
Band Steering: Solusi Tingkatkan Koneksi Wi-Fi
Koneksi internet yang lambat atau tidak stabil merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh banyak orang. Masalah ini bisa menjadi fatal untuk perusahaan yang membutuhkan kelancaran internet untuk menjalankan bisnis. Banyak cara dan metode yang dilakukan untuk bisa memperlancar koneksi internet, salah satunya adalah solusi band steering.
Metode ini telah menjadi solusi pilihan bagi banyak orang dan telah disediakan sebagai fitur oleh para penyedia layanan internet atau perangkat keras jaringan. Artikel ini akan membahas secara detail tentang metode band steering, mulai dari definisinya, alasan mengapa perusahaan perlu menerapkannya, bagaimana cara kerjanya, serta apa saja manfaatnya bagi perusahaan. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Band Steering?
Band steering adalah sebuah fitur yang memungkinkan router untuk mengalihkan frekuensi di setiap perangkat berdasarkan kemampuan perangkat dan kondisi jaringan. Fitur ini umumnya terdapat pada jaringan Wi-Fi dan bertujuan untuk mengarahkan setiap perangkat yang terhubung ke frekuensi yang paling sesuai. Pengalihan ini dilakukan dengan memperhitungkan karakteristik teknis dari perangkat pengguna serta jaraknya dari access point terdekat.
Jaringan Wi-Fi modern umumnya dapat mendukung dua frekuensi, yaitu 2,4 GHz dan 5 GHz. Kedua frekuensi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Frekuensi 2,4 GHz dikenal memiliki jangkauan yang lebih luas dan mampu menembus batasan tembok dan penghalang lainnya. Akan tetapi frekuensi ini memiliki kecepatan yang lebih lambat dan lebih rentan mengalami interferensi dari perangkat lain yang menggunakan frekuensi sama.
Sementara itu, frekuensi 5 GHz dikenal memiliki jangkauan yang lebih kecil dan terbatas, namun frekuensi ini memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan lebih kuat terhadap interferensi perangkat lain di frekuensi yang sama.
Pengalihan ini dilakukan dengan memperhitungkan karakteristik teknis dari perangkat pengguna serta jaraknya dari access point terdekat.
Mengapa Perusahaan Perlu Menerapkan Band Steering Wifi?
Perusahaan yang bergantung pada koneksi jaringan Wi-Fi dalam kegiatan operasional sehari-hari tentu membutuhkan koneksi internet yang stabil dan cepat. Hal ini merupakan faktor utama mengapa perusahaan perlu menerapkan band steering. Selain itu, terdapat juga beberapa faktor pendorong lainnya, yaitu:
Jumlah Perangkat yang Meningkat
Meningkatnya jumlah perangkat yang dimiliki oleh individu atau oleh perusahaan di lokasi kantor dapat menyebabkan penurunan kecepatan dan gangguan koneksi. Perangkat seperti smartphone, komputer, laptop, dan perangkat IoT lainnya umumnya terhubung di frekuensi yang sama yaitu 2,4 GHz.
Fitur ini dapat menempatkan perangkat-perangkat ini ke pita frekuensi 5 GHz yang lebih luas dan dapat menampung lebih banyak perangkat dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Aplikasi yang Membutuhkan Bandwidth Tinggi
Kini banyak aplikasi yang membutuhkan bandwidth tinggi untuk dioperasikan, khususnya aplikasi infrastruktur cloud yang kini juga digunakan oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa memanfaatkan fitur yang dapat membantu melancarkan koneksi Wi-Fi.
Aplikasi yang berjalan dengan lancar merupakan faktor terpenting untuk pengalaman pengguna yang positif. Fitur band steering dapat membantu perusahaan untuk memastikan pelanggan atau karyawan dapat menggunakan aplikasi dengan lancar dan cepat.
Lingkungan Kantor yang Dinamis
Karyawan di kantor kerap kali harus berpindah-pindah dengan perangkat masing-masing dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Hal ini dapat menimbulkan gangguan koneksi apabila coverage dari Wi-Fi tidak mencukupi dan terjadi ketidakseimbangan.
Fitur pengalihan frekuensi ini dapat membantu menstabilkan koneksi ke setiap perangkat meskipun bergerak dan berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
Investasi Infrastruktur Wi-Fi
Fitur band steering merupakan langkah optimalisasi untuk perangkat Wi-Fi dual band. Perangkat tersebut adalah investasi jangka panjang yang perlu dioptimalkan oleh perusahaan.
Band steering adalah langkah utama yang harus dilakukan perusahaan untuk menangani kebutuhan akan kecepatan internet yang lebih tinggi.
Bagaimana Cara Kerja Band Steering?
Sistem band steering bekerja dengan cara memantau karakteristik teknis dari perangkat yang terkoneksi dengan kemampuan jaringan Wi-Fi. Pertama-tama sistem akan mendeteksi dan mengalihkan perangkat yang mendukung koneksi 5 GHz ke frekuensi tersebut untuk mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi.
Setelah itu, sistem juga akan menentukan frekuensi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perangkat. Contohnya, perangkat yang lebih dekat dengan router dan mampu mendukung 5 GHz akan diarahkan ke frekuensi tersebut. Sementara perangkat yang jauh dari router dan lebih cocok dengan frekuensi 2,4 GHz akan diarahkan ke frekuensi tersebut.
Pengalihan tersebut berfungsi juga untuk menghindari ketidakseimbangan pada pemakaian frekuensi. Penyebaran perangkat ke dua frekuensi tersebut akan mengurangi interferensi dan meningkatkan kestabilan jaringan.
Kapan Band Steering Sebaiknya Diaktifkan?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah band steering sebaiknya ON atau OFF? Jawabannya bergantung pada kondisi jaringan yang digunakan.Secara umum, Band Steering sebaiknya diaktifkan (ON) apabila menggunakan router atau access point dual-band, sebagian besar perangkat mendukung frekuensi 5 GHz, jumlah perangkat yang terhubung cukup banyak, jaringan digunakan untuk aktivitas bisnis, dan terdapat banyak aplikasi berbasis cloud maupun video conference.Dalam kondisi tersebut, band steering membantu router mengelola koneksi secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu memilih jaringan secara manual.Kapan Band Steering Sebaiknya Dimatikan?
Walaupun bermanfaat, terdapat beberapa kondisi di mana band steering dapat dinonaktifkan. Misalnya seperti pada kondisi-kondisi berikut ini:
Banyak Perangkat Lama
Beberapa perangkat lama belum mendukung frekuensi 5 GHz sehingga lebih stabil apabila tetap menggunakan jaringan 2,4 GHz.
