Blog

Omnichannel: Strategi Bisnis Jitu untuk Pelayanan Terpadu
17 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Omnichannel: Strategi Bisnis Jitu untuk Pelayanan Terpadu

Perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek dalam dunia bisnis, khususnya dalam interaksi perusahaan dengan pelanggan. Omnichannel kini hadir sebagai solusi untuk perusahaan yang ingin memberikan layanan terintegrasi kepada pelanggan.

Perusahaan yang memiliki berbagai saluran (channel) dalam memberikan layanan contact center untuk pelanggan perlu sebuah platform yang mengintegrasikan saluran-saluran tersebut. Lalu apa itu omnichannel? Apa saja komponen-komponennya? Apa fungsinya serta bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasannya di artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Omnichannel?

Omnichannel adalah solusi teknologi yang memadukan channel-channel pelayanan pelanggan dari titik pertama hingga terakhir. Omnichannel membuat integrasi setiap layanan pelanggan menjadi optimal dalam bagian dari CRM (Customer Relationship Management).

Saluran-saluran tersebut saling bekerja sama untuk memfasilitasi pengalaman pelanggan dalam satu aplikasi omnichannel yang terpusat. Pelanggan dapat berinteraksi dengan satu perusahaan atau brand lewat channel mana pun.

Apa Perbedaan Omnichannel dan Multichannel?

Omnichannel dan Multichannel pada dasarnya adalah strategi bisnis yang menggunakan lebih dari satu saluran atau channel untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Perbedaan utamanya terletak pada fungsi serta keuntungan yang didapat oleh perusahaan.

Perusahaan yang mengimplementasikan strategi multichannel dapat berkomunikasi dengan pelanggan lewat channel yang banyak dan berbeda. Namun saluran-saluran tersebut tidak bisa dijalankan dan diatur secara terpadu di satu platform.

Sementara itu, omnichannel memungkinkan perusahaan untuk memberikan pelayanan terpadu dari titik awal hingga akhir dalam semua channel kepada pelanggan. Informasi yang ditunjukkan dalam sistem multichannel juga kemungkinan bisa berbeda dan tidak selaras. Sementara informasi dalam sistem omnichannel pada umumnya terkoneksi dan terpadu.

Dalam sistem omnichannel, perusahaan dapat melihat pelanggan lintas channel dalam satu tampilan. Sementara dalam sistem multichannel, tampilannya berbeda-beda untuk setiap channel. Customer experience yang didapat pelanggan bisa lebih konsisten dengan sistem omnichannel, sementara dalam sistem multichannel pada umumnya bergantung pada jenis channel yang digunakan.

Apa Fungsi Teknologi Omnichannel?

Omnichannel memiliki fungsi untuk memastikan bahwa pelanggan dapat menikmati pengalaman yang mulus dan terpadu di berbagai saluran. Oleh karena itu, menggunakan omnichannel artinya sama dengan mengintegrasikan semua data, aplikasi, dan platform perusahaan ke dalam satu sistem terpadu.

Dalam konteks contact center, software Omnichannel dapat memadukan berbagai channel untuk menangani pesan dan pertanyaan pelanggan. Pelanggan dapat berpindah dari satu platform ke platform lainnya, seperti SMS, email, serta media sosial lainnya.

Apa Saja Komponen-komponen Omnichannel?

Pemasaran lewat omnichannel (omnichannel marketing) merupakan strategi marketing krusial untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tinggi. Pada dasarnya, omnichannel tidak hanya menggabungkan pengalaman online dan offline saja, tetapi juga menciptakan konsistensi dalam seluruh interaksi pelanggan.

Konsistensi dalam pengalaman pelanggan ini bisa dilakukan dengan melakukan integrasi terhadap beberapa komponen penting dalam omnichannel, berikut adalah komponen-komponen serta penjelasannya:

Messaging

Messaging dalam konteks ini meliputi berbagai platform pengiriman pesan seperti WhatsApp, Facebook Messenger, DM Twitter, dan saluran digital lainnya. Setiap pelanggan memiliki preferensi platform untuk menghubungi perusahaan atau brand. Oleh karena itu, perusahaan harus siap sedia di berbagai platform yang ada.

Perusahaan dapat membuka atau memberikan layanan melalui direct message atau pesan langsung di setiap media sosial serta memberikan informasi produk melalui platform tersebut. Hal ini melibatkan respons cepat dari admin platform untuk bisa menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan.

Telepon

Beberapa pelanggan juga memiliki preferensi untuk menghubungi perusahaan lewat telepon, khususnya untuk hal yang terlalu panjang dan rumit jika ditulis melalui messaging. Perusahaan harus menyediakan layanan telepon yang siap 24/7 dengan pelayanan yang prima dan konsisten.

Perusahaan juga dapat menerapkan sistem antrian dan rekaman panggilan untuk meningkatkan efisiensi dalam menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan. Selain itu perlu uga disiapkan agen contact center yang terlatih demi memastikan kepuasan pelanggan yang menghubungi lewat saluran ini.

Live Chat

Live chat memiliki konsep serupa seperti messaging di platform digital lainnya. Perbedaannya adalah live chat umumnya ada di dalam website atau aplikasi perusahaan dan ditujukan khusus untuk pelanggan yang ingin pertanyaan atau keluhannya direspon saat itu juga.

Layanan ini membuat perusahaan bisa memberikan layanan yang cepat, interaktif, dan responsif. Khususnya untuk pelanggan yang ingin bertanya selagi menjelajahi situs web atau aplikasi perusahaan.

Email

Email juga menjadi salah satu saluran komunikasi yang penting dalam sebuah perusahaan. Penggunaan email bisa mencakup pengiriman informasi produk, penawaran khusus, hingga pembaruan terkini untuk pelanggan.

Tidak jarang juga email menjadi saluran komunikasi pilihan pelanggan untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan terhadap perusahaan atau produk. Oleh karena itu, konsistensi dalam menangani pelanggan lewat email menjadi sangat penting.

SMS

SMS atau Short Message Service tetap menjadi salah satu cara efektif untuk memberikan informasi singkat dan mendesak kepada pelanggan. Perusahaan bisa menggunakan SMS untuk memberitahu pelanggan tentang promo dengan waktu terbatas atau konfirmasi pesanan.

Bagaimana Cara Kerja Omnichannel?

Strategi omnichannel adalah rangkaian langkah-langkah untuk menyatukan berbagai komponen menjadi satu pengalaman belanja lintas channel. Langkah pertama adalah memahami preferensi pelanggan. Penyesuaian penawaran dan rekomendasi yang personal adalah contoh omnichannel yang terencana dengan baik.

Dalam konteks contact center, perusahaan harus mengetahui saluran komunikasi apa saja yang digunakan oleh pelanggan untuk menghubungi perusahaan. Perusahaan harus siap sedia di semua saluran tersebut serta melatih agen contact center.

Setelah itu, perusahaan dapat menggunakan platform omnichannel untuk mengintegrasikan saluran-saluran tersebut ke dalam satu sistem yang terpadu. Saluran komunikasi seperti DM Twitter, Instagram, Facebook Messenger, email, dan live chat akan memerlukan banyak agen dan admin untuk bisa berjalan beriringan.

Omnichannel dapat mempermudah dan menambah efisiensi perusahaan dalam menjalankan layanan contact center. Satu agen contact center bisa merespons dan menjawab pertanyaan pelanggan dari berbagai saluran komunikasi secara sekaligus hanya dengan membuka satu platform.

Perusahaan kemudian bisa menggunakan omnichannel untuk mengirimkan penawaran dan rekomendasi kepada pelanggan lewat berbagai channel sekaligus.

Setelah memadukan komponen-komponen tersebut, perusahaan dapat menganalisis data dari seluruh channel untuk memahami tren konsumen dan melakukan penyesuaian strategi pemasaran.

Apa Saja Manfaat Omnichannel untuk Bisnis?

Penerapan solusi omnichannel memiliki sejumlah manfaat yang signifikan untuk bisnis. Perusahaan dapat membangun pondasi kuat untuk menghadapi persaingan bisnis yang ketat di era digital. Berikut ini adalah beberapa manfaat lainnya:

Operasional Contact Center Lebih Efisien

Sebagai garda terdepan dalam melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan, contact center memerlukan sistem yang efisien. Omnichannel dapat menyatukan berbagai saluran komunikasi seperti telepon, chat, email, serta media sosial dengan cepat dan efektif. Agen-agen contact center pun tidak perlu melayani pelanggan dari masing-masing channel.

Integrasi Sistem dan Aplikasi Perusahaan

Manfaat selanjutnya untuk perusahaan adalah terintegrasinya sistem dan aplikasi perusahaan yang sebelumnya telah digunakan. Perusahaan dapat mengintegrasikan data, inventaris, serta proses bisnis dalam satu sistem terpadu.

Optimalisasi Bisnis

Setelah semua data dan sistem komunikasi telah terintegrasi, perusahaan bisa menjalankan proses bisnis dan penjualan dengan lebih optimal. Proses penjualan bisa dioptimalkan dengan menampilkan informasi produk yang konsisten dan akurat, serta mengurangi hambatan dalam proses pembelian.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengoptimalkan proses bisnis dengan menggunakan data konsumen yang telah dianalisis. Perusahaan bisa merancang strategi pemasaran dengan lebih akurat dan terarah sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Kepuasan dan loyalitas pelanggan kini menjadi tolak ukur utama yang menjadi nilai jual setiap perusahaan atau brand. Perusahaan dari berbagai negara di dunia kini mulai mengimplementasikan solusi omnichannel, Indonesia salah satunya. Solusi ini dapat membantu perusahaan Anda untuk menyajikan pengalaman dan pelayanan contact center  yang personal untuk pelanggan dalam segala aspek dan saluran.

Phintraco Technology adalah perusahaan yang bergerak di bidang ICT dan menyediakan infrastruktur IT seperti omnichannel. Phintraco Technology siap membantu perusahaan Anda untuk merancang strategi omnichannel terbaik untuk pengalaman pelanggan terpadu.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang solusi omnichannel dari Phintraco Technology? Hubungi marketing@phintraco.com.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Implementasi Teknologi: Langkah Adaptasi Bisnis di Era Digital
14 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Implementasi Teknologi: Langkah Adaptasi Bisnis di Era Digital

Dunia bisnis modern mengalami pergeseran nilai di segala aspek, yang dipicu oleh perkembangan teknologi. Kondisi ini membuat implementasi teknologi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh perusahaan. Implementasi teknologi komunikasi juga dapat mendorong perusahaan untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Penerapan teknologi dalam bisnis kini menjadi solusi untuk menjawab tantangan bisnis di era digital. Mulai dari pelayanan pelanggan hingga operasional bisnis, kini perusahaan harus bisa mengintegrasikan teknologi dalam segala kegiatan bisnis.

Artikel ini akan membahas konsep implementasi teknologi, mengapa hal tersebut penting untuk bisnis, apa saja contoh serta manfaatnya.

Apa itu Implementasi Teknologi?

Implementasi teknologi dalam konteks bisnis adalah langkah-langkah dan proses yang dilakukan untuk memperkenalkan, mengadopsi, atau meningkatkan teknologi baru dalam lingkungan bisnis.

Implementasi ini mencakup penerapan aspek-aspek seperti hardware, software, atau infrastruktur IT lainnya yang memiliki fungsi dan tujuan tertentu.  Proses implementasi yang dilakukan juga tidak hanya sebatas pengenalan teknologi, tetapi juga perencanaan, pengujian, hingga evaluasi menyeluruh.

Proses implementasi teknologi yang efektif juga memperhatikan aspek-aspek lain seperti penyesuaian teknologi dengan tujuan, proses, dan strategi perusahaan, lalu mengadakan pelatihan karyawan, restrukturisasi alur kerja, serta memastikan integrasi yang mulus.

Mengapa Implementasi Teknologi Penting untuk Bisnis?

