Net Metering: Skema Distribusi Listrik Solar Panel

15 Sep 2025 Muhammad Iqbal Iskandar

Net Metering: Skema Distribusi Listrik Solar Panel

Pemanfaatan energi terbarukan, seperti penggunaan solar panel, kini semakin populer di seluruh dunia sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang. Terdapat salah satu mekanisme yang menjadi daya tarik bagi pengguna sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atap, yaitu net metering. Sistem ini dapat mengurangi tagihan listrik bulanan secara signifikan.

Akan tetapi, kebijakan net metering di Indonesia sudah tidak lagi berlaku sejak 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) telah memberhentikan skema ini dan menggantinya dengan skema insentif lain untuk mendorong adopsi energi terbarukan. Meski demikian, konsep net metering tetap banyak diterapkan secara global. Artikel ini akan membahas definisi, cara kerja dan manfaat dari skema tersebut.

Apa itu Net Metering?

Net metering adalah sebuah kebijakan yang memungkinkan pemilik pembangkit listrik mandiri, seperti PLTS atap, untuk menyalurkan kelebihan energi listrik yang mereka hasilkan ke jaringan listrik umum. Energi yang dikirim ke jaringan ini akan dikreditkan dalam tagihan listrik, sehingga pemilik dapat mengimbangi konsumsi listrik mereka saat produksi energi dari panel surya tidak mencukupi.

Sebelum dihapuskan, skema ini di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No.49 Tahun 2018 yang mengatur bahwa setiap 1 kWh listrik yang dikirim ke jaringan akan dikalikan dengan faktor tertentu. Mekanisme ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan produksi listrik mandiri. Sejak keluarnya Peraturan Menteri ESDM No.2 Tahun 2024, skema ini resmi dihapus. Kini kelebihan energi dari pengguna PLTS Atap tidak lagi diperhitungkan secara komersial. Gantinya, pemerintah Indonesia menerapkan skema kuota dan memperkenalkan advanced meter untuk menggantikan meter dua-arah yang konvensional. Pengguna yang telah memasang PLTS sebelum regulasi ini berlaku akan tetap mendapatkan manfaat net metering selama sepuluh tahun.

Bagaimana Cara Kerja Net Metering?

Sederhananya, mekanisme ini bekerja seperti tabungan listrik. Pertama-tama listrik akan diproduksi oleh solar panel yang sebagiannya akan digunakan langsung oleh peralatan rumah atau bisnis. Jika produksinya melebihi konsumsi, listrik yang berlebih ini akan otomatis mengalir ke jaringan PLN melalui meteran dua-arah khusus. Meter ini akan mencatat listrik yang dikirim ke jaringan (ekspor) dan listrik yang digunakan dari jaringan (impor).

Dalam sistem net metering yang diterapkan sebelumnya di Indonesia, setiap kWh yang diekspor akan berubah menjadi kredit energi. Kredit energi ini kemudian dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kWh yang diimpor pada periode berikutnya. Penggunaan kredit energi ini akan sangat berguna ketika produksi listrik dari solar panel tidak mencukupi, misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung. Secara umum, konsep ini membuat pengguna PLTS atap seperti memiliki ‘bank energi’ yang memudahkan pengelolaan kebutuhan listrik harian.

Apa Saja Keuntungan Sistem Net Metering Solar Panel?

Meski sudah tidak diterapkan di Indonesia, skema ini tetap relevan untuk dipahami, khususnya dalam hal keuntungan yang didapatkan. Berikut adalah beberapa keuntungan sistem ini:

Hemat Tagihan Listrik

Keuntungan utama yang dapat dirasakan oleh pemilik PLTS atap dari skema ini adalah penghematan biaya listrik. Dengan memanfaatkan kredit energi, pengguna dapat menurunkan biaya listrik bulanan secara signifikan.

Listrik Mandiri dan Efisien

Bagi pengguna PLTS atap yang ingin memiliki pasokan listrik yang mandiri, skema ini membuatnya lebih efisien. Kelebihan energi yang diproduksi tidak terbuang, tetapi disalurkan kembali ke jaringan untuk dimanfaatkan.

Kontribusi Lingkungan

Secara umum, penggunaan energi terbarukan seperti solar panel memiliki dampak positif terhadap kelestarian lingkungan. Penggunaan energi matahari dapat mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil, sehingga menurunkan emisi karbon.

Mendorong Investasi Panel Surya

Kebijakan skema ini juga dapat menjadi faktor pendorong bagi masyarakat untuk mulai menggunakan sumber energi terbarukan seperti PLTS atap.

Stabilitas Pasokan Listrik Lokal

Jaringan listrik lokal juga bisa mendapatkan pasokan energi tambahan dari pengguna PLTS. Hal ini dapat membantu mengurangi beban energi di jam-jam tertentu.

Optimalkan Energi Terbarukan dengan Solusi Solar Panel dari Phintraco Technology!

Tren global kini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan, seperti solar panel, telah menjadi solusi pilihan dan berkelanjutan untuk masa depan. Investasi panel surya tetap memberikan banyak manfaat dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, Phintraco Technology hadir untuk membantu bisnis Anda beralih ke energi bersih dengan solusi solar panel yang efisien, berkualitas, serta terintegrasi. Kami juga menyediakan konsultasi profesional, pemasangan berstandar tinggi, serta dukungan penuh untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan Anda.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila