8 Rekomendasi Server untuk Virtualisasi, Spesifikasi, dan Cara Memilihnya

8 Rekomendasi Server untuk Virtualisasi, Spesifikasi, dan Cara Memilihnya
Rekomendasi Server untuk Virtualisasi, Spesifikasi, dan Cara Memilihnya
Memilih server untuk virtualisasi tidak cukup hanya dengan melihat jumlah core processor atau kapasitas RAM. Server virtualisasi harus mampu menjalankan beberapa virtual machine (VM) secara bersamaan dengan performa, reliability, dan scalability yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Untuk lingkungan enterprise, virtualization server perlu memiliki CPU dan memory yang memadai, storage dengan performa sesuai workload, konektivitas network yang cukup, serta kemampuan ekspansi untuk mengantisipasi pertumbuhan VM.
Beberapa server enterprise dari Dell Technologies dan ZTE dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut. Namun, model yang paling sesuai bergantung pada jumlah VM, karakteristik workload, kebutuhan storage, tingkat availability, serta rencana pertumbuhan infrastruktur.
Apa Itu Server untuk Virtualisasi?
Server untuk virtualisasi adalah physical server yang digunakan untuk menjalankan beberapa virtual machine (VM) melalui hypervisor. Setiap VM dapat menjalankan operating system dan aplikasi yang berbeda, sementara resource komputasinya berasal dari physical server yang sama.
Arsitektur sederhananya adalah:
Physical Server → Hypervisor → Virtual Machine → Operating System → Application
Dengan virtualisasi, perusahaan dapat mengonsolidasikan beberapa workload pada physical server sehingga pemanfaatan resource dapat menjadi lebih optimal.
Contohnya, satu server dapat digunakan untuk menjalankan:
- VM application server;
- VM database server;
- VM web server;
- VM file server; dan
- VM development atau testing.
Karena beberapa workload berjalan pada hardware yang sama, server yang digunakan harus memiliki kapasitas dan reliability yang sesuai.
Baca Juga: Virtualisasi Server: Teknologi Masa Depan Data Center
Mengapa Pemilihan Server Penting untuk Virtualisasi?
Virtualisasi memungkinkan beberapa workload berjalan pada satu physical server. Artinya, ketika server mengalami keterbatasan resource atau gangguan, dampaknya dapat dirasakan oleh beberapa VM sekaligus.
Karena itu, server untuk virtualisasi perlu dipilih berdasarkan workload, bukan sekadar spesifikasi tertinggi.
Pemilihan server yang tepat dapat membantu perusahaan:
- menjalankan lebih banyak VM dalam satu infrastructure;
- mengoptimalkan penggunaan CPU dan memory;
- meningkatkan fleksibilitas provisioning;
- menyediakan kapasitas ekspansi;
- mendukung workload dengan kebutuhan berbeda;
- meningkatkan reliability infrastructure; dan
- mempersiapkan data center untuk pertumbuhan workload.
Untuk kebutuhan enterprise, perusahaan juga perlu mempertimbangkan kemampuan server dalam mendukung platform virtualisasi seperti VMware ESXi, Hyper-V, atau platform lain yang digunakan dalam lingkungan IT.
Spesifikasi Server yang Dibutuhkan untuk Virtualisasi
Tidak ada satu konfigurasi yang cocok untuk semua perusahaan. Namun, beberapa komponen berikut perlu menjadi perhatian ketika memilih virtualization server.
Processor
CPU menjadi resource utama yang digunakan oleh VM. Semakin banyak VM dan semakin berat workload, semakin besar kebutuhan compute.
Pertimbangkan:
- jumlah processor;
- jumlah physical core;
- clock speed;
- dukungan teknologi virtualisasi;
- kebutuhan workload; dan
- rencana pertumbuhan VM.
Untuk workload enterprise, server dengan dua processor dapat memberikan kapasitas compute dan scalability yang lebih besar dibandingkan platform dengan satu processor.
RAM
Memory merupakan salah satu resource paling penting dalam virtualisasi karena setiap VM membutuhkan alokasi RAM.
Misalnya, jika perusahaan menjalankan 10 VM dengan kebutuhan rata-rata 16 GB RAM, kebutuhan dasar VM adalah sekitar 160 GB. Perusahaan tetap perlu menyediakan memory tambahan untuk hypervisor, workload fluctuation, dan kapasitas cadangan.