Dalam lanskap bisnis modern, teknologi memiliki peran sebagai pemicu inovasi, efisiensi, serta daya saing. Perusahaan di seluruh dunia telah menjalankan implementasi teknologi, Indonesia salah satunya.

Perkembangan teknologi yang pesat dapat mempengaruhi dinamika pasar dan persaingan bisnis. Perusahaan yang mampu mengadopsi dan mengoptimalkan penerapan teknologi akan unggul dalam persaingan dan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Hal ini disebabkan karena penerapan teknologi memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi tugas-tugas, menyederhanakan prosedur bisnis, serta dapat bersaing di pasar global.

Proses bisnis yang dijalankan dengan otomatisasi dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin, sekaligus meningkatkan akurasi.

Apa Saja Contoh Implementasi Teknologi Informasi untuk Bisnis?

Implementasi teknologi informasi menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk terus mengikuti dinamika bisnis yang terus berkembang. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional.

Berikut ini adalah beberapa contoh implementasi teknologi yang umum dalam bisnis:

Platform Komunikasi Terpadu

Fenomena remote working atau work from home kini mulai menjadi sesuatu yang lumrah dalam bisnis. Hal ini menimbulkan beberapa kendala khususnya komunikasi antar pihak yang berbeda lokasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan bisa mengimplementasikan teknologi unified communication. Unified Communication as a Service (UCaaS) adalah platform komunikasi yang mengintegrasikan berbagai saluran seperti voice call, pesan teks, hingga video conference dalam satu aplikasi terpadu.

Teknologi Contact Center

Contact center adalah garda terdepan sekaligus penghubung antara perusahaan atau brand dengan pelanggan. Dalam lanskap bisnis modern, interaksi dan kepuasan pelanggan adalah hal terpenting untuk kesuksesan bisnis.

Beberapa teknologi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas agen, serta pelayanan pelanggan adalah omnichannel, agent workspace, atau workforce management.

Penggunaan Mobile App

Banyak bisnis yang memberikan layanan, produk, atau informasi kepada pelanggan lewat aplikasi seluler. Hal ini dilakukan karena aplikasi seluler mampu memberi kemudahan akses dan layanan pada pelanggan.

Akan tetapi, aplikasi seluler juga memiliki beberapa risiko keamanan. Teknologi seperti app protection, DevSecOps, hingga scalable mobile app security dapat digunaan untuk memastikan keamanan aplikasi seluler.

Teknologi Authenticator

Keamanan akses sistem di perusahaan merupakan salah satu isu penting yang harus diatasi. Risiko-risiko seperti kebocoran kredensial pengguna dan data lainnya dapat dicegah dengan menerapkan teknologi authenticator.

Authenticator tersedia dalam bentuk hardware token dan software token. Keduanya sama-sama berfungsi untuk memberikan lapisan keamanan tambahan untuk melindungi data sensitif dan sistem perusahaan.

Infrastruktur IT Lainnya

Keberlanjutan operasional perusahaan kini juga bergantung pada infrastruktur IT seperti penyimpanan (storage), sistem jaringan, data backup system, hingga application performance monitoring (APM).

Sistem penyimpanan data dengan skalabilitas tinggi, jaringan yang andal, serta infrastruktur IT lainnya dapat mengatasi tantangan atau kendala yang muncul di dunia bisnis modern.

Apa Saja Manfaat dari Implementasi Teknologi untuk Bisnis?

Penerapan teknologi kini menjadi pilihan strategis yang dapat membedakan bisnis yang sukses dari yang lainnya. Implementasi teknologi memilki manfaat-manfaat krusial untuk bisnis, berikut ini adalah penjelasannya:

Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Perusahaan yang telah mengadopsi teknologi untuk membantu operasional bisnis dapat mengurangi beban kerja, meningkatkan efisiensi, hingga meningkatkan produktivitas karyawan.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengotomatisasikan tugas-tugas harian sehingga memungkinkan karyawan untuk lebih fokus pada tugas yang lebih penting. Otomatisasi tugas juga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia.

Membantu Pengambilan Keputusan

Teknologi dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan hasil analisis atau data yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan di masa depan.

Alat analitik yang digunakan dapat memberikan wawasan mendalam dari sebuah data, membantu mengidentifikasi pola, tren, peluang, dan risiko. Pengambilan keputusan berdasarkan data yang akurat dan real-time adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis.

Meningkatkan Pengalaman dan Kepuasan Pelanggan

Pelanggan adalah aspek terpenting dalam sebuah bisnis. Oleh karena itu, implementasi teknologi dalam bidang-bidang pelayanan pelanggan dapat meningkatkan interaksi, pengalaman, dan kepuasan pelanggan secara signifikan.

Rasakan Kemudahan Implementasi Teknologi untuk Bisnis dengan Phintraco Technology

Phintraco Technology adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang bergerak di bidang infrastruktur IT. Phintraco Technology dapat menjadi partner perusahaan Anda untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi yang tepat. Implementation services dari Phintraco Technology juga telah teruji melayani berbagai sektor industri.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut tentang implementasi solusi teknologi dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Speech Analytics Adalah Kunci Optimalisasi Layanan Pelanggan
11 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Speech Analytics Adalah Kunci Optimalisasi Layanan Pelanggan

Bisnis di era modern kini menjadi semakin terkoneksi dan berfokus pada pengalaman pelanggan (customer experience). Hal ini dilakukan untuk bisa mencapai keunggulan kompetitif dengan mengimplementasikan teknologi, salah satunya adalah teknologi speech analytics.

Kini banyak perusahaan yang berusaha meningkatkan pelayanan pelanggan dengan teknologi speech analytics, call center atau contact center menjadi aspek utamanya. Lalu apa itu speech analytic? Apa saja fungsi dan manfaatnya? Bagaimana cara kerjanya? Apa perbedaannya dengan voice analytics? Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Apa itu Speech Analytics?

Speech analytics adalah teknologi yang mampu menganalisis dan memahami konten dari sebuah percakapan suara. Percakapan suara dalam hal ini mencakup panggilan telepon atau rekaman audio.

