
5 Cara Atasi Jaringan Jelek untuk Kelancaran Proses Bisnis
Perkembangan teknologi dalam dinamisnya dunia bisnis mendorong perusahaan untuk berupaya mencapai transformasi digital, agar bisa mengikuti kebutuhan pasar. Namun, salah satu kendala utama yang dihadapi perusahaan untuk mencapai transformasi digital yang sukses adalah jaringan jelek.
Koneksi jaringan buruk dapat menghambat perkembangan bisnis dari berbagai aspek. Lalu seberapa pentingnya jaringan yang stabil? Kenapa jaringan jelek dapat menghambat perkembangan bisnis? Bagaimana cara mengatasi jaringan tidak stabil? Temukan informasi selengkapnya di artikel berikut ini!
Seberapa Pentingnya Stabilnya Jaringan untuk Bisnis?
Stabilnya jaringan dalam lingkungan bisnis memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kesuksesan dan keberlangsungan bisnis. Jaringan yang andal bisa memberikan kontribusi yang krusial untuk bisnis bisa mencapai efisiensi dan produktivitas yang optimal. Berikut ini adalah beberapa alasan dan faktor mengapa stabilnya jaringan penting untuk bisnis:
Keberlangsungan Operasional
Jaringan yang stabil sangat penting untuk bisnis karena kestabilan jaringan adalah pilar utama dalam memastikan kelancaran operasional perusahaan. Hal ini terutama berlaku dalam bisnis yang menggunakan sistem digital dalam kegiatan operasionalnya.
Ketersediaan jaringan yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk menghindari gangguan-gangguan jaringan buruk yang bisa menurunkan produktivitas dan menghambat kegiatan operasional. Jaringan yang stabil dapat memastikan proses bisnis yang memerlukan akses ke sistem, aplikasi, serta data bisa berjalan tanpa hambatan.
Keamanan Data
Selain keberlangsungan kegiatan operasional, aspek lain yang membuat stabilnya jaringan menjadi penting bagi bisnis adalah perihal keamanan data. Beberapa masalah keamanan data seperti potensi kebocoran umumnya terjadi atau terlambat diatasi akibat dari koneksi jaringan yang buruk.
Dalam era bisnis modern, keamanan data adalah aset yang berharga dan menjadi sasaran untuk serangan-serangan siber. Jaringan yang stabil dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap upaya serangan sibel yang bisa merugikan perusahaan dan mengancam keamanan data atau informasi bisnis yang penting.
Ketepatan Waktu
Proses bisnis yang baik adalah proses bisnis yang tepat waktu. Ketepatan waktu ini penting untuk proses bisnis seperti transaksi dan komunikasi internal atau eksternal secara real-time. Transaksi serta komunikasi yang cepat, akurat, dan responsif dapat dijalankan dengan koneksi jaringan yang stabil.
Ketepatan waktu dalam proses bisnis juga dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Sebaliknya, koneksi jaringan yang buruk dapat merusak reputasi perusahaan karena kegiatan bisnis yang tidak tepat waktu.
Apa Dampak dari Jaringan Jelek untuk Bisnis?
Untuk bisa memastikan kelancaran operasional, terjaminnya keamanan data, serta ketepatan waktu dalam proses bisnis, perusahaan harus memastikan jaringan yang dimiliki dapat mendukung kebutuhan kerja perusahaan yang kompleks. Koneksi jaringan yang buruk dapat menjadi hambatan serius bagi keberlangsungan bisnis.
Salah satu dampak utama dari jaringan yang tidak stabil adalah terganggunya kelancaran operasional, dalam hal ini pengaruhnya terhadap produktivitas karyawan. Selain itu, jaringan yang buruk juga dapat mengakibatkan kerentanan terhadap serangan siber yang akan merugikan perusahaan.
Selain dampak internal, jaringan yang jelek juga bisa berdampak secara eksternal. Jaringan buruk dapat menyebabkan gangguan transaksi atau layanan secara real-time yang berhubungan dengan pelanggan. Hal ini dapat membuat kepuasan dan loyalitas pelanggan menurun dan berujung pada kerugian perusahaan.
Apa Saja Penyebab Jaringan Jelek?
Mengingat pentingnya stabilitas jaringan dalam keseluruhan proses bisnis, perusahaan perlu mencegah dan mengatasi masalah terkait koneksi jaringan yang buruk. Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab jaringan yang buruk. Berikut ini adalah penjelasanya:
Integrasi Cloud yang Kompleks
Cloud adalah teknologi yang menawarkan keterjangkauan jaringan yang luas serta dapat menjadi pilar utama bagi proses transformasi digital perusahaan. Namun, umumnya perusahaan mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan cloud dengan arsitektur jaringan yang telah ada.
Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara infrastruktur lokal dan cloud untuk menciptakan integrasi yang stabil. Koneksi jaringan yang stabil dapat mendukung sistem cloud untuk bisa meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dalam kegiatan bisnis perusahaan. Sistem integrasi cloud ini juga perlu dilakukan dengan pertimbangan kebutuhan dan kapabilitas infrastruktur perusahaan.
Masalah Konektivitas Kabel
Perkabelan adalah unsur terpenting dalam sebuah jaringan. Oleh karena itu, masalah perihal konektivitas kabel adalah penyebab umum jaringan yang buruk. Masalah konektivitas kabel ini meliputi kerusakan pada kabel atau pada konektor. Kerusakan tersebut dapat mengakibatkan gangguan serius dalam alur komunikasi data.
Masalah konektivitas kabel ini umumnya terjadi apabila perusahaan tidak memastikan dan merawat infrastruktur kabel dengan baik. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan pemeliharaan dan pemantauan rutin terhadap keadaan fisik infrastruktur kabel.
Penggunaan Bandwidth yang Besar
Salah satu penyebab lain dari gangguan jaringan atau jaringan yang jelek adalah penggunaan bandwidth yang berlebihan. Bandwidth yang besar akan menyebabkan kepadatan dan terhambatnya distribusi bandwidth secara merata di seluruh jaringan. Penggunaan bandwidth yang berlebihan ini juga bisa menjadi salah satu penyebab dari jaringan WiFi jelek.
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengatur kebijakan dalam penggunaan bandwidth secara bijaksana dan menentukan prioritas akses untuk aplikasi atau sistem bisnis yang lebih penting.
