PLTS On Grid: Solusi Cerdas Efisiensi Energi untuk Bisnis dan Industri

27 Feb 2025 Muhammad Iqbal Iskandar

PLTS On Grid: Solusi Cerdas Efisiensi Energi untuk Bisnis dan Industri

Kebutuhan terhadap energi yang bersih dan terbarukan kini semakin mendesak seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu solusi energi terbarukan yang semakin populer dan banyak digunakan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya, khususnya PLTS On Grid. Sistem pembangkit listrik ini dapat memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik, sekaligus tetap terhubung dengan jaringan listrik milik PLN.

Dengan menggunakan PLTS jenis ini, pelanggan dapat menghemat biaya listrik, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon. Sistem ini memiliki komponen yang lebih sederhana sehingga perusahaan dapat menghemat biaya investasi awal. Sistem ini memiliki banyak keunggulan lain yang membuatnya cocok menjadi solusi ideal untuk mengolah energi terbarukan tanpa mengorbankan kenyamanan pasokan listrik PLN. Artikel ini akan membahas tentang skema PLTS on grid secara detail, mulai dari pengertiannya, perbedaannya dengan sistem off grid, apa saja komponennya, dan bagaimana cara kerjanya. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!

Apa yang Dimaksud dengan PLTS On Grid?

PLTS on grid adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung langsung ke jaringan listrik PLN. Oleh karena itu, kelebihan energi yang dihasilkan dan tidak terpakai oleh PLTS ini dapat dialirkan kembali ke jaringan PLN. Sama halnya seperti sistem PLTS lain, jenis ini menggunakan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik, yang kemudian dapat digunakan untuk kebutuhan listrik rumah atau bisnis.

Salah satu karakteristik utama dari sistem pembangkit listrik tenaga surya ini adalah tidak perlu menggunakan baterai penyimpanan dalam komponen-komponennya. Hal ini membuat sistem PLTS secara keseluruhan jauh lebih hemat biaya dan lebih mudah dirawat. Di sisi lain, karena tidak memiliki cadangan energi sendiri, jenis PLTS ini tidak dapat beroperasi jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Pemutusan ini dilakukan karena alasan keamanan agar listrik dari PLTS tidak mengalir ke jaringan yang sedang diperbaiki.

Apa Saja Perbedaan PLTS On Grid dan Off Grid?

Sistem on grid dan off grid dalam pembangkit listrik tenaga surya memiliki beberapa perbedaan mendasar, khususnya dalam hal koneksi dengan jaringan listrik serta penyimpanan energinya. Berdasarkan koneksinya dengan jaringan PLN, sistem on grid secara khusus terhubung langsung ke jaringan listrik milik PLN. Hal ini membuat sistem on grid mampu mengekspor kelebihan energi yang diproduksi ke PLN, sebaliknya juga mengimpor energi listrik dari PLN ketika produksi energi sedang berkurang.

Sementara itu, sistem off grid merupakan sistem PLTS yang mandiri sehingga tidak terhubung dengan jaringan listrik PLN. PLTS off grid mengandalkan komponen baterai untuk menyimpan energi listrik yang telah diproduksi.

Selain dari segi konektivitas ke PLN, perbedaan antara dua sistem ini juga terletak pada aspek biayanya. Dari segi biaya, sistem on grid lebih terjangkau karena tidak menggunakan komponen baterai. Jenis on grid dapat bergantung pada pasokan listrik PLN dan tidak dapat beroperasi ketika terjadi pemadaman listrik.

Sementara itu, sistem off grid dapat digunakan di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan PLN, tetapi biaya investasi awal yang harus dikeluarkan jauh lebih tinggi dibanding sistem on grid.

Tabel Perbandingan PLTS: On-Grid vs. Off-Grid

Aspek PerbandinganPLTS On-Grid (Tersambung PLN)PLTS Off-Grid (Mandiri/Stand-Alone)
Koneksi JaringanTerhubung dengan jaringan PLN.Terpisah sepenuhnya dari PLN.
Komponen UtamaPanel Surya + Inverter On-Grid.Panel Surya + Inverter Off-Grid + Baterai + Solar Charge Controller.
Fungsi BateraiTidak memerlukan baterai (Opsional).Wajib menggunakan baterai sebagai penyimpan daya.
Kelebihan EnergiBisa diekspor ke PLN (Skema Net-Metering).Disimpan ke dalam baterai; jika penuh, energi terbuang.
Kondisi Mati LampuSistem ikut mati demi keamanan (Anti-Islanding).Tetap menyala selama daya di baterai mencukupi.
Tujuan UtamaEfisiensi biaya & pengurangan tagihan.Kemandirian energi & solusi area terpencil (3T).