Proses analisis dan pemahaman konten dari percakapan suara ini dilakukan dengan menggunakan algoritma analisis data, pemrosesan bahasa dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan layanan pelanggan dan strategi bisnis dari feedback pelanggan.

Percakapan suara yang diolah kemudian diubah menjadi teks tertulis dengan speech recognition. Hasil data inilah yang kemudian dianalisis oleh speech analytics untuk mengekstrak informasi-informasi penting yang bermanfaat bagi perusahaan.

Apa Fungsi Speech Analytics?

Speech analytics memiliki beberapa fungsi dalam sebuah perusahaan. Dalam konteks pelayanan pelanggan seperti contact center, teknologi ini dapat digunakan untuk kepentingan penjualan (sales), pemasaran (marketing), dan asesmen. Berikut adalah penjelasannya:

Fungsi Penjualan

Penerapan teknologi ini dalam sebuah contact center dapat membantu aspek penjualan. Hal ini dapat terjadi karena speech analytic mampu mengidentifikasi peluang penjualan yang terlewat atau potensi-potensi cross-selling.

Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk secara langsung menyampaikan keinginan dan keluhan terhadap produk atau layanan perusahaan. Kemudian perusahaan bisa mengidentifikasi data-data yang dibutuhkan dari pelanggan secara langsung.

Perusahaan dapat dengan rinci mendata tren pembelian, preferensi, serta kebutuhan pelanggan dari percakapan suara yang diperoleh. Hasil analisis ini kemudian dapat digunakan untuk membantu tim sales memahami tren pasar dan menyesuaikan strategi penjualan.

Fungsi Pemasaran

Selain fungsi penjualan, teknologi ini juga dapat menyajikan informasi dan wawasan penting untuk bagian pemasaran atau marketing. Perusahaan dapat mengukur dampak dan efektivitas dari suatu campaign atau promosi.

Speech analytics dapat digunakan untuk melakukan analisis sentimen pelanggan dari percakapan suara. Hasil dari analisis tersebut bisa digunakan untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang bisa diperbaiki dalam strategi pemasaran.

Perusahaan juga dapat menggunakan teknologi ini untuk mengetahui bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk, membandingkan harga dengan kompetitor, serta membandingkan citra perusahaan di mata pelanggan dibandingkan dengan kompetitor.

Fungsi Asesmen

Speech analytics dapat digunakan untuk melakukan asesmen terhadap pelanggan. Perusahaan dapat mengevaluasi kepuasan pelanggan sekaligus mengidentifikasi masalah-masalah dan keluhan yang disampaikan.

Selain asesmen terhadap pelanggan, perusahaan juga bisa menggunakan teknologi ini untuk melakukan asesmen terhadap kinerja agen contact center. Hal ini dilakukan dengan memberi kriteria terhadap kata kunci tertentu untuk menganalisis gaya bahasa dan sentimen baik dari agen contact center maupun pelanggan.

Hasil penilaian terhadap kinerja tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Kerja Speech Analytics?

Terdapat serangkaian proses teknis untuk menghasilkan analisis mendalam dari speech analytics, tools atau komponen yang digunakan adalah perekam suara. Pertama-tama, percakapan antara agen dan pelanggan direkam untuk kemudian dianalisis menjadi sebuah data.

Salah satu komponen penting dalam speech analytics adaah natural language processing (NLP). NLP merupakan salah satu jenis AI yang memiliki kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, dan menghasilkan teks. NLP inilah yang melakukan pemrosesan bahasa, penerjemahan, analisis sentimen, hingga pemahaman konteks.

Selanjutnya kata-kata kunci, intonasi suara, hingga pola dan tren dalam bahasa yang telah direkam akan diidentifikasi menggunakan algoritma khusus. Hasil identifikasi tersebut kemudian akan dikategorikan dan diklasifikasi oleh sistem.

Data yang telah dianalisis akan dikelompokkan dalam berbagai kategori seperti kategori produk atau layanan, kepuasan pelanggan, dan deteksi sentimen.

Algoritma yang digunakan akan terus diperbarui dan disesuaikan berdasarkan data-data baru yang terus masuk. Hal ini membuat akurasi dari analisis yang dilakukan akan meningkat dari waktu ke waktu.

Speech analytics juga dapat mengidentifikasi identitas pihak yang berbicara dalam percakapan dengan teknologi voice recognition. Hal ini memungkinkan pengkategorian lebih lanjut seperti pemisahan suara pelanggan dari suara agen, hingga mendeteksi emosi atau tingkat kepuasan dari intonasi suara.

Tahap terakhir, seluruh hasil analisis dan data akan disajikan dalam bentuk laporan atau visualisasi yang dapat diolah oleh perusahaan.

Pihak contact center dapat menggunakan data tersebut untuk menilai kinerja agen, mengidentifikasi tren panggilan, serta membuat keputusan strategis untuk meningkatkan layanan pelanggan.

Apa Perbedaan Speech Analytics dan Voice Analytics?

Meskipun terdengar mirip, namun speech analytics dan voice analytics memiliki fungsi yang berbeda. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fokus analisisnya.

Speech analytics berfokus pada konten verbal seperti kata, kalimat, konteks, hingga sentimen. Di sisi lain, voice analytics lebih berfokus pada elemen suara seperti nada, kecepatan bicara, durasi suara, hingga karakteristik vokal lainnya tanpa memperhatikan konten verbalnya.

Apa Saja Manfaat Speech Analytics?

Implementasi speech analytics memiliki banyak manfaat untuk perusahaan dari berbagai aspek. Berikut ini adalah manfaat-manfaatnya untuk perusahaan:

Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas

Hasil analisis percakapan suara dari teknologi ini dapat memberikan wawasan penting yang diperlukan perusahaan. Data tersebut salah satunya dapat digunakan untuk bahan evaluasi keterampilan, penyelesaian masalah, dan penggunaan bahasa dari agen contact center.

Hal ini akan membantu perusahaan untuk mengidentifikasi area mana saja yang bisa ditingkatkan dan diperbaiki. Salah satu contoh upayanya adalah dengan memberikan pelatihan kepada agen atau merancang skenario interaksi pelanggan yang lebih baik.

Menghemat Waktu dan Biaya

Penggunaan analisis suara dapat mengurangi kebutuhan untuk mengevaluasi panggilan-panggilan secara manual. Waktu dan biaya yang sebelumnya dialokasikan untuk tugas-tugas manual tersebut kini bisa dikurangi dan dialokasikan ke aspek lain yang lebih penting.

Salah satu studi kasus dari penyedia speech analytics, Verint, mengungkapkan bahwa New York Life dapat mengurangi jumlah panggilan hingga 400 ribu panggilan dalam setahun dan mewujudkan penghematan sebesar 40% di seluruh tim quality assurance (QA) setelah menggunakan speech analytics.

Mengetahui dan Memprediksi Panggilan

Hasil dari analisis sentimen, kata kunci, pola percakapan, dan perilaku pelanggan dapat membantu contact center untuk bisa mengidentifikasi tren dan memprediksi potensi masalah. Hal ini akan membuat layanan pelanggan lebih proaktif dan responsif.

Meningkatkan Compliance dan Efisiensi

Teknologi ini juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan compliance (kepatuhan) dan efisiensi operasional. Sistem dapat mendeteksi pelanggaran kebijakan atau ketidakpatuhan terhadap regulasi dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Interaksi antara perusahaan dan pelanggan kini menjadi lebih terkoneksi dan vital bagi keberhasilan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu siap untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pelanggan.

Perusahaan dapat mengimplementasikan speech analytics untuk contact center dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kepuasan pelanggan. Phintraco Technology merupakan anak perusahaan Phintraco Group yang telah melayani berbagai macam solusi teknologi salah satunya yaitu speech analytics.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang solusi speech analytics dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Voice Biometrics Adalah Solusi Keamanan dan Efisiensi Contact Center
10 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Voice Biometrics Adalah Solusi Keamanan dan Efisiensi Contact Center

Contact center dalam sebuah perusahaan berperan untuk melayani dan berinteraksi dengan pelanggan. Masalah-masalah yang sering dijumpai dalam interaksi pelanggan tersebut di antaranya adalah pemalsuan identitas dan penipuan. Hal ini dapat dicegah dan diatasi dengan teknologi voice biometrics.

Teknologi voice biometrics dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi sebuah contact center perusahaan. Lalu apa yang dimaksud dengan voice biometric? Apa fungsinya, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja manfaatnya bagi perusahaan? Simak artikel berikut ini!

Apa itu Voice Biometrics?

Voice biometrics atau biometrik suara adalah teknologi yang dapat mengidentifikasi, mengenali, dan memverifikasi identitas seseorang dari karakteristik suara (voice recognition).

Dalam konteks contact center, voice biometrics dapat mengenali dan mengidentifikasi identitas pelanggan berdasarkan suara. Teknologi ini memungkinkan agen contact center tidak perlu melakukan verifikasi identitas secara manual.

Apa Fungsi Voice Biometrics?

Fitur voice recognition pada voice biometrics dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Sama halnya seperti teknologi biometrik lainnya seperti fingerprint, teknologi ini dapat digunakan untuk absensi karyawan atau untuk membuka akses tertentu.

Perusahaan dari berbagai industri kini mulai menggunakan teknologi voice biometrics, banking industry (industri perbankan) salah satunya. Contact center industri perbankan harus bisa memverifikasi bahwa pelanggan yang menghubungi adalah nasabah bank tersebut.

Teknologi biometrik suara dapat memungkinkan contact center untuk melakukan identifikasi dan verifikasi pelanggan secara otomatis tanpa melakukan prosedur tanya-jawab manual seperti biasa.

Data identitas pelanggan juga dapat disimpan dan dikelola menggunakan voice biometrics. Fitur ini dapat digunakan dengan mengintegrasikan voice biometrics dengan sistem manajemen pelanggan (customer relationship management).

Bagaimana Cara Kerja Voice Biometrics dalam Contact Center?

Penggunaan teknologi biometrik suara dimulai dengan mengumpulkan sampel suara pelanggan ke perangkat lunak voice biometric (voice biometric software). Pengumpulan sampel ini dapat dilakukan dengan mengambil sampel dari interaksi telepon sebelumnya atau melalui proses pendaftaran suara khusus.

Setelah sampel suara terkumpul, teknologi biometrik suara akan mengidentifikasi karakteristik unik dari suara pelanggan dengan algoritma khusus. Karakteristik suara yang diidentifikasi antara lain adalah karakteristik vokal, intonasi, ritme bicara, dan lain sebagainya.

Data-data hasil identifikasi suara tersebut kemudian dikonversi menjadi data digital. Konversi ini mengubah sinyal analog menjadi digital sehingga dapat diproses oleh  komputer.

Model suara yang dibuat kemudian disimpan dalam sistem voice biometric dan akan digunakan untuk verifikasi dan identifikasi saat pelanggan melakukan panggilan. Proses identifikasi suara ini juga dapat beradaptasi terhadap perubahan suara pelanggan seiring waktu untuk memastikan akurasi dalam sistem.

Teknologi voice biometric juga dapat diintegrasikan dengan sistem contact center perusahaan yang biasa digunakan. Integrasi ini dapat mencakup perangkat lunak manajemen panggilan (call center software), sistem pelacakan, dan sistem manajemen panggilan.

Apa Saja Jenis Voice Biometrics?

Secara umum terdapat 2 jenis biometrik suara. Kedua jenis ini dikategorikan berdasarkan cara pengumpulan sampel suara pelanggan. Kedua jenis tersebut adalah active voice biometrics dan passive voice biometrics. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

Active Voice Biometrics

Active voice biometric adalah jenis biometrik suara yang sampel suaranya diperoleh secara aktif atau sukarela oleh pelanggan.

Biometrik jenis ini memungkinkan pelanggan untuk mendaftarkan dan mengelola jejak suara (voiceprint) sendiri. Voiceprint yang berfungsi seperti password ini kemudian akan digunakan untuk mengautentikasi identitas pelanggan dalam contact center self-service, IVR, atau saluran seluler.

Model suara yang dihasilkan dalam biometrik jenis ini akan lebih akurat karena pelanggan memberikan sampel suara yang dihasilkan secara sengaja. Proses pengumpulan sampel suara dilakukan dengan membaca kalimat-kalimat tertentu atau menjawab pertanyaan yang ditentukan.

Passive Voice Biometrics

Kebalikan dari active voice biometric, passive voice biometric memperoleh sampel data suara pelanggan tanpa proses pendaftaran khusus. Biometrik ini dilakukan agar pelanggan tidak perlu menjawab pertanyaan khusus untuk memberikan sampel suara.

Pengumpulan sampel suara dengan cara pasif ini dapat dilakukan secara otomatis dan real-time. Proses perolehan sampel suara dan identifikasi berjalan di background. Panggilan yang masuk akan di-screening untuk mengidentifikasi pelanggan dan oknum pemalsuan identitas.

Verifikasi dan identifikasi penelepon dapat dilakukan hanya dengan interaksi natural antara pelanggan dan agen selama beberapa detik. Sistem akan menginformasikan agen apakah suara penelepon cocok dengan voiceprint pelanggan atau jika ada indikasi pemalsuan identitas.

Apa Saja Manfaat Voice Biometrics untuk Perusahaan?

Menghemat Waktu dan Biaya

Perusahaan dapat menghemat banyak waktu dan biaya dengan mengimplementasikan biometrik suara dalam layanan contact center. Agen contact center dapat bekerja dengan lebih cepat, optimal, dan efisien.

Berdasarkan studi kasus dari Verint, sebuah bank Asia berskala global menggunakan passive voice biometric untuk mengautentikasi 1,75 juta panggilan dalam waktu 2 tahun. Dalam periode tersebut, rata-rata waktu untuk mengautentikasi pelanggan berkurang sebesar 50% dari 83 detik menjadi 37 detik saja.

Meningkatkan Customer Experience

Pada layanan contact center, umumnya pelanggan harus melalui beberapa tahapan atau prosedur yang akan memakan banyak waktu. Penggunaan biometrik suara dapat mempercepat prosedur tersebut sehingga dapat meningkatkan tingkat pengalaman dan kepuasan pelanggan.

Berdasarkan studi kasus yang sama dari Verint, sekitar 99% dari pelanggan bank tersebut mengaku puas dan membolehkan suara mereka digunakan untuk membuat voiceprint.

Mencegah Pemalsuan Identitas

Pangkalan data voice biometric dapat menyimpan model suara dari pelanggan-pelanggan. Model suara ini dapat digunakan untuk mendeteksi pelanggan asli dan palsu lewat karakteristik suara.

Selain itu, teknologi ini juga dapat mendeteksi jawaban yang didapat dari oknum yang berpura-pura menjadi pelanggan sehingga contact center dapat mengenali gaya bicara oknum pemalsuan tersebut.

Teknologi biometrik suara sangat bermanfaat untuk memastikan keamanan dan meningkatkan efisiensi layanan contact center perusahaan Anda.

Phintraco Technology, sebagai anak perusahaan dari Phintraco Group, telah bergerak di bidang ICT dan menyediakan berbagai solusi IT, salah satunya adalah voice biometrics.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang solusi voice biometrics untuk contact center dari Phintraco Technology? Hubungi email marketing@phintraco.com.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Disrupsi Teknologi Adalah Tantangan Fundamental Bisnis Modern
06 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Disrupsi Teknologi Adalah Tantangan Fundamental Bisnis Modern

Lanskap bisnis modern terus mengalami perubahan yang cepat. Salah satu tantangan fundamental dalam perubahan dan kemajuan teknologi adalah terjadinya disrupsi teknologi.

Teknologi-teknologi baru terus bermunculan mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, hingga Internet of Things (IoT). Untuk perusahaan dan bisnis, perubahan ini tidak hanya menjadi sebuah tantangan, tetapi juga bisa menjadi peluang.

Lalu apa pengertian disrupsi teknologi? Apa saja contoh, penyebab, dampak, serta cara menghadapinya? Simak penjelasannya di artikel berikut ini!

Apa Itu Disrupsi Teknologi?

Secara etimologis, disrupsi artinya adalah interupsi pada proses yang telah berlangsung secara berkesinambungan. Dengan kata lain, disrupsi adalah perubahan fundamental dalam suatu tatanan.

Dalam konteks teknologi, disrupsi teknologi adalah perubahan besar-besaran dalam cara sebuah industri beroperasi atau cara masyarakat umum melakukan kegiatan. Perubahan tersebut disebabkan oleh penerapan teknologi baru dan inovasi.

Perkembangan teknologi kerap mendorong perusahaan atau individu untuk meninggalkan metode atau cara lama dan mengadopsi teknologi baru agar tetap relevan.

Pengenalan teknologi baru dan perubahan model bisnis menjadi digital adalah salah satu contoh disrupsi teknologi, artinya perusahaan harus bisa beradaptasi dan mengambil keuntungan dari perubahan tersebut.

Apa Saja Contoh Disrupsi Teknologi?

Perubahan drastis yang terjadi karena perkembangan teknologi digital dapat dilihat di berbagai sektor bisnis. Contohnya dalam sektor ritel, perusahaan-perusahaan tersebut kini mulai harus bersaing dan beralih ke model penjualan online (e-commerce).

Contoh secara umum lainnya adalah digital marketing. Masyarakat yang mulai memasuki era digital akan beralih juga ke platform digital. Hal tersebut akan mengubah perilaku konsumen yang akhirnya memaksa perusahaan untuk mengubah strategi pemasaran, misalnya dengan menggunakan media sosial.

Contoh lain yang kini mulai banyak digunakan di berbagai sektor adalah artificial intelligence atau AI. Penggunaan AI yang tiba-tiba berkembang pesat merupakan salah satu tanda bahwa masyarakat telah memasuki era disrupsi.

