Load Balancing: Jenis, Metode, dan Manfaatnya untuk Perusahaan

Load Balancing: Jenis, Metode, dan Manfaatnya untuk Perusahaan
Website dan aplikasi kini telah menjadi tulang punggung dari operasional bisnis serta interaksi dengan pelanggan. Di era digital yang sudah serba cepat, kelambatan atau ketidakbisaan mengakses layanan bisa menjadi dampak buruk yang signifikan bagi bisnis. Oleh karena itu, beban kerja website dan aplikasi perlu dikelola dengan baik agar layanan bisa terus tersedia dan responsif meskipun menghadapi lonjakan traffic yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan load balancing.
Mengelola dan menangani lonjakan traffic yang fluktuatif dan tidak terduga merupakan tantangan utama dalam mengelola infrastruktur online. Hal ini sering menyebabkan server mengalami overload sehingga website dan aplikasi menjadi lambat, atau bahkan down. Oleh karena itu, perlu strategi serta teknologi yang tepat untuk bisa mendistribusikan beban kerja web atau aplikasi ke beberapa server. Tujuannya adalah untuk mencegah penumpukan beban kerja di satu titik, sehingga kinerja dan performanya menjadi lebih optimal. Artikel ini akan membahas load balancing secara mendalam, mulai dari definisinya, cara kerjanya, jenis dan metodenya, serta manfaatnya untuk perusahaan. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Load Balancing?
Load balancing adalah teknik pendistribusian traffic jaringan atau aplikasi di antara beberapa server. Teknologi ini merupakan sistem yang mengarahkan traffic ke server yang berbeda secara merata, sehingga tidak ada satu server pun yang mendapatkan workload terlalu berat, serta kinerja jaringan tetap lancar.
Untuk bisa menjalankan tugas tersebut, teknologi ini melibatkan tiga komponen utama. Komponen pertama tentunya adalah server di mana aplikasi dan website dijalankan. Selain itu, ada load balancer yang berfungsi sebagai pengatur traffic yang menerima dan mendistribusikan semua permintaan dari client atau pengguna ke server-server tersebut. Komponen ketiga tentunya adalah client itu sendiri, yaitu pengguna yang mengakses website atau aplikasi melalui browser atau aplikasi.
Tujuan utama dari teknologi ini adalah meratakan workload di antara server-server tersebut, sehingga ketersediaan meningkat dan risiko downtime menurun.
Bagaimana Cara Kerja Load Balancing?
Proses distribusi beban kerja server ini bekerja melalui alur dan beberapa tahapan. Tahapan pertama terjadi ketika seorang pengguna atau client mengakses website dan aplikasi. Client akan mengirimkan permintaan dari browser atau aplikasi, lalu permintaan ini akan diterima oleh load balancer. Load balancer akan berperan sebagai satu-satunya titik masuk untuk semua traffic yang ada di infrastruktur server.
Setelah itu, load balancer akan menggunakan algoritma tertentu yang telah dikonfigurasi untuk menentukan server backend mana yang tepat untuk menangani permintaan tersebut. Terdapat beberapa jenis algoritma yang dapat digunakan, hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan dan jenis infrastrukturnya.
Kemudian, load balancer akan memilih server, dan mendistribusikan permintaan ke salah satu server tersebut. Hal ini untuk memastikan permintaan terdistribusi secara merata di server-server ini. Server backend tersebut kemudian akan memproses permintaan tersebut dan memberikan respons yang sesuai, seperti halaman website, data aplikasi, atau permintaan client lainnya.
Respons dari server backend ini tidak langsung dikirimkan ke client, tetapi dikembalikan ke load balancer, baru kemudian load balancer akan meneruskannya ke client. Proses ini terjadi sangat cepat dan otomatis sehingga tidak akan mempengaruhi waktu respons yang dialami oleh client.
Apa Saja Jenis Load Balancing?
Berdasarkan lapisan jaringan tempat operasinya, terdapat beberapa jenis pendistribusian workload dalam jaringan, yaitu:
Network (Layer 4)
Layer 4 bekerja pada lapisan jaringan dan fokus pada alamat IP dan port. Jenis ini hanya memeriksa informasi pada lapisan transport (layer 4) seperti protokol TCP atau UDP, alamat IP sumber dan tujuan, serta port sumber dan tujuan. Jenis ini cocok untuk aplikasi yang tidak terlalu kompleks dan menggunakan traffic yang didominasi protokol TCP/UDP, misalnya aplikasi game online atau streaming.