Bagaimana Cara Mengatasi Koneksi Jaringan Jelek?
Dalam upaya mengatasi koneksi jaringan yang buruk, perusahaan dapat mengatasi satu per satu hal yang kerap menjadi penyebab jaringan buruk. Berikut ini adalah 5 cara atasi jaringan jelek untuk kelancaran proses bisnis perusahaan:
Perawatan dan Pemantauan Infrastruktur Kabel
Untuk meminimalisasi risiko masalah konektivitas kabel, perusahaan dapat melakukan perawatan dan pemantauan rutin terhadap infrastruktur kabel menggunakan utilitas khusus. Selain itu perlu dilakukan identifikasi dan perbaikan masalah secara responsif untuk menghindari potensi gangguan jaringan yang serius.
Manajemen Penggunaan Bandwidth
Perusahaan juga perlu memastikan distribusi bandwidth yang merata untuk menghindari kepadatan. Selain itu, perusahaan juga bisa memprioritaskan akses jaringan untuk aplikasi bisnis yang penting.
Evaluasi dan Pemeliharaan Jaringan Teratur
Mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan jaringan secara teratur adalah langkah preventif untuk mencegah dan mendeteksi gangguan jaringan sejak dini.
Implementasi Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan yang efektif adalah aspek penting dalam melindungi data dan jaringan dari ancaman serangan siber.
Penerapan Solusi SD-WAN untuk Atasi Jaringan Jelek
SD-WAN (Software-defined Wide Area Network) bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah dan gangguan jaringan buruk secara menyeluruh. SD-WAN dapat memudahkan integrasi cloud dan meningkatkan efisiensi dengan menyatukan semua kontrol jaringan ke dapat satu platform terpusat. Hal tersebut dapat mengatasi masalah jaringan yang kompleks dan bandwidth yang padat.
Atasi Masalah Jaringan Jelek dengan Solusi SD-WAN dari Phintraco Technology
Phintraco Technology merupakan anak perusahaan dari Phintraco Group yang telah berpengalaman bergerak di bidang Infrastruktur IT. Phintraco Technology menyediakan solusi-solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah SD-WAN untuk mengatasi masalah jaringan tidak stabil di perusahaan Anda.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya tentang SD-WAN dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini

Solar Panel Adalah Solusi Energi Efisien dan Ramah Lingkungan
Penggunaan dan ketersediaan energi listrik kini menjadi isu utama yang harus diatasi oleh para pelaku industri dan pabrik. Besarnya biaya dan ketersediaan energi listrik yang terbatas dapat menghambat efisiensi dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk energi yang efisien dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan solar panel.
Solar panel atau panel surya adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi energi yang kini mulai diterapkan di berbagai industri. Lalu apa itu solar panel? Apa saja komponen-komponennya serta bagaimana cara kerjanya? Mengapa pelaku industri harus menggunakan panel surya dan apa saja manfaatnya? Simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini!
Apa itu Solar Panel?
Solar panel adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Panel surya memanfaatkan efek photovoltaic dengan menggunakan sel-sel photovoltaic (PV cells). Sel-sel PV sendiri terbuat dari bahan-bahan semikonduktor yang dapat mengangkat elektron ketika terpapar sinar matahari.
Dalam penggunaannya, PV solar panel umumnya dirancang dan disusun dalam beberapa module hingga membentuk sebuah sistem (solar panel system). Sistem ini terdiri dari lebih dari satu panel surya, sebuah inverter untuk mengubah jenis arus listrik, serta beberapa komponen lainnya.
Apa Saja Komponen Modul Solar Panel?
Panel surya terdiri dari beberapa sel surya yang disatukan hingga membentuk panel dengan ukuran tertentu. Sebuah perangkat panel surya biasanya dijual dalam bentuk modul yang berisi beberapa komponen-komponen lain. Komponen-komponen ini memiliki fungsi masing-masing dalam proses mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
Berikut ini adalah komponen-komponen dalam modul solar panel:
Sel Surya
Sel surya atau solar cell adalah komponen yang memungkinkan sebuah panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik, khususnya aliran listrik DC (direct current). Komponen ini adalah komponen inti dari modul solar panel karena pada bagian inilah terjadi proses photovoltaic. Oleh karena itu, sel surya sering disebut juga sel photovoltaic (PV cells).
Sel PV umumnya terbuat dari wafer silicon crystalline layaknya wafer yang digunakan untuk membuat prosesor komputer. Wafer sel PV biasanya memiliki ketebalan hanya sekitar 0.1 milimeter. Silikon yang digunakan bisa berjenis silikon positif (p-type silicon) atau silikon negatif (n-type silicon).
Tempered Glass
Komponen dalam modul panel surya yang berfungsi untuk melindungi sel surya dari cuaca dan dampak eksternal adalah kaca khusus atau tempered glass. Ketebalan dari tempered glass yang digunakan untuk melapisi sel PV biasanya sekitar 3.0 hingga 4.0 milimeter.
Kerangka Aluminium
Kerangka aluminium adalah komponen dalam modul solar panel yang juga berfungsi untuk melindungi bagian tepi dari panel surya. Komponen ini berfungsi untuk melaminasi tepi sel surya dan menyediakan struktur yang kokoh untuk pemasangan panel surya.
Lapisan EVA
EVA atau ethylene vinyl acetate adalah lapisan khusus yang didesain menggunakan polimer yang sangat transparan. Lapisan EVA ini digunakan untuk membungkus sel surya dan menahan posisinya selama pembuatan. Pemasangan lapisan EVA di kedua sisi sel surya juga berfungsi untuk meredam benturan dari objek eksternal.
Backsheet
Backsheet atau lembar belakang adalah lapisan paling bawah dari modul panel surya. Lembaran ini berfungsi untuk menghalangi kelembapan dan memberikan perlindungan terhadap sistem mekanik dan isolasi listrik.
Junction Box dan Connector
Junction box atau kotak sambungan adalah sebuah penutup kecil yang terletak di sisi belakang solar panel. Kotak yang didesain tahan cuaca ini berisi kabel-kabel yang diperlukan untuk menghubungkan kabel dengan aman.
Bagaimana Cara Kerja Solar Panel?
Solar panel umumnya dipasang di bagian atap rumah atau di area terbuka untuk keperluan industri yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih besar. Namun, pada dasarnya cara kerja panel surya dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik tetap sama.
Pertama-tama, sinar matahari yang ditangkap langsung oleh panel surya akan diubah menjadi energi listrik dengan arus DC (direct current). Proses ini dikenal dengan proses photovoltaic. Bahan semikonduktor dalam sel surya dapat menggerakkan elektron yang terpapar sinar matahari dan mengalirkan aliran listrik.
Setelah itu, aliran listrik DC disalurkan menuju sakelar DC. Sakelar ini berfungsi untuk mengamankan aliran listrik dan memutus atau mematikan aliran listrik jika diperlukan.
Aliran listrik kemudian disalurkan ke sebuah inverter yang berfungsi mengubah aliran DC menjadi aliran AC yang bisa dipakai untuk barang-barang elektrik. Aliran listrik DC juga bisa disimpan terlebih dahulu di baterai surya (solar battery) untuk penggunaan di lain waktu.
Setelah melewati inverter, aliran listrik AC pun disalurkan melewati meteran listrik sebelum kemudian bisa digunakan atau dialirkan kembali ke jaringan listrik.
Mengapa Harus Pakai Solar Panel?
Terdapat banyak faktor mengapa kini penggunaan panel surya menjadi alternatif yang terbaik untuk pemanfaatan energi. Salah satu faktor utamanya adalah aspek lingkungan dan ketergantungan terhadap energi fosil.
Penggunaan energi fosil kini mulai menimbulkan kesadaran akan melonjaknya emisi karbon dan jejak ekologis yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan energi yang dapat diperbarui seperti energi matahari dinilai menjadi solusi efektif untuk mengolah energi listrik tanpa merusak lingkungan.
Paparan sinar matahari adalah faktor utama dalam keefektifan solar panel, Indonesia sebagai negara tropis di garis khatulistiwa dapat memanfaatkan paparan sinar matahari yang relatif konsisten sepanjang tahun.
Selain itu, teknologi panel surya yang semakin berkembang juga memungkinkan biaya yang dikeluarkan akan semakin terjangkau. Biaya produksi dan instalasi yang terjangkau membuat pihak-pihak industri dan pabrik bisa dengan mudah menerapkan teknologi ini.
Pemerintah di berbagai negara juga mulai mengeluarkan kebijakan dan memberikan insentif pendukung untuk mendorong penggunaan energi terbarukan seperti solar panel.
Apa Saja Manfaat Solar Panel untuk Industri?
Meningkatnya penggunaan panel surya di bidang industri tidak hanya didukung oleh faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, tetapi juga oleh manfaat dari penggunaan panel surya. Berikut ini adalah manfaat dan penjelasannya:
Mengurangi Polusi dan Ramah Lingkungan
Penggunaan energi matahari untuk pembangkit energi listrik di industri dapat berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi polusi dan menjaga kelestarian lingkungan. Industri juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara.
Aman dan Berkelanjutan
Solusi panel surya juga menawarkan energi yang aman dan berkelanjutan. Penggunaan energi fosil dapat menimbulkan krisis energi dan fluktuasi bahan bakar. Dalam jangka panjang, ketersediaan bahan bakar fosil juga dapat habis.
Pengelolaan Energi yang Lebih Efisien
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengelola energi dengan lebih efisien. Industri dapat memproduksi dan mendistribusikan energi listrik yang terdesentralisasi dan mencegah kehilangan energi pada transmisi jarak jauh.
Dapatkan Solusi Solar Panel Terbaik dengan Phintraco Technology
Tingkatkan efisiensi pengelolaan energi perusahaan Anda dengan beralih ke solusi solar panel yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan.
Phintraco Technology merupakan anak perusahaan dari Phintraco Group yang berfokus di bidang infrastruktur IT dan berpengalaman dalam menyediakan solusi teknologi terbaik, salah satunya adalah solar panel.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi solar panel dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini

Cloud Contact Center Adalah Kunci Fleksibilitas Pelayanan Pelanggan
Kunci utama dalam menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan di era bisnis modern seperti saat ini adalah dengan memberikan pelayanan pelanggan yang responsif. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi cloud contact center.
Perkembangan teknologi kini terus menuntut perusahaan dan bisnis untuk beradaptasi dan mengadopsi teknologi yang ada untuk kemajuan bisnis. Teknologi pusat kontak berbasis cloud merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan kinerja pusat kontak sekaligus kepuasan pelanggan.
Lalu apa itu cloud contact center? Bagaimana cara kerjanya? Apa perbedaannya dengan contact center biasa? Apa saja fitur dan manfaatnya? Simak artikel berikut untuk informasi selengkapnya!
Apa yang Dimaksud dengan Cloud Contact Center?
Cloud contact center adalah titik pusat komunikasi pelanggan yang ditempatkan di server internet dan berbasis cloud sehingga interaksi suara, email, media sosial, serta web dapat diakses dari mana saja.
Dalam cloud contact center architecture, semua aplikasi dan data-data yang dibutuhkan terpusat di platform cloud. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi terbaru tanpa mengeluarkan investasi besar untuk hardware atau pemeliharaan infrastruktur.
Terdapat dua jenis komunikasi pelanggan yang terjadi di contact center, yaitu inbound dan outbound. Komunikasi inbound merupakan pelayanan panggilan masuk dari pelanggan ke perusahaan; Sementara outbound adalah jenis komunikasi yang dilakukan secara inisiatif ke luar, seperti pemasaran, survei pelanggan, dan campaign.
Teknologi berbasis cloud ini dapat menangani kedua jenis komunikasi pelanggan tersebut. Agen contact center dapat mengakses dan mengelola seluruh interaksi pelanggan dari berbagai channel dari mana saja secara virtual.
Bagaimana Cara Kerja Cloud Contact Center?
Pusat kontak berbasis cloud bekerja dalam beberapa langkah. Perangkat lunak atau cloud contact center software beserta data-data akan ditempatkan di infrastruktur cloud yang dikelola oleh penyedia layanan. Umumnya infrastruktur tersebut dikelola oleh vendor luar yang menangani panggilan masuk dan keluar untuk perusahaan.
Semua layanan yang berada dalam host ini menghasilkan sebuah struktur yang lebih hemat biaya. Struktur berbasis cloud ini tidak memerlukan hardware, software, atau infrastruktur khusus.
Pusat kontak ini beroperasi memanfaatkan koneksi internet untuk terhubung pada infrastruktur cloud dan menjalankan pelayanan pelanggan. Pelanggan dan agen contact center juga dapat mengakses sistem tersebut melalui koneksi internet.
Komunikasi antara agen dan pelanggan dapat dilakukan melalui berbagai channel seperti telepon, email, chat messaging, dan media sosial di dalam satu platform. Platform terpadu ini disebut juga cloud contact center as a service (CCaaS).
Penggunaan infrastruktur cloud dalam sistem ini juga memungkinkan analisis data panggilan, pelaporan, serta integrasi dengan aplikasi lain menjadi lebih mudah. Selain itu, layanan dukungan teknis dapat diberikan dengan lebih efisien serta meminimalkan downtime.
Apa Perbedaan Cloud Contact Center dengan Contact Center Biasa?
Perbedaan mendasar antara cloud contact center dan contact center biasa terletak pada jenis infrastruktur yang digunakan. Contact center pada umumnya dijalankan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang ditempatkan di sebuah lokasi fisik perusahaan atau sebuah data center.
Di sisi lain, cloud contact center dijalankan dalam sebuah infrastruktur cloud. Hal ini memungkinkan akses terhadap contact center dapat dibuka dari mana saja. Selain itu, infrastruktur cloud juga dapat mengurangi ketergantungan pada perangkat keras fisik (hardware).
Secara umum, penggunaan infrastruktur cloud pada pusat kontak menawarkan fleksibilitas dalam kapasitas, update otomatis, dan dukungan untuk remote working.
Mengapa Bisnis Harus Pindah Menggunakan Cloud Contact Center?
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, teknologi ini menawarkan fleksibilitas dari berbagai aspek. Perusahaan dapat mengurangi beban biaya investasi awal untuk membeli perangkat keras dan infrastruktur fisik lainnya.
Selain biaya untuk infrastruktur fisik, perusahaan juga bisa menghemat biaya dengan menggunakan model berlangganan. Model berlangganan ini memungkinkan perusahaan untuk membayar hanya untuk layanan yang digunakan.
Fleksibilitas lain yang dimiliki pusat kontak berbasis cloud adalah penyesuaian kapasitas dan sumber daya sesuai kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat menjalankan sistem ini dari mana saja dengan anggota tim yang bekerja secara terpencar atau di lokasi yang berbeda-beda.
Apa Saja Fitur Cloud Contact Center?
Untuk bisa menawarkan fleksibilitas dan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, cloud contact center memiliki sejumlah fitur kunci yang dapat meningkatkan efisiensi operasional. Berikut ini adalah beberapa fitur serta penjelasannya:
Omnichannel
Pusat kontak berbasis cloud menawarkan berbagai saluran komunikasi dalam satu platform atau disebut juga omnichannel. Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk menghubungi perusahaan lewat berbagai jalur komunikasi. Di sisi lain, agen contact center dapat mengelola semua channel tersebut dalam satu platform.
Automatic Call Distributor (ACD)
Fitur ini merupakan fitur yang menentukan secara otomatis agen mana yang sesuai untuk menangani jenis panggilan tertentu. Distribusi panggilan ini dilakukan berdasarkan keterampilan dan keahlian khusus yang dimiliki setiap agen. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional contact center.
Agent Routing
Sama halnya seperti automatic call distributor, fitur agent routing berfungsi untuk menentukan agen paling sesuai untuk menangani panggilan tertentu. Hal ini dilakukan agar panggilan dapat diarahkan ke agen dengan keterampilan dan keahlian yang tepat untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
Selain itu, fitur ini juga berguna untuk situasi di mana seorang agen membutuhkan bantuan dari sesama agen dengan keahlian tertentu.
Interactive Voice Response (IVR)
Fitur respons interaktif ini adalah sistem otomatis yang memungkinkan pelanggan untuk memilih tujuan panggilan mereka lewat panduan opsi menu suara. Pelanggan dapat memilih untuk berbicara dengan layanan pelanggan, bagian penjualan, atau mendapatkan informasi umum.
IVR dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan mengurangi waktu tunggu dan menentukan prioritas panggilan pelanggan.
Report dan Analytics
Fitur lain dari teknologi ini yang sangat berguna bagi bisnis adalah pelaporan dan analisis. Laporan dan analisis dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang analisis data panggilan dan pelaporan.
Selain itu, perusahaan juga dapat melacak kinerja contact center, mengidentifikasi tren panggilan dan memahami preferensi pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan pelayanan dan menghasilkan strategi pengembangan bisnis yang lebih matang.
Apa Saja Manfaat Cloud Contact Center untuk Perusahaan?
Penggunaan cloud contact center kini menjadi kunci penting dalam strategi pelayanan pelanggan bisnis modern. Berbagai fitur dan keunggulan yang ada memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Berikut adalah manfaat-manfaatnya:
Fleksibilitas
Infrastruktur cloud dalam pusat kontak menawarkan fleksibilitas baik dari segi perusahaan dalam menentukan sumber daya maupun dari segi agen yang dapat bekerja dari mana saja.
Hemat Biaya Operasional
Perusahaan dapat mengoptimalkan biaya operasional karena penggunaan cloud dapat mengurangi biaya investasi ke perangkat keras fisik dan infrastruktur data center.
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Fitur-fitur seperti ACD, IVR, dan agent routing dapat mempercepat proses pelayanan pelanggan dan efisiensi operasional di contact center.
Integrasi dengan Aplikasi Lain
Cloud contact center dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain seperti customer relationship management (CRM) atau software bisnis lainnya.
Manfaat-manfaat tersebutlah yang mendorong banyak perusahaan di dunia bisnis modern untuk beralih ke pusat kontak berbasis cloud.
Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang bergerak di bidang infrastruktur IT dan telah menyediakan solusi-solusi teknologi berkualitas, salah satunya adalah cloud contact center.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi cloud contact center dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini

Tantangan Perbankan di Era Digital dan Cara Mengatasinya
Perkembangan teknologi di era digital mempengaruhi bisnis dari segala sektor, salah satunya adalah industri perbankan. Perubahan dan proses digitalisasi dalam perbankan ini membawa tantangan tersendiri. Tantangan perbankan yang ada dapat diatasi dengan solusi teknologi yang tepat.
Industri perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian. Oleh karena itu, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga secara tidak langsung menuntut industri perbankan untuk terus berinovasi untuk memaksimalkan layanan kepada nasabah.