Apa Penyebab Terjadinya Disrupsi Teknologi?

Disrupsi teknologi digital dapat terjadi karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Faktor-faktor tersebut akan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk menyikapi disrupsi yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

Inovasi dan Perkembangan Teknologi

Teknologi terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Penemuan dan inovasi teknologi yang lebih canggih dapat mengubah cara suatu industri beroperasi.

Perubahan Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah sesuatu yang dinamis dan harus selalu dianalisis secara berkala. Tidak jarang perubahan perilaku dan preferensi konsumen dapat mendorong terjadinya perubahan teknologi dalam rangka memenuhi permintaan konsumen tersebut.

Perubahan Regulasi atau Kebijakan

Selain teknologi dan konsumen, regulasi dan aturan dari pemerintah juga bisa menjadi penyebab terjadinya disrupsi. Perubahan regulasi dan lingkungan hukum dapat mendorong perusahaan untuk mencari alternatif lain yang umumnya akan bisa diatasi dengan inovasi teknologi.

Globalisasi

Internet dan media digital kini membuat pasar global menjadi lebih terhubung. Hal ini dapat membawa perubahan besar dalam dinamika industri. Disrupsi teknologi dapat terjadi akibat munculnya persaingan dan akses ke pasar global.

Apa Saja Dampak Disrupsi Teknologi Terhadap Perusahaan?

Disrupsi teknologi menghasilkan perubahan fundamental bagi bisnis di berbagai sektor. Perubahan-perubahan tersebut bisa memberi dampak bagi perusahaan, baik itu dampak positif maupun negatif.

Jika perusahaan memandang disrupsi teknologi sebagai sebuah tantangan dan berhasil menghadapinya, maka disrupsi teknologi akan berdampak positif pada perusahaan. Berikut ini adalah dampak-dampak positifnya:

Inovasi Produk dan Layanan

Perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dapat mengadopsi teknologi baru untuk menghasilkan produk atau layanan yang lebih baik.

Penggunaan teknologi dalam produk dan layanan umumnya akan menghasilkan solusi yang efisien, berkualitas tinggi, dan bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Operasional yang Lebih Efisien

Penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan bisa menerapkan otomatisasi bisnis menggunakan infrastruktur IT yang mendukung.

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Inovasi produk dan layanan dari perusahaan dapat menghasilkan pengalaman dan kepuasan pelanggan yang tinggi.

Perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk memberikan layanan pelanggan yang responsif, produk yang sesuai dengan kebutuhan, serta interaksi pelanggan yang lebih personal.

Memperluas Potensi Pasar

Penggunaan teknologi digital dan otomatisasi dalam proses bisnis merupakan ciri-ciri dari Revolusi Industri 4.0. Perusahaan yang beradaptasi dengan disrupsi teknologi bisa membuka potensi pasar dan konsumen yang lebih  luas hingga ke pasar global.

Bagaimana Cara Perusahaan Menghadapi Disrupsi Teknologi?

Sebelum memulai langkah pertama dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam kegiatan bisnis, perusahaan harus memperhatikan beberapa tahapan sebelum menghadapi perubahan drastis dari perkembangan teknologi. Berikut ini adalah cara perusahaan bisa menghadapi disrupsi teknologi:

Evaluasi Kebutuhan dan Kesiapan Teknologi

Langkah pertama yang bisa dilakukan perusahaan adalah mengidentifikasi kebutuhan teknologi, lalu mengaudit seluruh infrastruktur IT perusahaan. Setelah melakukan identifikasi, perusahaan dapat memperbaiki atau memperbarui infrastruktur IT yang dibutuhkan.

Investasi Sumber Daya Manusia

Setelah memiliki infrastruktur IT yang memadai, perusahaan harus berinvestasi pada sumber daya manusia. Investasi dalam hal ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan dalam rangka meningkatkan literasi digital.

Disrupsi teknologi kerap dikaitkan dengan teknologi yang menggantikan pekerjaan manusia. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan SDM yang ada memiliki keahlian dalam mengoperasikan teknologi baru tersebut.

Mempersiapkan Model Bisnis Baru

Lanskap bisnis yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan terus berkembang. Perusahaan harus melakukan adaptasi dengan mengevaluasi dan menyesuaikan model bisnis sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada.

Melakukan Transformasi Digital pada Proses Bisnis

Untuk bisa menghadapi disrupsi digital, perusahaan harus bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis dalam segala aspek.

Langkah penting yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi dengan teknologi adalah dengan transformasi digital. Transformasi digital dapat membuat proses bisnis menjadi lebih efisien dan efektif dengan otomatisasi

Infrastruktur IT merupakan kunci penting bagi perusahaan agar bisa menghadapi disrupsi teknologi dan mengambil manfaatnya. Selain itu, infrastruktur IT juga berperan sebagai pendukung operasi bisnis yang sukses dan efisien.

Phintraco Technology adalah perusahaan solusi dan layanan ICT yang dapat menyediakan solusi infrastruktur IT terbaik untuk perusahaan Anda dalam rangka menghadapi disrupsi teknologi.

Hubungi email marketing@phintraco.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi-solusi infrastruktur IT terbaik dari Phintraco Technology.

Editor: Cardila Ladini

Read  
Teknologi Bisnis: Peluang Emas di Era Digital
03 Jan 2024 Muhammad Iqbal Iskandar

Teknologi Bisnis: Peluang Emas di Era Digital

Era digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan teknologi terbaru.

Hal tersebut membuat perkembangan teknologi menjadi sangat penting untuk perusahaan saat ini. Lalu apa itu teknologi bisnis? Apa saja peran, jenis, manfaat dan pentingnya bagi bisnis? Simak artikel berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Teknologi Bisnis?

Teknologi bisnis adalah penggunaan solusi teknologi dalam bisnis dalam rangka meningkatkan kinerja, produktivitas, dan efisiensi perusahaan. Teknologi yang dimaksud dapat mencakup hardware, software, jaringan, serta aplikasi.