Perangkat IoT
Beberapa perangkat IoT seperti CCTV, smart plug, sensor, dan printer wireless sering kali hanya mendukung jaringan 2,4 GHz. Pada kondisi tersebut, pemisahan SSID antara 2,4 GHz dan 5 GHz terkadang lebih memudahkan proses konfigurasi.
Pengujian Jaringan
Administrator jaringan terkadang menonaktifkan band steering untuk melakukan troubleshooting atau pengujian performa masing-masing frekuensi secara terpisah.
Jadi, Sebaiknya Band Steering ON atau OFF?
Berikut panduan sederhananya.
| Kondisi | Rekomendasi |
|---|---|
| Rumah dengan sedikit perangkat | Opsional |
| Rumah dengan banyak perangkat | ON |
| Kantor | ON |
| Hotel | ON |
| Kampus | ON |
| Rumah sakit | ON |
| Pengujian jaringan | OFF sementara |
| Banyak perangkat IoT lama | Pertimbangkan OFF atau pisahkan SSID |
Secara umum, untuk jaringan modern, mengaktifkan band steering merupakan pilihan yang lebih disarankan karena membantu memanfaatkan kedua frekuensi Wi-Fi secara optimal.
Apa Saja Manfaat Band Steering Wifi untuk Bisnis?
Penerapan fitur ini memiliki banyak manfaat untuk perusahaan, terutama yang kegiatan operasional bisnisnya bergantung pada koneksi internet yang stabil. Berikut ini adalah beberapa fungsi band steering:
Koneksi Wi-Fi Lebih Stabil
Fitur ini dapat membantu menstabilkan jaringan Wi-Fi secara signifikan. Perusahaan dapat menjalankan aplikasi yang membutuhkan bandwidth tinggi dengan lancar tanpa gangguan koneksi.
Meningkatkan Kecepatan Transfer Data
Penggunaan frekuensi 5 GHz dapat meningkatkan kecepatan transfer data. Hal ini sangat penting untuk bisnis yang melakukan transaksi online atau harus berinteraksi dengan pelanggan secara real time.
Meningkatkan Efektivitas Operasional
Manfaat utama yang dapat dirasakan perusahaan dengan menerapkan fitur ini adalah kegiatan operasional yang lebih efektif. Koneksi internet stabil dan distribusi bandwidth yang optimal dapat melancarkan alur kerja bisnis secara signifikan.
Terapkan Band Steering untuk Koneksi Wi-Fi Lancar dengan Access Point dari Phintraco Technology!
Band steering merupakan fitur yang dapat meningkatkan kinerja Wi-Fi dan membantu meningkatkan efektivitas operasional bisnis Anda. Anda dapat menggunakan fitur tersebut dengan produk Wi-Fi dan access point yang tepat.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure yang menyediakan berbagai solusi teknologi terbaik, termasuk solusi access point. Produk access point dari Phintraco Technology dapat mengoptimalkan kinerja jaringan Wi-Fi Anda dengan fitur band steering.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya tentang access point dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

Bandwidth adalah Tolak Ukur Utama dalam Koneksi Internet
Koneksi internet telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat saat ini. Setiap orang membutuhkan koneksi internet untuk bekerja, belajar, mencari hiburan, dan semua aspek lain dalam kehidupan modern. Kelancaran dari berbagai aktivitas kini bergantung pada kecepatan dan kualitas koneksi internet. Kelancaran koneksi internet dapat ditentukan dan diukur dari bandwidth, artinya unsur ini digunakan sebagai tolok ukur utama dalam menentukan kualitas sebuah koneksi internet.
Bandwidth adalah cerminan utama dari kapasitas jalur komunikasi yang mempengaruhi kecepatan akses data. Hal ini karena bandwidth merupakan tolok ukur data yang dapat ditransfer melalui suatu jaringan dalam waktu tertentu. Oleh karena itu, perusahaan yang bergantung pada koneksi internet untuk kelancaran bisnis harus bisa mengoptimalkan bandwidth yang ada. Artikel ini akan membahas bandwidth secara lengkap mulai dari pengertian bandwidth, apa fungsinya, bagaimana cara menghitung dan melakukan bandwidth test, apa saja contohnya, serta bagaimana cara mengoptimalkannya. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Bandwidth?
Apa itu bandwidth? Bandwidth dalam jaringan merupakan pengukuran terhadap kapasitas maksimum sebuah sambungan komunikasi kabel atau nirkabel. Kapasitas yang dimaksud adalah kemampuan mengirimkan data melalui koneksi jaringan dalam waktu tertentu.
Umumnya, pengukuran bandwidth diwakili dalam satuan jumlah bit (bps), kilobit (kbps), megabit (mbps), atau gigabit (gbps) yang dapat ditransmisikan dalam satu detik, contohnya adalah 1000 mbps atau 1000 megabit per detik. Selain menunjukkan kapasitas, ukuran ini juga menunjukkan kecepatan transfer data.
Bandwidth bukanlah ukuran kecepatan jaringan itu sendiri. Ini merupakan kesalahpahaman yang biasa terjadi. Semakin besar kapasitas transfer yang dimiliki koneksi, maka semakin banyak data yang dapat dikirim dan diterima dalam satu waktu.
Fungsi bandwidth yang utama adalah untuk mengetahui kecepatan transfer data yang ditransmisikan dari server ke pengguna, atau dari pengguna ke server. Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk mengukur kualitas layanan serta pengelolaan network traffic atau lalu lintas jaringan. Jika jaringan memiliki kapasitas yang memadai, maka bisa ada lebih banyak pengguna yang dikelola secara bersamaan tanpa menimbulkan penurunan kinerja dan kualitas koneksi.
Ada Berapa Jenis Bandwidth?
Terdapat beberapa jenis atau tipe bandwidth. Berdasarkan jenis teknologi transmisinya, bandwidth dibagi menjadi dua, yaitu analog dan digital. Sementara dari arah transmisinya, bandwidth terbagi menjadi symmetric dan asymmetric. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tipe tersebut:
Bandwidth Analog
Bandwidth analog menggunakan sinyal analog yang diukur pada rentang frekuensi atau Hertz (Hz). Semakin luas rentang frekuensinya, maka semakin banyak informasi yang dapat ditransfer dalam satu waktu. Sinyal Hertz sendiri berbentuk gelombang yang bervariasi dalam amplitudo. Contoh utamanya adalah sinyal radio FM dan sinyal telepon konvensional. Jenis ini rentan terhadap noise dan memiliki kapasitas terbatas.