Artikel ini akan membahas bagaimana peran industri perbankan dalam perekonomian Indonesia, apa saja tantangan yang dihadapi, serta solusi teknologi yang dapat mengatasinya. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!
Bagaimana Peran Industri Perbankan dalam Perekonomian Indonesia?
Industri perbankan merupakan lembaga keuangan yang memberikan berbagai layanan finansial. Layanan-layanan tersebut umumnya meliputi simpanan, pinjaman, serta investasi. Industri ini memiliki peran penting dalam perekonomian sebuah negara.
Perbankan menjadi tulang punggung perekonomian karena berperan sebagai penyedia sumber daya keuangan yang mendukung sektor-sektor lainnya. Baik di tingkat makro maupun mikro, perbankan memberikan layanan-layanan dan sumber daya keuangan yang memastikan kestabilan keuangan
Perkembangan Teknologi dalam Industri Perbankan
Perkembangan industri perbankan saat ini tidak luput dari gelombang besar digitalisasi yang membentuk ulang cara lembaga keuangan beroperasi dan berinteraksi dengan nasabah.
Digitalisasi perbankan ini meliputi integrasi teknologi dalam seluruh lini bisnis perbankan. Contohnya mulai dari layanan perbankan ritel hingga perbankan korporat. Digitalisasi ini dapat mengoptimalkan efisiensi operasional, memberikan pelayanan yang lebih responsif, dan inovasi produk yang lebih baik.
Beberapa contoh perkembangan dan pengadopsian teknologi dalam industri perbankan adalah penerapan kecerdasan buatan (AI), big data analytics, hingga teknologi cloud.
Teknologi-teknologi tersebut memungkinkan proses perbankan dijalankan dengan otomatisasi, pengolahan data lebih cepat dan akurat, serta layanan nasabah berbasis digital seperti internet banking, mobile banking, dan digital payment.
Proses digitalisasi merupakan potensi besar bagi industri perbankan yang juga akan menguntungkan nasabah dan sektor-sektor industri lainnya. Namun, adaptasi teknologi baru juga membawa beberapa kendala dan tantangan.
Terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi tantangan perbankan. Kondisi ekonomi setiap tahunnya dapat mempengaruhi tantangan perbankan, 2023 sendiri merupakan tahun yang menandai kondisi ekonomi global yang tidak menentu dari volatilitas harga hingga ketidakpastian rantai pasok global. Oleh karena itu, industri perbankan harus terus memantau dan bersiap untuk menghadapi tantangan dan kendala yang muncul di masa depan.
Apa Saja Kendala atau Tantangan yang Dihadapi Dunia Perbankan di Era Digitalisasi Ini?
Kendala atau tantangan perbankan saat ini berfokus pada bagaimana mengoptimalkan penggunaan teknologi dan memperkuat keamanan siber. Oleh karena itu, industri perbankan harus selalu siap untuk menyiapkan dan mengimplementasikan solusi untuk mengatasi kendala tersebut.
Berikut ini adalah beberapa kendala atau tantangan perbankan umum yang dihadapi industri perbankan di era digitalisasi:
Sistem Penyimpanan Data
Salah satu tantangan krusial untuk perbankan di era digital ini adalah bagaimana mengelola sistem penyimpanan data (data storage system). Dewasa ini pertumbuhan data menjadi semakin cepat dan besar.
Hal ini dapat menimbulkan potensi masalah seperti kurangnya kapasitas penyimpanan, lambatnya pemulihan data, hingga potensi risiko keamanan data.
Perlindungan Data Pelanggan
Data pelanggan merupakan hal penting yang perlu dijamin keamanannya. Perlindungan data pelanggan kini menjadi fokus utama karena adanya risiko-risiko seperti kebocoran data dan pelanggaran privasi.
Selain itu, keamanan data pelanggan juga dapat terancam oleh serangan-serangan seperti upaya phising dan serangan malware. Keamanan data pelanggan yang lemah dapat berdampak negatif terhadap reputasi perbankan dan hilangnya kepercayaan nasabah.
Ancaman Serangan Siber
Seperti yang disinggung sebelumnya, keamanan sistem perbankan kini berisiko terkena serangan-serangan siber seperti malware, ransomware, hingga serangan DDoS (Distributed Denial of Service).
Serangan-serangan tersebut meliputi masalah keamanan dengan risiko tinggi seperti kehilangan dana nasabah, pencurian identitas, hingga kerentanan terhadap serangan siber yang terus berkembang.
Infrastruktur Jaringan Komunikasi
Layanan perbankan digital yang bebas hambatan dapat tercapai dengan infrastruktur jaringan komunikasi yang kuat. Oleh karena itu, infrastruktur jaringan yang rentan dan tidak andal dapat menimbulkan berbagai kendala.
Beberapa kendala tersebut umumnya timbul dari ketergantungan pada koneksi yang tidak stabil. Hal tersebut kemudian berpotensi menimbulkan masalah seperti gangguan layanan, penundaan transaksi, hingga kehilangan data.
Integrasi Sistem
Setiap bank memiliki sistem yang berbeda karena dibangun pada waktu dan tujuan yang berbeda. Seiring berkembangnya teknologi, integrasi sistem tersebut perlu dilakukan untuk mempermudah alur operasional atau berinovasi dalam produk dan layanan.
Kendala yang dapat muncul dari sistem yang tidak terintegrasi dengan baik antara lain adalah rumitnya mengelola data dan informasi antar sistem, inkonsistensi data, kesulitan dalam pelaporan, hingga potensi kerugian operasional.
Bagaimana Cara Mengatasi Tantangan Perbankan di Era Digital?
Teknologi hadir sebagai solusi yang dapat mengatasi kendala-kendala dan tantangan perbankan mulai dari aspek operasional layanan hingga keamanan. Berikut ini adalah beberapa cara serta teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan perbankan di era digital:
Menyiapkan Infrastruktur Penyimpanan
Infrastruktur penyimpanan (storage infrastructure) memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan pertumbuhan eksponensial data yang masif di era digital.
Oleh karena itu, perbankan dapat menyiapkan infrastruktur penyimpanan yang terdistribusi dalam berbagai format seperti elektromagnetik, optikal, atau digital. Data dapat disimpan pada drive eksternal, remote device, removable media, atau secara online dalam cloud.