Selain itu, teknologi bisnis juga merupakan pondasi untuk transformasi digital sebuah perusahaan. Dengan teknologi bisnis digital, perusahaan dapat membuka peluang baru dan tetap relevan di era digital.

Bagaimana Peran Teknologi dalam Bisnis Saat Ini?

Dunia bisnis kini telah menjadi semakin cepat dan sangat kompetitif. Hal ini membuat teknologi menjadi alat utama untuk mengoptimalisasi operasional perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak di bisnis teknologi informasi.

Peran utama teknologi dalam bisnis modern saat ini adalah melakukan otomatisasi. Otomatisasi ini dilakukan di berbagai proses operasional kerja, membuat semuanya menjadi lebih optimal dan efisien.

Mengapa Teknologi Penting bagi Bisnis?

Peran teknologi dalam mengoptimalisasikan operasional bisnis dan mendorong transformasi digital membuat teknologi menjadi aspek penting dalam bisnis. Teknologi juga penting bagi perusahaan untuk menganalisis dan mengolah data secara real time.

Selain itu, teknologi juga penting untuk meningkatkan konektivitas dan kolaborasi antar anggota tim atau divisi di internal perusahaan. Teknologi yang terus berkembang akan mendorong perusahaan dari berbagai sektor untuk berinovasi dan beradaptasi dalam menggunakan teknologi tersebut.

Teknologi Apa Saja yang Digunakan dalam Bisnis?

Dewasa ini banyak jenis teknologi yang diimplementasikan oleh perusahaan dari berbagai bidang. Tidak jarang juga teknologi tertentu diciptakan untuk kebutuhan industri tertentu. Namun, terdapat beberapa teknologi yang secara umum digunakan, berikut ini adalah penjelasannya:

Unified Communication & Collaboration

Unified Communication & Collaboration (UC&C) adalah teknologi yang mengintegrasikan beberapa metode komunikasi yang telah ada seperti email, pesan singkat, video/web conference, hingga kolaborasi online. Teknologi ini sangat krusial untuk kelancaran komunikasi bisnis baik secara internal maupun eksternal.

beberapa contoh dari teknologi ini antara lain adalah Voice Gateway, Deskphone, Billing System, dan Unified Communication as a Service (UCaaS).

Contact Center

Contact Center adalah teknologi yang digunakan untuk mengelola dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Layanan ini penting untuk bisnis yang ingin menyediakan layanan pelanggan yang lebih responsif.

Layanan pelanggan yang efisien dan responsif akan berpengaruh kepada kepuasan dan loyalitas pelanggan. Beberapa contoh teknologi yang diterapkan dalam Contact Center ini antara lain adalah Omnichannel Solution, Real Time Agent Assist, Text Analysis, dan Ticketing System.

IT Infrastructure

Infrastruktur IT secara umum meliputi hardware, software, jaringan, serta sistem penyimpanan data (storage). Aspek-aspek tersebut merupakan teknologi yang menjadi pondasi untuk operasional bisnis. Infrastruktur IT yang kuat dan stabil akan membuat layanan dan aplikasi bisnis berjalan dengan lancar.

Selain keempat hal yang telah disebutkan di atas, infrastruktur IT juga dapat mencakup beberapa teknologi seperti Backup System, virtualisasi, Enterprise Operating System, dan Application Performance Monitoring (APM)

Mobile Application Security

Teknologi ini penting bagi perusahaan yang memiliki produk atau layanan yang menggunakan aplikasi mobile. Mobile Application Security memastikan aplikasi mobile yang dijalankan perusahaan dapat digunakan dengan aman tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

Beberapa fitur dalam Mobile Application Security antara lain adalah App Protection, DevSecOps, dan Customer Experience.

Authenticator

Authenticator adalah teknologi keamanan yang digunakan untuk memverifikasi pengguna ketika mengakses data tertentu. Sistem keamanan ini biasanya menggunakan metode otentikasi berlapis atau biometrik.

Authenticator dapat tersedia dalam bentuk Hardware Token dan Software Token. Keduanya tetap menyediakan two-factor atau multi-factor authentication untuk keamanan sistem perusahaan.

Smart Card Technologies

Teknologi ini mencakup penggunaan kartu pintar yang terintegrasi dengan chip untuk menyimpan data sekaligus memberikan akses tertentu, baik itu akses fisik maupun keamanan informasi. Kartu pintar ini juga bisa diintegrasikan dengan kartu debit, kartu kredit, atau kartu prabayar.

Apa Saja Manfaat Teknologi dalam Bisnis?

Pentingnya peran teknologi di era digital ini membuat perusahaan harus berinovasi demi bisa bersaing dan tetap relevan. Selain hal-hal tersebut, teknologi juga bisa sangat bermanfaat untuk perusahaan, berikut ini penjelasannya:

Meningkatkan Efisiensi

Teknologi membuat semua proses menjadi lebih efisien dan efektif. Perusahaan dapat memberikan produk atau layanan yang terbaik dan responsif sekaligus menghemat biaya secara signifikan.

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Penggunaan teknologi yang memudahkan pelayanan akan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience). Customer experience yang baik akan membangun loyalitas pelanggan yang sangat penting bagi perkembangan bisnis.

Memperkuat Komunikasi dan Kolaborasi

Salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis adalah komunikasi yang lancar dan efisien. Teknologi dapat membantu memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar tim atau divisi internal dan juga pihak eksternal.

Keamanan Informasi Lebih Terjaga

Perusahaan dapat menjamin keamanan data dan informasi dengan teknologi mutakhir. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, perusahaan harus berhati-hati menghadapi ancaman keamanan siber (cyber security).

Phintraco Technology merupakan anak perusahaan dari Phintraco Group yang bergerak di bidang solusi dan layanan ICT. Phintraco Technology dapat menjadi pilihan untuk segala kebutuhan teknologi untuk perusahaan Anda. Phintraco Technology juga didukung oleh para ahli IT bersertifikat dan pusat respon pelanggan yang tersedia 24/7.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi teknologi bisnis dari Phintraco Technology? Hubungi marketing@phintraco.com.

Editor: Cardila Ladini

Read