Bandwidth Digital
Kebalikan dari analog, bandwidth digital menggunakan sinyal digital yang berbentuk bit per detik (bps). Sinyal tersebut diwakili oleh urutan nilai biner yaitu 1 dan 0. Jenis bandwidth inilah yang digunakan untuk koneksi internet, jaringan komputer, serta transmisi data lewat kabel serat optik.
Symmetric Bandwidth
Jenis simetris adalah bandwidth dengan kecepatan unggah (upload) data yang sama besar dengan kecepatan unduh (download). Tipe ini biasanya digunakan untuk koneksi internet fiber optik atau jaringan pribadi (private network). Bandwidth ini ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan upload dan download yang seimbang, seperti game online, backup data, atau video conference.
Asymmetric Bandwidth
Bandwidth asimetris adalah jenis yang memiliki kecepatan upload dan download yang berbeda. Umumnya, kecepatan download akan lebih tinggi dibandingkan kecepatan upload. Jenis ini biasanya digunakan untuk koneksi internet DSL, kabel, dan koneksi internet rumah. Tipe ini cocok untuk aktivitas yang lebih banyak membutuhkan download data dibanding upload, contohnya streaming video, download file berukuran besar, serta browsing internet.
Bagaimana Cara Menghitung Bandwidth?
Terdapat beberapa cara untuk melakukan test bandwidth dengan menggunakan online tools yang dapat memberikan informasi secara instan tentang kecepatan download, upload, serta ping dari koneksi internet. Akan tetapi, untuk bisa menghitung kapasitas transmisi data secara manual diperlukan pemahaman mendasar tentang aspek-aspek bandwidth.
Ketika melakukan pengujian, perangkat akan mengirimkan data ke server penguji, tahapan ini mewakili pengiriman data atau kecepatan upload. Selanjutnya, server akan mengirimkan data kembali ke perangkat, tahapan ini mewakili penerimaan data atau kecepatan download. Kemudian waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan dan menerima data ini akan diukur.
Untuk bisa mengetahui kecepatan tranfer data, dapat digunakan rumus berikut:
Kecepatan (Mbps) = Jumlah Data (Mb)/Waktu (detik/s)
Perlu diingat juga bahwa megabit (Mb) dan megabyte (MB) adalah satuan yang berbeda. 1 Megabyte sama dengan 8 Megabit.
Contohnya, jika jumlah data yang ditransfer adalah sebesar 100 Megabyte (MB) dan waktu yang dibutuhkan adalah 2 detik, ubah dulu Megabyte menjadi Megabit, yaitu 100 MB dikali 8, menjadi 800 Mb.
Setelah itu, jumlah data yang ditransfer adalah 800 Mb / 2 detik yang hasilnya adalah 400 Mbps.
Apa Saja Contoh Bandwidth?
Penggunaan bandwidth dapat ditemukan di berbagai aspek teknologi di kehidupan sehari-hari atau dalam bisnis. Berikut ini adalah beberapa contoh dan penjelasannya:
Koneksi Internet Rumahan
Paket internet yang digunakan untuk rumah biasanya menawarkan kapasitas antara 10 Mbps hingga 100 Mbps. Kelancaran dan kualitas browsing atau streaming internet ini bergantung pada seberapa tinggi bandwidth yang digunakan.
Hosting Website
Perusahaan yang menggunakan atau memiliki website umumnya akan menggunakan layanan hosting yang menawarkan paket batasan bandwidth tertentu. Umumnya dalam hosting website, jumlah data diukur dalam GB dan dalam waktu satu bulan, misalnya 100 GB per bulan. Bandwidth ini menentukan jumlah total data yang dapat ditransfer dari website tersebut.
Virtual Private Server (VPS)
VPS merupakan kecepatan maksimum yang dicapai dalam mengirimkan data antara VPS dengan internet atau server lain. Umumnya, VPS digunakan untuk menjalankan aplikasi dengan traffic tinggi karena kapasitas yang ditawarkan dapat dimulai dari 100 Mbps untuk total transfer data per bulannya.
Bagaimana Cara Mengoptimalkan Bandwidth?
Perusahaan dapat melakukan beberapa cara untuk bisa mengoptimalkan bandwidth agar koneksi jaringan dapat bekerja dengan lebih baik. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
Menggunakan Kabel Ethernet
Penggunaan kabel ethernet dikenal dapat memberikan koneksi yang lebih stabil dan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan koneksi Wi-Fi. Kabel ethernet cocok untuk perangkat yang membutuhkan kapasitas transfer data yang tinggi seperti server atau perangkat penyimpanan jaringan (network storage).
Load Balancing
Load balancing adalah sebuah teknik yang dapat mendistribusikan lalu lintas jaringan secara merata ke beberapa server. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban salah satu server sehingga tidak terjadi penurunan kinerja. Hal ini juga efektif untuk meningkatkan ketersediaan layanan.
Upgrade Server
Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan dan mengoptimalkan koneksi jaringan adalah dengan menggunakan server terbaru dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Server dengan spesifikasi tinggi dapat menangani lalu lintas data yang lebih besar dengan lebih cepat.
Dapatkan Bandwidth yang Optimal dengan Solusi Server dari Phintraco Technology!
Bandwidth yang optimal merupakan kunci utama dalam kelancaran koneksi internet yang dibutuhkan dalam proses bisnis. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan kapasitas transmisi yang digunakan dapat memenuhi kebutuhan bisnis.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure yang dapat membantu mengoptimalkan bandwidth Anda dengan solusi server terbaik. Solusi server dari Phintraco Technology dirancang dengan kualitas terbaik dengan bandwidth tinggi dan penyimpanan berkapasitas besar.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya mengenai solusi server dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

Data Center Virtualization: Kunci Keandalan Pusat Data
Pusat data merupakan komponen infrastruktur IT yang sangat krusial bagi kelangsungan dunia bisnis modern. Telah terjadi peningkatan signifikan dalam kebutuhan infrastruktur teknologi di bidang penyimpanan dan pengolahan data, karena jumlah data yang diproduksi kian meningkat. Hal inilah yang menjadikan data center virtualization atau virtualisasi pusat data menjadi solusi penting dalam menjaga keandalan dan efisiensi dalam pengelolaan data.