Menggunakan Solusi Perlindungan Data
Menghadapi masalah keamanan data, terutama data pelanggan, merupakan masalah serius yang harus ditangani. Salah satu solusi perlindungan data yang dapat digunakan adalah menerapkan backup system.
Sistem ini dapat menyediakan salinan data yang terenkripsi dan dapat dipulihkan dengan cepat. Selain itu, solusi ini juga mencakup menyederhanakan lanskap data, mengamankan aset data, hingga mengotomatisasi layanan data.
Meningkatkan Keamanan Layanan Mobile
Salah satu komponen dalam perbankan digital saat ini adalah penggunaan aplikasi seluler atau mobile banking. Penggunaan aplikasi ini memiliki risiko dan tantangan tersendiri yang dapat diatasi dengan meningkatkan keamanan aplikasi.
Beberapa cara yang dapat dilakukan atau digunakan adalah meningkatkan perlindungan aplikasi (application protection), mengintegrasikan keamanan dalam siklus pengembangan dengan DevSecOps, serta menerapkan skalabilitas keamanan dalam aplikasi seluler.
Infrastruktur Jaringan
Kegiatan perbankan digital sebagian besar tergantung pada konektivitas yang andal, aman, dan cepat. Untuk mengatasi masalah-masalah seputar infrastruktur jaringan terdapat beberapa solusi teknologi yang dapat digunakan.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah SD-WAN, berguna untuk meningkatkan kecepatan dan keandalan transmisi data antar cabang atau kantor bank. Selain itu, penggunaan firewall, deteksi intrusi, dan alat analisis performa jaringan juga dapat mengatasi atau mencegah masalah-masalah jaringan lainnya.
Atasi Tantangan Perbankan dengan Infrastruktur IT dari Phintraco Technology
Langkah untuk menghadapi tantangan perbankan di era digital, industri perbankan perlu mengadopsi solusi-solusi teknologi yang tepat. Phintraco Technology merupakan perusahaan ICT di bawah Phintraco Group yang memiliki spesialisasi di bidang infrastruktur IT. Infrastruktur IT dari Phintraco Technology dapat menjadi pilihan perusahaan Anda untuk mengatasi tantangan perbankan.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang infrastruktur IT untuk perbankan dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini

4 Jenis Tier Data Center Berdasarkan Kebutuhan dan Skala Bisnis
Dalam data center terdapat klasifikasi yang membedakan pusat data menjadi 4 tingkatan berdasarkan kapasitas yang dimiliki. Tingkatan-tingkatan ini disebut juga dengan tier data center.
Pusat data atau data center kini menjadi infrastruktur IT yang vital bagi perusahaan-perusahaan khususnya yang telah mengimplementasikan digitalisasi. Hal ini disebabkan karena pusat data yang stabil, kuat, dan selalu tersedia menjadi penentu keberhasilan bisnis.
Lalu apa saja tier data center? Apa saja fungsi dan kapasitasnya? Serta bagaimana cara memilih tier yang tepat untuk perusahaan? Simak artikel berikut ini!
Apa yang Dimaksud dengan Tier Data Center?
Sebelum mengetahui apa itu tingkatan dalam data center, penting untuk tahu lebih dulu tentang apa itu data center. Data center atau pusat data adalah pusat pengelolaan dan pengolahan data sebuah perusahaan atau organisasi.
Pusat data merupakan infrastruktur IT yang terdiri dari berbagai software dan hardware. Infrastruktur tersebut dapat menyediakan penyimpanan data, keandalan jaringan, serta komputasi yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi dan layanan.
Sementara itu, tier data center adalah sebuah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Uptime Institute. Klasifikasi terhadap pusat data ini dilakukan untuk mengukur tingkat keandalan dan ketersediaan sebuah pusat data.
Klasifikasi atau tier dalam pusat data dikelompokkan dari Tier 1 hingga Tier 4. Masing-masing tingkatan tersebut menunjukkan seberapa andal atau stabil suatu pusat data dalam menyediakan layanan IT.
Apa Saja Tier dalam Data Center?
Tier pada data center dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria yang mencakup redundansi, pemeliharaan, hingga ketersediaan daya. Setiap tingkatan memiliki tingkat keandalan dan redundansi yang berbeda-beda. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
Tier 1
Tier 1 data center adalah tingkatan paling dasar dalam sistem pusat data. Pusat data tingkat 1 ini hanya memiliki satu jalur distribusi utama yaitu untuk listrik, sistem pendingin, dan komponen lainnya.
Komponen-komponen dalam tier 1 umumnya menggunakan server standar dan software manajemen dasar. Tingkat data ini juga bisa menggunakan firewall sederhana dan storage yang terbatas.
Tier 2
Tier 2 data center memiliki peningkatan keandalan dibanding tingkatan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena komponen-komponen seperti load balancer serta switch dan router yang mendukung redundansi.
Pusat data tingkat 2 ini juga memiliki koneksi ganda ke provider internet sehingga bisa menawarkan jaringan yang lebih andal. Pada tingkatan ini, firewall dan storage yang digunakan juga lebih canggih dan lebih luas.
Tier 3
Tier 3 data center memiliki peningkatan keandalan dari tingkatan sebelumnya dengan redundansi koneksi ke berbagai provider internet. Selain itu, tier 3 juga memiliki penanganan traffic internal yang jauh lebih efisien.
Komponen-komponen dalam tingkatan ketiga ini antara lain adalah software pendeteksi ancaman dengan keamanan tingkat tinggi, server dengan redundansi, dan sistem penyimpanan yang terdistribusi.
Tier 4
Tier 4 data center adalah tingkatan tertinggi dalam klasifikasi pusat data. Pusat data pada tingkatan ini memiliki redundansi yang sangat tinggi untuk menghindari kegagalan.
Pusat data ini juga memiliki sistem manajemen otomatis yang dapat mendeteksi dan menangani kegagalan, sistem keamanan tinggi, serta server yang memiliki kemampuan self-recovery.
Apa Fungsi Masing-masing Tier dalam Data Center?