Karena itu, pilih server dengan kapasitas RAM besar dan slot memory yang cukup untuk ekspansi.
Storage
Storage server virtualisasi harus disesuaikan dengan karakteristik workload.
Database dan aplikasi dengan aktivitas I/O tinggi membutuhkan storage dengan performa tinggi dan latency rendah. Sementara workload tertentu mungkin lebih membutuhkan kapasitas storage yang besar.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
- kapasitas;
- IOPS;
- latency;
- NVMe/SSD/HDD;
- RAID;
- redundancy; dan
- kemampuan ekspansi.
Network
Beberapa VM dapat menghasilkan traffic secara bersamaan. Oleh karena itu, network interface pada server perlu memiliki bandwidth dan redundancy yang sesuai.
Pertimbangkan:
- bandwidth;
- jumlah network interface;
- dukungan OCP atau PCIe NIC;
- VLAN;
- network redundancy; dan
- konektivitas dengan switch dan storage infrastructure.
Redundant Power Supply
Server virtualisasi enterprise sebaiknya memiliki power supply redundant agar gangguan pada satu power supply tidak langsung menghentikan server.
Konfigurasi seperti 1+1 redundant power supply dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk workload yang membutuhkan availability tinggi.
Scalability
Kebutuhan VM dapat meningkat seiring pertumbuhan aplikasi dan bisnis. Karena itu, server sebaiknya memiliki ruang untuk melakukan ekspansi RAM, storage, network, atau PCIe device sesuai model yang digunakan.
Jenis Server yang Cocok untuk Virtualisasi
Secara umum, server untuk virtualisasi dapat dipilih berdasarkan karakteristik workload. Secara umum, terdapat 3 jenis server berdasarkan workload untuk virtualisasi:
- General-purpose server cocok untuk workload virtualisasi yang beragam seperti application server, database, web server, dan private cloud.
- High-density server cocok ketika perusahaan membutuhkan kapasitas compute dan memory yang lebih besar dalam jumlah rack unit yang terbatas.
- GPU server lebih tepat untuk workload khusus yang membutuhkan GPU acceleration, seperti AI, machine learning, dan high-performance computing. GPU server bukan pilihan default untuk virtualisasi workload enterprise biasa.
Karena itu, perusahaan perlu mencocokkan server dengan workload sebelum menentukan model.
Rekomendasi Virtualization Server dari Dell
Dell PowerEdge Server memiliki berbagai pilihan rack server yang dapat digunakan untuk lingkungan virtualisasi enterprise.
1. Dell PowerEdge R660
PowerEdge R660 merupakan 1U rack server yang mendukung hingga dua processor Intel Xeon Scalable. Dell mencantumkan R660 untuk kebutuhan seperti high-density virtualization, database analytics, dan mixed workload.
Model ini dapat dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan compute density tinggi dalam chassis 1U.
R660 juga memiliki dukungan virtualization technology pada processor dan tersedia dalam ekosistem Dell untuk VMware/vSAN.
Cocok untuk:
- high-density virtualization;
- database;
- mixed enterprise workload;
- data center dengan keterbatasan rack space.
2. Dell PowerEdge R760
PowerEdge R760 merupakan 2U rack server dengan dua processor Intel Xeon Scalable dan kapasitas memory hingga 8 TB berdasarkan konfigurasi yang ditampilkan Dell. Dell mencantumkannya untuk workload seperti virtualization, AI, dan mixed enterprise workload.
R760 dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan keseimbangan antara compute, memory, storage, dan scalability.
Cocok untuk:
- enterprise virtualization;
- mixed workload;
- database;
- private cloud;
- workload dengan kebutuhan ekspansi tinggi.
3. Dell PowerEdge R660xs
PowerEdge R660xs ditujukan untuk workload seperti virtualization/cloud, scale-out database, dan HPC. Model 1U ini mendukung hingga dua Intel Xeon Scalable processor dan kapasitas memory hingga 1,5 TB berdasarkan konfigurasi Dell.
Model ini dapat dipertimbangkan untuk perusahaan yang membutuhkan server virtualisasi dengan pendekatan scale-out.