Proses virtualisasi dalam pusat data tidak hanya mengubah sumber daya fisik menjadi sumber daya berbasis cloud, tetapi juga proses untuk meningkatkan fleksibilitas, skalabilitas, dan keamanan data. Hal ini dapat mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang tanpa harus berinvestasi pada infrastruktur baru. Artikel ini akan membahas tentang virtualisasi pusat data, mulai dari pengertiannya, mengapa perusahaan harus melakukannya, apa perbedaannya dengan infrastruktur cloud, serta apa manfaatnya untuk perusahaan. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Data Center Virtualization?
Virtualisasi pusat data merupakan sebuah proses penciptaan pusat data modern yang lebih mudah diskalakan, tersedia, serta aman. Produk virtualisasi pusat data dapat meningkatkan fleksibilitas dan pondasi untuk mengelola layanan cloud pribadi dan publik selain infrastruktur lokal.
Proses virtualisasi ini dilakukan dengan mengubah sumber daya fisik di pusat data menjadi sumber daya virtual (virtual machine) yang dapat diatur dan dikelola dengan lebih fleksibel. Terdapat perangkat lunak virtualisasi yang digunakan untuk mengubah perangkat keras fisik menjadi perangkat lunak yang dapat dipindah dan digunakan secara independen.
Data center virtualization fundamentals mencakup beberapa jenis virtualisasi, mulai dari virtualisasi server, jaringan (network), dan penyimpanan (storage). Virtualisasi jaringan dapat membuat jaringan virtual yang dapat diatur secara independen dari jaringan fisik. Sementara itu, virtualisasi storage dapat memungkinkan penyimpanan data yang lebih fleksibel dan aman. Selain itu, virtualisasi server dapat memungkinkan perusahaan untuk menggunakan berbagai sistem operasi virtual yang dijalankan pada perangkat keras fisik yang sama.
Mengapa Perusahaan Harus Melakukan Data Center Virtualization?
Virtualisasi pusat data kini telah menjadi tren yang populer di dunia bisnis modern. Hal ini didorong oleh beberapa faktor utama yang membuat perusahaan jadi harus melakukan virtualisasi untuk pusat data. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya kebutuhan komputasi yang dinamis. Hal ini mendorong data center virtualization market untuk terus menawarkan berbagai solusi virtualisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Selain itu, faktor dorongan untuk mengurangi biaya operasional juga menjadi alasan mengapa perusahaan banyak yang melakukan virtualisasi. Konsolidasi server dan penyederhanaan infrastruktur IT dalam virtual machine dapat membantu mengurangi biaya operasional.
Perkembangan teknologi cloud computing dan penggunaan aplikasi serta data juga menjadi faktor pendorong virtualisasi. Hal ini karena virtualisasi merupakan pondasi dari cloud computing, sehingga perusahaan bisa mengadopsi model cloud publik atau cloud hybrid untuk memenuhi kebutuhan bisnis.
Fitur-fitur seperti failover dan load balancing juga dapat meningkatkan ketersediaan aplikasi dan data. Hal ini sangat cocok bagi perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi pada aplikasi dan data dalam menjalankan proses bisnis.
Apa Perbedaan Cloud dengan Data Center Virtualization?
Data center virtualization architecture dan cloud computing memiliki keterkaitan dan kemiripan satu sama lain. Akan tetapi, kedua konsep ini memiliki beberapa perbedaan fundamental, terutama dari segi lingkup, model penyediaan, fokus, dan pengelolaannya.
Jika dilihat dari segi lingkupnya, virtualisasi pusat data hanya bergerak di lingkup lokal perusahaan, sementara cloud computing memiliki lingkup yang lebih luas secara global via internet. Selain itu, virtualisasi berfokus pada pembagian sumber daya fisik seperti server, storage, dan jaringan menjadi beberapa lingkungan virtual (VM). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta fleksibilitas dalam mengelola infrastruktur IT.
Cloud computing lebih berfokus pada menyediakan layanan komputasi seperti server, storage, database, jaringan, dan lain sebagainya melalui internet sebagai layanan on-demand. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan akses yang mudah, skalabel, dan responsif untuk sumber daya komputasi tanpa harus mengelola infrastruktur fisik secara langsung.
Secara umum, virtualisasi kerap menjadi teknologi dasar yang digunakan sebagai pondasi bagi cloud computing agar bisa membagi sumber daya fisik menjadi beberapa virtual machine yang dapat digunakan secara independen. Kedua teknologi ini dapat digunakan secara bersamaan oleh perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis yang dinamis.
Apa Saja Manfaat Data Center Virtualization untuk Perusahaan?
Terdapat beberapa manfaat utama yang bisa didapatkan oleh perusahaan yang melakukan virtualisasi pusat data. Berikut ini adalah beberapa manfaat serta penjelasannya:
Menghemat Biaya Perangkat Keras
Pusat data yang sudah tervirtualisasi tidak memerlukan begitu banyak perangkat keras fisik. Oleh karena itu, perusahaan dapat menghemat biaya pusat data untuk manajemen dan perawatan peralatan. Perusahaan juga bisa mengoptimalkan setiap sumber daya fisik seperti server dan lain sebagainya.
Pendinginan yang Lebih Efisien
Salah satu aspek dalam perawatan infrastruktur perangkat keras fisik adalah pendinginan. Virtualisasi dapat membantu mengurangi penggunaan perangkat keras fisik sehingga kebutuhan energi dan pendinginan juga dapat dikurangi agar menjadi lebih efisien.
Meningkatkan Skalabilitas dan Fleksibilitas
Server virtual dapat disiapkan dengan lebih mudah dan cepat, tidak seperti pusat data tradisional yang memiliki ruang kerja yang terbatas. Virtualisasi dapat meningkatkan skalabilitas seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis perusahaan.
Tingkatkan Efisiensi Data Center Anda dengan Solusi Virtualisasi dari Phintraco Technology!
Pusat data merupakan aspek penting dalam infrastruktur IT perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat beralih ke pusat data virtual dengan solusi virtualisasi yang terpercaya.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure yang dapat membantu Anda dengan solusi virtualisasi terbaik dan komprehensif sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Solusi virtualisasi dari Phintraco Technology dapat membagi sumber daya menjadi lingkungan virtual yang lebih efisien serta dapat dipindah dari satu platform ke platform yang lainnya tanpa masalah.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang virtualisasi dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

Downtime: Definisi, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Keandalan dan ketersediaan sistem kini merupakan tulang punggung bagi keberlangsungan bisnis modern. Hal ini karena sebagian besar bisnis telah mengandalkan teknologi digital dalam menjalankan proses bisnis mereka. Oleh karena itu, setiap perusahaan berupaya untuk memaksimalkan uptime dan meminimalkan downtime untuk memastikan ketersediaan sistem tersebut.