Setiap tingkatan dalam data center memiliki infrastruktur data yang berbeda dan menawarkan fitur dan keandalan yang berbeda. Hal ini membuat masing-masing tier memiliki fungsi atau cocok untuk digunakan oleh bisnis skala tertentu. Berikut ini adalah fungsi masing-masing tingkatan dalam data center:
Tier 1 Data Center
Tier 1 hanya memiliki peralatan dan komponen IT yang beroperasi pada satu jalur distribusi dan satu uplink per server (non-redundant). Oleh karena itu, pusat data tingkat 1 ini banyak digunakan oleh perusahaan yang memiliki data center sendiri yang dioperasikan oleh tim internal perusahaan.
Perusahaan yang menggunakan tier 1 umumnya merupakan bisnis kecil dengan klasifikasi uptime (persentase operasi power supply selama setahun) sebesar 99.671%. Downtime maksimum pada tier ini adalah sekitar 28,8 jam per tahun.
Tier 2 Data Center
Tingkatan atau tier 2 memiliki kelebihan dari tier sebelumnya yaitu memiliki komponen redundansi berupa UPS (uninterruptible power supply). Tier ini perlu memiliki generator cadangan jika terjadi pemadaman listrik.
Perusahaan skala regional yang sedang mengembangkan web presence dan membutuhkan database skala menengah bisa menggunakan tingkat 2 data center. Tier ini memiliki uptime sebesar 99.741% dan downtime maksimal 22 jam per tahun.
Tier 3 Data Center
Tingkatan 3 dalam data center merupakan tingkatan data center yang umum disediakan oleh penyedia data center di Indonesia. Pada tier ini, terdapat lebih dari satu sumber daya dan jaringan (multi-network link). Tier 3 juga tidak perlu dimatikan (shutdown) saat peralatan membutuhkan perawatan atau penggantian.
Fasilitas infrastruktur data pada tier 3 harus didukung oleh sumber daya dan jaringan yang kuat. Tingkat uptime pada tier ini adalah sebesar 99.982% dan hanya memiliki downtime maksimal 1,5 jam per tahun.
Tier 4 Data Center
Tier 4 data center beroperasi menggunakan UPS dengan satu backup yang dioperasikan pada jaringan yang berbeda. UPS dan backup yang berada pada jalur berbeda ini membuat tier 4 memiliki redundansi dan keandalan yang paling tinggi.
Semua komponen tier 4 seperti uplink dan penyimpanannya bersifat fault-tolerance (sistem mampu beroperasi tanpa gangguan ketika salah satu atau beberapa komponen mengalami kegagalan). Data center tingkat 4 memiliki tingkat uptime sebesar 99.995% dan toleransi downtime hanya 30 menit per tahun.
Apa Saja Manfaat Tier Data Center untuk Perusahaan?
Menggunakan pusat data yang terbagi dalam tingkatan-tingkatan tertentu dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur data sendiri. Selain itu, berikut adalah beberapa manfaat tingkatan pada data center untuk perusahaan:
Ketersediaan dan Keandalan Tinggi
Pusat data dengan tingkatan dan spesifikasi yang berbeda memastikan sistem IT kritis tetap tersedia ketika terjadi kegagalan hardware atau pemeliharaan. Perusahaan juga dapat memilih tingkat keandalan yang sesuai dengan operasi bisnis dan kebutuhan perusahaan masing-masing.
Skalabilitas
Seiring berkembangnya teknologi dan bisnis, kebutuhan akan infrastruktur IT akan terus berkembang. Pusat data dengan struktur tier ini menyediakan opsi skalabilitas agar perusahaan bisa memperluas sumber daya dan beradaptasi dengan pertumbuhan bisnis.
Meningkatkan Keamanan
Data center umumnya menggabungkan berbagai langkah keamanan tingkat lanjut untuk melindungi data dan aplikasi dari ancaman siber. Hal ini meliputi firewall, sistem pendeteksi intrusi, serta protokol keamanan lainnya.
Manajemen Sumber Daya Lebih Efisien
Tingkatan dalam data center dapat mengoptimalkan manajemen sumber daya dengan memastikan semua komponen digunakan secara efisien. Efisiensi ini tidak hanya menjaga keberlanjutan komponen-komponen tersebut tetapi juga bisa menghemat biaya operasional.
Kemampuan Pemulihan Bencana
Data center dengan tingkatan tinggi umumnya dilengkapi dengan sistem atau kemampuan recovery yang baik. Hal ini membuat semua data dalam sistem bisa pulih setelah kejadian tidak terduga seperti kegagalan sistem atau bencana alam.
Bagaimana Cara Memilih Tier Data Center yang Tepat untuk Perusahaan?
Untuk memilih tier data center yang tepat, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan operasional dan kritikalitas aplikasi IT perusahaan.
Jika sebuah perusahaan memerlukan ketersediaan tinggi, maka pilihlah data center dengan tingkatan tinggi. Sebaliknya, jika kebutuhannya sederhana, pilihlah tier yang lebih rendah untuk menghemat biaya.
Selain kebutuhan, perhatikan juga perkiraan pertumbuhan perusahaan dalam waktu dekat. Jika diperkirakan akan berkembang pesat, perusahaan bisa memilih data center yang mendukung skalabilitas agar tidak perlu melakukan migrasi data di masa depan.
Faktor keamanan, efisiensi energi, dan recovery juga harus menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan dalam memilih tingkatan dalam data center.
Phintraco Technology dapat membantu perusahaan Anda untuk mengimplementasikan solusi data center dengan tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan dan skala perusahaan. Phintraco Technology merupakan perusahaan ICT yang berpengalaman dan didukung oleh tim IT bersertifikat.
Hubungi marketing@phintraco.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi data center dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini

Contact Center Recording: Solusi Dokumentasi dan Evaluasi Layanan Pelanggan
Contact center memegang peran penting dalam interaksi dengan pelanggan baik itu menjawab pertanyaan, menyelesaikan keluhan, atau membangun pengalaman pelanggan yang baik. Salah satu solusi teknologi yang digunakan untuk meningkatkan layanan pelanggan ini adalah contact center recording.
Teknologi yang sering juga disebut call center recording ini kini mulai banyak digunakan oleh perusahaan karena berbagai alasan. Salah satunya adalah untuk memastikan efektifnya pengelolaan contact center. Lalu apa itu contact center recording? Mengapa teknologi ini penting? Apa saja fungsi, jenis, fitur, serta manfaatnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!
Apa yang Dimaksud dengan Contact Center Recording?
