Cara Mengatasi Server Down Beserta Penyebabnya

Cara Mengatasi Server Down Beserta Penyebabnya
Perusahaan di era digital mengandalkan seluruh aktivitas bisnisnya, terutama yang berbasis teknologi, kepada server sebagai pusat. Server digunakan untuk banyak hal, mulai dari menyimpan data, menjalankan aplikasi, atau mengelola sistem internal. Oleh karena itu, server down adalah salah satu bencana besar yang dampaknya tidak bisa disepelekan oleh perusahaan. Dalam rangka mencegah hal itu, perusahaan harus mengerti cara mengatasi server down atau maintenance server down.
Server yang mengalami down dalam hitungan menit saja bisa membuat perusahaan kehilangan produktivitas, kepercayaan pelanggan, bahkan kerugian finansial yang sangat besar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami penyebab dan dampak dari server down. Selain itu, penting juga untuk mengetahui cara cek server down dan cara memperbaiki server down secara efektif. Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut.
Apa Saja Penyebab Server Down?
Server down dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik secara individual maupun berbarengan. Berikut ini adalah beberapa contoh penyebab server down:
Kegagalan Hardware
Salah satu penyebab utama server down adalah rusaknya komponen seperti hard disk, RAM, atau motherboard server. Penyebab kerusakannya bisa karena panas berlebih, usia pemakaian, atau arus listrik yang tidak stabil.
Lonjakan Traffic
Ketika jumlah lalu lintas jaringan atau pengunjung website meningkat tajam, server tanpa pengaturan kapasitas yang memadai bisa tidak mampu menangani beban dan mengalami crash/down.
Gangguan Jaringan
Gangguan terhadap jaringan, misalnya pemutusan koneksi internet, kerusakan pada switch/router, atau kesalahan konfigurasi jaringan juga bisa menyebabkan server jadi tidak bisa diakses.
Serangan Siber
Serangan siber seperti DDoS (Distributed Denial of Service) adalah salah satu contoh serangan umum yang bisa membanjiri server dengan permintaan palsu. Hal ini bertujuan untuk membuat sistem kewalahan dan akhirnya mati. Selain itu, serangan malware dan ransomware juga bisa mengunci server sepenuhnya sehingga tidak bisa diakses.
Human Error
Selain dari sistem dan jaringan, kesalahan manusia seperti miskonfigurasi, penghapusan file sistem, atau eksekusi script tanpa testing juga bisa menyebabkan kegagalan sistem.
Apa Saja Dampak Server Down untuk Bisnis?
Jika server mengalami downtime atau tidak dapat diakses, maka bisnis bisa terdampak dalam berbagai aspek. Berikut ini adalah dampak-dampak utamanya:
Kerugian Finansial
Setiap menit saat downtime dapat berarti hilangnya transaksi, gangguan produksi, biaya kompensasi, hingga biaya pasca-insiden yang harus dikeluarkan perusahaan. Dalam contoh perusahaan e-commerce, downtime selama satu jam bisa sama dengan kerugian jutaan rupiah.
Rusaknya Reputasi Bisnis
Konsumen akan beralih ke kompetitor karena tidak toleran terhadap layanan yang lambat atau tidak tersedia. Terutama jika gangguan ini sering terjadi.
Gangguan Operasional
Jika server down, maka karyawan pun tidak bisa mengakses banyak aplikasi internal. Hal ini menghambat operasional, pengambilan keputusan, dan proses produksi.
Risiko Keamanan
Server yang down sering menjadi celah pembuka yang dieksploitasi oleh para peretas untuk menyusup atau menyebarkan malware ke sistem perusahaan.
Bagaimana Cara Mengatasi Server Down?
Cara mengatasi server down meliputi serangkaian langkah-langkah yang dimulai dari pencegahan komprehensif. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
Monitoring Server
Gunakan solusi pemantauan server untuk memantau kondisi server 24/7. Khususnya solusi yang memiliki sistem alert otomatis, sehingga tim IT bisa segera mengambil tindakan sebelum sistem benar-benar down.
Terapkan Load Balancer dan Redundansi
Load balancer dapat membantu mendistribusikan beban ke beberapa server agar tidak terjadi overload di salah satu. Sementara itu, redundancy berguna untuk membuat server cadangan mengambil alih ketika server utama gagal.
Backup dan Disaster Recovery Plan (DRP)
Langkah terpenting untuk mengatasi server down adalah dengan rutin melakukan backup. Selain itu, sistem DRP juga dapat memastikan seluruh layanan bisa dipulihkan secara cepat dan data tidak akan hilang.
Infrastruktur Cloud atau Hybrid
Perusahaan dapat menggunakan cloud server atau infrastruktur hybrid yang memiliki skalabilitas dan ketahanan yang lebih baik sebagai alternatif dari server on-premise.
Audit dan Maintenance Rutin
Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi hardware, kapasitas penyimpanan, serta log error. Hal ini penting untuk mencegah masalah kecil agar tidak berkembang menjadi insiden yang besar.
SOP Darurat
Pastikan tim IT sudah terlatih dan memahami prosedur yang harus diterapkan saat server down. SOP darurat tersebut akan memperlancar respons dan meminimalkan dampaknya.
Perkuat Keamanan Server
Gunakan juga solusi keamanan seperti firewall, antivirus, IDS, serta autentikasi multi faktor (MFA). Beri akses hanya untuk pihak yang berkepentingan.
Tingkatkan Ketersediaan Server Anda dengan Solusi IT Infrastructure dari Phintraco Technology!
Pastikan sistem bisnis Anda berjalan mulus tanpa adanya gangguan server ddengan memperkuat fondasi IT infrastructure Anda. Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure terpercaya dan berpengalaman, dapat memberikan solusi komprehensif, mulai dari server fisik, server virtual, sistem monitoring, hingga arsitektur cloud/hybrid.
Dengan teknologi terkini dan tim ahli yang bersertifikat, kami dapat membantu Anda memastikan performa server tetap optimal dan bebas dari downtime.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi email marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Irnadia Fardila
Recent Posts