Downtime server adalah kondisi yang dihindari karena bukan hanya sekadar masalah teknis, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada produktivitas dan keberlangsungan proses bisnis perusahaan. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis sistem mulai dari website, jaringan, aplikasi, hingga server. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami penyebab dan cara mengatasinya agar kinerja bisnis tetap berjalan secara optimal. Artikel ini akan membahas tentang downtime secara menyeluruh mulai dari definisinya, apa saja penyebabnya, apa saja dampaknya bagi perusahaan, bagaimana cara menghitungnya, serta bagaimana cara mencegahnya. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Downtime?
Downtime adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada periode waktu tertentu ketika sistem, perangkat, atau layanan aplikasi tidak tersedia dan tidak aktif, biasa disebut juga sebagai masa padam. Selama periode waktu ini, pengguna tidak dapat mengakses data, layanan, atau aplikasi yang biasanya tersedia. Tentu hal ini dapat berdampak negatif pada produktivitas proses bisnis perusahaan dan kepuasan pelanggan.
Masa padam ini dapat berdampak sangat besar seperti kerugian finansial bagi perusahaan, meskipun hanya terjadi selama beberapa menit. Hal ini juga dapat berdampak pada reputasi perusahaan jika terus terjadi dalam jangka waktu panjang.
Terdapat dua jenis downtime, yaitu terencana dan tidak terencana. Downtime yang terencana merupakan kondisi pemadaman sistem yang direncanakan. Pemadaman ini dilakukan dengan sengaja biasanya dengan tujuan perawatan atau maintenance server. Masa padam jenis ini juga bisa diminimalisir dampaknya karena pengguna dapat diberitahu terlebih dahulu sebelum pemadaman dilakukan.
Sementara itu, pemadaman yang tidak terencana adalah gangguan tidak terduga yang membuat sistem atau layanan menjadi tidak tersedia. Kegagalan ini umumnya terjadi karena beberapa faktor seperti serangan siber, bencana alam, dan lain sebagainya.
Apa Saja Penyebab Server Downtime?
Terdapat beberapa penyebab downtime server baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Berikut ini adalah beberapa penyebab sistem padam yang paling umum ditemukan:
Serangan Siber (Cyber Attack)
Serangan siber merupakan salah satu faktor penyebab padamnya sistem yang paling umum. Penyerangan biasanya dilakukan secara sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melumpuhkan sistem server. Jenis-jenis serangan ini dapat berupa distributed denial of service (DDoS), SQL injection, malware, phishing, dan lain sebagainya.
Human Error
Tidak jarang terjadi kesalahan-kesalahan manusia yang disebabkan oleh kelalaian dalam mengoperasikan server dapat menyebabkan padamnya sistem. Kesalahan seperti miskonfigurasi, penghapusan data tidak sengaja, serta kesalahan dalam pemrograman dapat menjadi penyebab dari downtime.
Bug
Bug merupakan kesalahan dalam penulisan kode program yang menyebabkan sebuah aplikasi atau sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kesalahan ini juga bisa berupa ketidak sesuaian antara komponen sistem. Sistem dapat mengalami crash, data corrupt, serta gangguan pada layanan atau downtime.
Hardware Failure
Kerusakan pada perangkat keras yang digunakan di sistem server juga dapat menyebabkan pemadaman. Contoh kerusakan tersebut antara lain kerusakan hard disk, RAM, power supply, motherboard, dan lain-lain.
Network Failure
Putusnya kabel jaringan, gangguan router, atau serangan DDoS pada jaringan dapat menyebabkan network failure yang bisa berujung pada downtime. Hal ini juga dapat menyebabkan kecepatan akses sistem menjadi lambat dan terputus-putus.
Bencana Alam
Peristiwa bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, atau badai dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur fisik yang mendukung server. Oleh karena itu, bencana juga merupakan salah satu penyebab dari masa padam server.
Overload
Overload merupakan kondisi di mana server menerima beban kerja (workload) yang lebih besar dari kapasitasnya. Hal ini dapat terjadi dalam bentuk lonjakan traffic, aplikasi yang tidak efisien, hingga konfigurasi server yang tidak optimal. Hal ini juga dapat menyebabkan layanan tidak responsif bahkan crash.
Apa Saja Dampak dari Downtime bagi Perusahaan?
Padamnya sistem dan server tentu memiliki dampak negatif signifikan bagi bisnis yang mengandalkan teknologi digital dalam proses bisnisnya. Berikut ini adalah beberapa dampak utamanya:
Kerugian Finansial
Padamnya sistem dapat menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan karena kehilangan pendapatan dan proses pemulihan setelahnya yang dapat memakan biaya yang besar.
Hambatan Operasional
Produktivitas perusahaan bisa terganggu dan terhambat dengan adanya masa padam sistem. Hal ini secara tidak langsung memperlambat proses bisnis. Jika perusahaan tidak memiliki sistem backup, maka data dan informasi penting pun berpotensi untuk hilang ketika downtime.
Kehilangan Kepercayaan Pelanggan
Jika perusahaan sering mengalami gagal sistem, maka dampak paling utama adalah ketidakpuasan dan kehilangan kepercayaan pelanggan. Hal ini dapat mendorong pelanggan untuk mencari alternatif lain dibandingkan produk perusahaan tersebut.
Bagaimana Cara Menghitung Downtime?
Ketika perusahaan mengalami downtime, artinya terdapat dampak yang dirasakan perusahaan selama pemadaman itu terjadi. Perusahaan bisa menghitung proses tersebut untuk mengevaluasi kinerja dan keandalan sistem sekaligus menghitung dampak finansial dari padamnya sistem tersebut.
Cara menghitungnya adalah dengan mengidentifikasi area bisnis apa yang menghasilkan pendapatan secara langsung. Setelah itu, hitunglah pendapatan per jam dengan rumus (pendapatan rata-rata mingguan/40 jam) atau (pendapatan rata-rata bulanan/30 hari). Hitunglah berapa persentase ketergantungan dari area bisnis tersebut pada ketersediaan sistem. Jika terjadi padam sistem, maka hitung pendapatan yang hilang per jam untuk area bisnis tersebut.