Application (Layer 7)
Layer 7 bekerja pada lapisan aplikasi. Selain memeriksa alamat IP dan port, jenis ini juga menganalisis konten aplikasi mulai dari header HTTP, cookies, URL, dan data aplikasi. Fleksibilitas yang lebih tinggi ini membuat layer 4 cocok digunakan untuk aplikasi web yang lebih kompleks, misalnya platform e-commerce.
Global Server Load Balancing (GSLB)
GSLB merupakan jenis balancing yang paling kompleks dan didesain untuk mendistribusikan traffic secara global ke beberapa data center di lokasi geografis yang berbeda-beda. Implementasi GSLB ini umumnya digunakan oleh aplikasi dengan skala global, layanan cloud yang masif, serta perusahaan yang memerlukan ketersediaan dan ketahanan yang tinggi.
Apa Saja Metode Load Balancing?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, load balancer akan memilih algoritma atau metode khusus untuk mendistribusikan permintaan ke server backend. Berikut ini adalah beberapa jenis metode atau algoritma tersebut:
Round Robin
Metode Round Robin bekerja dengan mendistribusikan permintaan secara bergiliran ke setiap server secara urut sesuai dengan daftar. Jenis ini mudah diimplementasikan tetapi tidak mempertimbangkan kapasitas setiap server.
Least Connection
Algoritma jenis ini akan mengarahkan permintaan ke server yang memiliki koneksi aktif paling sedikit. Hal ini membuatnya lebih efisien dibandingkan Round Robin karena mempertimbangkan beban server, namun kurang optimal jika kapasitas server berbeda-beda.
Weighted Round Robin
Sama seperti Round Robin, tetapi setiap server diberikan bobot sesuai dengan kapasitasnya. Artinya, server dengan bobot yang lebih tinggi akan menerima lebih banyak permintaan.
IP Hash
Algoritma ini menentukan server berdasarkan alamat IP client. Permintaan dari alamat IP yang sama akan selalu diarahkan ke server yang sama. Meskipun distribusi traffic bisa jadi tidak merata, tapi algoritma ini menawarkan kekonsistenan atau session persistence.
Least Response Time
Least response time mengarahkan permintaan ke server dengan waktu respons yang paling cepat saat itu. Metode ini dapat menghasilkan performa yang baik, namun membutuhkan monitoring kinerja server yang lebih kompleks.
Apa Saja Manfaat Load Balancing untuk Perusahaan?
Implementasi distribusi beban kerja server dapat memberikan kelebihan dan manfaat yang signifikan untuk perusahaan dari segi teknis dan bisnis. Berikut ini adalah contoh-contohnya:
Kinerja Web dan Aplikasi Meningkat
Salah satu kelebihan load balancing adalah membuat kinerja web dan aplikasi jadi meningkat dan lebih responsif. Pengguna akan mengalami loading time yang lebih cepat. Hal ini terwujud karena beban kerja server yang terbagi rata dan tidak ada yang mengalami overload.
Ketersediaan dan Keandalan Tinggi
Server yang mengalami overload atau downtime dapat membuat layanan aplikasi dan web menjadi tidak tersedia. Oleh karena itu, pendistribusian beban kerja yang merata dapat meningkatkan ketersediaan dan keandalan layanan web dan aplikasi.
Meningkatnya User Experience
Pelanggan atau client yang menggunakan web atau aplikasi yang cepat, responsif, dan selalu tersedia akan lebih puas dan ingin kembali menggunakan layanan tersebut. Hal ini menciptakan pengalaman pengguna yang positif.
Skalabilitas dan Fleksibilitas Tinggi
Lingkungan bisnis yang dinamis dan terus berkembang memerlukan infrastruktur yang fleksibel dan adaptif. Lonjakan traffic yang bisa tiba-tiba meningkat dapat diatasi dengan mudah oleh load balancer, sehingga perusahaan dapat beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang dinamis.
Wujudkan Traffic Server yang Andal dengan Solusi Virtualisasi dari Phintraco Technology!
Infrastruktur jaringan yang andal dan selalu tersedia merupakan kunci utama dari keberhasilan bisnis dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, teknologi load balancer dapat meningkatkan keandalan infrastruktur server Anda dalam mengatasi lonjakan traffic.
Phintraco Technology, sebagai perusahaan IT infrastructure & solutions yang berpengalaman, dapat menyediakan solusi server dan virtualisasi terbaik untuk bisnis Anda. Solusi server virtual yang memiliki skalabilitas tinggi dan mudah dikelola bisa membantu mengimplementasi load balancing secara efektif. Virtualisasi juga dapat mengurangi kompleksitas operasional dan biaya pemeliharaan.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi infrastruktur IT terbaik dari Phintraco Technology!
Editor: Irnadia Fardila
Recent Posts