Contact center recording adalah teknologi sistematis yang dapat merekam dan menyimpan video, audio, dan interaksi teks antara agen dengan pelanggan. Perekaman ini memungkinkan perusahaan untuk melihat ulang dan menganalisis interaksi pelanggan yang telah dilakukan.
Teknologi ini tidak hanya dirancang untuk menangkap percakapan suara (call center voice recording) tetapi semua interaksi yang terjadi secara real-time. Hasil rekaman tersebut dapat menjadi data untuk menganalisis kebutuhan pelanggan, meningkatkan performa agen, dan lain sebagainya.
Apa Fungsi Contact Center Recording?
Contact center recording memiliki beberapa fungsi dalam call center perusahaan. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk pelatihan karyawan. Hal ini dilakukan dengan menyediakan contoh interaksi pelanggan yang baik sekaligus untuk menyorot area mana yang perlu diperbaiki.
Fungsi lainnya adalah sebagai alat bukti untuk menyelesaikan perselisihan dan verifikasi kepatuhan (compliance). Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan rekaman call center untuk mengevaluasi kualitas layanan pelanggan agar tetap sesuai dengan standar yang ditentukan.
Mengapa Contact Center Recording Penting bagi Perusahaan?
Perkembangan teknologi yang pesat mendorong perusahaan di berbagai sektor bisnis untuk beradaptasi dan mulai menggunakan teknologi yang ada untuk mempermudah operasional bisnis. Hal tersebut juga merupakan salah satu alasan mengapa contact center recording kini penting untuk perusahaan.
Namun terdapat beberapa alasan khusus mengapa contact center recording menjadi penting bagi perusahaan, berikut adalah penjelasannya:
Perlindungan Liabilitas
Call center recording dapat menjadi alat bukti dan perlindungan bagi perusahaan dalam masalah hukum. Jika terjadi sebuah perselisihan atau kesalahpahaman, bukti rekaman interaksi pelanggan dapat menjadi bukti jelas untuk melindungi perusahaan dari klaim palsu.
Penerapan Compliance
Perusahaan yang beroperasi di sektor industri yang memiliki regulasi harus menunjukkan dan memastikan kepatuhan atau compliance perusahaan terhadap regulasi tersebut.
Rekaman dari contact center tersebut dapat membantu perusahaan untuk memenuhi standar dan memastikan bahwa agen-agen telah mengikuti regulasi, protokol, dan panduan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat menghindari potensi dampak hukum dan membangun kepercayaan dengan badan regulator.
Manajemen Kualitas
Manajemen kualitas berfungsi untuk mempertahankan dan memastikan standar layanan pelanggan yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi dan peninjauan rutin dari interaksi pelanggan yang telah direkam.
Apa Saja Jenis Contact Center Recording?
Rekaman contact center umumnya tersedia dalam beberapa jenis dan fitur tergantung pada kebutuhan perusahaan. Namun secara umum terdapat dua jenis, yaitu bulk recording dan on-demand recording. Berikut adalah penjelasannya.
Bulk Recording
Jenis rekaman ini mampu merekam dan menyimpan interaksi pelanggan dalam sistem rekaman call center (call center recording system) dalam jumlah besar. Jenis ini menyediakan gambaran umum yang komprehensif tentang interaksi pelanggan dengan agen.
On Demand
Dalam jenis rekaman ini, contact center dapat secara selektif memilih interaksi tertentu untuk direkam. Interaksi yang dimaksud ditentukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini membuat perekaman interaksi pelanggan lebih fleksibel.
Apa Saja Fitur-fitur Contact Center Recording?
Sebuah perangkat lunak call center recording (call center recording software) umumnya dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat meningkatkan fungsionalitas dan penggunaannya. Berikut adalah beberapa fiturnya:
Single Recording System
Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk merekam dan menyimpan berbagai jenis interaksi pelanggan (video, audio, dan teks) dari berbagai jenis channel dalam satu sistem terpadu.
Live Monitoring
Live monitoring memungkinkan supervisor untuk mengawasi interaksi agen dengan pelanggan secara real-time. Fitur ini berguna untuk memberikan umpan balik yang cepat, memastikan kepatuhan terhadap protokol, serta penanganan masalah ketika muncul.
Full Enterprise Recording Archive
Perekaman interaksi pelanggan dapat disimpan dalam arsip yang lengkap dan komprehensif untuk kepentingan referensi, analisis, dan verifikasi kepatuhan.
Selain itu, perusahaan juga bisa melakukan call tagging atau menandai panggilan berdasarkan kata kunci atau kriteria tertentu. Hal ini dapat membuat proses pencarian dan evaluasi menjadi lebih efisien.
Transkripsi Otomatis
Transkripsi merupakan proses yang mengubah interaksi suara menjadi teks. Fitur transkripsi otomatis ini dapat mempermudah perusahaan dalam menganalisis isi atau konten dari rekaman interaksi pelanggan.
Apa Saja Manfaat Contact Center Recording?
Implementasi solusi teknologi ini dapat membawa banyak sekali manfaat untuk perusahaan, kegiatan bisnis, hingga kepuasan pelanggan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapat oleh perusahaan:
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Rekaman interaksi agen dan pelanggan dapat digunakan untuk meninjau ulang dan mengidentifikasi kebutuhan serta keluhan pelanggan. Perusahan juga dapat mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan serta tindakan apa saja yang telah terbukti berhasil.
Hasil dari peninjauan ini dapat digunakan perusahaan untuk merancang strategi baru atau memperbaiki kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal ini akan menghasilkan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Meningkatkan Compliance
Compliance atau kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang ditetapkan sangatlah penting untuk menghindari masalah hukum. Contact center recording berperan penting untuk memastikan compliance dalam praktik bisnis perusahaan, khususnya agen call center.
Data untuk Pengambilan Keputusan
Seluruh hasil rekaman interaksi pelanggan akan menjadi aset berharga untuk perusahaan sebagai bahan evaluasi. Perusahaan dapat melihat kembali dari data-data tersebut dan menjadikannya acuan atau referensi untuk pengambilan keputusan penting di masa depan.
Solusi contact center recording merupakan kunci utama untuk meningkatkan interaksi serta kepuasan pelanggan dalam call center.
Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang menyediakan solusi teknologi dan infrastruktur IT yang telah teruji, salah satunya adalah solusi contact center recording.
Hubungi email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang solusi contact center recording dari Phintraco Technology.
Editor: Cardila Ladini