Bagaimana Cara Mencegah Downtime pada Cloud Computation?
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah downtime pada sebuah cloud computation. Berikut ini adalah cara-cara dan penjelasannya:
Gunakan Infrastruktur yang Tangguh
Gunakanlah arsitektur yang kuat dengan load balancing agar beban kerja dapat terdistribusi secara merata ke beberapa server sehingga menghindari terjadinya overload. Fitur autoscaling juga dapat digunakan untuk menyesuaikan komputasi secara otomatis dengan kebutuhan.
Siapkan Backup Reguler dan Recovery Plan
Backup data secara teratur dan buatlah rencana pemulihan bencana (disaster recovery) untuk memulihkan layanan secara cepat setelah sistem padam.
Monitoring dan Alerting Rutin
Pemantauan dan konfigurasi sistem alerting harus tetap dilakukan secara terus-menerus untuk bisa mendeteksi sejak dini jika ada potensi masalah.
Gunakan Sistem Keamanan
Terapkanlah patch keamanan terbaru untuk menutup celah keamanan yang ada. Gunakan juga firewall dan enkripsi untuk melindungi infrastruktur cloud dan data dari akses tidak sah.
Memilih Penyedia Cloud yang Terpercaya
Terakhir, pilihlah penyedia cloud yang terpercaya dan andal dalam menyediakan layanannya. Pastikan juga penyedia cloud memiliki infrastruktur cloud yang memadai dan memiliki redundansi tinggi.
Hindari Dampak dari Downtime dengan Cloud Solution Terpercaya dari Phintraco Technology!
Downtime dapat berdampak signifikan secara negatif untuk proses bisnis dan finansial perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa mengurangi downtime dengan memilih penyedia solusi cloud yang terpercaya.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure & solutions yang telah berpengalaman menyediakan solusi IT terbaik, salah satunya adalah cloud solution. Platform cloud dari Phintraco Technology memiliki infrastruktur yang redundan untuk memastikan sistem dengan ketersediaan, efisiensi, dan skalabilitas yang tinggi.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya terkait cloud solutions dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

Cloud Storage: Solusi Penyimpanan Aset Digital
Perkembangan teknologi kini mendorong semakin banyaknya informasi yang dihasilkan setiap hari. Informasi atau data kini telah menjadi salah satu aset berharga bagi individu atau perusahaan. Oleh karena itu, kebutuhan akan penyimpanan dan pengelolaan data yang efisien pun semakin meningkat. Solusi yang kini banyak digunakan adalah cloud storage atau penyimpanan berbasis cloud.
Ketika perusahaan menggunakan teknologi cloud storage, artinya perusahaan berupaya mengatasi tantangan penyimpanan data yang terus berkembang sekaligus memastikan data mereka aman dan terorganisasi dengan baik. Artikel ini akan membahas berbagai hal tentang penyimpanan cloud mulai dari definisinya, alasan mengapa perusahaan harus menggunakan teknologi ini, bagaimana cara kerjanya, apa saja jenis layanannya, serta kelebihan yang ditawarkan untuk bisnis. Simak artikel ini untuk informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Cloud Storage?
Cloud storage adalah sebuah model layanan untuk mentransmisikan dan menyimpan data di sebuah sistem penyimpanan jarak jauh. Data-data tersebut disimpan, dikelola, di-backup, dan disediakan untuk pengguna melalui jaringan internet. Singkatnya, cloud storage adalah layanan penyimpanan file dan data di internet yang disediakan oleh perusahaan penyedia layanan cloud computing. Hal ini membuat pengguna dapat mengakses data tersebut di mana saja selama ada koneksi internet.
Pengguna biasanya akan membayar untuk layanan penyimpanan cloud ini dengan tarif bulanan atau tahunan. Solusi penyimpanan ini didasarkan pada penyimpanan infrastruktur yang berbasis virtualisasi dengan interface yang dapat diakses. Selain itu, solusi ini juga memiliki fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi dengan sumber daya yang terukur.
Data-data yang tersimpan dalam cloud dikelola pada server penyimpanan yang berbeda, dan terletak di lokasi atau pusat data yang dikelola oleh penyedia cloud pihak ketiga. Perusahaan penyedia layanan cloud bertugas mengelola jaringan, server, dan infrastruktur terkait untuk memastikan data pelanggan tersimpan dengan aman dan dapat diakses dengan mudah.
Baca Juga: Data Storage Adalah Kunci Optimalkan Aksesibilitas Data
Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Cloud Storage?
Terdapat beberapa faktor dan alasan pendukung untuk perusahaan agar menggunakan layanan penyimpanan cloud. Salah satu faktor utamanya adalah pertumbuhan data yang eksponensial. Semakin banyaknya data yang dihasilkan dari berbagai sumber seperti IoT dan Big Data membuat kapasitas storage lokal tidak lagi mampu untuk menampungnya. Hal inilah yang dapat diatasi dengan menggunakan penyimpanan cloud yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dinamis.
Selain itu, terdapat juga faktor keterbatasan infrastruktur IT. Membangun dan memelihara infrastruktur untuk menyimpan data membutuhkan investasi dan biaya yang tinggi. Investasi tersebut umumnya berupa perangkat keras, perangkat lunak, dan tenaga ahli. Infrastruktur storage internal juga membutuhkan keahlian khusus dan waktu yang signifikan.
Faktor lainnya adalah dari segi pencegahan kehilangan data. Dalam infrastruktur lokal, kegagalan pada perangkat keras, bencana alam, atau human error dapat menyebabkan kehilangan data yang berharga. Layanan penyimpanan berbasis cloud umumnya memiliki mekanisme backup dan recovery data yang andal.
Keadaan pasca pandemi juga mendorong banyak perusahaan untuk menjalankan skema kerja hybrid atau work from home (WFH) yang membuat karyawan perlu mengakses data dari mana saja. Layanan penyimpanan data cloud juga dapat menjadi solusi dari kebutuhan tersebut.
Bagaimana Cara Kerja Cloud Storage?
Terdapat beberapa konsep dasar dalam cara kerja penyimpanan di cloud yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data dari mana saja lewat koneksi internet. Pengguna mengunggah file atau data ke platform cloud melalui aplikasi atau website yang disediakan oleh penyedia layanan. Setiap pengguna akan mendapatkan alokasi ruang penyimpanan virtual dengan proses virtualisasi yang terisolasi dari pengguna lain.