4. Dell PowerEdge R760xs
PowerEdge R760xs merupakan 2U server yang Dell posisikan untuk virtualization, medium-density VM, VDI, dan software-defined storage.
Model ini cocok dipertimbangkan untuk perusahaan yang membutuhkan kapasitas VM menengah dengan ruang ekspansi yang lebih besar dibandingkan server 1U.
5. Dell PowerEdge R860
Untuk lingkungan dengan kebutuhan virtualisasi yang lebih padat, PowerEdge R860 dapat dipertimbangkan. Dell mencantumkannya untuk large in-memory database analytics, dense virtualization, dan VDI. Model ini mendukung hingga empat Intel Xeon Scalable processor dan kapasitas memory hingga 16 TB berdasarkan konfigurasi yang ditampilkan Dell.
Cocok untuk:
- dense virtualization;
- VDI;
- large in-memory workloads;
- mission-critical enterprise workloads.
Rekomendasi sederhana: R660/R660xs dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan density dan scale-out, R760/R760xs untuk general enterprise virtualization, sedangkan R860 untuk workload virtualisasi dengan kebutuhan compute dan memory yang lebih tinggi.
Baca Juga: Enterprise Server Dell Untuk Segala Workload Bisnis Anda
Rekomendasi Virtualization Server dari ZTE
ZTE memiliki lini general-purpose server dan GPU server yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan data center.
Untuk virtualisasi general-purpose, R5300 G5 menjadi salah satu pilihan yang paling relevan karena ZTE secara eksplisit menyebut model ini cocok untuk virtualization. (ZTE Enterprise)
1. ZTE R5300 G5
ZTE R5300 G5 merupakan 2U 2-socket general-purpose rack server yang mendukung hingga dua Intel Xeon 4th/5th Generation Scalable Processor. Server ini memiliki 32 slot DDR5 dengan kecepatan hingga 5.600 MT/s dan mendukung hingga 34 NVMe SSD.
ZTE juga mencantumkan VMware ESXi sebagai salah satu operating system yang kompatibel.
Dengan konfigurasi tersebut, R5300 G5 dapat dipertimbangkan untuk:
- server virtualization;
- cloud computing;
- database;
- private cloud;
- enterprise application; dan
- workload dengan kebutuhan ekspansi tinggi.
Server ini juga mendukung redundant power supply 1+1 dan fan redundancy N+1, sehingga sesuai untuk lingkungan enterprise yang membutuhkan reliability.
R5300 G5 merupakan pilihan utama ZTE untuk kebutuhan general-purpose virtualization dalam artikel ini.
2. ZTE R5500 G5
Jika virtualisasi perusahaan memiliki kebutuhan storage yang besar, ZTE R5500 G5 dapat menjadi alternatif.
Model 4U ini merupakan storage-intensive general-purpose server dengan dukungan hingga 32 DDR5 memory slots, hingga 44 drive, dan hingga 24 NVMe U.2 drive. ZTE juga mencantumkan VMware ESXi sebagai salah satu operating system yang kompatibel.
Cocok untuk:
- private cloud;
- cloud computing;
- storage-intensive workload;
- big data;
- virtualization dengan kebutuhan storage besar.
3. ZTE R6500 G5
Untuk workload virtualisasi yang membutuhkan GPU acceleration, perusahaan dapat mempertimbangkan ZTE R6500 G5.
R6500 G5 merupakan 4U GPU server dengan dua Intel Xeon Scalable processor, 32 DDR5 memory slots, dan dukungan hingga 10 dual-width atau 20 single-width GPU accelerator cards, tergantung konfigurasi. ZTE mencantumkan penggunaannya untuk AI, high-performance computing, financial modeling, dan berbagai workload compute-intensive.
Namun, R6500 G5 sebaiknya tidak diposisikan sebagai pilihan utama untuk general-purpose virtualization. Model ini lebih relevan ketika lingkungan virtualisasi juga membutuhkan GPU acceleration untuk AI, HPC, atau workload compute-intensive.
Catatan: ZTE juga memiliki lini server generasi terbaru. Pemilihan model aktual perlu disesuaikan dengan ketersediaan produk dan konfigurasi yang dapat dipasok di Indonesia.
Baca Juga: ZTE Enterprise Server Solutions Sesuai Kebutuhan Workload Bisnis
Bagaimana Cara Memilih Virtualization Server untuk Perusahaan?
Sebelum menentukan model server, lakukan sizing berdasarkan workload.
1. Hitung Jumlah VM
Tentukan berapa VM yang akan dijalankan saat implementasi dan berapa pertumbuhannya dalam beberapa tahun ke depan.
2. Identifikasi Kebutuhan CPU
Kelompokkan workload berdasarkan kebutuhan compute. Database dan aplikasi enterprise dengan transaksi tinggi mungkin membutuhkan CPU lebih besar dibandingkan workload ringan.
3. Tentukan Kebutuhan Memory
Hitung kebutuhan RAM setiap VM dan tambahkan kapasitas untuk hypervisor, peak workload, serta future expansion.
4. Evaluasi Storage
Tentukan apakah workload lebih membutuhkan kapasitas besar, IOPS tinggi, atau kombinasi keduanya.
5. Perhatikan Network
Pastikan bandwidth dan jumlah network interface mampu menangani traffic VM, storage, management, dan aplikasi.
6. Tentukan Kebutuhan Availability
Untuk workload kritis, pertimbangkan redundant power supply, storage redundancy, clustering, dan failover.
7. Periksa Kompatibilitas Hypervisor
Pastikan model server dan konfigurasinya kompatibel dengan platform virtualisasi yang digunakan, seperti VMware ESXi atau Microsoft Hyper-V.
8. Pertimbangkan Scalability
Pilih server yang masih menyediakan ruang ekspansi agar perusahaan tidak perlu mengganti hardware ketika kebutuhan VM meningkat.
Dapatkan Solusi Server untuk Virtualisasi dari Phintraco Technology
Pemilihan server untuk virtualisasi harus disesuaikan dengan kebutuhan compute, memory, storage, network, availability, dan pertumbuhan workload perusahaan.
Phintraco Technology merupakan authorized distributor ZTE dan Dell di Indonesia, sehingga perusahaan dapat memperoleh pilihan enterprise server dari kedua vendor untuk kebutuhan infrastruktur virtualisasi.
Melalui portofolio ZTE dan Dell, Phintraco Technology dapat menyediakan pilihan server untuk berbagai skenario, mulai dari general-purpose virtualization, medium-density VM, high-density virtualization, private cloud, hingga workload yang membutuhkan GPU acceleration.
Tim Phintraco Technology dapat membantu perusahaan menentukan server sizing, konfigurasi hardware, dan pilihan model server berdasarkan workload yang akan dijalankan.
Konsultasikan kebutuhan virtualization server perusahaan Anda dengan Phintraco Technology melalui WhatsApp atau email ke marketing@phintraco.com untuk mendapatkan rekomendasi server ZTE atau Dell yang sesuai.
FAQ
Apa server terbaik untuk virtualisasi?
Tidak ada satu server terbaik untuk semua kebutuhan. Pilihan bergantung pada jumlah VM, kebutuhan CPU dan RAM, storage, network, availability, serta scalability. Untuk general-purpose enterprise virtualization, Dell PowerEdge R660/R760 dan ZTE R5300 G5 merupakan beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan.
Apakah ZTE R5300 G5 cocok untuk virtualisasi?
Ya. ZTE secara eksplisit mencantumkan R5300 G5 untuk kebutuhan virtualization dan mencantumkan VMware ESXi sebagai salah satu operating system yang kompatibel.
Apakah Dell PowerEdge cocok untuk server virtualisasi?
Ya. Dell mencantumkan sejumlah PowerEdge, termasuk R660, R760, R660xs, R760xs, R6625, dan R7625, untuk workload virtualisasi atau VDI.
Berapa RAM yang dibutuhkan untuk server virtualisasi?
Kebutuhan RAM bergantung pada jumlah VM dan workload. Sizing sebaiknya dilakukan dengan menjumlahkan kebutuhan memory setiap VM kemudian menyediakan overhead dan kapasitas cadangan untuk peak workload serta ekspansi.
Apakah GPU server diperlukan untuk virtualisasi?
Tidak selalu. GPU server diperlukan apabila workload virtualisasi membutuhkan GPU acceleration, misalnya AI, machine learning, atau HPC. Untuk general-purpose virtualization, server CPU-based biasanya lebih relevan.
