Big Data Server: Kunci Optimalisasi Big Data

Big Data Server: Kunci Optimalisasi Big Data
Teknologi digital yang semakin penting dalam bisnis saat ini membuat data berubah menjadi aset utama bagi perusahaan. Data kini dihasilkan dalam volume besar secara terus-menerus, mulai dari interaksi media sosial, transaksi e-commerce, hingga sensor Internet of Things (IoT). Fenomena ini mendorong perusahaan untuk menemukan bagaimana cara mengelola, menyimpan, dan menganalisis data secara efektif. Di sinilah peran big data server menjadi sangat penting.
Untuk bisa menemukan jawaban atas tantangan tersebut, perusahaan perlu infrastruktur yang tangguh, efisien, serta mendukung skalabilitas. Server big data secara khusus dirancang untuk bisa menangani volume, variasi, serta kecepatan data yang sangat besar secara real time. Bigdata server dapat mendukung berbagai aplikasi analitik canggih yang kini banyak digunakan sebagai inti pengambilan keputusan bisnis modern. Artikel ini akan membahas jenis server ini secara mendalam, mulai dari definisinya, apa saja fungsinya untuk big data, bagaimana cara kerjanya, serta bagaimana cara memilih server yang optimal. Simak artikel berikut untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa itu Big Data Server?
Big data server secara sederhana adalah jenis server khusus yang diciptakan untuk bisa menangani pengelolaan data dalam skala besar (volume, variety, velocity) dari big data. Teknologi ini umumnya memiliki spesifikasi perangkat keras yang tinggi, mulai dari komponen CPU multicore, RAM yang besar, hingga storage berperforma tinggi seperti SSD atau NVMe. Selain itu, jenis server ini juga dilengkapi dengan konektivitas jaringan bandwidth tinggi agar proses pertukaran data bisa berjalan dengan mulus.
Hal yang membedakan server ini dari server biasa adalah kemampuannya untuk bekerja dalam lingkungan cluster big data server, yaitu konfigurasi di mana beberapa server terhubung dan bekerja secara paralel. Setiap node dalam cluster ini bertugas untuk menangani bagian tertentu dari pemrosesan atau penyimpanan data, sehingga prosesnya bisa berjalan cepat dan efisien.
Apa Saja Fungsi Server untuk Big Data?
Server untuk big data ini memiliki berbagai fungsi penting dalam arsitektur data modern. Berikut ini adalah beberapa fungsi utamanya:
Penyimpanan Data Masif
Sesuai dengan namanya, teknologi ini digunakan untuk menyimpan data mentah (raw data) atau data yang terstruktur dan diolah dalam jumlah yang masif. Data tersebut biasanya disimpan ke dalam format yang mendukung distribusi seperti HDFS (Hadoop Distributed File System) atau NoSQL.
Pemrosesan Data Paralel
Server ini dapat menjalankan proses ETL (Extract, Transform, Load) dalam jumlah yang besar secara bersamaan. Hal ini dapat membantu mempercepat analisis data dan memberikan insight pada perusahaan dengan lebih cepat.
Streaming dan Ingest Data Real-Time
Jenis ini juga dapat mengambil dan mengolah data dari berbagai sumber secara real time. Ini sangat diperlukan untuk aplikasi-aplikasi seperti fraud detection, monitoring IoT, serta analitik real time.
Pengembangan AI dan Machine Learning
Teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning juga membutuhkan jenis server ini karena memerlukan daya komputasi tinggi untuk melatih model-modelnya, termasuk untuk analisis prediktif.
Integrasi dengan Sistem Analitik dan Business Intelligence (BI)
Data yang disimpan di server ini dapat digunakan dan diakses oleh aplikasi business intelligence (BI), dashboard analitik, maupun API untuk kebutuhan pengambilan keputusan secara otomatis.
Bagaimana Cara Kerja Big Data Server?
Untuk bisa menangani informasi dalam jumlah besar, server ini bekerja melalui proses-proses dan tahapan yang sistematis:
Data Ingestion
Proses ini dimulai dari mengumpulkan data dari berbagai sumber, misalnya sensor IoT, database transaksional, media sosial, atau log aplikasi. Data-data ini bisa berupa teks, angka, gambar, atau video.
Data Processing
Kemudian server akan memproses informasi tersebut menggunakan framework tertentu misalnya Apache Spark atau Hadoop MapReduce. Proses ini meliputi penyaringan, penggabungan, transformasi, hingga analitik statistik dan prediktif.
Data Storage
Setelah data diproses, data akan disimpan di dalam sistem file terdistribusi atau database non-relasional, tergantung jenis datanya dan kebutuhan query. Penggunaan distributed file system memungkinkan data tersebar merata di seluruh node cluster big data server.
Task Distribution via Cluster
Dalam lingkungan cluster, setiap server bertanggung jawab atas satu bagian pekerjaan. Jika salah satu gagal, node lain akan mengambil alih sehingga menciptakan sistem yang lebih tangguh.
Virtualization
Kini banyak organisasi yang mengadopsi server virtualization dalam big data karena efisiensinya yang lebih tinggi. Satu perangkat fisik bisa menjalankan banyak mesin virtual sehingga lebih fleksibel, efisien, dan mendukung skalabilitas.
Bagaimana Cara Memilih Big Data Server?
Berikut ini adalah panduan untuk memilih server untuk big data yang tepat:
Ukuran dan Jenis Beban Kerja
Pertama, pertimbangkan jenis data, ukuran harian yang akan diproses, serta kebutuhan kecepatan analisis. Beban kerja batch akan perlu performa yang berbeda dari stream processing.
Spesifikasi Hardware
Pilihlah server dengan CPU multicore (misalnya, Intel® Xeon® 6 processors yang bisa mencapai ratusan core per CPU), RAM besar (misalnya DDR5 DIMMs), dan storage yang sesuai, misalnya dengan konfigurasi 12-drive atau 24-drive. Pastikan juga hardware sudah memiliki fitur air cooling dalam sistem pendinginannya.
Kemampuan Skalabilitas
Pastikan sistem yang digunakan dapat mendukung penambahan node baru untuk membentuk cluster. Hal ini penting ketika volume data terus bertumbuh.
Kompatibilitas Platform
Server juga harus bisa mendukung sistem-sistem yang umum digunakan dalam ekosistem big data (Hadoop, Spark, Kafka, atau Hive).
Reliabilitas dan Redundansi
Gunakan fitur backup otomatis, RAID, atau snapshot untuk mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalkan downtime.
Biaya & ROI
Evaluasi total biaya kepemilikan termasuk infrastruktur fisik, lisensi, serta dukungan teknis, lalu bandingkan dengan opsi berbasis cloud atau virtual.
Optimalkan Pengelolaan Big Data Anda dengan Virtualisasi Server Terbaik dari Huawei!
Jika bisnis Anda mengelola data dalam jumlah besar dan memelukan efisiensi serta ketersediaan maksimal, solusi server virtualization dari Huawei dapat menjadi pilihan terbaik. Platform virtualisasi dari Huawei dapat mendukung skalabilitas dinamis dengan penambahan node, provisi cepat untuk workload analitik dan data ingestion, pengelolaan multi-node, serta efisiensi biaya dan performa tinggi.
Phintraco Technology, sebagai partner resmi dari Huawei, dapat menyediakan solusi virtualisasi server ini untuk Anda bisa mengelola big data secara optimal.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya!
Editor: Irnadia Fardila
Recent Posts