Potongan-potongan data akan diduplikasi dan disimpan di berbagai server yang berbeda. Server-server tersebut ditempatkan di sebuah data center yang dilengkapi dengan sistem pendingin, sumber listrik, serta sistem keamanan.
Ketika pengguna ingin membuka atau mengakses data, mereka akan mengirimkan permintaan ke server. Kemudian server akan mengirimkan data yang diminta pengguna lewat koneksi internet. Redundansi atau pembagian data ke berbagai server berguna jika salah satu server mengalami gangguan, server lain akan mengambil alih untuk memenuhi permintaan pengguna. Hal ini mendukung ketersediaan data yang tinggi.
Proses ini didukung oleh teknologi virtualisasi yang memungkinkan satu server fisik untuk mengoperasikan banyak operation system (virtual machine) di saat yang bersamaan. Setiap VM ini berfungsi sebagai server independen yang menjalankan aplikasi dan layanan tertentu. Hal ini memungkinkan penyedia cloud untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya server dan memberikan layanan ke banyak pengguna secara efisien.
Baca Juga: Virtualisasi Adalah Masa Depan Infrastruktur IT yang Efisien
Apa Saja Jenis Layanan Cloud Storage?
Secara umum, terdapat tiga jenis layanan penyimpanan di cloud, yaitu cloud publik, privat, dan hybrid. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Public Cloud
Public cloud adalah jenis layanan penyimpanan yang menyediakan lingkungan penyimpanan yang dapat digunakan oleh lebih dari satu penyewa (multi-tenant). Jenis layanan ini sesuai untuk data yang tidak terstruktur dan dijalankan dengan basis langganan (subscription). Data disimpan di data center penyedia layanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Private Cloud
Cloud pribadi merupakan layanan penyimpanan internal yang digunakan sebagai lingkungan khusus yang dilindungi oleh firewall. Penyimpanan cloud pribadi ini memiliki hosting internal yang meniru fitur layanan cloud publik. Jenis layanan ini cocok untuk pengguna yang memerlukan penyesuaian dan kontrol lebih besar atas data mereka atau pengguna yang memiliki regulasi keamanan data yang ketat.
Hybrid Cloud
Hybrid cloud merupakan opsi layanan penyimpanan yang menggabungkan antara penyimpanan cloud publik dan pribadi. Layanan ini memiliki lapisan manajemen orkestrasi untuk mengintegrasikan kedua jenis platform tersebut secara operasional. Model hybrid ini memiliki fleksibilitas dan opsi yang lebih banyak untuk penyebarandata. Perusahaan dapat menyimpan data yang digunakan secara aktif di cloud pribadi, sementara data tidak terstruktur dan arsip disimpan di cloud publik. Lingkungan hybrid ini juga lebih bisa menangani lonjakan permintaan musiman atau yang tidak terduga dalam pembuatan atau akses data.
Apa Saja Kelebihan Cloud Storage untuk Bisnis?
Cloud storage memiliki sejumlah kelebihan yang dapat menguntungkan perusahaan dalam hal mengelola data dan informasi penting. Berikut ini penjelasannya:
Fleksibilitas dan Skalabilitas Tinggi
Kapasitas penyimpanan cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan menawarkan fleksibilitas tinggi untuk perusahaan. Selain itu, perkembangan jumlah data yang diproduksi juga tidak menjadi masalah karena penyimpanan cloud dapat diskalakan dengan lebih mudah.
Integrasi dengan Virtual Machine
Penyimpanan cloud dapat dengan mudah diintegrasikan dengan virtual machine untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi. Data-data yang disimpan di cloud yang terintegrasi dengan VM dapat dengan mudah dipindahkan ke VM atau storage lainnya.
Keamanan Data
Sebagian besar penyedia cloud memiliki fitur enkripsi data untuk melindungi data sensitif milik pengguna dari akses yang tidak sah. Fitur ini memastikan ketersediaan tinggi meskipun salah satu server mengalami gangguan.
Backup Otomatis
Penyimpanan cloud umumnya memiliki backup otomatis secara berkala untuk memastikan pengguna memiliki salinan data terbaru. Backup otomatis merupakan komponen penting dalam strategi pemulihan bencana (disaster recovery).
Beralihlah ke Penyimpanan Data yang Lebih Aman dan Efisien dengan Cloud Storage Solution dari Phintraco Technology!
Perkembangan produksi data yang meningkat pesat merupakan tanda bagi perusahaan untuk beralih ke penyimpanan cloud. Perusahaan harus menggunakan penyedia layanan cloud storage yang mumpuni dan aman.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure & solution yang telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun dalam menyediakan solusi IT terbaik, salah satunya adalah cloud storage. Solusi cloud dari Phintraco Technology dapat diintegrasikan dengan virtual machine dan dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti backup otomatis, enkripsi, serta perpindahan data yang mudah.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi cloud storage dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

Service Level Objective: Sasaran Terukur untuk Microservices
Aplikasi dengan model arsitektur microservices kini menjadi pilihan untuk banyak perusahaan karena dapat menghasilkan aplikasi serbaguna yang terdiri dari banyak layanan kecil yang independen dan dapat diskalakan. Model aplikasi ini menjadi pilihan karena perusahaan harus selalu berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan harapan pelanggan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan target terukur untuk mengelola keandalan dan kinerja layanan aplikasi ini, salah satu caranya adalah dengan menerapkan service level objective atau SLO.
SLO dapat digunakan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu konsisten dan memenuhi harapan pelanggan. Metode ini dapat mengukur kinerja layanan dalam berbagai aspek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang service level objective mulai dari definisi, faktor mengapa SLO itu penting, bagaimana cara kerjanya, bagaimana cara-cara terbaik menerapkan SLO, serta apa saja manfaat SLO untuk perusahaan dalam mengembangkan aplikasi. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Apa itu Service Level Objective?
Service level objective (SLO) adalah bagian dari service level agreement (SLA) yang merupakan dokumentasi key performance indicator (KPI) yang diharapkan oleh pelanggan dari pihak penyedia layanan. Selain menyajikan detail tentang layanan-layanan,
SLA sendiri merupakan kontrak yang ditandatangani antara vendor dan pelanggan yang bertujuan untuk menjamin tingkat layanan tertentu yang terukur. SLO juga digunakan untuk menentukan konsekuensi-konsekuensi apa yang akan terjadi jika SLO tersebut tidak tercapai.