Analisis Aspek Biaya & Investasi PLTS On-Grid vs Off-Grid (Estimasi)

Analisis ini didasarkan pada rata-rata pasar tahun 2026 untuk instalasi skala menengah (sekitar 5 kWp hingga 10 kWp).

Detail FinansialPLTS On-GridPLTS Off-Grid
Investasi Awal (CAPEX)Lebih Rendah. Kisarannya Rp 12 – 15 Juta per kWp.Sangat Tinggi. Kisarannya Rp 25 – 35 Juta per kWp (akibat biaya baterai).
Biaya Operasional (OPEX)Rendah. Hanya pembersihan panel secara berkala.Tinggi. Membutuhkan penggantian baterai setiap 5-10 tahun.
Potensi Penghematan20% – 30% dari total tagihan bulanan.100% bebas tagihan PLN (namun ada biaya maintenance baterai).
ROI / Payback PeriodCepat. Rata-rata 5 – 8 Tahun.

Lama. Bisa mencapai 12 – 15 Tahun atau lebih.

Pilih On-Grid jika lokasi bisnis Anda memiliki akses stabil ke jaringan PLN dan tujuan utama Anda adalah efisiensi biaya operasional (OPEX). Ini adalah model investasi yang paling menguntungkan secara finansial karena modal cepat kembali (Fast ROI).

Sementara itu, Anda dapat memilih Off-Grid jika lokasi proyek berada di daerah terpencil yang tidak terjangkau kabel PLN, atau jika Anda membangun infrastruktur kritis yang membutuhkan kemandirian energi total tanpa memedulikan durasi balik modal.

Untuk sektor industri yang menginginkan keuntungan keduanya (hemat biaya sekaligus cadangan daya saat mati lampu), solusi PLTS Hybrid sering kali menjadi jalan tengah yang direkomendasikan, meskipun investasinya berada di antara kedua sistem di atas.


Baca Juga: Net Metering: Skema Distribusi Listrik Solar Panel


Apa Saja Komponen PLTS On Grid?

Pembangkit listrik tenaga surya on grid terdiri dari beberapa komponen utama. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:

Panel Surya

Komponen utama dalam PLTS adalah panel surya. Panel surya merupakan komponen yang berfungsi untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik arus searah (DC). Proses ini dilakukan lewat sel fotovoltaik yang ada di dalam panel. Sel-sel semikonduktor ini akan menghasilkan listrik ketika terkena sinar matahari. Efisiensi dari produksi energinya bergantung pada kualitas dan jenis panel, serta intensitas cahaya.

Inverter

Inverter merupakan alat yang digunakan dalam sistem PLTS untuk mengubah arus listrik DC dari panel surya menjadi arus listrik AC yang kompatibel dengan standar PLN dan peralatan elektronik pada umumnya. Komponen ini juga berfungsi untuk sinkronisasi fase dan frekuensi listrik PLTS dengan jaringan PLN.

Switchboard

Switchboard merupakan panel yang berfungsi untuk mendistribusikan dan mengatur aliran listrik antara PLTS, kebutuhan rumah/bisnis, dan jaringan PLN. Alat ini juga dilengkapi sistem pengamanan seperti circuit breaker untuk mencegah arus balik.

Meteran Ekspor-Impor

Meteran ini berfungsi untuk melakukan pencatatan terhadap listrik yang ditarik dari jaringan PLN ketika PLTS tidak cukup memproduksi (impor) dan kelebihan listrik PLTS yang dikirim ke PLN (ekspor). Akan tetapi, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.2 Tahun 2024, kelebihan energi listrik yang dikirim ke PLN tidak lagi dihitung sebagai kredit yang mengurangi tagihan listrik pelanggan. Meteran ekspor-impor (EXIM) juga diganti dengan advanced meter yang hanya mencatat impor listrik dari PLN. Kelebihan energi dari PLTS yang masuk ke jaringan PLN tidak dikompensasi.

