Dell Technologies.

Further information:marketing@phintraco.com

Read