Secara umum, service level objective adalah sasaran terukur yang harus dipenuhi untuk memastikan kinerja layanan yang responsif dan stabil. SLO umumnya diukur menggunakan service level indicator (SLI) yang terdiri dari waktu respons, tingkat kesalahan, dan ketersediaan. Hal-hal tersebut merupakan metrik terukur yang didokumentasikan pada para pemangku kepentingan untuk memberikan akuntabilitas, menghasilkan kualitas layanan yang konsisten, serta menunjukkan komitmen yang berkelanjutan.
Beberapa contoh SLO yang umum antara lain adalah 95% dari interaksi harus memiliki waktu respons tidak lebih dari 200 millisecond, tingkat error tidak boleh lebih dari 0,5% dari total permintaan, serta layanan harus tersedia 99% dari waktu total.
Hal inilah yang dapat membantu perusahaan dalam mengukur dan menentukan target kinerja layanan untuk memastikan layanan yang diberikan perusahaan selalu konsisten dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Mengapa Service Level Objective itu Penting?
Terdapat beberapa faktor utama mengapa service level objective menjadi sangat penting bagi perusahaan, khususnya untuk tim developer dalam memastikan kualitas layanan aplikasi. Alasan pertama mengapa SLO penting adalah karena metode ini dapat membantu meningkatkan kualitas perangkat lunak. Hal ini dapat dicapai dengan cara menentukan tingkat downtime yang dapat diterima untuk sebuah layanan. SLO juga dapat menyoroti masalah yang bukan insiden besar tapi tidak memenuhi target. Penggunaan SLO dapat membantu perusahaan untuk menyeimbangkan antara inovasi (yang berpotensi menyebabkan downtime) serta memastikan ketersediaan layanan.
Menerapkan SLO juga dapat membantu tim DevOps dan tim infrastruktur untuk menggunakan data dan ekspektasi kinerja untuk mengambil keputusan penting di kemudian hari. Keputusan-keputusan tersebut antara lain seperti kapan waktu perilisan aplikasi serta di area mana tim teknisi memfokuskan kinerja mereka.
SLO yang dirancang dengan baik dapat membuka jalan bagi tim developer untuk mengotomatisasikan proses-proses pengembangan dan penguji dalam software development life cycle (SDLC). Tim pengembangan dapat mengatur otomatisasi untuk memantau dan mengukur indikator SLO sekaligus mendapatkan peringatan jika salah satu indikator tidak terpenuhi. Hal ini memungkinkan tim untuk mendeteksi masalah bahkan sebelum syarat SLO tidak terpenuhi atau dilanggar.
Bagaimana Cara Kerja SLO?
Perangkat lunak berbasis cloud memiliki alat dan infrastruktur pendukung yang menghasilkan berbagai metrik serta titik data setiap detiknya. Metrik dan data tersebut berfungsi untuk menunjukkan status dan kinerja sistem.
Service level objective bekerja dengan cara mendefinisikan atau mendukung serangkaian target bisnis di tingkat yang lebih tinggi. Target-target tersebut tentu harus yang dapat diukur dengan memanfaatkan data dan wawasan dari alat bantu pengamatan (observability tools).
Tujuan utama dari SLO adalah untuk memberikan layanan yang lebih andal, tangguh, serta responsif dalam rangka memenuhi bahkan melampaui harapan pengguna. Reliability dan responsiveness adalah dua metrik yang biasanya diukur dalam digit angka sembilan hingga batas 100%. Contohnya mulai dari 90%, 99%, 99,9%, 99,99%, dan 99,999%. Semakin banyak desimal yang mendekati 100 maka semakin besar biaya dan kompleksitas untuk mencapainya.
Menentukan SLO membutuhkan kemampuan untuk menemukan titik tengah antara kesempurnaan secara statistik serta tujuan yang masih realistis.
Bagaimana Cara Terbaik untuk Menerapkan SLO?
Terdapat beberapa cara dan tips untuk menerapkan SLO secara optimal. Berikut ini adalah cara-cara serta penjelasannya:
Jangan Tetapkan SLO Terlalu Banyak
Tentukan SLO yang mendukung SLA dan tujuan bisnis. Hindari menentukan terlalu banyak SLO yang tidak mendukung tujuan bisnis yang lebih luas.
Tetapkan Target Secara Realistis
Target yang ditentukan harus mewakili kinerja layanan secara akurat. Hindari menentukan target SLO yang terlalu rendah dan terlalu tinggi.
Sesuaikan dengan Bisnis
Tim teknis dan para pemangku kepentingan harus bekerja sama dan menyelaraskan ekspektasi terkait target SLO. Hal ini berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi SLA kepada pelanggan.
Prioritaskan SLO untuk Pelanggan Khusus
Perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin dengan memprioritaskan SLO dengan standar yang lebih tinggi untuk pelanggan yang berbayar atau berlangganan dibanding yang tidak.
Otomatisasikan Evaluasi SLO
Perusahaan dapat melakukan otomatisasi evaluasi SLO dengan platform yang tepat agar tidak memperlambat analisis akar masalah.
Apa Saja Manfaat Service Level Objective untuk Perusahaan?
Terdapat beberapa manfaat utama penerapan SLO bagi perusahaan secara umum. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Perusahaan dapat memastikan layanan yang diberikan pada pelanggan selalu konsisten sesuai dengan harapan. Hal ini tutur meningkatkan kepuasan pelanggan.
Meningkatkan Keandalan Layanan
Service level objective dapat membantu perusahaan mengukur kinerja aplikasi dan sistem dari berbagai aspek, sehingga dapat meningkatkan keandalan layanan.
Meningkatkan Komunikasi antar Pihak
Penerapan SLO juga dapat mendorong komunikasi antara berbagai pihak di perusahaan mulai dari tim developer, tim operasional, tim bisnis, hingga pemangku kepentingan (stakeholder)
Tentukan SLO Aplikasi Anda secara Mudah dengan Platform DevOps dari Phintraco Technology!
Salah satu cara untuk bisa menerapkan SLO secara optimal adalah dengan mengotomatisasikan berbagai proses evaluasinya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan platform yang tepat.
Phintraco Technology merupakan perusahaan IT infrastructure & solutions yang dapat menyediakan platform DevOps terbaik untuk membantu Anda mengevaluasi SLO. Solusi platform DevOps dari Phintraco Technology dapat mengidentifikasi SLI yang relevan dan mampu mengukur kinerja aplikasi secara terus-menerus.
Hubungi marketing@phintraco.com sekarang untuk informasi selengkapnya terkait platform DevOps dari Phintraco Technology!
Editor: Cardila Ladini