Bagaimana Cara Kerja PLTS On Grid?

Sama halnya seperti PLTS pada umumnya, cara kerja sistem on grid dimulai di komponen panel surya yang menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik DC. Energi listrik ini kemudian dialirkan ke inverter untuk diubah menjadi aliran listrik AC agar bisa digunakan ke peralatan rumah tangga pada umumnya. Selanjutnya, energi yang berlebih akan dialirkan ke jaringan PLN, tetapi tidak lagi dianggap sebagai pengurang tagihan listrik pelanggan.

Pelanggan tetap dapat mengimpor listrik dari jaringan PLN apabila PLTS sedang mengalami kekurangan produksi. Berdasarkan peraturan menteri yang berlaku di tahun 2024 ini, pelanggan yang telah memasang PLTS sebelum aturan baru ini berlaku masih dapat menikmati skema ekspor-impor selama 10 tahun sejak persetujuan pemasangan.


Baca Juga: Insentif Solar Panel: Syarat dan Cara Mendapatkannya


Keunggulan Strategis PLTS On-Grid untuk Sektor Bisnis

Dibandingkan dengan sistem energi terbarukan lainnya, PLTS On-Grid menawarkan keunggulan yang sangat kompetitif bagi pengusaha:

1. ROI (Return on Investment) yang Cepat

Tanpa komponen baterai yang mahal (yang biasanya memakan 40-50% biaya sistem), biaya investasi awal PLTS On-Grid jauh lebih rendah. Rata-rata Payback Period atau balik modal untuk sektor industri berkisar antara 5 hingga 8 tahun, sementara usia sistem bisa mencapai 25 tahun.

2. Efisiensi Operasional hingga 30%

Sektor bisnis yang beroperasi aktif di siang hari (seperti kantor, pusat perbelanjaan, atau pabrik) adalah kandidat terbaik. Penggunaan listrik saat tarif puncak disubstitusi oleh tenaga surya, yang mampu memangkas tagihan listrik hingga 30% setiap bulan.

3. Monitoring Berbasis IoT (Smart Energy Management)

Sebagai bagian dari keunggulan teknologi, sistem PLTS dari Phintraco Technology dilengkapi dengan Smart Monitoring System. Anda dapat memantau produksi energi, penghematan karbon, hingga status kesehatan sistem secara real-time melalui dasbor digital atau aplikasi mobile.

4. Meningkatkan Nilai Green Brand

Menggunakan energi terbarukan meningkatkan nilai tawar perusahaan di mata investor dan konsumen global yang semakin peduli pada isu lingkungan (Dekarbonisasi).

Wujudkan Pengelolaan Energi Terbarukan yang Efisien dengan Solar Panel dari Phintraco Technology!

Implementasi PLTS on grid merupakan langkah nyata untuk bisa mengelola energi dengan lebih efisien dan ramah lingkungan untuk bisnis Anda. Solusi solar panel dari Phintraco Technology dapat membantu Anda memaksimalkan energi sinar matahari untuk berbagai kebutuhan energi di perusahaan Anda.

Phintraco Technology menawarkan solar panel dengan teknologi terkini yang memiliki efisiensi tinggi serta ketahanan yang kuat.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solar panel dari Phintraco Technology!

 

Frequently Asked Questions (FAQ)


 

Apa keuntungan utama menggunakan PLTS On-Grid dibandingkan Off-Grid?

Keuntungan utamanya adalah biaya investasi yang lebih rendah karena tidak memerlukan baterai. Selain itu, sistem On-Grid memungkinkan Anda melakukan “ekspor” kelebihan listrik ke PLN melalui skema Net-Metering untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya.

Apakah PLTS On-Grid tetap menyala saat listrik PLN padam?

Secara standar, sistem On-Grid akan mati otomatis saat PLN padam (Anti-Islanding) demi alasan keamanan teknis. Jika Anda membutuhkan listrik tetap menyala saat pemadaman, disarankan menggunakan sistem Hybrid.

Berapa besar penghematan yang didapat dari PLTS On-Grid?

Untuk sektor industri dan komersial, PLTS On-Grid dapat menghemat tagihan listrik antara 20% hingga 30% per bulan, tergantung pada kapasitas panel yang terpasang dan profil penggunaan energi di siang hari.


Written by
Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, IT infrastructure, and cybersecurity topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila